DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 92


__ADS_3

Dara terbangun tengah malam karena dia haus . Dara menatap jam pukul 11 malam . Panggilan dari adit juga tak terjawab 3 kali


Dara menoleh ke bawah dimana Naomi sudah tertidur pulas . Dara keluar dari kamar membawa ponselnya


Sekalian juga Dara haus . Setelah menyegarkan tenggorokan . Dara menghubungi Adit . Dara duduk di ruang keluarga lantai 2 dimana biasanya haidar bermain game.  Tapi kayanya anak itu sudah tidur


( Adit ... )


( Iya sayang , lho kamu belom tidur? Udah malam loh ini ? Adit baru sampai rumah)


( Kebangun haus , kok baru pulang ? Dari mana ? )


( dari ..eee. ee itu dari ketemu temen )


( Dira? )


( iya , tadi adit ke apartemen nya , tadi Dira kerumah terus dompet nya ketinggalan) Jelas Adit


( Oh gitu ? Berdua doang di apartemen? Kenapa engak ketemu di lobi aja kan cuma kasih dompet ? )


( Ya engak enak lah ketemu di luar . Mending langsung ke unit nya aja )


Dara terdiam


( Dar.. )


( ya ) jawab adara


( Kamu marah ? Aku cuma kasih dompet aja lho ke dia , engak ngapa ngapain )


( Emang lo berharap mau ngapain ? )


( Ya engak ngapa ngapain juga sih . Mending apain kamu lah hehe )


( engak lucu dit )


Adit terdiam


( itu masalah naomi )


( Kenapa lagi dia ? ) kata adit


( Adit butuh lowongan nggak ? Kalo ada masukin naomi gitu . Gapapa bagian kasir . Sama itu kan di atas buat Mess nya . Dia tinggal disitu )


( Dar . Kamu jadi temen jangan terlalu baik. Ya boleh bantu bantu tapi jangan segini nya gitu loh )

__ADS_1


( Temen aku lagi kesusahan , masa iya aku diam aja ? )


( Iya tapi kamu yang terlalu repot buat ini itu . Dar, aku engak ada lowongan buat dia )


( Masa sih ? Kan cabang kamu ada beberapa atau apa lah gitu selain kasir )


( iya engak ada Dar,  beneran aku) kata Adit


( Kamu kok pelit banget ya ? Engak mau tolongin temen aku )


( Orang engak ada mau di apain ? Ya kali aku terima dia terus dia engak kerja apa apa ! )


( ya apa kek gitu kamu kan bos nya seharusnya bisa lah bagian apa gitu )


( Kok jadi kamu yang maksa . Aku yang bos nya kok. Terserah aku lah ) kata Adit


( Kok jadi kamu yang nyolot ? )


( ya kamu abisnya, orang engak ada lowongan Buat orang di paksa buat masuk . Mikir dong )


( Mikir ? Lo yang harus nya Mikir! ) Ketus Dara


( Kenapa gue yang harus mikir ? Orang lo yang maksa , kok nyalahin orang . Jangan mentang mentang lo .... )


( Heh apa nih bawa bawa gue engak tahu diri ? Pake ngatain gue segala brengsek ! )


( lah emang lo brengsek ) jawab Dara


( Kalo gue brengsek ? Emang lo punya buktinya? Emang gue pernah ngapain lo ? )


( Engak ada otak nya lo ) kata Dara lagi


( Lo juga engak ada otak nya ) jawab Adit


( Ngomong kaya orang engak berpendidikan,  Maklum lah ya lo dokter hewan , jadi otak lo , otak hewan )


Adit terdiam, begitu juga Dara


( Udah puas ngatain nya? Kalo belom puas , gue kasih kesempatan. Biar lo mimpi indah  ) Ucap Adit menahan amarah


Tut


Dara mematikan panggilan nya . Dia langsung terdiam.  Dara reflek mulut nya keluar begitu saja . Pasti adit sakit hati sama omongan Dara


##

__ADS_1


Sarapan bersama , selesai sarapan papi hendra meminta naomi bertemu di ruang kerjanya . Naomi cerita semuanya pada papi hendra


Hendra jujur terkejut . Bagaimana bisa anak seumuran dara sudah menjadi simpanan . Hendra pernah merasakan posisi itu . Dan hendra menyesal karena dia merasakan memiliki anak perempuan


" Berapa hutang nya ? "


" 200 juta pi " kata Naomi


Hendra memejamkan matanya.  Keduanya sama sama terdiam


" Yaudah papi bayarin . Tapi papi minta kamu keluar dari rumah itu.  Karena bisa aja nanti kamu bakalan jadi korban . Papi kasih modal buat ngekos . Yang jauh ngekos nya jangan sampai ayah kamu tahu "


Naomi langsung menangis . Bahkan naomi berlutut di kaki hendra


" terima kasih pi , terima kasih . Naomi bakalan bales kebaikan papi dan keluarga.  Terutama Dara.  Hiks hiks "


Hendra mengangkat bahu Naomi . Dia memeluknya sebagai anak


" Selama ini naomi engak pernah di peluk bokap . Dara beruntung ayah seperti papi . Yang bikin nyaman yang posesif terhadap anaknya. Naomi kadang suka iri sama kehidupan Dara " kata naomi


" Engak boleh iri setiap orang pasti beda beda masalah . Kamu anak yang kuat . Dan papi bangga untuk itu . Kapan pun kamu butuh pelukan.  Papi siap . Dan kapan pun kamu butuh pelukan  seorang ibu . Mama Dinda juga siap "


Naomi menangis di pelukan hendra . Bener bener nyaman sekali. Sampai akhirnya hendra memberikan cek kepada naomi 250 juta


" kamu cairin sendiri aja ya . Papi percaya sama kamu . Bayar semua hutang hutang nya dan kalo ada lebih kamu ngekos yang jauh jangan sampai ayah kamu tahu "


Naomi mengangguk


" Makasih pi " kata naomi


Hendra mengangguk


" Oh iya , kamu nginap disini aja lagi sampai masalah kamu selesai , dan kalo kamu udah dapat kost an baru pindah "


Naomi mengangguk lagi . Naomi segera keluar dia langsung memeluk Dara


Mengucapkan terima kasih pada Dara . Dan setelah itu baru lah mereka berpisah untuk berangkat kuliah lalu Dara nanti akan menemani Naomi untuk mencairkan cek itu


" Dar makasih untuk semuanya,  btw semalam gue denger lo perdebatan lo sama Kak adit . Menurut gue lo salah memaksa kak adit. Dan kalo kak adit engak ada lowongan harusnya lo engak usah memaki dia "


Dara terdiam " minta maaf sama calon suami lo lah dar . Kalian mau nikah dan engak seharusnya gue ada di tengah tengah kalian.  Nanti yang ada Adit mikir gue nyusahin lo lagi "


Dara mengangguk " Yaudah dar . Makasih ya atas tumpangan nya . Gue masuk dulu . Lo hati hati . Kirim salah buat Dinda dan Rasya "


Dara menganggguk lagi . Setelah Naomi masuk ke kampus nya . Dara segera pergi ke kampus nya juga

__ADS_1


__ADS_2