DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 159


__ADS_3

Rasya sudah berpakaian rapi layaknya pergi ke kantor, pria itu memakai kemeja Oversize yang langsung Rasya desain sendiri


" Mau makan dirumah atau di bekal ? " Tanya Dinda


" Rumah aja , makan sama kamu "


Dinda langsung tersenyum salting bahkan wanita hamil itu sempat menjatuhkan garpu karena tak kuat dengan sikap suaminya


Rasya hanya diam ketika Dinda menyiapkan makanan nya di piring


" engak pedes kan ? "


" Engak kok, aku tau kamu engak suka pedes " kata Dinda


Rasya mengangkat jempol, pria itu langsung menyatap nya


" Gimana rasanya ? "


" Enak kok " kata Rasya


Dinda tersenyum melihat itu , diam diam Dinda memotret foto rasya . Dia membuat story di sosial media dengan caption' kali kali masakin makanan kesukaan pak suami ayam kecap 🖤🖤 '


" Em kamu engak makan ? Makan lah sini bareng "


" Maunya satu piring berdua " kata Dinda


Rasya memundurkan bangku setelahnya, dia menepuk bangku itu , rasya juga mengambil satu ayam lagi


" Sini biar di suapin , gini gini kamu udah capek masakin aku kan " kata Rasya berbicara lembut


Jantung Dinda di buat dag dig dug ini pertama kali nya Rasya bersikap baik banget ketika mereka cuma berdua aja


" Jangan gini sya , kamu bikin aku engak bisa ninggalin kamu "


Rasya menaruh sendok nya dia menatap Dinda kesel


" Emang kamu mau ninggalin aku jadi ? Kita sama sama broken home din , kamu sering di tinggal orang tua kamu , begitu juga aku , engak punya siapa siapa , nasib kita sama . Tadi kan gua udah bilang, gua bakalan belajar nerima lo , udah stop jangan nanya nanya masalah ninggalin lagi, lu yakin bisa move on sama gua ? Secara lo dari jaman sekolah suka sama gua kan "


Dinda menutup mulut Rasya


" Jangan bilang siapa siapa ih "


" Ya makanya nurut ! Jangan ungkit ungkit masalah ninggalin gitu gitu , lama lama gua nanti yang bosen sama lo , gua cari cewek lain mau ? "


Dinda menggeleng kepalanya


" Yaudah , engak lagi gue bilang kaya gitu "


Rasya mengangguk dia mulai menyendok makan lagi , dia menyuapi Dinda lagi


" Btw aku mau juga di bekelin dong buat nanti siang , biar engak jajan keluar lagi "


" Serius? Yaudah nanti di bekelin " kata Dinda


Rasya mengambil tissue dia mengelap bibir pinggir Dinda. Wanita itu langsung menutup mata nya


Cup


" Sama suami sendiri masih aja dag dig dug , segitu cinta nya lo sama gua ya din ?"


" Iya , Gua suka sama udah lama banget , makanya gua suka marah engak jelas karena gua suka salting atau cemburu sama Dara "


" Kenapa engak bilang ? " Tanya Rasya


" Ya gimana mau bilang , lo selalu nempel sama Dara, apalagi pas gue tau lo sering berhubungan sama dara . Hati gue sakit banget "


" Sekarang kan udah ada hasil nya disini , beruntung lo nikah sama orang yang lo suka sejak lama , iya kan ? " Kata Rasya sambil tersenyum


" Iya , makasih buat orang tua kita ya , udah jodohin , beruntung banget papa bisa kenalan sama papa kamu "


Rasya terkekeh mendengar itu


" Udah selesai nih , katanya kamu mau bekelin buat aku nanti sore "


Dinda mengangguk dia beranjak bangun pelan pelan , wanita itu meminta pembantu nya mengambilkan . Dinda tersenyum kembali ketika Rasya merekam


" Ayang , sama minum nya jangan lupa " kaya Rasya

__ADS_1


" Oh iya , di belakang ada jus mangga, mau di bawa nggak ? "


