DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Selembar Foto


__ADS_3

" Kalian gimana hubungan nya ? Lancar ? Papi lihat semakin dekat aja ! Apa kalian sudah mulai menimbulkan rasa ? " Tanya Hendra pada Adit


Adit datang pagi hari untuk sarapan bersama permintaan Hendra , sudah seminggu ini Hendra tidak bertemu Calon menantunya


" Kita ga ada hubungan apa apa Pi " Jawab Dara


" Hubungan nya baik " jawab Adit jelas dan singkat


Hendra menganguk


" Oh iya adit , terima kasih ya sudah kasih kakak kucing , bagus bulu nya , Dari negara sana langsung ya Dit ? " Tanya Hendra


Adit tersenyum senang, pasalnya bukan hanya Dara aja yang senang di berikan kucing . Tadi Adinda calon mamam mertua juga mengucapkan terima kasih


" Iya om "


" Pasti persyaratan susah ya bawa binatang dari sana kesini ? "


Adit menggaruk kepalanya tak gatal


" Ya gitu lah om " jawab Adit


Dara tersenyum kagum , permintaan Dara untuk Adit oleh oleh Turki tanpa berkata apa apa langsung di berikan.  Ah pria itu lebih suka tindakan dari pada ucapan


" Gimana dengan Dinda ? Pacar kamu ? Kapan kapan bisa loh sarapan bareng disini , jadi ramai " kata Hendra pada Haidar


Haidar mentap intens , pasalnya biasanya papi tidak pernah bertanya ketika ada Adit saat sarapan . Kenapa tiba tiba menanyakan Adinda


" Engak bisa ! Udah putus ! "


Dara, Hendra , Adinda juga Adit terkejut,  keempat nya menatap Haidar


" Kenapa putus ? Kemarin kalian baik baik aja " Tanya Mama Dinda


Haidar mengangkat bahu


" Dia yang putusin ! " Jawab Haidar singkat


Haidar segera minum dan menyudahi sarapan nya . Tak ada percakapan lagi karena Haidar terlihat tidak suka di tanya tanya lebih dalam


Setelah mobil haidar pergi , Adara langsung membuka suara


" Aku yakin Haidar yang putusin pi , secara mereka itu udah 2x putus , dan kali ini aku enggak tahu alasan nya apa . Nanti aku tanya dulu ya pi , ma " kata Adara

__ADS_1


" Padahal papi udah mulai suka loh sama temen kamu , kayanya anaknya baik ya , bikin haidar berubah akhir akhir ini " kata Hendra


Adara mengangguk , dia mulai menyudahi makanannya juga . Mengajak Adit untuk segera pergi berangkat sekolah


" Haidar sama lo tuh engak beda jauh ya " kata Adit memulai membuka obrolan


" Maksudnya? "


" Iya , sama sama keras kepala " kata Adit


Adara langsung menjewer telinga adit, memang adara keras kepala tapi jangan di sebutin juga dong


" Mau belajar dulu ah , ada hafalan rumus tahu " kata Dara


Dara mengeluarkan bukunya , tanpa di ketahui Dara.  Ada yang jatuh . Tapi adit hanya diam . Adit pikir nanti juga Dara akan sadar apa yang dia jatuhkan


Setelah mengantar sekolah Dara , adit segera pergi menuju kampusnya.  Mengambil tas di belakang itu tanpa keluar.  Adit dapat lihat barang jatuh dan langsung mengambilnya


" Adit..... " Dira mendatangi langsung mobil adit terpakir di samping mobilnya


" Dit , gua ada buat klepon ubi mau coba nggak ? " kata Dira


Adit mengangguk , dia menerima paperbag dengan berisi klepon ubi


" Dir , next time daftarin 2 orang buat kelas Culliner ya " kata Adit


Tidak selamanya kita memiliki uang banyak,  bagaimana kalo punya uang terbatas dan uang tersebut hanya bertahan sehari kalo untuk makan


Jadi Adit memberi saran pada Dira . Lagi pula Dira juga tinggal sendiri di sebuah apartemen


