DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Terbongkar Semuanya


__ADS_3

Brak


Hendra menyiram air minum pada wajah Dara,  lalu gelas itu dia lempar ke lantai . Jujur rasanya Adara ingin menangis . Tangan nya juga gemetar


" Jawab perkataan papi mu Dar " Kata mama Adinda


Adara terdiam untuk beberapa saat , tangis nya terus membasahi wajah cantik nya


" Udah 2 tahun , dari SMP pi "


Hendra terlemas di bangku , dirinya mengusap wajah merasa gagal mendidik anak perempuan satu satunya


" Siapa pacar kamu ! Berani berhadapan sama papi ! " kata Hendra


" Rasya ! "


" Rasya temen kamu , sahabat kamu ? " kata Hendra


Adara mengangguk, Hendra tahunya Rasya adalah sahabat nya . Jadi selama ini mereka pacaran . ASTAGA !!!


Kepala Hendra terasa mau pecah,  kejadian beberapa tahun bersama Devia sebelum menikah terbayang bayang   Bagaimana dia merengut kesucian tanpa menikah , di pakai berkali kali , mabuk mabukan dan salah pergaulan pergi ke bar


Hendra meneteskan air matanya , bagaimana kalo adara seperti itu?


Apakah ini sebuah karma ? Karena pernah bersama devia waktu itu ? Sekarang Hendra merasakan bagaimana mempunyai anak perempuan


Tanpa berkata apa apa lagi, adara membalikan badan nya lalu dia segera berlari . Mendadak tempat makan hening.  Haidar juga memilih pergi . Kenapa juga ada di posisi seperti ini


Bukan urusan nya ! Itu adalah urusan kakak nya bersama calon nya


##


Keesokan harinya , hendra datang tanpa di ketahui adara kesekolah . Masuk ke dalam kelas dara


Melihat Rasya ada di dalam kelas itu.  Hendra langsung memukul nya . Hal itu membuat para murid terkejut . Sayangnya disitu tak ada adara


" Om ! Ada apa om ? " kata Zivana langsung menghalangi


Rasya yang di pukul seperti itu malah terkejut . Naomi pun langsung mencari adara . Kemana anak itu !


" Putusin anak saya !!! Jangan kamu pacarin! Dan jauhin Dara " kata Hendra


Nafas hendra sangat susah mengingat betapa nyesek nya ketika di masa lalu bersama wanita wanita yang dia goda bahkan ditidurin

__ADS_1


Adara yang baru datang dia langsung membangunkan Rasya


"  Kamu gapapa ? " kata Dara begitu khawatir


" Sini kamu , jangan dekat dekat dia " kata hendra menarik tangan Dara


Dara menggeleng kepalanya


" Jangan pisahin aku sama Rasya pi,  aku sayang banget sama Rasya "


Hendra mengusap wajahnya kasar


" Cinta tak selama nya indah , kamu itu masih kecil ! " kata hendra


Adara langsung menarik papinya keluar, dan menariknya sampai parkiran


" Papi kenapa kesini sih ? Bikin malu aja ! Kan bisa bahas dirumah "


" Papi ga tahan sama temen kamu itu , lama lama papi bakar nih sekolah kalo kamu masih pacaran, atau papi kirim kamu ke luar negeri , biar di jaga sama temen papi ada disana . Nanti papi sering kesana "


Adara menggeleng kepalanya


" Papi kenapa posesif banget sih sama aku ? "


Adara terdiam.  Menatap kebelakang teman teman nya pada menatapnya


" Putusin Rasya sekarang , atau semua fasilitas papi tarik "


Adara terdiam


" Dara ! Kamu nurut sama papi ! "


" Iya iya , aku putusin rasya , puas ? " kata Adara


" engak ada kata balikan ! Pokonya putus , setelah putus kalian tidak boleh bertemu, atau berkomunikasi via apapun " kata hendra


Adara di buat kesel , tanpa berkata apa apa lagi , Dara langsung pergi begitu saja meninggalkan papi nya . Adara di buat malu pasalnya satu sekolah keluar kelas menatap hendra dan adara berdebat


Adara kembali ke kelas , dia bertanggung jawab apa yang papi lakukan pada rasya . Kebetulan guru tak datang jadi mereka 2 jam free class  . Tapi dengan syarat semuanya tidak ada keluar kelas ataupun berisik biar guru guru tidak ada yang masuk


" Kenapa bisa tiba tiba papi mertua datang terus pukul aku ? Aku ga tau apa apa sayang " kata Rasya


" Kemarin ... itu ... Papi sama mama tahu kalo aku punya pacar   dan aku juga bilang kalo kita pacaran 2 tahun dari smp "

__ADS_1


" Bagus dong,  biar kita nggak backstreet lagi " kata Rasya menangkup pipi Dara.  Mendekati wajahnya


Tapi dara menolak , dia memiringkan wajahnya


" Papi minta aku buat putus sama kamu sya ! "


Rasya terdiam


" Jujur aku sedih denger nya , cuma aku harus nurut sama papi aku sya "


Keduanya terdiam , Rasya tidak menjawab . Begitu juga dara. Untuk beberapa saat mereka terdiam sampai akhirnya Adara beranjak bangun , rasya menahannya untuk kembali duduk


Rasya megenggam tangan Dara . Ketika cewek nya kembali duduk . Rasya memeluk nya


" Masa kamu engak mau perjuangin hubungan kita dar ? Apa perlu aku datang kerumah kamu untuk mohon sama papi agar merestuin ? "


" Papi terlanjur engak suka sama kamu Sya " kata Dara


" Kenapa? Karena aku engak minta izin sama papi kamu , karena aku mencintai anaknya ? " Tanya Rasya serius


" Bukan , karena kedua orang tua adit ngajak aku menikah siri "


Rasya di buat lemes badan nya , Rasya menutup wajahnya


" Sya kamu gapapa kan ? "


" Jadi karena ini papi nyuruh kamu putus karena kalian mau nikah ? Dar kamu jahat banget sama aku , kenapa kamu engak nolak ? "


" Sya kamu dengerin aku , aku udah nolak berkali kali tapi tetap papi ... "


" Terserah kamu dar, kalo mau putus yaudah , capek lama lama berhubungan sama kamu Dar " kata Rasya


Dara terdiam


" semoga kalian bahagia , bahagia di penderitaan orang lain ! " ketus Rasya


Adara beranjak bangun , dia segera kembali ke tempat duduk nya . Perkataan Rasya tadi . Membuat Adara nggak senang hati . Berarti Rasya yang setuju dengan keputusan hubungan mereka


" Kenapa sih , baru aja hubungan kita balik,  tapi ada lagi masalah " gumam Dara


Saat pulang sekolah , baru aja Dara menegur Rasya . Tapi kekasih nya itu malah tidak peduli


" Rasya !!! " Panggil Dara

__ADS_1


Rasya berjalan cepat , meninggalkan Dara di belakang itu


__ADS_2