DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 154


__ADS_3

Siang itu Dara juga Rasya mereka duduk bersebelahan , Dinda yang tiba tiba pergi ke malang sedangkan Adit pergi ke bali bersama teman teman nya


Entah ini kebetulan atau apa yang pasti Dara berfikir ini moment yang pas untuk ngobrol


" Nanti siang mau makan dimana dar ? "


" Bebas aja sih " kata Dara


Rasya diam dia menatap Dara


" Dar , bukan nya gua pernah bilang , gua mau bahas masalah kita ? "


" Oh ya ? Kapan ? Kok gua lupa " kata Dara mengaruk kepalanya


" Lo pura pura lupa kan ? Gua tau lo itu anaknya kuat banget kalo masalah ingat , dar , istri gue lagi engak ada, adit juga lagi engak ada kan , tadi lo bilang ? Dar kasih gue kesempatan sehari aja waktu berdua "


Dara menghela nafas , tangan Rasya langsung megenggam tangan Dara


" Plis dar .... "


Dara langsung melepaskan tangan yang di genggam itu


" Oke , kita mau kemana ? " Tanya dara


" Puncak "


Dara melebarkan matanya


" Ngapain Sya ? Gila ini udah siang banget mau balik jam berapa? " ucap Dara


" Oke kita cari Coffee Shop nongkrong arah Bogor, biar tenang " kata Rasya


" jadii? "


" Kita bolos matkul kedua , katanya lo engak mau balik malam kan , gue janji sore udah pulang "


Dara mengangguk


Mereka berdua akhirnya satu mobil , kebetulan Dara tidak bawa mobil karena tadi pagi dia di jemput haidar untuk mengantar adit ke bandara


Selama perjalanan dari kampus sampai tol taman mini Dara mengabari adit .


" Macet banget jalanan padahal jam masih 11 siang " kata Rasya


Dara menaruh hp nya dia menjawab ucapan rasya " Iya nih , mungkin karena kebanyakan arah ke cibubur " kata Dara


Rasya tersenyum " Udah lama ya dar kita engak begini , terakhir pas kapan ya , aku lupa "


Dara mengangguk " Iya "


" Kangen nggak ? " Tanya Rasya


" 3 tahun bukan waktu yang sebentar kan sya ? Bohong kalo gua engak kangen sama kenangan kita "


Rasya menarik tangan Dara, mengenggamnya


" Janji cuma kita berdua yang tahu masalah ini ? Matiin GPS kamu "


Dara mengangguk dia mematikan GPS nya


" Boleh aku nanya ? " Tanya Rasya


" Mau nanya apa ? "


" Kenapa kamu secepat ini hamil ? Bukan nya kamu bilang tunggu adit lulus kuliah ?" Tanya Rasya


" di kasih secepatnya kita engak nolak kan ? Lagian kenapa juga lo hamilin Dinda? "


" Biar kamu cemburu "


Dara mengerutkan keningnya

__ADS_1


" Cemburu ? Apa apaan sih "


" Selama ini aku engak pernah ada rasa sama Dinda, aku kasihan , asal kamu tahu dar . Dinda tahu aku belom bisa move on , Dinda pintar menyembunyikan masalah ini , di depan kamu Dinda bilang aku udah move on , aku sayang dia , di belakang itu zonk! Aku selalu bandingin kamu sama Dinda "


Dara menarik tangan nya


" Sya lo gila banget , gimana kalo Dinda benci sama gua ? "


" Dinda itu gampang banget ya di bodohin , dengan kata kata gombal aku , dia langsung sujud sama aku , mungkin Dinda pernah cerita sama kamu , aku pernah mukul Dinda beberapa kali , karena Dinda ngelarang aku buat save nomor kamu "


Dara hanya diam , Dara bener bener kaget banget


" Aku ini kesepian dar , aku broken home , aku butuh kasih sayang , dan aku mau kamu , bukan Dinda, di depan kamu Dinda galak sama aku , di balik itu ? Dinda yang mohon mohon sama aku , dengan alasan , kamu tahu ? "


Dara menggeleng kepalanya


" Dinda sudah terlanjur bilang sama kamu dan anak anak kalo aku yang cinta dia , padahal Dinda yang cinta sama aku . Dan Dinda udah lama suka sama aku "


" Kita pulang aja ya sya , tiba tiba gua sakit perut "


Rasya menoleh kepala


" Itu alasan kamu dar . Tenang aku engak akan minta balikan , aku cuma pengen kamu tahu yang sebenernya "


" Hoaaaammm " Dara pura pura mengantuk


" Yaudah tidur " kata Rasya


Rasya berheti mengendarai , menunggu antrean tol , Rasya mengelus perut Dara . Wanita itu bener bener terkejut banget


" Andai kandungan ini anak aku dar. Bertapa bahagia nya aku , kamu mengandung anak aku "


Dara menahan tangan rasya memegang perutnya


" Jangan pegang pegang perut gua !!! Cuma adit yang boleh megang "


Ck !


