
Dara menatap tajam pada Rasya ketika pria itu di datangi mantan nya membawa bingkisan makanan
" Kak , kakak bilang suka sama roti bakar kemarin . Nih aku buat untuk kakak . Khusus loh " kata adik kelas
Dara melipat kedua tangannya menatap Drama di pojok sana
" Hem gini ya , jen , Kakak sebetulnya udah kenyang, kakak hargai makanan kamu tapi kakak jujur udah engak kuat lagi buat makan sebanyak ini " kata Rasya pelan supaya Adik kelas ini tidak tersinggung
" Kalo gitu aku taruh sini aja ya kak , biar kakak bisa bagi bagi ke teman teman "
" Uhuk... " Batuk Dara
Rasya menatap nya . Ketika saat itu Dara pura pura untuk minum
" Takut nya engak di makan , jadi lebih baik di bawa aja ga sih ? Pasti kan temen temen kelas pada mau juga kan . Cobain . Enak kok " kata Rasya
Adik kelas itu terdiam. Tak berapa lama ada teman teman dari Rasya
" Aku taruh sini aja ya kak , ada teman teman kakak juga disini . Aku balik ke kelas dulu " ucap nya
Rasya langsung menghampiri Dara. Sudah di pastikan pagi pagi begini . Dara cemburu
" makan tuh roti nya . Hargain pemberian orang " Ketus Dara
Rasya menggeleng kepalanya
" Dar ... kamu lihat sendiri kan kemarin aku putusin dia . Dar . Dia yang datang ke kelas"
" Hargain pemberian orang , lu ga tau kan cara buat dia belain bangun pagi buat lo . Yaudah makan lah " kata Dara kesel
Rasya berkali kali memegang tangan Dara tapi di tepis
" Aku buang beneran dar ! Biar kamu berhenti cuekin aku " kata Rasya
Dara hanya diam . Tak lama kemudian teman temannya datang . Dara tertuju pada mereka ketimbang pada Rasya yang dari tadi memohon
Rasya mengambil tempat bekal lalu dia bagikan roti itu untuk teman temannya
" Sisain satu buat Rasya , dia lapar ! " kata Dara sengaja
" Kamu apaansih Dar , pagi pagi . Bikin berantem aja " kata Rasya kesel
Rasya membagikan roti bakar potong potong itu pada temannya . Mereka bilang roti itu enak
" iya lah enak , orang spesial , buat nya pake cinta "
Kali ini rasya tidak tahan lagi dengan ocehan Dara . Dia langsung menangkup pipi Dara. Dara di buat terkejut . Apa sih maksudnya
Cup
" Wow.... " ucap nya teman teman
Satu kelas menatap mereka berdua . Secara terang terangan . Rasya mengecup bibir Dara
__ADS_1
Dara di buat malu , langsung Dara dorong Rasya hampir saja bokong itu mengenai kayu bangku kosong rapuhan
" Gila .. " kata Dara begitu kesal
Rasya tersenyum dia segera kembali ke tempat duduk asalnya
" Bener kan kata gua , balikan ! Sok muna lo nangis nangis kemarin , gue benci Rasya! Hasilnya balikan lagi " ejek Dinda
Dara merangkul sahabatnya itu dia mencolek dagu nya
" Cemburu ya ! " ejek nya
" Jangan stres masih pagi ! Lagian gini gini Adik lo udah mulai posesif sama gua , gara gara kemari gua lupa ngabarin setelah balik mall "
Dara yang tertarik dengan cerita itu langsung mode serius
" Terus gimana tuh? "
" Yah dia marah marah , sampai sekarang pun masih marah . Gemesh ya ngeliat Adik lo ngambek gitu . Pengen gue cium " kata Dinda
" Ajak nakal gih , tapi ingat jangan aneh aneh nakalnya . Obat di larang masuk ketubuh Adik gua . Kalo mau minum silahkan " kata Dara memperbolehkan Dinda dan Haidar berbuat nakal
Mereka baru merasakan jatuh cinta , tak ada salahnya menikmati masa muda
" Boleh nganu? " Tanya Dinda mengejek
" Silahkan, tapi pake pengaman ya "
Keduanya langsung tertawa membuat teman temannya menatap satu meja itu
##
" Ngapain dia kerumah kamu " Tanya Rasya
" Mana aku tahu ! " jawab Dara
Keduanya keluar dari mobil , Adit tersenyum saat Dara menghampirinya . Bahkan Adit mengulurkan tangannya agar Dara mencium nya
Plak
Rasya mengibas tangan Adit , lalu dia mendorong tubuh pria yang lebih dewasa itu . Tanpa berkata apa apa Dara mendorong keduanya memisahkan mereka berdua
" Nih cewek gua ! Jangan macam macam sentuh sentuh ! " Kata Rasya
Ck !
" Masih bocah! Belajar dulu deh yang bener , biar nanti kuliah engak kaget "
" Sialan lo ! " Teriak Rasya
Dara memeluk Rasya menenangkan kekasihnya itu
" Udah , udah . Kamu mending pulang deh sayang ! " kata Dara begitu lembut
__ADS_1
Dara mengelus dada Rasya supaya kekasihnya itu tenang
" Kamu pulang , nanti sampai rumah kita video call " Kata Dara
Rasya mengangguk , tatapan itu begitu tajam pada Adit
Cup
Dara mengecup pipi Rasya , supaya kekasih nya itu segera pergi . Setelah meninggalkan rumah Dara . Dara langsung menatap tajam Adit
" Jangan macem macem sama cowok gua ya kak ! "
" Kalian balikan ? " kata Adit
" Kita emang ga putus , cuma kemarin break " kata Dara
Adit hanya diam . Keduanya masuk kedalan rumah . Sambutan baik dari kedua orang tua Dara untuk mereka berdua
##
" Dara ... apa kamu setuju kalo kamu sama adit menikah sirih sekarang ? " kata Om Adnan
Dara terdiam , menatap kedua orang tuanya lalu menatap Adit . Saat ini mereka telah makan keluarga di salah satu restoran sunda
" Em... a.. " Gugup Dara
Dara menatap adit
" Sial nih kak adit , bukannya bantuin gua ! " Batin dara
Om adnan mengangkat alisnya. Meminta jawaban dari Dara
" Apa engak sebaiknya nunggu aku siap dulu om , aku kan masih sekolah dan aku juga belum ada persiapan untuk siap jadi istri kak adit . Dari awal kan sudah di omongin nunggu aku siap atau nunggu saat kak adit lulus kuliah "
" Om pikir akan kelamaan , takut nya di antara kalian itu udah di ambil orang lain " Ucap Om Adnan
" Aku mau focus ujian dulu om , tolong jangan bahas ini dulu " kata Dara tegas
Papi dan mama menatap Dara menggeleng , tentu saja keduanya merasa tak enak dengan penolakan Dara
" Yaudah , baiklah kalo kamu mau focus ujian dulu " kata Om Adnan
Dara mengangguk , dia izin pergi ke toilet . Begitu keluar toilet Dara di kejutkan oleh Adit
" Dari pada berbuat zina, mending kita nikah sirih Dar " kata Adit
" Kak , gua itu punya pacar, dan gua ga bisa ninggalin cowok gua kak , lagian dari awal juga kan bilang nanti nunggu lo lulus kuliah . Kenapa jadi berubah lagi?"
Adit terdiam , lalu dia menundukan kepalanya. Megenggam tangan Dara
" Dar , gua suka sama lo "
" Gua tahu , cuma kan lo sendiri yang bilang, cinta tak harus memiliki ? " jawab Dara
__ADS_1