
Dara terbangun tengah malam karena dia haus . Dara menatap jam pukul 11 malam . Panggilan dari adit juga tak terjawab 3 kali
Dara menoleh ke bawah dimana Naomi sudah tertidur pulas . Dara keluar dari kamar membawa ponselnya
Sekalian juga Dara haus . Setelah menyegarkan tenggorokan . Dara menghubungi Adit . Dara duduk di ruang keluarga lantai 2 dimana biasanya haidar bermain game. Tapi kayanya anak itu sudah tidur
( Adit ... )
( Iya sayang , lho kamu belom tidur? Udah malam loh ini ? Adit baru sampai rumah)
( Kebangun haus , kok baru pulang ? Dari mana ? )
( dari ..eee. ee itu dari ketemu temen )
( Dira? )
( iya , tadi adit ke apartemen nya , tadi Dira kerumah terus dompet nya ketinggalan) Jelas Adit
( Oh gitu ? Berdua doang di apartemen? Kenapa engak ketemu di lobi aja kan cuma kasih dompet ? )
( Ya engak enak lah ketemu di luar . Mending langsung ke unit nya aja )
Dara terdiam
( Dar.. )
( ya ) jawab adara
( Kamu marah ? Aku cuma kasih dompet aja lho ke dia , engak ngapa ngapain )
( Emang lo berharap mau ngapain ? )
( Ya engak ngapa ngapain juga sih . Mending apain kamu lah hehe )
( engak lucu dit )
Adit terdiam
( itu masalah naomi )
( Kenapa lagi dia ? ) kata adit
( Adit butuh lowongan nggak ? Kalo ada masukin naomi gitu . Gapapa bagian kasir . Sama itu kan di atas buat Mess nya . Dia tinggal disitu )
( Dar . Kamu jadi temen jangan terlalu baik. Ya boleh bantu bantu tapi jangan segini nya gitu loh )
__ADS_1
( Temen aku lagi kesusahan , masa iya aku diam aja ? )
( Iya tapi kamu yang terlalu repot buat ini itu . Dar, aku engak ada lowongan buat dia )
( Masa sih ? Kan cabang kamu ada beberapa atau apa lah gitu selain kasir )
( iya engak ada Dar, beneran aku) kata Adit
( Kamu kok pelit banget ya ? Engak mau tolongin temen aku )
( Orang engak ada mau di apain ? Ya kali aku terima dia terus dia engak kerja apa apa ! )
( ya apa kek gitu kamu kan bos nya seharusnya bisa lah bagian apa gitu )
( Kok jadi kamu yang maksa . Aku yang bos nya kok. Terserah aku lah ) kata Adit
( Kok jadi kamu yang nyolot ? )
( ya kamu abisnya, orang engak ada lowongan Buat orang di paksa buat masuk . Mikir dong )
( Mikir ? Lo yang harus nya Mikir! ) Ketus Dara
( Kenapa gue yang harus mikir ? Orang lo yang maksa , kok nyalahin orang . Jangan mentang mentang lo .... )
( Heh apa nih bawa bawa gue engak tahu diri ? Pake ngatain gue segala brengsek ! )
( lah emang lo brengsek ) jawab Dara
( Kalo gue brengsek ? Emang lo punya buktinya? Emang gue pernah ngapain lo ? )
( Engak ada otak nya lo ) kata Dara lagi
( Lo juga engak ada otak nya ) jawab Adit
( Ngomong kaya orang engak berpendidikan, Maklum lah ya lo dokter hewan , jadi otak lo , otak hewan )
Adit terdiam, begitu juga Dara
( Udah puas ngatain nya? Kalo belom puas , gue kasih kesempatan. Biar lo mimpi indah ) Ucap Adit menahan amarah
Tut
Dara mematikan panggilan nya . Dia langsung terdiam. Dara reflek mulut nya keluar begitu saja . Pasti adit sakit hati sama omongan Dara
##
__ADS_1
Sarapan bersama , selesai sarapan papi hendra meminta naomi bertemu di ruang kerjanya . Naomi cerita semuanya pada papi hendra
Hendra jujur terkejut . Bagaimana bisa anak seumuran dara sudah menjadi simpanan . Hendra pernah merasakan posisi itu . Dan hendra menyesal karena dia merasakan memiliki anak perempuan
" Berapa hutang nya ? "
" 200 juta pi " kata Naomi
Hendra memejamkan matanya. Keduanya sama sama terdiam
" Yaudah papi bayarin . Tapi papi minta kamu keluar dari rumah itu. Karena bisa aja nanti kamu bakalan jadi korban . Papi kasih modal buat ngekos . Yang jauh ngekos nya jangan sampai ayah kamu tahu "
Naomi langsung menangis . Bahkan naomi berlutut di kaki hendra
" terima kasih pi , terima kasih . Naomi bakalan bales kebaikan papi dan keluarga. Terutama Dara. Hiks hiks "
Hendra mengangkat bahu Naomi . Dia memeluknya sebagai anak
" Selama ini naomi engak pernah di peluk bokap . Dara beruntung ayah seperti papi . Yang bikin nyaman yang posesif terhadap anaknya. Naomi kadang suka iri sama kehidupan Dara " kata naomi
" Engak boleh iri setiap orang pasti beda beda masalah . Kamu anak yang kuat . Dan papi bangga untuk itu . Kapan pun kamu butuh pelukan. Papi siap . Dan kapan pun kamu butuh pelukan seorang ibu . Mama Dinda juga siap "
Naomi menangis di pelukan hendra . Bener bener nyaman sekali. Sampai akhirnya hendra memberikan cek kepada naomi 250 juta
" kamu cairin sendiri aja ya . Papi percaya sama kamu . Bayar semua hutang hutang nya dan kalo ada lebih kamu ngekos yang jauh jangan sampai ayah kamu tahu "
Naomi mengangguk
" Makasih pi " kata naomi
Hendra mengangguk
" Oh iya , kamu nginap disini aja lagi sampai masalah kamu selesai , dan kalo kamu udah dapat kost an baru pindah "
Naomi mengangguk lagi . Naomi segera keluar dia langsung memeluk Dara
Mengucapkan terima kasih pada Dara . Dan setelah itu baru lah mereka berpisah untuk berangkat kuliah lalu Dara nanti akan menemani Naomi untuk mencairkan cek itu
" Dar makasih untuk semuanya, btw semalam gue denger lo perdebatan lo sama Kak adit . Menurut gue lo salah memaksa kak adit. Dan kalo kak adit engak ada lowongan harusnya lo engak usah memaki dia "
Dara terdiam " minta maaf sama calon suami lo lah dar . Kalian mau nikah dan engak seharusnya gue ada di tengah tengah kalian. Nanti yang ada Adit mikir gue nyusahin lo lagi "
Dara mengangguk " Yaudah dar . Makasih ya atas tumpangan nya . Gue masuk dulu . Lo hati hati . Kirim salah buat Dinda dan Rasya "
Dara menganggguk lagi . Setelah Naomi masuk ke kampus nya . Dara segera pergi ke kampus nya juga
__ADS_1