CINTA LOKASI (CINLOK)

CINTA LOKASI (CINLOK)
OBROLAN TIGA ORANG


__ADS_3

Sepulang dari kencan dadakan, Neva tak henti-hentinya terseyum. Sita, Elea, dan Ilma dibuat heran, sejak kapan gadis yang dijuluki high quality jomblo ini mau jalan berdua dengan cowok, mana sudah bekerja lagi. Memang saat berangkat tadi, Neva sempat pamit pada adik kos dan Nina, teman tidur barunya, pengganti Renata.


"Sepertinya jomblo kita bakal laku nih." Sindir Ilma ketika melongok ke kamar Neva yang masih tersenyum dan memegang ponselnya.


"Apaan, gue dan Daffa cuma jalan doang."


"PDKT tuh, mbak Neva!" cicit Nina sambil mengetik tugas laporannya.


"Anak kecil pada sok tau!" ketus Neva lalu khusyuk dengan ponselnya lagi.


Ting


Pesan masuk untuk kesekian kalinya pada ponsel Neva. "Cihuy....habis jalan-jalan, lanjut WhatsApp-an, cek paket datanya!" Cibir Elea, memang benar-benar adik kos gak ada akhlak.


"Gue chat sama Renata!" jawab Neva dengan melempar bantal ke wajah menyebalkan Elea.


/Kak Daffa baik kok Va, gue setuju banget Lo sama Kak Daffa/ Renata.


/Bisa bener promosinya, Buk. Situ biro jodoh sekarang?/


/Enak aja, 😂😂😂😂/


/Gue sih masih ragu, Ta. Kayaknya teman Lo Ola juga naksir sama kak Daffa deh/


/Enggak, mereka sering bertengkar kok. Kak Daffa tuh eneg banget lihat Ola/


/Tadi dia chat ngajak jalan kak Daffa coba, gue gak suka lah/


/Cie...gercep juga buk, langsung main cemburu aja/


/Sini, Ta. Mulut lo gue tabok pakai sandal jepit/


/😂😂😂😂😂/


/Tumben Lo belum kelon sama Pak CEO/


Renata mengirim foto


/Lagi sama calon cowok Lo/


/Dih...kerja keras banget sih, nilai plus plus plus banget dah/


/Mau salam?/


/Ogah, gak usah macam-macam Lo!/


Renata cekikikan, dia memang sedang menunggu Jea dan Daffa membahas masalah kantor. Dua cowok tampan yang memiliki sifat pekerja keras ini, tak ingat kalau ini sudah malam, dan waktunya bobok.


Sialnya, Renata tidak bisa tidur kalau tidak dipeluk Jea, super duper manja bumil satu ini.


"Kenapa sayang?" Jea kepo.


"Gak pa-pa, lagi chat sama Neva!"


Uhukk.....

__ADS_1


Daffa tiba-tiba tersedak kopi yang baru saja ia sesap. Mendengar nama gebetannya sudah membuat dirinya salah tingkah.


"Kenapa Lo?" tanya Jea curiga.


"Kak Daffa gak mau cerita gitu ke kita?" pancing Renata, Jea langsung menatap Daffa tak suka, ada apa dirinya dengan istrinya, mereka lagi gak main belakang kan??


Puk


Daffa melempar kepalan kertas, tepat mengenai kepala si bos cemburuan itu. "Gak usah mikir aneh-aneh, gue gak bakal ambil istri Lo!"


"Lah kenapa jadi bawa aku sih?" Renata heran.


"Dia tuh naksir kamu!" cetus Jea tanpa bukti, padahal Daffa hanya menggoda saja untuk memancing cemburunya Jea.


"Ya kali dia naksir sama orang hamil, lagian dia mau gaet si Neva, ya kan!"


"Eh!"


"Cie...gercep juga asisten pak CEO!" ledek Renata.


"Poligami dini kayaknya, Yang!" tebak Jea yang sudah paham arah pembicaraan keduanya.


"Lah ngapa jadi poligami?" Daffa belum konek.


"Bukannya, kakak juga dekat sama Ola?"


"Ih.. najis. Amit-amit, ogah gue sama Ola, meskipun itu juga sahabat dedek unyu."


"Mau gue cekek Lo kalau tetap panggil dedek unyu." Ujar Jea yang langsung mencekik Daffa, dan anehnya pria itu malah tertawa terbahak-bahak. Moodnya naik bila melihat Jea cemburu.


"Cantik...masih ada sisi perempuan yang punya malu, yah meskipun juteknya naudzubillah."


Renata manggut-manggut, Jea hanya duduk di samping Renata dengan bermain ponsel sang istri, lebih tepatnya stalking chat istrinya.


