CINTA LOKASI (CINLOK)

CINTA LOKASI (CINLOK)
CALON ORANG SUKSES


__ADS_3

Renata dan Ceca telah sampai di food court, sengaja datang lebih awal demi mengisi perut. Hanya Ceca yang makan, Renata hanya menemani sembari menyeruput jus alpukat.


"Ta, kalau gue ngajak Edo boleh gak?" tanya Ceca tiba-tiba.


"Gak boleh, ini kencan kita berlima doang. Kesepakatan di grup kan gak boleh bawa pasangan!"


"Gue tuh udah gak pernah kencan tau sama Edo, sejak 2 minggu lalu. Abang ipar lucknut memang, padahal gue anak magang doang diajak meeting segala, katanya belajar speak up depan klien. Beuh...."


"Bener juga kali Abang Lo. Secara garmen bapak Lo siapa yang pegang nanti, kalau bukan Lo!"


"Gue males kerja, biar suami gue ajalah, gue mau ongkang-ongkang, tugas gue cuma kaca, kasur, dan Hp."


Renata menonyor kening sahabatnya itu, "Gak gitu istilahnya bebeb. Kasur, dapur, sumur."


"Cih...dapur dan sumur ada ART lah."


"Susah emang ngomong sama anak yang dari orok sudah jadi incessssssss."


Ceca terkekeh, iya juga ya. Umurnya yang hampir 21 tahun, ke dapur untuk nyalain kompor aja gak pernah, apalagi masak. Sayang ama kuku syantiiiknya.


Ting


Pesan di grup CALON ORANG SUKSES


Bian: Ta, Ca, di mana Lo?


Renata: food court


Wira: tungguin gue baru keluar dari parkiran. ( penghuni lama comeback, hehehhehe)


Renata: Hem


Ola: Guys gue lagi di toilet.....kantor!😂😂😂😂


Bian: Nji*tttttt bengek Lo, La!


Ola: Eh....gak bisa eok masuk rumah sakit Lo, mau????


Ceca: Gue lagi makan, diam gak!


Renata: Lama gak, La?"


Ola: Sejam lagi gue nyampe, pesenin tiket dulu dah.


Bian: Gue udah di depan bioskop.


Renata: Kita ke situ

__ADS_1


Renata dan Ceca keluar dari food court, niatnya langsung menuju bioskop, apa daya outlet baju unyu-unyu melambai-lambai. Mumpung bisa jalan-jalan.


Ceca menuju baju ala Korea dedek emes. Ia langsung mengambil baju model itu 3 pcs. Pink biru dan peach, warna kesukaan dirinya, Ola, dan Renata. Ini adalah baju couple mereka yang kesekian. Sedangkan Wira dan Bian diberi Ceca baju dengan tulisan badboy, he..he..


Renata membeli kaos lengan panjang warna peach, lavender, dan baby pink untuk dirinya, Ola dan Ceca.


Drt...drt


Wira Sableng memanggil


"Apa?" jawab Renata


"Di mana? Gue cuma sama Bian doang nih."


Renata cekikikan, membayangkan dua cowok mau lihat bioskop bareng, boleh dong mikir mereka belok?? he..he..


"Di outlet baju, bentar kita bayar dulu!"


Tut


Wira mematikan sambungan, dia mengumpat kesal, dari tadi ditunggu malah beli baju. Untung sayang, kalau gak udah dicaci dah tuh dua cewek.


Ting


Pesan masuk ke grup, Ola pelakunya.


Satu detik


Tak ada yang menanggapi foto yang dikirimnya.


Ola: Ca...cepetan balas!


Ola: Ceca


Ola: Ca, Lo dimana sih. Gak ada signal?


Ola: Cecaaaaaaaaaaaaaa


Bian: sumpeh Lo, La?


Ola: Gak tahu, gue butuh kepastian dari Ceca.


Wira: mereka masih di outlet baju


Bian: Apaaaaaa


Ola: Kebiasaan mereka tuh

__ADS_1


Selang 15 menit, Renata dan Ceca sudah di pintu masuk bioskop, Bian, Wira dan Ola menatap keduanya dengan cibiran.


"Ne buat kalian!" Ceca sudah tahu kelemahan mereka berdua, satu paper bag untuk dua sahabat cowoknya disodorkan begitu saja. "Sebagai ganti kalian nunggu kita lama." Lanjutnya tanpa merasa berdosa, "Bagus loh." Cicitnya tanpa menatap wajah para sahabatnya.


