
" Kak , Gua kepo deh sama kehidupan anak kuliahan di kampus tuh gimana " kata Dara
" Maksudnya apa ? " Tanya Adit
" Iya anak mahasiswa itu kalo di kampus kaya gimana ? Selain pakaian bebas apalagi " kata Dara
Adit menghela nafas, masa sih begini aja harus di ceritakan. Lagi pula beberapa bulan nanti lagi Dara akan merasakan jadi anak Mahasiswa
" Kak adit , jawab , kok diem ? Gue kepo kak " kata Dara mendesak Adit untuk menjawab
" Ya belajar , sama aja kaya sekolah cuma beda nya di jam dan belajarnya juga fleksibel, dan untuk pakaian itu ga selalu bebas juga . Beberapa kampus ada larangan nya engak boleh pake sepatu sendal , lalu bagi kaum perempuan tidak boleh memakai celana lepis terutama celana yang sangat ketat " jelas Adit
Dara mengangguk, sejujurnya Dara sudah tidak sabar untuk menunggu jadi anak Mahasiswi. Kalo di pikir pikir kayanya seru juga memakai almet kampus lalu memakai pakaian biasa . Pasti anak kampus cowok cowok nya ganteng ganteng
" Di kampus gua , engak boleh memakai celana ketat , itu ada point nya . Lo jadi kan mau masuk kampus gua ? Kalo gitu belajar yang baik . Terutama speak Inggris nya " kata Adit
" Jadi dong , biar di kampus sana di jagain lo , lagian lo sendiri yang kan bilang sama papi . Kalo gua masuk kampus lo aja . Biar di pantau. Biar engak salah pergaulan " kata Dara
Dara ingat beberapa bulanan lalu saat pembicaraan Papi dan Adit yang membahas masa depan Dara setelah lulus, papi juga bilang sama Adit kalo Dara ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri tapi Papi engak mau jauh dari anak anaknya
Akhirnya adit menyarankan untuk Dara masuk di kampusnya saja . Tapi kan masuk kampus Adit engak semudah mengedipkan mata . Harus ada tahap tahap nya
Setelah percakapan masalah masuk kampus itu . Tiba lah di kediaman Adara
" Gua lanjut balik aja ya , besok juga kayanya gua engak bisa jemput , mau antar nyokap bokap ke bandara "
Dara mengerutkan keningnya , pasalnya kalo bukan Adit yang antar , berangkat sekolah sama siapa ? Haidar ? Yang ada diturunin jauh Dari sekolah
" Emang mau kemana? " Tanya Dara
" ke Turki, Mba aghni lagi sakit jadi bokap nyokap mau kunjung kesana " kata Adit
" Yaudah gapapa "
" Pulang sekolah gua jemput seperti biasa"
Dara mengangguk setelah itu Dara segera keluar dan melambaikan tangan nya . Ketika masuk mobil papi telah terpakir rapi. Sampai duluan
##
" Papa mau tanya sama kamu , sejak kapan kalian pacaran? Kenal dimana ? " Tanya papa sabian
__ADS_1
Adinda terdiam , dia menatap mamanya yang saat ini juga ikut introgasi. Sarapan pagi ini malah di buat memojokan situasi hubungan nya
" Baru 2 bulan pa, kenal karena sering main kerumah Dara " jawab Adinda
Sabian melipat kedua tangannya di atas dada
" Ko papa kurang suka ya kamu berhubungan sama anaknya Mas Hendra ? Sombong , tidak ada sapa menyapa nya " kata Sabian
" Dia baik kok , kalo udah kenal pasti asik orang nya pa " Jawab Adinda
" Oh ya ? Bawa dia sore ini , ketemu sama papa , papa mau tahu seperti apa orang itu . Apakah benar yang di bilang kamu itu dia baik san asik ! "
Adinda buru buru ngambil susu nya sangat grogi sekali . Bagaimana kalo Haidar menolak seperti sebelum nya
" Aku tanya haidar dulu ya pah , soalnya takut dia sibuk " kata Adinda
" Sibuk apa ? Main Game? Kaya orang engak punya masa depan aja main Game terus " ketus Sabian
" Dia hobi nya main Game, tapi aku suka kok , kadang suka main bareng kalo malam sama Haidar " jawab Adinda
Sabian melipat tangan kanan di dada lalu tangan kiri nya memegang dagu nya
" Gimana sama teman Papa yang kemarin ? Bukannya kamu setuju ? "