"Kalau Ola?"


"Gesreknya menutupi kecantikannya, jatohnya ilfeel. Asal Lo tahu, Ta. Tidak semua cowok suka dengan cewek gesrek."


"Ya iyalah, selera orang kan beda-beda. Orang kembar aja bunyi kentutnya beda." Renata mulai nyerocos.


"Dari sekian benda, kenapa harus kentut sih Yang." Protes Jea heran. Renata cekikikan, asal nyeplos aja.


"Kapan kak Daffa mau serius, jangan dibuat nangis deh mantan teman tidur aku."


"Kita masih jalani aja dulu, dia gak mau kayak kamu, kenal langsung nikah. Bentar deh, Ta. Gue heran ya, kenapa juga Lo langsung terima si bos rese' ini."


"Ngomong apa Lo barusan?" Jea kesal langsung melempar bantal sofa.


"Dih, suamiku ma orangnya baik, sayang sama aku, naksir berat deh!"


"Iya, tapi jebol gawang satu bulan setelah nikah." Gumam Jea kesal, tapi masih bisa didengar Renata dan Daffa.


"Astaghfirullah, Pak CEO yang ganteng sempurna dianggurin, apa kata dunia."


"Kan belum cinta!"

__ADS_1


"Sekarang?" tantang Jea, membuat Renata waspada, pasti suaminya mau melakukan hal aneh, apalagi ada Daffa, pasti hal konyol.


"Cinta banget!" Jawab Renata sambil merangkul lengan sang suami, dan Jea pun tak menghilangkan kesempatan untuk mengecup puncak kepala sang istri.


Cekrek


Kebiasaan Daffa kalau melihat pasangan muda ini, tangannya gatal untuk tidak mengabadikannya, terlalu romantis dan manis. Bikin mata menangis, ya iyalah situ Jomblo.


"Neva romantis gak, Ta?" Daffa penasaran, ia juga inginlah dimanja oleh pasangannya kelak.


"Dia punya mantan waktu SMA, putusnya gara-gara dia gak romantis."


"Bagus!" Cicit Daffa.


"Gak romantis kok bagus, situ pengen diromantisin istri gak?" Jea geram, masih belum paham dengan jalan pikiran asistennya itu.


"Gini ya bos, kalian SMA kan udah nakal ya kalau pacaran."


"Eh Astaghfirullah!" Pekik Renata, "Situ kali SMA pacarannya nakal."


"Dih sewot," balas Daffa. "Maksud gue, kalau SMA gak romantis itu bagus, artinya apa Neva belum digre*e-gre*pe sama mantannya."


"Kalau Lo, sama mantan Lo yang bodynya asoi dulu?" Jea berniat menggoda sang asisten, pasalnya waktu Jea masih menjadi mahasiswa baru, sering sekali memergoki Daffa berciuman dengan pacarnya yang juga kepala HRD kantor.


"Gue romantis."


"Yah...Neva dapat sisa dong, sama kayak gue." Renata menunduk kecewa.


"Yaaaaaanggggg!" Jea merengek tak terima, padahal yang dibilang Renata benar juga.


"Sok manja Lo!" Cibir Daffa. "Gak masalah sih, toh itu udah lama banget, udah lupa rasanya."


"Emang kak Daffa umur berapa sih?"


"Tua dia." Balas Jea bahagia.


"Iya percaya deh yang muda belia tapi nikah duluan. Terus aja cerca gue yang hina."


"Lebaaayy." Renata mendengus kesal. "Berapa Yang?"


"32." Jea yang menjawab.


"Amsyong, terpaut jauh dengan kita dong!" Tawa mengejek Renata pecah.


"Gak usah diperjelas kali."


"Hem ...cocok sama keinginan Neva, dia pernah bilang kalau suka sama laki-laki yang dewasa."


"Kamu gak kasihan, Yang sama sahabat kamu? Terpaut 11 tahun loh!"


"Dasar bos lucknut Lo!" Daffa kesal, usianya berhasil dijadikan bahan candaan bos rese'nya itu.


Renata langsung mengetik pesan pada Neva, dalam hatinya ia merestui Neva dengan Daffa. Ya siapa juga Renata main kasih restu. Ia ingin keduanya benar-benar menjadi pasangan. Kasihan juga usia segitu masih jomblo.


/Weekend ke rumahku ya, kita kencan/

__ADS_1


Begitu pesan Renata untuk Neva, yah meskipun tidak dibalas Neva yang pasti sudah mengetuk alam mimpi, maklum sudah jam 10 lewat. Deg..deg dengan balasan Neva besok.


__ADS_2