DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 139


__ADS_3

Hari senin itu memang kebetulan Dara libur dan Adit izin dengan alasan pria itu sakit . Padahal mereka berdua sama sama sehat


Mungkin karena kecapean liburan kemarin. Adit membawa masuk Lunara balita bermata abu abu itu terus menanyakan adit dan Dara.  Akhinya adit mengajak ke kamar nya


Dara cerita selama liburan disana . Memang pada dasarnya balita itu pintar, terus menerus bertanya tanya membuat Dara harus berpikir panjang


" Nanti tante Dara sama om adit mau kerumah kakek hendra . Kamu mau ikut nggak " kata Dara memeluk Luna . Balita itu minta di pangku


" Mau ikut , tapi aku harus bilang dulu sama mommy "


" Oke kalo gitu " kata dara


Adit keluar kamar mandi , pria itu bersiap siap untuk kerumah mertuanya . Dan Lunara pun langsung keluar kamar meminta izin untuk ikut kerumah Kakek hendra


Balita itu di bolehkan oleh mommy nya , balita itu juga menganti baju dan memakai sepatu baru


Adit juga Dara mereka berdua pamit untuk pergi sebentar memberikan oleh oleh untuk papi dan mama


" Titip Luna ya Dit,  Dar " kata Aghni


" Iya mba " jawab Dara


Lunara langsung meminta di gendong oleh Dara.  Mereka bertiga langsung pergi takut kelamaan


Setiba nya di rumah orang tua Dara.  Banyak mobil mobil berceceran,  apakah lagi ada acara ?


Mereka tidak tahu , di tambah lagi lunara malah ketiduran di pelukan Dara


" Aku gendong luna , kamu bawa oleh oleh "


Dara mengangguk , pelan pelan Dara memberikan luna pada adit . Mereka bertiga langsung masuk dan


" Ada apa ini ? " Dara di buat bingung pasalnya semua tamu berpakaian rapi .


Dara menyuruh adit membawa lunara ke kamar nya dulu . Dara menatap Haidar dan juga Dira


" ada apa ? " Tanya Dara pada sepupunya


" Mereka mau menikah dar . Dira hamil anak haidar "


Deg


Dara bener bener terkejut,  dan seketika kaki dan tangan nya itu langsung lemes . Kenapa tiba tiba aja begini? Kenapa Dara tidak di kabarin kalo ada acara kaya gini


Tanpa berlama lama akhinya penghulu segera menikahkan haidar . Jujur adit yang baru aja turun juga terkejut.  Dara membisiki adit . Suaminya itu juga terkejut


Adit kembali mengingat saat terakhir ketemu mereka di apartemen, bukan nya adit udah kasih peringatan buat mereka berdua ?


Sah


Kedua orang tua Haidar dan Dira pun langsung meneteskan air matanya . Kini sekarang membicarakan tempat tinggal . Kedua orang tua mereka tidak mau menerima untuk tinggal . Cukup malu . Dan akhinya Dira bilang . Mereka akan tinggal di apartemen milik nya


Baru kali ini pernikahan tidak ada senyum atau canda apapun . Semua nya cemberut apalagi keempat orang tua hanya diam . Terutama mama dan mama nya dira


Tatapan mereka sangat kosong banget . Dara mengajak Haidar untuk ke kamar nya


Begitu Dara membuka kamar nya , luna sedang tertidur . Jadi Adara meminta untuk ngobrol di kamar Haidar


Haidar dengan takut masuk ke kamar . Mengunci


Plak

__ADS_1


Plak


Plak


Haidar hanya diam ketika kakak nya itu menampar , memukul kepala nya . Haidar tahu adara kecewa


" Terus gua harus bilang apa sama adit ? Adik gua hamilin orang ? Gue bilang apa sama Mertua gua ? Adik gua buntingin anak orang , lo tuh pake pengaman ga sih , bodoh bodoh " Dara mencaci maki haidar


Dara menangis dia menutup wajahnya


" Maaf kak "


" Maaf maaf ! Mau di taro mana muka gua? " kata Dara


Tok Tok Tok


Dara dan Haidar diam


Tok Tok Tok


Haidar membukanya , itu adalah adit dan Papi


Papi menatap kecewa pada haidar . Tapi Papi engak bisa bermain tangan dengan anak satu itu


" Dira mual terus,  kamu jaga dia " kata Papi


Haidar mengangguk , dia menatap Dara . Tapi kakak nya itu membuang muka . Kini hanya ada Adit dan Dara


