DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Sebuah pesan


__ADS_3

Drt ...


Drt...


Ilhamadit_


Gua lupa bilang sama lo , dokter menyarankan untuk istirahat selama 2 hari . Jadi gua harap lo jangan sekolah dulu


Adara melebarkan matanya . Mana bisa dia 2 hari ga sekolah . Alasan apa nanti !


Ilhamadit_


Nanti gua kirim buah sama makanan yang enak 


Tanpa membalas pesan adara melakukan video call


( Istirahat yang cukup jangan melakukan apa apa ! Nanti siang gua kirim makanan sama buah )


( Kak adit , makasih ) kata adara begitu malu


Adit mengangguk


( Kita tutupin masalah ini , kita jaga rahasia hanya kita berdua yang tau ) kata adit


( Gua sayang lo kak , gua sadar setiap ada masalah selalu lo yang dampingin gua . Cuma untuk saat ini gua belum bisa lepasin cowok gua kak )


Adit memejamkan matanya


( Gapapa , cinta ga harus di balaskan ? ) Tanya adit


( Tunggu ! Lo cinta sama gua kak ? )


Tut ...


Dara terdiam sesaat . Tunggu ! Tadi adit bilang ' Cinta Ga Harus Memiliki '


" Kalo bercanda jangan gitu kak , gua yakin lo itu simpati sama gua karena perjodohan ini. lagi pula lo udah janji sama papi buat jaga gua " gumam Dara


Pikiran Dara terhenti ketika mama Dinda mengetuk


" Aku ... ga sekolah ya mah , badan aku lagi ga enak " kata dara


Cekrek


Dinda masuk begitu saja dia menangkup kedua wajah Dara.  Terlihat pucat memang


" Yaudah , seengaknya kita sarapan dulu . Papi pasti tanya sama kamu kenapa kamu sakit! " kata mama Dinda

__ADS_1


Adara mengangguk


Papi hendra menatap adara di depan nya . Tak lama kemudian susu hangat kesukaan dara datang


" Jadi kamu sakit ? Apa yang kamu rasain ? Apa kita perlu kedokter? " kata Papi hendra


" Oh ga usah pi . lagian Lemes badan aku , terus juga ga enak gitu , pegel pegel juga mungkin kecapean "


Hendra mengangguk


" Yaudah izin sekolah aja ya . Untuk hari ini kamu istirahat " kata Hendra


Adara mengangguk . Sarapan pun segera di mulai . Di sela sela sarapan


" Nanti mama ikut papi ke kantor , ga lama sih sore pulang , kamu gapapa kan sendiri dirumah ? Ada mba juga ko " kata papi Hendra


Adara mengangguk


" Tadi aku juga sempat telponan sama kak adit , dia nanti mau kirim makanan sama buah "


Adinda dan hendra tersenyum mendengar itu . Hal itu membuat haidar juga adara menatapnya


" Papi senang kamu sama adit dekat ! "


Adara terdiam.  Adara tahu apa yang di maksut papi nya itu . Papi nya pikir pasti adara sama adit ada hubungan


Hendra maupun adinda tersenyum keduanya malah senang


" Kalo sama adit , mama setuju , anaknya juga baik kok , keliatan nya juga tanggung jawab " kata Adinda


" Ga salah kan pilihan papi ma ? Cocok buat anak kita yang cantik ini " kata Hendra


" Apasi papi , mama ! Aku ga ada apa apa . Lagian kita dekat juga sebagai adik dan kakak aja "


Kedua orang tua itu hanya bisa tersenyum. Cukup tahu hubungan adit dan dara . Gapapa anaknya itu bilang hubungan nya masih adik kakak . Tapi kalo di lihat perhatian nya Adit . Pasti mereka ada hubungan . Mungkin masih malu malu


" Aku pamit sekolah dulu " kata Haidar


Haidar menyalimi kedua orang tuanya lalu dia mengacak rambut adara sebagai pamit


" Adik kurang ajar ! " ketus Dara


Haidar terkekeh mendengarnya . Lalu dia segera menyalakan mobilnya dan berangkat sekolah


##


📩 me

__ADS_1


Sya , aku tau kamu sayang banget sama aku . Tapi jujur aku ga bisa lanjutin hubungan ini . Aku nyaman kita sebagai teman . Aku merasa beda ketika aku sama kamu . Aku yang cemburuan,  posesif.  Aku tau kamu risih . Begitu pun juga kamu pasti engak mau di larang larang . Aku mau kita putus !


Centang dua biru


Drt....


Drt...


Drt...


Adara hanya megenggam ponselnya , pesan dan panggilan dari Rasya terus bernotifikasi


📩 Sayangku


Kamu lagi kenapa sih ? Aku ga mau ! Dar kalo ada masalah kita bisa ngomong baik baik , apa aku ada salah sama kamu


📩 Sayangku


Angkat telpon nya sebentar ya , aku mau ngomong


Drt...


Drt...


Drt...


Tin tin


Adara meninggalkan ponselnya , menatap jendela . Tanpa berlama lama lagi dia segera turun kebawah menyambut kedatangan adit


" Duduk di luar aja ya , engak ada mama sama papi soalnya " kata Dara


Adit mengangguk , mereka duduk di teras depan berduaan . Adit mengeluarkan makanan sehat juga buah . Sebelum berniat membelikan itu adit bertanya pada teman nya yang sudah menjadi dokter kandungan


Setelah itu adit membelikan dan langsung pergi kesini


" Maksudnya yang di telpon tadi apa ya kak ? " Tanya Dara


" Yang mana ? " Tanya Adit mulai panik


" itu yang cinta cintaan " kata Dara


Adit menghela nafas


" Lupain aja , gua ga ingat " kata Adit


Adara terdiam . Bilang aja adit engak mau membahasnya.  Kata Dara dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2