DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Izin Menikah


__ADS_3

Malam itu haidar baru saja pulang bertemu dengan kedua orang tua Adinda . Mereka juga sempat mengobrol setelah kedua orang tua adinda meminta persyaratan


" Dari mana kamu jam segini baru pulang ? Papa heran sama kamu . Main terus kerjaan nya . Lama lama papa jual pc dan game lainnya " kata Hendra


Haidar hanya diam lalu dia bersandar di bangku ruang makan


" Jual lah kalo papi puas , aku lagi malas berdebat " kata Haidar terlemas


Hendra, adinda juga adara mereka bertiga saling tatap . Ada apa ini ? Kenapa haidar menjadi seperti ini


Setelah hendra selesai makan . Bahkan haidar dari tadi diam lalu bermain hp kalo memang ada notifikasi


" Ada apa ? Kali aja papi bisa bantu? "


Huh !


" Diam lah pi , aku malas kalo cuma buat ngajak debat doang " jawab Haidar


Haidar yakin pasti papi nya akan banyak pertanyaan  kalo memang haidar menjawab sejujur nya


" Ayolah nak , ngomong ada apa ? " kata Adinda


Haidar menegakkan tubuhnya lalu dia melipat kedua tangan nya di atas meja


" Boleh aku nikahin Adinda bulan depan ? "


Byurrrr


Adara tersembur air minum nya karena saat ini Dara mengakhiri makanan . Mendengar Adik nya meminta izin . Adara sangat sangat terkejut


" Pernikahan tidak segampang pacaran,  lagian kamu itu masih sekolah dan masih panjang waktunya.  Emang kamu engak mau nikmatin masa muda dulu ? " kata Adinda


Adinda sempat merasakan pahit nya Pernikahan beberapa tahun lalu . Lalu bercerai karena kandungan nya di minta untuk di gugurkan . Hal itu membuat Adinda sampai sekarang masih trauma .


Bagaimana dulu suaminya bersikap kasar , bahkan hanya di sentuh bisa hitungan jari . 3x lalu hamil dan di ceraikan


" Aku serius , aku mau menikah sama Adinda " kata Haidar


" Apa kamu buat kesalahan ? Makanya kamu meminta izin buat nikahin adinda ? " Tanya Hendra


Haidar menggeleng


" Maksudnya apakah kalian sempat berhubungan intim ? " lanjut Adinda


" Engak pi , ma , aku engak berbuat aneh selama pacaran.  Cium pipi aja engak pernah " Jujur Haidar

__ADS_1


" Lalu kenapa tiba tiba kamu minta izin nikahin adinda ? " kata Hendra


Huh !


Haidar terdiam . Lalu dia mulai cerita kejadian tadi sore


Flashback on


Sore itu Haidar datang dengan buah tangan . Adinda telah menunggu nya karena Haidar sempat menghubungi kalo dirinya sedang perjalanan


Memakai pakaian rapi kasual itu lah pertemuan pertama dengan kedua orang tua adinda . Adinda yang melihat Haidar turun dari mobil tersenyum legah


Bahkan Adinda terpaku dengan ketampanan dan kegagahan Haidar


" Arghhh kenapa ganteng banget sih , imut lagi . Ngga bisa nih kaya gini . Rasanya pengen peluk , terus kecup bibir nya " batin Adinda


Adinda merapikan kerah leher Haidar juga dasi kupu kupu nya . Ya ! Pria itu sangat imut saat ini . Terlalu gemesh untuk Haidar Pria cuek yang tiba tiba datang dengan pakaian kasual


Akhirnya mereka berdua masuk . Haidar duduk menunggu kedua orang dua Adinda yang saat ini di dalam kamar sedang di panggil


Ketika suara langkah itu membuat Haidar sangat grogi . Bahkan keringat dingin walaupun ruangan itu sudah sangat dingin


