
Malam ini Adit tidur di kamar tamu, karena dari dalam Dara mengunci nya. Keesokan harinya Adit terlebih dahulu sarapan tak lama kemudian Dara turun karena adit mengetuk piring dengan sendok berkali kali biar Dara keluar
Dara hanya diam , karena kali ini Adit yang layanin Dara
" Aku ... "
Dara mengangkat telunjuk pada bibir adit
" Jangan ngomong, gua engak mau denger lo ngomong hari ini "
Adit mengangguk , karena adit selesai makan duluan . Dia mengeluarkan oreo chesse cake yang dia buat semalam
Dara hanya melirik aja , anggaplah Dara tidak peduli dengan apa yang adit buatkan
" Aku juga buat teman teman kamu loh , kamu bilang ,kamu mau ke tempat teman kamu yang pinjam duit itu "
" Naomi "
" Iya itu maksudnya, aku lupa namanya siapa , no no siapa gitu tadi " kata Adit
" Kamu tuh kalo engak tahu , engak usah sok tau " ketus Dara
" Astaga , perkara nama doang , pake di ketusin "
Dara memutar matanya malas , dia menghabiskan lauk sarapan kali ini
" Uhuk uhuk uhuk "
" Nah kan , pelan pelan makan nya " protes adit . Adit langsung memberikan minuman pada Dara
Adit juga mengelus punggung Dara
" Pasti kamu ngerutu in aku ya ? Kualat " kata Adit
" Kok kamu tau ? "
Adit tersenyum miring
" Iya lah , aku kenal kamu bukan sehari dua hari . Aku ini dokter , kebaca banget "
" Emang nya aku hewan apa !!! "
Adit menarik hidung mancung Dara
" Aku engak belajar tentang hewan aja , aku belajar tentang manusia, kamu hewan atau manusia "
" Manusia lah " jawab Dara
##
Tepat jam 1 siang Dara siap siap untuk pergi menjemput Vevina dan juga Alfia . Adit juga udah menyiapkan Oreo chesse cake untuk di bawa Dara nanti
" Dit ... " Panggil Dara lewat pantulan
" Aku boleh pake dress hitam yang waktu di bali itu nggak ? Engak terlalu sexy sih nanti aku pake cardigan "
" Noooo , ga boleh . Ketemu temen pake aja kaos , ngapain pake dres dres segala . Kamu bilang Rasya ikut , gimana kalo nanti dia masih ada Rasa sama kamu ? "
Dara memejamkan matanya
" Yaudah oke , kamu deh yang pilih baju nya . Aku engak mau kaos . Malah kaya preman tau nggak , udah bener drees hitam. Kata kamu ,aku cantik pake itu "
__ADS_1
" Kalo kamu jalan sama aku pake itu , ya fine fine aja . Ini mau ketemu temen , cowok cuma satu ! Mantan pula ! " Ucap adit
Adit membuka lemari pakaian Dara. Dia mengambil pakaian gantung memilih yang cocok untuk istrinya
" Kayanya sweater bagus , gimana ? "
" Ih gerah lah , ini cuaca nya lagi panas " protes Dara
" Yaudah kaos kalo gitu , no debat "
" Aditttttttt! "
" Apa ! Kalo gitu engak usah pergi kalo engak mau pake kaos ! " kata Adit
" Kaos hitam panjang sama celana lepis deh , boleh ? "
" Ketat di dada kamu dong sayang ... arghhh , aku ikut aja deh yaaaa " pinta adit
" ketat dari mana nya sih ? Engak ketat sayang ku , cinta ku , gantengnya aku . Nanti aku pake outer "
" Yaudah , pake ! Awas kalo engak pake " pasrah Adit
Dara mengangguk di langsung mengambil kaos hitam tangan panjang lalu dia gulung dikit , celana panjang kaos itu dia masukan
" Bener bener di apain aja cantik kamu tuh ya , rambut di urai aja , jangan di kuncir " kata Adit
Dara mengangguk , adit menyisir rambut dara pelan pelan , sedangkan istrinya itu menghias wajahnya
" Pulang nya jangan malam malam , jam 9 harus udah pulang "
" Kamu posesif kaya papi , aku pikir setelah menikah bakalan bebas mau pulang jam berapa aja " kata Dara