"Ca!" Renata akhirnya bersuara dan menunjukkan ponselnya pada Ceca.


"Siapa?" tanya Ceca yang masih belum ngeh dengan foto yang disodorkan Renata.


"Edo." Sambar Ola, "Coba perhatikan, Lo kenal gak ma tuh cewek."


Sempat Ceca kaget dengan pose kedua lawan jenis yang terpampang dalam foto, namun lebih intens dia memperhatikan seketika senyumnya terbit, "Dia sepupu, Edo. Baru datang dari Malang."


Renata dan Ola hanya saling tatap. "Sepupu? tapi kok depan hotel?" Renata keceplosan, sikutan Ola tidak bisa menghentikan mulut embernya.


"Udah, yuk..Nonton!" ajak Bian mencoba mengalihkan perhatian Ceca pada foto itu. Sebenarnya Ceca juga tidak tahu, siapa gadis itu, daripada merusak acara kencan bareng diapun berpura-pura cewek itu adalah sepupu sang kekasih.


Selingkuh kah Edo?


Sepanjang film, Ceca tidak konsentrasi sama sekali. Ia menoleh ke kanan ada Renata yang sesenggukan karena tokoh utama meninggal, Ola malah bermain ponsel. Wira dan Bian tidur, kecapean mungkin dari pulang magang langsung cus kencan.


"Kenapa, Ca?" bisik Renata yang menyadari kegusaran Ceca.


"Pengen pup."


Renata melengos, yang benar saja dah, lagi seru-seru lihat film, malah pengen pup. "Pegang batu aja!"sarannya.


Kadang punya teman sengklek ada gunanya, saat hati gusar dia datang dengan kekonyolannya. Oh Renata pengen gue jitak, tapi gue sayang, gimana dong, batin Ceca gemas. Alhasil tonyoran di pipi gadis berlesung pipi itu mendarat dengan cantik diselingi tawa si korban.


Film telah usai, mereka pun berlanjut ke t*m* zone, bermain sepuasnya, karena anak sultan batu bara lagi baik dan catat tumben gak pelit, itu yang penting.


"Seratus...seratus...ayo dong!" Mata Renata akan copot melihat bola berputar-putar menuju beberapa angka. "Yah 2." Keberuntungan tidak berpihak pada Renata, kupon hadiah keluar dari mesin hanya seuprit, dua lembar doang.


"hahahhahah," Wira tertawa lebar. "Lo melas amat deh, Ta. Lihat noh noh adik kecil aja kupon yang keluar nyaingin butut naga. Lah Lo, siap dibayar tunai pendek amat, ini ma buntut kermi."


"Emang kermi punya buntut, ngacoooo. Gak usah nyindir bayar tunai ...bayar tunai...alamat rumah gue aja Lo gak tahu."


"Eh...enak aja, pokoknya ntar Lo dikabari sama calon mertua gue, nduk babang Wira sudah ke rumah, dan bapak merestui, besok nikah ya!" Wira sangat lihai memerankan bapak Renata seolah-olah pertemuan nanti akan berjalan sesuai rencananya.


"Ouh rugi loh, pak. Menerima lamaran babang Wira yang sudah nyosor ke ciwi-ciwi bohay." Sindir Renata dengan fokus pada pergerakan bola, kali ini dapat angka yang gede an dong, harapnya.


"Taulah, Lo gak asik." Wira memilih menjauh dari Renata, memang kelakuannya yang main nyosor itulah yang sangat tidak disukai Renata, dan dia pun tahu itu.


Lain Renata, lain lagi Ola. Dia dengan centilnya berjoget-joget ria, lincahnya kaki bergerak sesuai monitor, beradu dengan Bian. Beuh suara Bian yang sepertinya kalah membuat beberapa pengunjung menatap mereka. Memalukan, ingat umur Bang!!!!


Sedangkan Ceca, ia beralasan ke toilet karena menahan pup di bioskop tadi. Tapi yang ia lakukan adalah menghubungi sang kekasih.


Tiga kali panggilan tak dijawab, ia terus mencobanya, hingga panggilan kelima barulah sambungan itu diangkat.

__ADS_1


"Halo!" suara perempuan, cukup seksi dan berhasil membuat mata Ceca melotot.


"Siapa kamu?" tanya Ceca cukup lirih, bahkan seseorang di seberang sana masih hola halo.


__ADS_2