
Malam itu haidar baru saja pulang bertemu dengan kedua orang tua Adinda . Mereka juga sempat mengobrol setelah kedua orang tua adinda meminta persyaratan
" Dari mana kamu jam segini baru pulang ? Papa heran sama kamu . Main terus kerjaan nya . Lama lama papa jual pc dan game lainnya " kata Hendra
Haidar hanya diam lalu dia bersandar di bangku ruang makan
" Jual lah kalo papi puas , aku lagi malas berdebat " kata Haidar terlemas
Hendra, adinda juga adara mereka bertiga saling tatap . Ada apa ini ? Kenapa haidar menjadi seperti ini
Setelah hendra selesai makan . Bahkan haidar dari tadi diam lalu bermain hp kalo memang ada notifikasi
" Ada apa ? Kali aja papi bisa bantu? "
Huh !
" Diam lah pi , aku malas kalo cuma buat ngajak debat doang " jawab Haidar
Haidar yakin pasti papi nya akan banyak pertanyaan kalo memang haidar menjawab sejujur nya
" Ayolah nak , ngomong ada apa ? " kata Adinda
Haidar menegakkan tubuhnya lalu dia melipat kedua tangan nya di atas meja
" Boleh aku nikahin Adinda bulan depan ? "
Byurrrr
Adara tersembur air minum nya karena saat ini Dara mengakhiri makanan . Mendengar Adik nya meminta izin . Adara sangat sangat terkejut
" Pernikahan tidak segampang pacaran, lagian kamu itu masih sekolah dan masih panjang waktunya. Emang kamu engak mau nikmatin masa muda dulu ? " kata Adinda
Adinda sempat merasakan pahit nya Pernikahan beberapa tahun lalu . Lalu bercerai karena kandungan nya di minta untuk di gugurkan . Hal itu membuat Adinda sampai sekarang masih trauma .
Bagaimana dulu suaminya bersikap kasar , bahkan hanya di sentuh bisa hitungan jari . 3x lalu hamil dan di ceraikan
" Aku serius , aku mau menikah sama Adinda " kata Haidar
" Apa kamu buat kesalahan ? Makanya kamu meminta izin buat nikahin adinda ? " Tanya Hendra
Haidar menggeleng
" Maksudnya apakah kalian sempat berhubungan intim ? " lanjut Adinda
" Engak pi , ma , aku engak berbuat aneh selama pacaran. Cium pipi aja engak pernah " Jujur Haidar
__ADS_1
" Lalu kenapa tiba tiba kamu minta izin nikahin adinda ? " kata Hendra
Huh !
Haidar terdiam . Lalu dia mulai cerita kejadian tadi sore
Flashback on
Sore itu Haidar datang dengan buah tangan . Adinda telah menunggu nya karena Haidar sempat menghubungi kalo dirinya sedang perjalanan
Memakai pakaian rapi kasual itu lah pertemuan pertama dengan kedua orang tua adinda . Adinda yang melihat Haidar turun dari mobil tersenyum legah
Bahkan Adinda terpaku dengan ketampanan dan kegagahan Haidar
" Arghhh kenapa ganteng banget sih , imut lagi . Ngga bisa nih kaya gini . Rasanya pengen peluk , terus kecup bibir nya " batin Adinda
Adinda merapikan kerah leher Haidar juga dasi kupu kupu nya . Ya ! Pria itu sangat imut saat ini . Terlalu gemesh untuk Haidar Pria cuek yang tiba tiba datang dengan pakaian kasual
Akhirnya mereka berdua masuk . Haidar duduk menunggu kedua orang dua Adinda yang saat ini di dalam kamar sedang di panggil
Ketika suara langkah itu membuat Haidar sangat grogi . Bahkan keringat dingin walaupun ruangan itu sudah sangat dingin
" Apa kabar? Gimana mas Hendra ? Lancar bisnis nya ? " Tanya Papa Sabian
