
Dara begitu bt ketika leher nya ada satu tanda dari Adit . Sepanjang dari selesai mandi sampai dandan masih ngegrutu
Adit memeluknya menenangkan istri bocah nya itu
" Terus gimana ini pulang nya ? Aku malu lah kalo sampai rumah begini, biar apa yang di pikiran orang tua . Bikin aku malu "
" Yaudah kita disini aja sampai tanda kamu pudar ? "
" Hari ini aku ada kuis adit ! "
Adit memejamkan matanya
" Jam berapa ? " Tanya adit
" Siang sih jam 2 an "
" Bentar adit tanya mba aghini dulu , cara hapus beginian gimana "
Dara melebarkan matanya " Kamu itu engak tahu cara hapus ginian gimana ? Polos banget ya , selama ini kamu engak pernah gitu nonton atau kamu kan dokter gitu ? "
Adit diam
" Ya banyak caranya salah satunya aku pernah pake concealer "
" Apaan tuh " Tanya adit
Dara mengeluarkan tas make up nya disitu banyak alat alat yang untuk merias wajah Dara. Dara menempelkan sedikit lalu dia tap tap
" Begini dit "
Adit melebarkan matanya " ihh ihh ilang sayang , canggih ye " kata adit begitu polos
Dara tertawa ngakak mendengar hal itu di tambah lagi ekspresi Adit dapat banget
" Hahaha " Dara terus tertawa ngakak membuat Adit tertawa
" Kamu mah malah ketawa , tapi keren sih , beli yang banyak aja sayang , kan aku juga pengen di mana mana gitu , disini , disini , disini " ujuk Adit
" Ya tapi jangan keseringan juga , capek juga lah aku . Yaudah bentar lagi kita sarapan terus kita beres beres cek out "
Adit mengangguk dia menganti pakaian yang rapi lalu membawa hp dan dompet nya , begitu juga Dara membawa ponsel aja
" Sarapan pertama menjadi istri " kata Dara
Adit mengangguk , adit hanya diam ketika kopi dan omllete yang dia mau sedang di ambilkam Dara . Pria itu bermain ponsel karena pekerjaan
" Masih panas kopi nya sayang " mata Dara
Adit mengangguk , dia mulai memimpin doa sebelum makan . Keduanya menikmati makan nya dengan tenang
" Tadi haidar ngabarin adit , koper yang kamu udah siapin udah di rumah . Sekarang papi sama haidar lagi dirumah papa "
" Ngapain? " Tanya Dara
" Ya saling jaga silaturahmi aja mungkin , kan sempat berantem kan waktu itu "
" Oh iya , kak Adit , Dara mau makan bubur dulu ya , nasgor yang Dara ambil udah abis"
" Yaudah " kata Dara
Setelah keduanya selesai dengan sarapan , kini mereka kembali ke kamar lagi untuk bermanja
" Punya Dara pas banget di tangan adit " kata nya
Dara menutup wajah nya malu , kenapa suaminya secara terang terangan begini
__ADS_1
" hehe malu kamu ya , sebelum menikah kamu yang selalu terang terangan , adit suka mikir apa jadinya nanti adit nikah sama kamu , ternyata kamu malah malu haha , berani nya ngomong doang kamu tuh "
Dara menepuk dada adit pelan " Sayang , mari kita bahas pengeluaran kita . Kita omongin biar kedepan nya engak ada masalah "
Adit beranjak bangun menjadi duduk , keduanya juga duduk di sofa pojok sana . Adit mengeluarkan tab nya untuk mulai hitung hitungan
" Sebulan adit bisa dapat 80 juta . Adit niat mau kasih bulanan papi 10 dan mama 10 . Dan kalo untuk kamu itu kan kamu udah megang ya kartunya. Jadi terserah kamu aja mau pengeluara berapa. Tapi ingat kamu harus pintar simpan nya jangan terlalu boros "
Dara mengangguk
" Kalo buat orang tua adit gimana ? Kan engak adil kalo adit kasih orang tua Dara tapi orang tua adit engak "
" Kalo itu udah adit kasih jatah mereka sama 10 juta 10 juta , dan biasanya juga adit yang belanja bulanan . Adit kasih tahu aja biar nanti kamu engak marah "
" Ngapain marah , itu terserah adit aja " kata Dara
" Oh iya haidar masih minta uang jajan sama kamu ? "
" Kadang kadang sih , kenapa ? "
" Berapa biasa kamu kasih ? " Tanya adit
" Ga tentu sih yang pasti kalo adit kasih , Dara suka kasih setengah nya dan itu misalnya minggu ini minta 200 terus minggu depan seratus kadang sebaliknya. Kalo di totalin kadang 600 kadang 800 "
