
Dara membawa helm dari rumah karena nanti pulang sekolah dia di antar oleh Adinda . Lagi pula adinda sama haidar lagi tidak sehat
" Din helm nya gue taruh di motor lo dulu ya ! Parkir dimana sih? " kata Dara
"Di deket tanaman , pokonya deket motor pak Anugrah " kata Dinda
Dara mengangguk dia mengeluarkan helm abu abunya pemberian Rasya saat satu tahun lalu
" Mau gua anterin? " Tanya Adinda
" Gapapa lo sarapan aja Din, gua sendiri aja kebelakang " kata Dara
Adinda mengangguk , akhirnya dia melanjutkan sarapan nya. Sedangkan adara berjalan lorong sekolah menuju halaman belakang
Saat membenarkan posisi yang baik helm nya , adara mendapati Rasya baru saja sampai . Adara terdiam . Hatinya berdetak kencang
" Ah dia potong rambut ! Ganteng " batin Dara
Rasya menuruni motornya lalu dia mendekati Dara
" Dar , nanti pulang sekolah ketemuan yuk , makan berdua aja ! " Kata Rasya
" Gua bareng Dinda ! "
" Bareng gua aja ! Gua bawa motor , nanti gua traktir deh " kata Rasya
" Traktir doang mah orang orang juga bisa , gua maunya di Traktir sama minta uang 1 juta " kata Dara sengaja biar Rasya tidak sanggup mengajaknya
Rasya terdiam , tangan itu mengelus kepalanya
" Iya nanti di kasih , asal mau ya di ajak makan " kata Rasya
" Tapi jemput nya di luar sekolah aja , nanti gua minta sama Dinda jangan di antar sampai rumah " kata Dara
" Terus dimana ? "
" Toko Buku dekat sini ! " jawab Dara
Rasya mengangguk
" Yaudah iya, terimakasih ya cantik " kata Rasya
Dara tersenyum, Rasya megenggam tangan Dara keluar dari halaman belakang , begitu sampai area kelas 10 . Adara menariknya . Jangan sampai ada yang lihat
" Kenapa sih waktu itu gua panggil , lo malah kabur ? " Tanya Dara . Sebetulnya Dara penasaran kenapa Rasya begitu marah
" Dan kenapa juga sih lo blokir semuanya ?" Kata Dara lagi
" Sekarang udah di buka kok ! Lo aja yang engak pernah balas " jawab Rasya
Dara menggaruk kepalanya , ya memang Dara tidak pernah membuka , karena Dara di hasut sama teman temannya
__ADS_1
" Janji ya nanti kita ketemuan di gramedia , jangan lupa loh ! " kata Rasya
" Iya ! Bawel dasar " kata Dara berucap manja
Rasya mengelus pipi Dara . Setelah itu dia berjalan lebih dulu supaya teman teman Dara tidak curiga. Rasya tahu teman teman Dara itu membencinya
##
Di perjalanan menuju pulang , Dara meminta adinda untuk menurunkan di Toko Buku . Karena dia ingin membeli salah satu buku nya . Beralasan itu
" Din , gua balik sendiri aja deh , gua mau meluangkan waktu me time " kata Adara
" Terus lo balik naik apaan ? "
" Ojek palingan sih " kata Adara
Awalnya adinda menolak karena banyak alasan tapi setelah adara menyakini. Akhirnya adinda setuju
Rasya juga belum datang sebaiknya Dara masuk terlebih dahulu melihat lihat . Kini ke area buku resep
Tangan itu melingkar di perut dara dan kecupan singkat di kepalanya
" Maaf lama , tadi antar denis pulang dulu " kata Rasya
Dara membalikan wajahnya dia memeluk Rasya sebentar , Dara kangen banget sama Rasya
" Mau makan dimana ? " bisik Rasya di telinga Dara
Rasya terdiam dia mengelus punggung Dara
" Walaupun kita engak ada hubungan apa apa , aku masih boleh kan kaya gini Dar ? "
Dara mengangguk
" aku sayang banget sama kamu sya ! Aku berusaha lupain kamu tapi tetap aja kalo malam kepikiran " Jujur Dara
Rasya tersenyum, tak lama dari itu Dara melepaskan pelukan nya dia megenggam tangan Rasya keluar dari toko . Kali ini Dara memeluk Rasya begitu erat
Ada gunanya juga Rasya membawa motor , bisa memeluk Rasya
" Mau makan dimana ? " Tanya Rasya
" lagi pengen makan Pizza " kata Dara begitu manja
Rasya tersenyum tangan kiri itu mengelus tangan Dara yang ada di perutnya . Tak lama kemudian tiba lah di restoran. Keduanya saling mengobrol dan Rasya sangat penasaran kenapa teman teman Dara membencinya
Dara bilang teman temannya tahu masalah di hotel , respon Rasya awalnya protes kenapa bisa tahu . Tapi baiklah . Terserah mereka saja membencinya . Rasya juga tahu pasti awal awal nya Dara yang mulai menghasut
Rasya mengeluarkan uang satu juta pada Dara . Dia memberikan Cash.
" buat kamu ! " kata Rasya
__ADS_1
Dara terkejut
" engak ah , apaansi ! "
Rasha terdiam, bukannya tadi Dara yang memintanya
" Dar , ambil uangnya , tadi kamu yang minta " kata Rasya
Dara menggeleng kepalanya
" Aku butuh 5 juta maunya " kata Dara
Rasya menghela nafas
" Rugi setiap jalan sama kamu ngeluarin uang 5 juta Dar ! Lama lama bangkrut aku ! Dasar cewek matre kamu Dar ! "
Adara terdiam
" Aku sakit hati loh kamu bilang gitu , padahal kan aku cuma bercanda , respon kamu begini banget sya ! " kata Dara
" Maaf Dar , aku engak tahu kalo kamu bercanda , lagian wajah kamu engak keliatan bercanda atau serius " Jawab Rasya
" Jadi ga mood buat makan " kata Dara mendorong pizzanya
Rasya menundukan kepalanya dia meganggam tangan Dara yang ada di meja
" Maaf Dar ! Aku salah ngomong " kata Rasya
Dara mengangguk , dara bersikap dewasa kini kembali melahap Pizza lagi
" Kira kira kapan ya Dar , kita bisa jalan lagi ? " kata Rasya tersenyum
" Engak tahu ! Cowok gua lagi ga di Indonesia "
Rasya terdiam untuk sesaat
" Kalian udah mulai pacaran? " Tanya Rasya
" Belum ! Aku belum bisa move on sama kamu ! " kata Dara
" terus kenapa tadi sebut cowok gua lagi ga di Indonesia? " Tanya Rasya
Dara terdiam
" Kan aku udah bilang , dia aku anggap sebagai kakak ! Dia kan cowok , bener dong aku bilang "
Rasya mengangguk , menyerahlah sebelum Dara mengajak berdebat . Untuk sesaat mereka hening tidak ada obrolan sama sekali
" Buka blokiran aku Adara Agatha Jordan !" Geram Rasya
Dara terkekeh mendengarnya
__ADS_1
" Iya nanti kalo udah sampai rumah , hp aku lowbat " kata Dara