Sabian mengangguk . Untuk beberapa detik sabian terdiam . Lalu dia menatap adinda
" Masuk kamar ! Papa mau ngomong sama haidar "
" Tap...ii"
Sabian menatap adinda. Akhirnya anak gadis itu terpaksa pergi ke lantai atas meninggalkan Haidar
" Kita mulai pertanyaan ! Sejak kapan kamu menyukai anak saya ? "
Haidar terdiam
" Tidak di jawab cepat , artinya saya pikir kamu main main " ketus sabian
" Aku engak tahu sejak kapan nya karena memang pada dasar nya aku belum pernah pacaran, lalu setelah adinda kerumah dan kebetulan papi minta aku buat antar adinda pulang . Aku awalnya cuma main in perasaan Adinda "
Tangan Sabian terkepal
" Berani nya kamu!!!!!" Geram Sabian
" Maaf om " jawab Haidar
__ADS_1
" Kita harus dengar lanjut nya Pa, dengerin dulu sampai akhir " lanjut Sonya
" Kita sempat putus karena aku terbiasa untuk melakukan sendiri . Merasa ada yang beda setiap hari harus chatinggan belum lagi adinda yang suka menuntut , jujur aku engak suka di kekang. Hingga beberapa hari kemudian Adinda datang menghubungi aku menangis nangis . Kita balikan lagi "
Tangan sabian terus terkepal . Berani nya anak gadis itu menangis karena cinta . Bahkan hanya demi bocah ini rela menjatuhkan harga diri . Astaga !
" Saya malas basa basi ! Gini aja saya tanya sama kamu , kamu cinta ngga sama anak saya ? "
Haidar terdiam
Brak
Haidar maupun Sonya terkejut dengan pukulan meja
" Apa cinta harus di nyatakan ? Selama ini aku lebih suka di buktikan lewat sikap bukan hanya kata kata" kata Haidar
" Sanggup kalo saya minta syarat dari kamu ? Terserah kalo engak sanggup, asal kamu bisa jauhin anak saya , dan setelah adinda lulus . Jangan harap bisa bertemu . Karena saya akan menjauhkan kalian dengan jarak "
Haidar terdiam
" SANGGUP NGGAK ! " bentak sabian
Haidar menganggguk
" Menikah sama Adinda bulan depan ! Saya tunggu lamaran kamu secepatnya! "
Deg
Haidar terdiam kali ini Haidar mengangkat kepalanya
" Kita kan masih sekolah Om? " kata Haidar
" Tidak masalah , Kalian bisa menikah sah secara agama dari pada terus berbuat dosa berduaan entah di dalam mobil ataupun dimana . Lebih baik menikah kan . Tapi persyaratan kedua . Kalian setelah menikah belom boleh untuk mengandung . Tapi dengan cara liat kamu kaku kaya gini . Saya engak yakin kamu bisa buat anak saya mengandung "
Sonya yang mendengar itu langsung menepuk mulut sabian " kalo ngomong jangan sembarangan, dia masih sekolah tahu " tegur Sonya
" Ya ya ya ! " jawab Sabian
Haidar hanya diam ketika Papa Adinda meremehkan , lihat saja nanti ! . Batin Haidar
" Pulang lah , dan jangan bilang dengan Adinda masalah pernikahan ini sampai kamu siap untuk membuktikan apa yang saya mau . Dan kamu harus tahu . Kalo kamu belum siap . Jangan harap ganggu Dinda. Karena anak saya akan saya jodohkan dengan Anak dari rekan saya "
Haidar mengangguk, tak dapat sambutan salam dari Papa adinda . Tapi memang sih mama sonya . Mamanya adinda bener bener baik banget
Benar kata kak Adara . Mama Sonya itu lebih ke ibu yang perhatian dengan anak . Gimana nasib nya nanti kalo Mama Sonya punya mantan Haidar gini
__ADS_1