" Ya jadi dong , kan cuma kenalan aja papa bilang . Lagian kan papa bilang buat relasi kedepan nya kan " kata Adinda
" Benar , tapi Papa berharap kamu bisa sama teman Papa ini , dari pada kamu sama anak bocah itu , Sombong , Papa engak suka " kata Sabian
Adinda segera menyelesaikan sarapan nya . Dari pada semakin panjang urusan papa dan haidar lebih baik Adinda segera pergi
" Tunggu ! Papa mau kamu sekolah bawa mobil aja , papa khawatir setiap kali kamu sekolah membawa motor " kata Sabian
" Iya Next time ya , aku harus belajar dulu "
Sabian mengangguk , ketika anaknya telah pergi . Sabian membahas tentang haidar dan Rasya anak teman bisnis nya dengan Istri
Tin tin
Adinda menoleh kebelakang saat dirinya mendapati mobil Haidar di belakang itu . Terpaksa akhirnya mereka bertemu dan haidar segera turun menemui Adinda
" Kita perlu bicara mengenai semalam , bukannya kita sudah janji ? " kata Haidar
__ADS_1
" Mau apa lagi sih ? Bukannya kamu yang minta putus ? Semalam aku bilang hubungan kita baik baik aja karena di depan orang tua "
Haidar terdiam
" Tapi kan kamu yang engak mau , jadi sekarang bukannya kita masih berhubungan? " jawab Haidar
Huh !
" Mau lo apaansi ? Benci gua sama cowok labil kaya gini "
" Kenapa lo engak chating aku lagi ? Apakah lo bener bener ingin hubungan kita berakhir? " Tanya Haidar
" Kalo iya kenapa ? Lagian lama lama gua juga ilfil lah sama cowok sombong kaya lo , kalo ngomong suka ketus , singkat, terus juga kasar "
Haidar terdiam , dia menerima maki an dari Adinda . Wanita itu terus mengatai dirinya
" Mungkin aku bukan orang yang bisa mengungkapkan perasaan secara terang terangan, Aku orang yang sombong , cuek , egois dan banyak lagi sifat jelek lainnya . Tapi aku cuma pengen ngebahagiain adinda . Walaupun aku engak suka hubungan kita di go publik bukannya aku engak sayang dan cinta sama kamu , tapi aku cuma pengen . Kita berdua merasakan tanpa orang lain tahu . Dan kenapa setiap aku kasih bunga dan hadiah lainnya selalu tidak minta untuk di posting ? karena aku cuma pengen kita berdua berbagi moment bersama tanpa orang lain tahu . Aku cuma pengen kita bahagia tanpa orang lain melibatkan " kata Haidar menatap tulus pada adinda
Adinda hanya diam menatap Haidar yang secara terang terangan mengeluarkan uneg uneg nya . Dan pria itu juga mengatakan kalo dirinya juga sayang dan cinta ? Jadi selama ini Adinda tidak cinta bertepuk sebelah tangan ? Selama ini cinta adinda di balas oleh haidar ?
" Buktiin kalo emang kamu sayang dan cinta sama aku , temuin kedua orang tua aku sore ini " kata Adinda
" Aku usahakan nanti sore datang "
Adinda memakai helm lagi , lalu dia menyalakan motor nya kembali
" Aku tunggu ! Jam 5 sore , kalo kamu engak datang aku harap ucapan kamu hanya basa basi "
Adinda meninggalkan haidar yang masih diam , sejujurnya adinda senang kalo Haidar akan menemui, tapi mengingat kemarin haidar menolak untuk bertemu . Ada keraguan di hatinya
" Semoga kamu menempati janji kamu ! " gumam Adinda
Adinda merangkul bahu Dara . Ketika Sabahat nya itu melepaskan helm menaiki ojek online
" Tumben engak bareng calon suami ? Apakah kalian berantem ? Atau calon suami udah sadar kalo lo jelek ? "
Adara menoyor kepala Adinda
" kalo ngomong suka bener ! Adit antar bokap nyokap nya ke bandara . Dia janji kok nanti pulang jemput gua , jadi lo jangan mikir aneh aneh " kata Dara
Dara segera membayar ojek online, masuk ke gerbang sekolah sambil ngobrol panjang lebar mengenai semalam bertemu dengan kedua keluarga
__ADS_1
" Tenyata bokap bokap kita bestie sejak muda ya Dar. Gua aja sampe kaget kemarin, pas nyokap lo ngenalin gua "
Adara mengangguk " Gua juga kaget awalnya , tapi yaudahlah "