Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 126


__ADS_3

“Cepat Lin.“


“Iya.“


Di dorongnya tubuh Lilin. Demi menghindari tatapan mereka yang tajam. Sebab dengan cara itu, pertanda kalau akan terjadi pengejaran lagi, untuk memulai penangkapan yang akhirnya semakin menyeret mereka pada suatu lingkaran yang nggak jelas.


Walau begitu. Setelah tahu keberadaannya itu, mereka langsung saja memburu. Seperti sebelumnya, mereka tak bakalan membiarkan yang sudah berada di depan mata itu lepas begitu saja. Tentunya supaya seterusnya akan mereka tangkap.

__ADS_1


“Yah terlambat.“ Mereka panik.


“Mereka menatap terus.“ Seperti yang sudah-sudah, kalau dalam posisi ini, maka mau tidak mau mereka harus waspada. Dimana mahluk itu sekejap kemudian pasti bakalan mengayunkan kaki panjangnya untuk segera menuju ke lokasi mereka berdiri serta akan menangkap kembali seperti yang sudah-sudah. Hanya sedikit keberuntungan saja yang mereka miliki hingga kenyataannya sampai sekarang masih bisa berkeliaran dalam lokasi tersebut tentunya dengan kondisi yang di rasa masih segar bugar, walau tentu saja kondisi fisik sudah banyak berbeda dari keadaan sebelumnya yang jauh lebih nyaman dari sekarang ini.


“Dan sebagian memburu kemari.“


“Cepat Lin!“ ujar Aqi.

__ADS_1


Nampak tangan mahluk itu kembali berhasil meraihnya. Maklum, luka itu membuat sedikit lengah. Dan bisa di tangkap. Apalagi jangkauannya memang lumayan panjang membuat segalanya terjadi.


Hanya saja Aqi cekatan. Dia pukul tangan tersebut supaya tidak kebablasan, dan menangkap dengan kuat. Apalagi jika sampai tangan yang berkuku tajam tadi merobek kulit, maka akan gawat.


“Sini…“ Pegangan lawan terlepas. Si Lalan lalu melambaikan tangan guna menyuruh si Lilin ke arah tersebut. Dan dia membawa batang kayu, untuk ikut memukul jika si mahluk sudah sangat dekat dengan Lilin yang baru terbebas.


Mereka melangkah. Si Lalan melempar-lemparkan barang bekas. Dan menuju ke posisi yang sama. Hingga di suatu tempat sunyi, merasa sedikit lega. Usaha ini, si Lalan melemparkan barang bekas, supaya sanggup menghambat laju musuh yang terus saja berusaha mendapatkan Lilin. Dan berikutnya akan segera sampai jika tanpa halangan. Makanya hal demikian di lakukan supaya musuh kerepotan, sedangkan Lilin bisa lebih menjauh. Apalagi luka tersebut benar-benar semakin mengganggunya. Jangan-jangan memang bertambah parah. Tak banyak yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan itu. Selain berharap bisa keluar untuk kemudian mencari bantuan seperti yang sudah terpikirkan sejak awal, akan mengobatinya dengan cara tradisional, dimana para dukun tulang sanggup membetulkan posisi tersebut sehingga lambat laun akan kembali pulih seperti sedia kala, walau membutuhkan banyak waktu untuk bisa terjadi seperti apa yang mereka harapkan tersebut. Namun yang jelas kemauan itu sudah timbul dalam hati. Tinggal pelaksanaannya nanti yang menyesuaikan dengan keadaan yang ditemui saat mencari tenaga yang dapat membantu melaksanakan penyembuhan itu. Sebab kalau abal-abal, kondisi tersebut bukannya akan sembuh, malah akan menjadi-jadi seperti yang sudah banyak di khawatirkan orang, akibat perlakuan yang keliru dari banyak orang yang tidak tahu menahu pada pengobatan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2