" Oh oke , untuk kapan Dit ? "


" Belum tahu sih , nanti gua kabarin ya dir . Oh ya sory dir , gua ada kuis pagi " kata Adit


Setelah obrolan berakhir Adit segera pergi dan berjalan cepat menuju kelasnya. Adit menaruh barang barang seperti buku , tas dan paperbag tadi di dalam loker nya . Hanya menyediakan pulpen dan laptop saja


Beberapa jam kemudian Adit baru saja kelas berakhir , mengambil semua barang yang tersimpan di loker


Adit mengambil foto milik Dara yang ketinggalan , tak sempat tadi Adit melihat foto itu karena takut telat masuk kelas


" Boleh gua cemburu ? Dar ! Jujur ga enggak suka lo deket sama laki laki lain , tapi gua engak bisa melarang lo , yang bisa gua lakuin adalah menjaga lo dengan baik " gumam Adit


Adit menyimpan foto itu di paperbag yang di berikan Dira, tadi sempat melihat kue itu terlihat enak .

__ADS_1


" Waktunya kita mencari uang , setelah itu baru jemput Dara " Gumam adit lagi


##


" Emang kalian putus lagi ? " Tanya Dara saat mata pelajaran dan mereka murid murid di berikan tugas latihan


" Engak ! Kata siapa gua putus? " Tanya Adinda merasa bingung


"Haidar yang bilang sama bokap nyokap gua , katanya lo yang putusin ? "


Adinda menghela nafas,  lalu dia menceritakan kejadian kemarin pada Adara


" Oh gua tau biar dia ngejar ngejar lo lagi . Gapapa dia cuek , lo harus balik cuek lagi , biar doi nyesel " kata Dara memberi saran


" Gimana dong Dar , gua kesel banget sama haidar tapi di sisi lain gua ga mau jauh dari dia " ucap Dinda sedikit sedih dan menyesal


Dara membisiki dan itu membuat Adinda kurang yakin , apakah saran Dara akan berhasil


" Yakin ngga lo ? Kalo adik lo bakal ngejar gua ? " Tanya Dinda


" Yakin lah , udah lu percaya sama gua " kata Dara


Dinda mengangguk dia mengecup pipi dara . Dan berhasil membuat satu kelas teman temannya menoleh . Pasalnya setelah Dinda mengecup pipi Dara


Wanita itu berteriak karena merasa jijik banget di cium sesama jenis . Tapi itulah Dinda ! Dia lebih suka mancing teman temannya pikir kalo Dinda menyukai Dara dan teman temannya juga berpikir kalo mereka ada hubungan


" Gua lupa cerita ya sama lo Dar , btw dulu itu nyokap gua janda tau , bokap gua itu umurnya beda berapa tahun sama nyokap , brondong gitu "


Adara terkejut , baru tahu cerita tentang keluarga Adinda seperti apa . Tapi wajah Dinda sama Papa nya agak mirip sih , atau emang karena sudah lama di rawat jadi kebawa mirip nya


" Terus bokap kandung lo mana din ? " Tanya Dara


" Meninggal "


Adara menepuk bibir nya , lalu dia meminta maaf pada adinda . This ok


" Gua di ceritain sama nyokap udah lama banget , dulu bokap gua itu artis Dar . Mereka ketemunya dalam satu pekerjaan . Bokap gua itu di tinggal kekasih nya terus nyokap gua marah karena pekerjaan nya engak sesuai ekspetasi,  ya dari itu mereka dekat dan menikah "


Dara mengangguk , jadi kedua orang tua Dinda pernah bekerja sama bahkan artis


" Gua penasaran sama masa muda bokap lo din , coba deh nanti gua mau cari di google siapa tahu ada "


Dinda menganggguk,  saat mereka berhenti ngobrol,  tiba tiba guru mereka mendekat

__ADS_1


" Tugas sudah selesai sampai kalian bisa ngobrol? " ucapnya


Dara dan Dinda langsung mendundukan kepalanya mereka tidak menjawab tapi mengerjakan latihan nya


__ADS_2