##


Tiba di kopi daerah bogor . Keduanya turun, Rasya membantu dara turun karena wanita itu sedang hamil


" Pelan pelan , awas licin disana " kata Rasya


Bug


Rasya megenggam tangan Dara untuk turun kebawah karena jalanan itu tanah basah , bisa aja kan nanti Dara terpeleset , lalu jatuh


Setiba nya di kopi itu, adem karena mendung suara musik begitu enak di dengar


" Mau pesan apa ? "


" Es Coklat " Jawab Dara


" engak berubah ya , masih tetap es coklat"


Dara mengangguk


Rasya menahan tangan di dagu , rasya menikmati wajah cantik perempuan cinta nya itu


" Kalo kamu sendiri ada yang mau di omongin nggak ? Btw aku udah clear ceritanya , aku engak berharap merebut kamu dari adit , karena aku menghargai pilihan kamu " kata Rasya


Dara mengangguk


" Sya lo tau ga sih kalo selama ini gue cemburu ngeliat lo sama Dinda? Kenapa sih setiap gua jalan sama Dinda lo selalu ikut ? Lo berhasil bikin gua cemburu apalagi yang di liburan kemarin kita itu. Secara terang terangan lo ciuman di depan gue dan naomi vevina ? Kenapa? "


Rasya tersenyum " Balik lagi, Dinda pengen di depan temen temen tahu kalo dia itu di cinta sama aku , dan kedua aku mau lihat ekspresi kamu, kamu cemburu, buktinya kamu marah "


Dara mengangguk , dia membenarkan perkataan Rasya


" Sya , ada satu rahasia yang orang lain engak tahu tapi adit tahu "

__ADS_1


" Apa ? " Tanya Rasya


Dara meremas tangan nya , dia harus menyusun kata kata, tiba tiba kenapa kaki Dara lemas begini


" Gua ... guaaa... "


" Maaf kak , pesanannya caffe latte dan es coklat 1 " ucap pelayan


Dara langsung minum , Dara tidak punya keberanian untuk jujur


" Dar... kamu mau ngomong apa ? Gua gua apa tadi ? "


Dara hanya diam


" Sebentar "


Rasya mengangguk , Dara menatap bawah melamun sebentar


" Sya , sebenarnya... em ... lo tau nggak kita dulu sering berhubungan? "


Rasya tersenyum mendengar itu , yang artinya Dara mengingat nya


" Iya kenapa? Kamu mau ? Yuk "


Dara melempar sampah plastik sedotan pada rasya


" Serius "


" Ya ya , serius amat sih , santai aja kali " kata Rasya


" Sya menurut lo ada kemungkinan nggak kalo selama kita berhubungan itu gua hamil ? "


Rasya langsung diam , dia menatap Dara. Rasya menggeleng kepalanya


" Kenapa menurut lo enggak ? "


" Ya karena kalo kemungkinan kamu hamil , pasti kamu akan minta aku tanggung jawab " kata Rasya


" Sya , jangan marah ya , atau benci sama gua "


" Maksudnya? "


Dara langsung diam , Dara menatap Rasya , pria itu butuh jawaban


" Gua ... pernah hamil sama lo , terus ... "


" HAH ! " Teriak Rasya


Dara langsung menutup wajahnya ketika Rasya berteriak , pasalnya orang di sekitar menatap nya


" Syutttt! Jangan teriak teriak , gua akan jelasin , selama ini gua engak tenang , dan lo berhak tau "


Rasya mengangguk


" Kita sering berhubungan, dan lo juga engak pernah pake pengaman, gua pikir aman lah , tapi ... gua hamil "


Rasya langsung memundurkan wajahnya


" Terus ? "


" Gua keguguran Sya, maaf "


Rasya meremas tangan nya di atas itu


" Keguguran atau sengaja di gugurin? Aku tahu kamu belom siap nikah Dar pada saat itu . Dan kamu dulu sering banget Tanya sama aku kalo aku hamil gimana , dan itu setiap kali kita berhubungan "


" Rasya .... maaf " kata Dara mencoba megenggam tangan Rasya . Pria itu bersikap kasar


" keguguran atau sengaja di gugurin , jawab dar ! " kata Rasya tegas


Dara menundukan kepalanya , Dara mengelus perut nya. Dara meneteskan air matanya . Andai anak itu engal Dara gugurkan pasti hari ini mereka bertiga ke tempat ini

__ADS_1


__ADS_2