Adit langsung memeluk Dara.  Terlihat jelas Dara sangat kecewa banget . Dara sangat amat percaya dengan adiknya engak bakal aneh aneh , tiba tiba di kasih tahu kaya gini malah Adara bener bener kaget banget


" Aku engak akan ikut campur masalah keluarga kamu , aku cuma pengen bilang sama kamu , sabar "


Dara mengangguk , dia terus memeluk Adit. Beberapa lama kemudian Dara kembali ke kamar lunara , keponakan itu baru saja bangun dan minta makan


" capek aku tuh salim sama semuanya " protes luna


Dara hanya tersenyum,  Dara mengambil nasi dan sayur asam karena balita bule itu suka banget dengan sayur asam


" Aaa " Luna membuka mulutnya dia sangat lapar ketika tidur 3 jam lebih


Papi pun mendekati luna mengajak untuk mengobrol


" Kakek hendra yang selalu luna ceritain ke teman teman luna di rumah " kata luna


" Oh ya ? Apa yang kamu ceritain ? " Tanya papi


" Luna bilang , kakek hendra baik , tapi om yang itu nakal "


Dara tersenyum begitu juga papi . Haidar yang merasa di tunjuk pun langsung mendekati . Seketika balita itu ketakutan


" Aku baik kok , engak nakal "


Luna menggeleng kepalanya


" Padahal udah lama engak ketemu ya , tapi ingatan nya kuat banget " kata Papi hendra


Dara juga Haidar mengangguk . Tidak mau membuat keributan.  Akhinya Haidar menemani Dira . Membiarkan Dara menyuapi Luna sampai habis makan nya


Beberapa jam kemudian akhirnya keluarga Dira pun pamit,  kini tinggal keluarga . Papi hendra langsung meminta Haidar untuk beres beres pergi ke tempat tinggalnya


Selama nunggu itu Luna bermain sama Papi dan Mama . Memang wajah orang tua itu seburuk apapun pasti kelihatan sedang tidak baik baik saja

__ADS_1


" Nenek , ada eskrim ngga buat luna " kata Luna bergalut manja


" yah engak ada , nanti kita beli ya "


Luna mengangguk, balita itu meminta rasa strowberry


" Nanti kita ke mini market bertiga ya , nenek Dinda,  kakek hendra sama luna " kata Mama Dinda


" Tante Dara engak di ajak ? " Tanya Dara


Lunara menggeleng kepalanya


" Kenapa engak di ajak ? " Tanya Dara lagi


" Nanti tante Dara bilang mommy kalo luna ambil banyak eskrim , permen terus coklat "


Adit , Dara , papi dan mama tertawa mendengar itu . Ada untungnya juga luna ikut . Buat jadi hiburan


" Kamu itu sebenarnya engak boleh makan begituan , nanti sakit , baru aja sembuh " kata Adit


" Diam diam aja makanya om , Abi Altan aja sering ko kasih coklat , eskrim "


Adit menggeleng kepalanya.   Beberapa menit kemudian Dira juga Haidar turun . Seketika rumah menjadi hening


Haidar langsung saja pamit dari rumah itu , tak ada respon baik dari orang tua ataupun Dara . Karena mereka sejujurnya bener bener kecewa


" Mau salim " kata luna


Haidar tersenyum di mengulurkan tangan nya dia berlutut mencium pipi luna . Dan balita itu malah menjerit


" Jahil kamu tuh " tegur Dira


Haidar tersenyum,  kini giliran dira yang di di cium tangan nya sama Luna


" Dadah " kata balita itu


Haidar tersenyum , dia melambaikan tangan . Bahkan luna mengantarnya keluar rumah sampai Haidar dan Dira itu pergi


Emang semanis itu anaknya , bocah bule


" Kakek hendra mana om..." Tanya Luna sambil mengangkat alisnya


" Lagi siap siap , kan mau ajak luna beli eskrim " jawab Adit


" Asikkkk" luna sambil menjoget kesenangan


Adit dan juga Dara yang melihat itu malah ketawa ngakak


" Ayuk luna " ajak Papi hendra


Luna mengangguk dia memakai sepatunya sendiri , sepintar itu kah luna ?


" Dadah " kata Luna untuk Adit dan Dara


Setelah mereka bertiga pergi kini tinggal Adit dan Dara


" Kamu mau teh ? " Tanya Dara


" Kopi aja sayang "


Dara mengangguk

__ADS_1


" Kamu masuk kamar aja , atau mau di sini juga gapapa , eh di kamar aja deh sambil nunggu luna balik " kata Dara labil


" Siap sayangku "


__ADS_2