" Apa kabar? Gimana mas Hendra ? Lancar bisnis nya ? " Tanya Papa Sabian


Sabian mengangguk . Untuk beberapa detik sabian terdiam . Lalu dia menatap adinda


" Masuk kamar ! Papa mau ngomong sama haidar "


" Tap...ii"


Sabian menatap adinda. Akhirnya anak gadis itu terpaksa pergi ke lantai atas meninggalkan Haidar


" Kita mulai pertanyaan ! Sejak kapan kamu menyukai anak saya ? "


Haidar terdiam


" Tidak di jawab cepat , artinya saya pikir kamu main main " ketus sabian


" Aku engak tahu sejak kapan nya karena memang pada dasar nya aku belum pernah pacaran,  lalu setelah adinda kerumah dan kebetulan papi minta aku buat antar adinda pulang . Aku awalnya cuma main in perasaan Adinda "


Tangan Sabian terkepal


" Berani nya kamu!!!!!" Geram Sabian


" Maaf om " jawab Haidar

__ADS_1


" Kita harus dengar lanjut nya Pa, dengerin dulu sampai akhir " lanjut Sonya


" Kita sempat putus karena aku terbiasa untuk melakukan sendiri . Merasa ada yang beda setiap hari harus chatinggan belum lagi adinda yang suka menuntut , jujur aku engak suka di kekang.  Hingga beberapa hari kemudian Adinda datang menghubungi aku menangis nangis . Kita balikan lagi "


Tangan sabian terus terkepal . Berani nya anak gadis itu menangis karena cinta . Bahkan hanya demi bocah ini rela menjatuhkan harga diri . Astaga !


" Saya malas basa basi ! Gini aja saya tanya sama kamu , kamu cinta ngga sama anak saya ? "


Haidar terdiam


Brak


Haidar maupun Sonya terkejut dengan pukulan meja


" Apa cinta harus di nyatakan ? Selama ini aku lebih suka di buktikan lewat sikap bukan hanya kata kata" kata Haidar


" Sanggup kalo saya minta syarat dari kamu ? Terserah kalo engak sanggup, asal kamu bisa jauhin anak saya , dan setelah adinda lulus . Jangan harap bisa bertemu . Karena saya akan menjauhkan kalian dengan jarak "


Haidar terdiam


" SANGGUP NGGAK ! " bentak sabian


Haidar menganggguk


" Menikah sama Adinda bulan depan ! Saya tunggu lamaran kamu secepatnya! "


Deg


Haidar terdiam kali ini Haidar mengangkat kepalanya


" Kita kan masih sekolah Om? " kata Haidar


" Tidak masalah , Kalian bisa menikah sah secara agama dari pada terus berbuat dosa berduaan entah di dalam mobil ataupun dimana . Lebih baik menikah kan . Tapi persyaratan kedua . Kalian setelah menikah belom boleh untuk mengandung . Tapi dengan cara liat kamu kaku kaya gini . Saya engak yakin kamu bisa buat anak saya mengandung "


Sonya yang mendengar itu langsung menepuk mulut sabian " kalo ngomong jangan sembarangan,  dia masih sekolah tahu " tegur Sonya


" Ya ya ya ! " jawab Sabian


Haidar hanya diam ketika Papa Adinda meremehkan , lihat saja nanti ! . Batin Haidar


" Pulang lah , dan jangan bilang dengan Adinda masalah pernikahan ini sampai kamu siap untuk membuktikan apa yang saya mau . Dan kamu harus tahu . Kalo kamu belum siap . Jangan harap ganggu Dinda. Karena anak saya akan saya jodohkan dengan Anak dari rekan saya "


Haidar mengangguk,  tak dapat sambutan salam dari Papa adinda . Tapi memang sih mama sonya . Mamanya adinda bener bener baik banget


Benar kata kak Adara . Mama Sonya itu lebih ke ibu yang perhatian dengan anak . Gimana nasib nya nanti kalo Mama Sonya punya mantan Haidar gini

__ADS_1


__ADS_2