" Kamu keluar sendiri tanpa aku , pantas lah aku waktuin. Kecuali aku yang antar kamu baru boleh balik jam berapa pun "
" emmmm... gimana ya , nanti malam aku mau main Game sih "
" Yaudah kalo engak mau gapapa , tapi kayanya aku engak bawa charger , jangan harap aku bisa kabarin kamu jam segitu "
" Oke aku jemput, emang paling bisa ya kalo masalah ngancem " Jawab Adit
" Hehe , kita makan durian kan by ? "
" Boleh , sekalian aja ajak temen kamu . Emang nya Vevina tinggal dimana sih , kok kamu jemput dia di stasiun ? " Tanya adit
" di bogor katanya by , nah paling sih dia pulang duluan, engak mungkin pulang jam 9 juga , kasian kan naik kereta "
" Yaudah kita antar dia aja sekalian, kasian main jauh jauh malah di antar sampe stasiun "
" Yaudah , nanti aku bilang sama dia "
Adit menganguk, dia memeluk dara terlebih dahulu
" Dit , boleh ga aku pake uang kamu buat beli minuman nanti , bukan alkohol kok , tapi es boba buat temen temen "
" boleh dong , terserah kamu aja lah mau di pake buat apa , selama itu hal positif " jawab adit
##
Dara langsung memeluk Vevina untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan lalu lulus
" Ya allah dar , lo tambah berisi ya sekarang , apa lagi mengandung ? "
__ADS_1
" Belom anjir , emang sekarang lagi demen makan aja sih , karena di temenin makan " jawab Dara
Vevina mengangguk , mereka ngobrol di dalam mobil meninggikan Alfia lagi otw stasiun
Tok Tok
Dara menoleh , seketika keduanya langsung keluar dari mobil memeluk Alfia
" Gua kangen kalian " kata Alfia sedikit meneteskan air matanya
" Gua juga Al " jawab Dara
" Bangettttt gua " jawab Vevina
" Yuk masuk ke mobil , kita beli minum dulu kali yaaa . Btw naomi belom tahu kita mau kesana suprise gitu "
" oh ya ? Seru dong , btw lo mau beli minum apa Dar "
" Es boba kek nya " jawab Dara yang di anggukin keduanya
Selama perjalanan itu mereka bertiga membahas masa kuliah , Dara juga membahas awal masuk kuliah yang habis habisan di kerjain sama Adit . Keduanya malah ngakak mendengar itu
" Hubungan lo sama Rasya gimana dar ? " Tanya Alfia
" Baik , kita sering makan bareng , sekelas pula kita " jawab Dara
" Dinda engak cemburu? "
" Engak sih , selama ini kita fine fine aja makan bertiga " jawab Dara lagi
Beli es boba , cukup banyak karena nanti minuman itu untuk di kost kostan naomi
" Dar, kok lo jauh banget , bukan hanya rumah naomi arah sekolah kita ? "
" Gua lupa cerita sama kalian , naomi sekarang ngekos , udah engak tinggal sama orang tuanya lagi " jelas Dara
" Kenapa ? "
" Ya lo tanya sendiri aja nanti , gue engak tahu sih , waktu itu dia cuma kasih alamat ke gue " kata Dara. Dars terpaksa berbohong karena Dara ingin menutupi aib keluarga naomi
Mereka berdua pun hanya mengangguk saja tanpa bertanya lebih dalam
Sampailah di depan gang Kost kostan Naomi , Dara parkir cukup jauh karena Dinda bilang lagi perjalanan dikit lagi sampai
Beberapa menit kemudian akhinya Dinda ketemu Vevina dan Alfia . Sedangkan Dara langsung memeluk Zivana
" Gua engak di peluk? " kata Rasya
Dara langsung tertuju kepada Dinda, bisa bisanya rasya godain Dara . Dinda pun langsung menjewer telinga suaminya itu
" Bercanda elah " jawab Rasya
Dari pada makin panjang, Dara akhirnya mengajak mereka langsung ke kost kostan
" ini lo yakin dar ? Kita engak mau tanya dulu ? "
" yakin guaa , coba ketok din "
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
" Assalamualaikum " ucap Rasya