
Di ruangan kantor bisnis nya , adit melamun . Memikirkan ucapan Dara waktu mabuk
" Aku lebih suka cowok nakal , dari pada Cowok alim ! Aku lebih suka Rasya dari pada Kak Adit , karena Rasya nakal dan Kak Adit terlalu kaku ! " gumam Adara
( Di part Sebuah Pelukan )
" Apa selama ini gua ga nakal ? Dan dia suka cowok nakal karena mau hancurkan hidup dia ? Gila nih cewek nafsu nya gede banget ! Pantas cowoknya suka ! " gumam Adit
Adit ada kepikiran apakah dirinya harus nakal juga ? Supaya nakal nya Adit di terima baik oleh Dara , bukan nya setelah rahasia besar Dara kebongkar . Hubungan mereka akan membaik
" Ok , kalo lo mau gua nakal dan lo bilang gua kaku , gua buktiin kenakalan gua ! Awas lo sampai nangis " grutu Adit
##
" Dara .... dar ... " Panggil Dinda di belakang itu
Sejak kejadian tadi siang , akhirnya Dinda bertanya dan Dara cerita semuanya kalo kedua orang tuanya tahu Dara berpacaran cukup lama sama Rasya
" Din , dia cuekin gua ! Gua cuma mau ngobrol sebentar " kata Dara
" Dar , udahlah , seharusnya lo bisa mikir , kalian putus, nyambung. Kemarin juga sempat putus kan . Artinya lo itu udah engak cocok . Buat apa di paksain. Emang lo ga capek " kata Dinda
" Capek Din, capek gua sama hubungan ini"
Dinda menghela nafas
" Turutin kemauan bokap Din, orang tua itu pasti mau yang terbaik . Rasya baik tapi bukan yang terbaik untuk lo , dan tuhan sebenarnya udah negor lo Dar. Cuma kalian aja yang emang nggak sadar " kata Dinda
Tin tin tin
" Cowok gue jemput , mau ikut ? " kata Dinda
Dara menatap mobil Haidar , adiknya itu terlihat wajah datar, tanpa ada menegur kakaknya . Bahkan tak membuka jendela
" Duluan deh , gua lagi butuh waktu sendiri , kayanya gue mau ke suatu tempat dulu " kata Dara
Dinda menganggguk , langsung saja masuk kedalam mobil kekasih nya itu
Tin tin tin
" Kak adit ... "
Adit membuka jendela , menyuruh adara untuk pulang bersamanya
" Kok ga bilang dulu mau jemput , untung gua belum pulang " kata Dara
" kebetulan lewat aja ! " kata Adit
__ADS_1
" Kebetulan tapi keberuntungan " kata Dara
Adit hanya tersenyum , saat ini mobil mereka telah pergi
" Di depan kaya kenal itu mobil "
" Haidar itu" Jawab Dara
" Loh , ga bareng ? Kan jemput kan ? "
" Apaan ! Dia jemput cewek nya , mana pernah dia jemput kaya gitu . Anterin sekolah aja ga sampe gerbang " jawab Dara begitu kesal kalo di ingat ingat
Adit tertawa mendengar nya, emang adik yang satu ini terlihat cuek dan tidak mau tahu . Tapi kadang orang nya asik kok kalo di ajak ngobrol , mereka nyambung
" Mau makan dulu engak nih ? " kata Adit
" Mau makan baso aci lo dong kak , kapan kapan bawain ya ! " kata Dara
" Boleh , nanti next time ya , di kirimin " kata Adit
Dara mengangguk
" Jadi mau kemana abis ini ? Mau langsung pulang atau mau kemana ? " Tanya Adit
" Nonton bioskop yuk kak , ada film romantis bagus " kata Dara
##
Sebelum memasuki bioskop, Dara membeli beberapa makanan seperti pop corn , kentang goreng dan hotdog . Semua itu yang bayar adalah ADIT !
" Dar . Kayanya itu haidar sama temen kamu ya " kata Adit
" Mana ! "
" Itu yang di pojok sana " Kata Adit
Dara menatap yang di tunjukan adit , jadi mereka berdua nonton bioskop juga
" Dinda .... haidar .... " kata Dara
Haidar menepuk kepalanya
" Haduh ! "
Adara tersenyum, menghampiri keduanya dulu . Basa basi. Setelah cukup lama mengobrol akhirnya Dara segera naik karena tempat mereka berdua cukup jauh
" Mau pegangan tangan nggak ? " kata adinda pada haidar
__ADS_1
Haidar terdiam, tanpa persetujuan kekasih nya itu adinda megenggam tangan haidar dan juga menaruh kepalanya di bahu
" Jangan kaku kaku kenapa sih , kita cuma berdua disini loh " kata Dinda
" Iya ! " Jawab haidar singkat
Aslinya haidar senang , bahkan jantung nya terasa mau copot ketika kekasihnya itu megenggam dan menaruh kepalanya di bahu . Jarak wajah mereka juga sangat dekat
Sedangkan di tempat lain di atas keduanya sibuk menaruh makanan dan minuman mereka. Kebanyakan makanan membuat mereka susah untuk mencari posisi nyaman saat duduk
" Udah makanan aku yang pegang dua sini , kamu duduk yang nyaman ! " kata Adit
Dara yang baru sadar ucapan adit dari tadi aku kamu langsung menegur nya
" Masa sih ? Mungkin karena biasa aku kamu , jadi random aja keluar begitu aja "
Dara mengangguk . Dara mengeluarkan ponselnya
" Foto dulu , buat masukin ke Twitter "
Adit mengangguk , kedua nya berpose sangat serasi . Karena keduanya tanpa sadar ingin memperbaiki hubungan mereka
Akhirnya film juga di mulai , kedua adit dan adara sangat menikmati film nya . Sedangkan haidar juga adinda sama sekali tak lepas bergenggam tangan
Sempat adinda lepas karena ingin melepaskan sepatu , tapi haidar megenggam nya lagi
Adit merangkul tubuh Dara untuk mendekat ke tubuhnya . Adit juga mengecup pipi dara juga kepalanya
" Kamu suka laki laki nakal kan ? Kalo aku nakalin kamu boleh ? " bisik adit
Dara mendorong adit , jujur aja Dara sangat takut yang tiba tiba adit berubah seperti itu . Apalagi film saat ini beradegan ciuman
" Kenapa ? Bukannya kamu pernah bilang , kamu lebih suka cowok nakal ? Yang bisa ngerusak kamu ? Aku terlalu kaku kan ? Aku izin sama kamu . Kalo kamu aku nakalin . Mau nggak ? " Kata Adit
" Jangan buat gua takut dong kak ! Aneh aneh aja ih , udah nonton deh , ga ada cium cium ya ! Cukup pelukan aja " kata Dara
Adit megenggam tangan Dara, mengecup tangan itu, tanpa menatap wanita di sampingnya karena focus bernonton film
" Haidar terlalu bocah untuk menonton film ini ! Gimana kalo mereka berkelanjutan nanti ? " kata Adit
" Ya biarin aja , kan ada cewek nya " Jawab Dara
" Kamu engak ada khawatir khawatir nya sama adik kamu ya ! Bisa gawat tahu kalo cowok udah terbuai dengan nafsu " Kata adit membuat Dara diam
Dara jadi ingat saat bersama Rasya di sebuah Hotel, nafsu cowok emang bikin bisa gila . Tapi mengingat kaku nya haidar , dingin nya haidar . Kayanya engak mungkin deh . Secara anak itu baru mengenal cinta, dan engak nakal juga . Ah ga asik !
Asik an rasya nakalnya , bisa bikin hamil waktu itu
__ADS_1