
Brak
Hendra menyiram air minum pada wajah Dara, lalu gelas itu dia lempar ke lantai . Jujur rasanya Adara ingin menangis . Tangan nya juga gemetar
" Jawab perkataan papi mu Dar " Kata mama Adinda
Adara terdiam untuk beberapa saat , tangis nya terus membasahi wajah cantik nya
" Udah 2 tahun , dari SMP pi "
Hendra terlemas di bangku , dirinya mengusap wajah merasa gagal mendidik anak perempuan satu satunya
" Siapa pacar kamu ! Berani berhadapan sama papi ! " kata Hendra
" Rasya ! "
" Rasya temen kamu , sahabat kamu ? " kata Hendra
Adara mengangguk, Hendra tahunya Rasya adalah sahabat nya . Jadi selama ini mereka pacaran . ASTAGA !!!
Kepala Hendra terasa mau pecah, kejadian beberapa tahun bersama Devia sebelum menikah terbayang bayang Bagaimana dia merengut kesucian tanpa menikah , di pakai berkali kali , mabuk mabukan dan salah pergaulan pergi ke bar
Hendra meneteskan air matanya , bagaimana kalo adara seperti itu?
Apakah ini sebuah karma ? Karena pernah bersama devia waktu itu ? Sekarang Hendra merasakan bagaimana mempunyai anak perempuan
Tanpa berkata apa apa lagi, adara membalikan badan nya lalu dia segera berlari . Mendadak tempat makan hening. Haidar juga memilih pergi . Kenapa juga ada di posisi seperti ini
Bukan urusan nya ! Itu adalah urusan kakak nya bersama calon nya
##
Keesokan harinya , hendra datang tanpa di ketahui adara kesekolah . Masuk ke dalam kelas dara
Melihat Rasya ada di dalam kelas itu. Hendra langsung memukul nya . Hal itu membuat para murid terkejut . Sayangnya disitu tak ada adara
" Om ! Ada apa om ? " kata Zivana langsung menghalangi
Rasya yang di pukul seperti itu malah terkejut . Naomi pun langsung mencari adara . Kemana anak itu !
" Putusin anak saya !!! Jangan kamu pacarin! Dan jauhin Dara " kata Hendra
Nafas hendra sangat susah mengingat betapa nyesek nya ketika di masa lalu bersama wanita wanita yang dia goda bahkan ditidurin
__ADS_1
Adara yang baru datang dia langsung membangunkan Rasya
" Kamu gapapa ? " kata Dara begitu khawatir
" Sini kamu , jangan dekat dekat dia " kata hendra menarik tangan Dara
Dara menggeleng kepalanya
" Jangan pisahin aku sama Rasya pi, aku sayang banget sama Rasya "
Hendra mengusap wajahnya kasar
" Cinta tak selama nya indah , kamu itu masih kecil ! " kata hendra
Adara langsung menarik papinya keluar, dan menariknya sampai parkiran
" Papi kenapa kesini sih ? Bikin malu aja ! Kan bisa bahas dirumah "
" Papi ga tahan sama temen kamu itu , lama lama papi bakar nih sekolah kalo kamu masih pacaran, atau papi kirim kamu ke luar negeri , biar di jaga sama temen papi ada disana . Nanti papi sering kesana "
Adara menggeleng kepalanya
" Papi kenapa posesif banget sih sama aku ? "
Adara terdiam. Menatap kebelakang teman teman nya pada menatapnya
" Putusin Rasya sekarang , atau semua fasilitas papi tarik "
Adara terdiam
" Dara ! Kamu nurut sama papi ! "
" Iya iya , aku putusin rasya , puas ? " kata Adara
" engak ada kata balikan ! Pokonya putus , setelah putus kalian tidak boleh bertemu, atau berkomunikasi via apapun " kata hendra
Adara di buat kesel , tanpa berkata apa apa lagi , Dara langsung pergi begitu saja meninggalkan papi nya . Adara di buat malu pasalnya satu sekolah keluar kelas menatap hendra dan adara berdebat
Adara kembali ke kelas , dia bertanggung jawab apa yang papi lakukan pada rasya . Kebetulan guru tak datang jadi mereka 2 jam free class . Tapi dengan syarat semuanya tidak ada keluar kelas ataupun berisik biar guru guru tidak ada yang masuk
" Kenapa bisa tiba tiba papi mertua datang terus pukul aku ? Aku ga tau apa apa sayang " kata Rasya
" Kemarin ... itu ... Papi sama mama tahu kalo aku punya pacar dan aku juga bilang kalo kita pacaran 2 tahun dari smp "
__ADS_1
" Bagus dong, biar kita nggak backstreet lagi " kata Rasya menangkup pipi Dara. Mendekati wajahnya
Tapi dara menolak , dia memiringkan wajahnya
" Papi minta aku buat putus sama kamu sya ! "
Rasya terdiam
" Jujur aku sedih denger nya , cuma aku harus nurut sama papi aku sya "
Keduanya terdiam , Rasya tidak menjawab . Begitu juga dara. Untuk beberapa saat mereka terdiam sampai akhirnya Adara beranjak bangun , rasya menahannya untuk kembali duduk
Rasya megenggam tangan Dara . Ketika cewek nya kembali duduk . Rasya memeluk nya
" Masa kamu engak mau perjuangin hubungan kita dar ? Apa perlu aku datang kerumah kamu untuk mohon sama papi agar merestuin ? "
" Papi terlanjur engak suka sama kamu Sya " kata Dara
" Kenapa? Karena aku engak minta izin sama papi kamu , karena aku mencintai anaknya ? " Tanya Rasya serius
" Bukan , karena kedua orang tua adit ngajak aku menikah siri "
Rasya di buat lemes badan nya , Rasya menutup wajahnya
" Sya kamu gapapa kan ? "
" Jadi karena ini papi nyuruh kamu putus karena kalian mau nikah ? Dar kamu jahat banget sama aku , kenapa kamu engak nolak ? "
" Sya kamu dengerin aku , aku udah nolak berkali kali tapi tetap papi ... "
" Terserah kamu dar, kalo mau putus yaudah , capek lama lama berhubungan sama kamu Dar " kata Rasya
Dara terdiam
" semoga kalian bahagia , bahagia di penderitaan orang lain ! " ketus Rasya
Adara beranjak bangun , dia segera kembali ke tempat duduk nya . Perkataan Rasya tadi . Membuat Adara nggak senang hati . Berarti Rasya yang setuju dengan keputusan hubungan mereka
" Kenapa sih , baru aja hubungan kita balik, tapi ada lagi masalah " gumam Dara
Saat pulang sekolah , baru aja Dara menegur Rasya . Tapi kekasih nya itu malah tidak peduli
" Rasya !!! " Panggil Dara
__ADS_1
Rasya berjalan cepat , meninggalkan Dara di belakang itu