" Kasih dia 1 juta aja , tapi jangan kamu bilang dari adit . Kasih nya bertahap aja . Adit tahu itu anak boros "
Dara mengangguk " Yaudah itu aja sih yang adit mau omongin , biar kedepan nya engak ada masalah "
##
Setibanya dirumah , tampak kosong , hanya ada pekerjaan rumah
" Assalamualaikum " ucap adit
Salah satu pembantu pun keluar membantu membawa barang yang adit bawa juga Dara
" Ibu sama bapak keluar tadi sama papa nya mba Dara " ujuk bibi pada Dara
Adit mengangguk
" Tolong pakaian kotor nya taruh belakang aja ya bi , ini pakaian kotor semua . Sama satu lagi tolong buatin teh sama kopi ya . Nanti ketuk kamar aku aja " ucap adit
Setelah berkata seperti itu . Adit mengajak Dara untuk ke kamar nya . Kamar sedikit rapi pasti ulah mama nya dan satu lemari baru sesuai request dari Adit untuk Dara
" Koper nya udah di pojok sana aja . Pasti mama yang taruh " kata Adit
Adit merentangkan tangannya saat duduk di ranjang
" Peluk " kata Adit manja
Dara menyusulnya dia memeluk suaminya itu
" Adit , ada yang pengen Dara ucapin tapi takut Adit marah . Ini yang dari tadi Dara pikirin "
" Apa sayang " suara Adit begitu serak
" Dara pengen nunda boleh ? Sampai umur 20 atau 19 "
" emmm... gimana yaaa . Adit pengen cepet punya baby , pengen ngerasain jadi Hot daddy sayang "
" Dara masih pengen main main , pengen nikmatin masa berdua terus liburan kesana kemari "
" Yaudah deh , kita nunda 2 tahun lagi , 19 tahun aja ya sayang " kata Adit
" Makasih sayang , baiklah 19 tahun " Kata Dara mengucapkan sambil mengecup pipi suaminya itu
__ADS_1
Tok tok tok
" Kamu ambil lah teh sama kopi nya , aku ngantuk banget, tapi masih ada kerjaan "
Dara mengambilnya tak lupa dia mengucapkan terima kasih
" Oh ya mba Dara, makan siang nya mau bibi siapin ? "
" Oh nanti aja bi , kita udah makan tadi di jalan " kata Dara
Bibi mengangguk , dara langsung membawa 2 minuman itu dia letakan di meja pc Adit lalu dia melepaskan sweater nya karena kepanasan
" Kamu ganti baju dulu gih , aku udah siapin , itu baju bekas keringat tadi " kata Dara memberikan kaos dan juga celana boxer
" Bentar sayang ,ini balas email dulu "
Dara menarik ponsel adit , dia membuka sendiri pakaian suaminya itu
" Berasa di per*osa aku tuh "
Dara hanya diam , dia seperti menjadi ibu yang memakai pakaian balita
" Aku kangen loh pas kamu jadi wanita nafsuan , kok sekarang kamu malah malu malu sih ? " kata Adit
" Engak usah aneh aneh ! Aku lagi capek mau tidur siang "
" Engak aneh aneh kok , aku cuma tanya sama kamu , kok kamu udah engak goda aku lagi , engak apa apain aku lagi. Kan aku pengen karena kita udah bebas "
Dara duduk di pangkuan adit melingkar kedua tangan nya di leher adit
" Kamu lebih suka aku nafsuan ? Atau malu malu? "
" Nafsuan lah , biar bisa imbangin "
" Ok deall " kata Dara
Tangan dara perlahan mengelus leher Adit . Dara tahu adit paling lemah di belakang leher itu
" Dar ... shh "
" Iya sayang ? " kata Dara sambil tersenyum
Adit mendorong tubuh Dara kesamping, pria itu menindihnya . Memang Dara sengaja untuk memakai tantop dan celana yang dia pakai . Belum sempat Dara menganti pakaian
Cup
Cup
Cup
" Lakukan lah " kata Dara dengan tatapan menggoda
" Jangan bikin adit gila sama suara kamu , tatapan kamu itu Dara ! " balas Adit
Dara mendorong tubuh adit ke samping kali ini Dara yang berada di atasnya . Dara duduk di perut adit . Mengelus dada suaminya itu
" Mau ngapain? Dara? "
" Mau bikin kamu .... jadi .... gila " bisik Dara di akhir
Dara memundurkan posisi duduk nya dia mengesek milik adit . Membuat suaminya itu tambah gila
" Daraaaa... kita ganti posisi bisa ? Aku udah engak kuat ...arghhh Dara "
Dara tersenyum dia membukuk an tubuhnya mengecup kanan kini leher adit
__ADS_1
" Arghh gilaaa. Terus dar . Emang engak salah aku pilih istri . Bikin puas suami dari semalam " gumam Adit