DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Keributan rumah tangga


__ADS_3

" Papi sama mama mau ke supermarket dulu ya, beli buah sama ikan salmon" kata Mama Dinda


Adara mengangguk


" Nanti temen kakak mau datang , Pi , Ma . Biasa mau belajar bareng " kata Adara


" Baiklah , jam berapa datang ? Sih adinda kan ? " Kata Hendra


Adara mengangguk


" iya , paling jam 5 sih katanya lagi siap siap "


Kedua orang tua segera pergi , meninggalkan rumah . Kini dara persiapan menyiapkan minum juga makanan snack . Yang paling penting mangkuk untuk seblak


Karena kemarin engak kesempaian makan seblak , akhirnya Dara meminta hari ini karena kebetulan juga kan


Menunggu di kamar tak lama kemudian ada suara klakson motor , Dinda menaiki ojek online untuk kesini . Adara memberi kode bahwa adinda langsung saja menaiki tangga atas


Di luar itu haidar baru saja rapi rapi , siap untuk pergi . Pertama kali ngeliat itu adinda langsung menundukan kepalanya


" hai ... kamu mau kemana ? " Tanya Adinda ramah


" Futsal ! " jawab nya singkat


Adinda mengangguk , keduanya berdiri di tangga


" Kebetulan ketemu disini , mau bayar nasi goreng dan teh manis berapa ? Ga suka tuh di ungkit ungkit makan ! Besok besok lebih baik engak usah makan aja , bawa bekal dari rumah " kata Haidar


Adinda terdiam,  apa maksudnya bahkan haidar memberikan uang lebih kepadanya


" tunggu , maksudnya apa uang ini ? Dan nasi goreng? " Tanya Adinda


" Iya kemarin di cafe itu,  situ yang bayar kan , ini di ganti "


Adinda langsung memberikan uang itu pada haidar


" Apasi ! Yang berlalu udah lah berlalu kenapa di ungkit " kata Adinda


" Ga suka aja di omongin dari belakang,  di jelek jelek lagi sama kakak sendiri ! "


Deg

__ADS_1


Adinda terdiam , jadi curhatan yang di sekolah tadi . Adara bilang pada haidar . Ya salam !!!


" Kalo ga suka sama tingkah aku bilang aja sama aku nya langsung , hubungan itu kita berdua . Jadi orang lain ga perlu tahu , aku ga suka begitu ! " kata Haidar


" Masalah 2 hari engak chatinggan , emang nya harus banget tiap hari , tiap detik chatinggan,  emang harus banget aku nanya kamu lagi dimana ? Sama siapa? Lagi ngapain ? Udah makan atau belum ? Udah mandi atau belum ? Basi tahu gak ! Engak semua orang sikapnya sama semua . Aku lebih suka ketemu,  ngobrol apapun yang mau di obrolin " kata haidar panjang lebar


" Gimana mau ngomong panjang lebar , orang kamu nya main Game terus , main hp ! Seolah aku itu orang asing " kata Adinda membalas


Jujur adinda sudah terbawa emosi , tiba tiba datang di ajak banyak pertanyaan seperti ini


" Ga suka kalo lagi main Game di ganggu " kata Haidar


" Oh , jadi aku ganggu kamu main Game,  engak sekalian tuh komputer bawa ke cafe kemarin " balas Adinda


" Kenapa ngomong nya gitu ? Ga seneng, kalo aku main Game? Bukannya dari awal aku udah bilang , aku suka main Game,  dan kamu engak masalah tuh . Bahkan kamu bilang kapan kapan kita bisa main bareng , kenapa sekarang beda jawabannya ? "


Merasa lama banget adinda masuk ke kamar padahal dari tadi udah datang , adara keluar kamar . Melihat perdebatan mereka di tangga . Adara langsung memisahkan keduanya dan mengajak adinda untuk pergi ke kamar


" Udah sana pergi pergi ! Tamu gua nih jangan di ajak ribut " kata Adara menarik tangan Dinda


Haidar tidak peduli dia langsung keluar rumah membawa mobilnya , sedangkan di dalam kamar adinda memukul bantal karena kesel banget , kesal nya adinda malah meneteskan air matanya


" Kalo engak tahan , gausah di paksa din , kasian hati lo , mungkin emang sikap dia begitu sama perempuan, kasar , ketus "


Dinda membalikan badan nya , dia  memeluk dara . Dinda terisak menangis kenapa sesakit ini ketika Haidar berbicara.  Haidar memang jarang ngomong sekali ngomong malah nyakitin hati


Cukup lama akhirnya mereka langsung ke intinya makan seblak dan belajar


##


Dara mengetuk kepalanya , juga dagu nya . Pasal nya kecuekan Adit tadi membuat pikiran Dara terbayang bayang


Bagaimana cuek nya Adit bahkan tak menegur sama sekali


Calling ....


Calling ....


Calling


( Ya halo ...) suara berat Adit

__ADS_1


( Kak, adit sibuk ? ) Tanya Dara


( Nanti ya telpon lagi , lagi meeting sama anak baso aci ) kata Adit


( Ok kak , nanti kabarin ya kalo udah )


( Ya ! )


Dara menghela nafas , menatap jam lalu menyalakan laptop . Sambil menunggu telpon balik . Kayanya untuk menyalakan musik enak


Eh atau menelepon Adinda kek nya seru. Gimana keadaan mereka berdua.  Kayanya udah sejam lebih dari pulang nya Dinda yang tiba tiba minta Haidar untuk di antar pulang


Calling


Calling


( hiks hiks hiks )


Adara terkejut


( Kenapa lagi sih nangis , bukan nya seneng di antar pulang ? ) Protes Dara


Isak tangis itu terus bergema , hanya suara isakan tanpa ada percakapan


( lo ga ada niat mau cerita sama gua nih ?)


( Ga dar , gua cuma pengen nangis aja ! Capek gue din ! Capek banget hiks hiks hiks ) kata Dinda


( Yaudah istirahat kalo capek! )


Tut ...


Buka aplikasi whatsapp belum juga Adit menghubungi,  akhirnya Dara mengambil eskrim . Kebetulan Adik yang ganteng , tampan , cuek , dan sedingin freezer baru pulang


Tapi tunggu kenapa wajahnya bt gitu


" Eh ! " kata Dara


" Besok aja deh kak kalo mau tanya,  capek ! " kata nya malas


Haidar tahu pasti kakaknya akan membahas Adinda , kenapa punya pacar seribet ini sih ? Pikirnya .

__ADS_1


__ADS_2