" Boleh " jawab Rasya


##


Di tempat lain haidar hanya diam , pria itu kelaparan siang siang gini di apartemen, toko juga tutup karena akses jalanan depan toko nya lagi di pembenaran aspal


Haidar membuka kulkas ada bahan bahan makanan dan ada juga kue , haidar bener bener tidak tertarik dengan kue , haidar butuh nasi dan lauk


" Apa gue kerumah papi ya buat makan ? Tapi nanti mereka ngeremehin gue , atau kerumah kak adit ? Jam segini kak adit pasti di kantor " gumam haidar


Haidar mengambil ponselnya dia melihat story Dara yang tadi habis pergi ke toko durian , lalu membuka story Dinda. Wanita itu lagi nemenin makan suaminya


Drt...


Drt....


( Halo ) jawab haidar


( Kamu udah pulang sekolah? )


( Udah beb , ini lagi di kamar tiduran )


( Udah makan ? Mau aku pesanin makanan ? ) Tanya Dira


( Belom, aku lapar banget , di kulkas ada coklat sama kue , aku engak terlalu pengen makan itu , aku mau beli makanan di bawah tapi engak ada Cash )


( Yaudah beli makanan aja di ojek , aku bakalan balik malam ini , murid aku masih belum pulang sekolah )


Haidar menghela nafas


( Mau sampai kapan sih kamu ngajar kaya gitu ? Engak kasihan sama kandungan kamu ? Aku tau kamu sering ngeluh sakit dan dokter juga nyaranin kamu jangan terlalu capek kan ? Masalah biaya sehari hari , cukup bukan untuk toko ? )


( Dar , aku harus bayar kuliah 3 bulan lagi , 15 juta kamu pikir gampang cari nya ? )


( aku akan usahain 15 juta kalo kamu mau , asal kamu diam di rumah engak perlu kerja kaya gini ) kata haidar


( Aku suka sama pekerjaan aku yang kaya gini sampingan dar )


( Kamu dirumah murid kamu ? Kalo aku minta kamu pulang , kamu turutin atau engak ? ) Tanya haidar kini mode nada tinggi


( Aku tunggu ) kata Haidar


Haidar menghela nafas , untung dira tipe wanita yang selalu nurut tidak pernah membantah


Haidar langsung beres beres tempat tinggal itu , mulai dari pakaian sekolah sampai sepatu , jangan sampai dira marah karena tadi pagi istrinya itu sudah bersih bersih


Krek


Dira mencium tangan haidar , dira juga yang langsung menyiapkan makanan yang dia bawa itu


" Aku di berentiin sama orang tua murid aku "


" Bagus " kata Haidar


" Aku engak punya penghasilan sekarang , terus aku harus gimana ? "


" Kamu pintar masak kan ? Kamu masak aja buat apa gitu , nanti aku bawa ke sekolah . Peluang jualan di sekolah bagus loh " kata Haidar


" Kamu engak malu ? "


" Engak , ngapain malu, orang temen aku banyak yang jualan kaya gitu " jelas haidar


" Yaudah kalo kamu maunya gitu " kata dira


Haidar menyuapi dira , wanita itu melahap nya


" kerja di rumah lebih tenang dari pada harus kerja di luar sana , aku tuh khawatir gimana kamu di luar , apakah murid nya baik atau nurut atau engak , terus orang tua murid nya juga gimana , mending kamu di rumah , kamu bisa ngeluarin keahlian kamu terus di jadikan uang "


" Iya "


" Iya apa ? "


Dira menghela nafas


" Iya aku nurut sama kamu " jawab dira

__ADS_1


" Yaudah bersih bersih dulu sana , ganti baju nya " kata haidar


##


Sepasang kekasih itu mereka berdua hanya melihat keempat manusia yang mencicipi durian pembelian tadi siang


" Dar ayo makan lagi , masa yang beli engak makan sih " kata papa Adnan


" Engak boleh sama adit pah " ejek Dara


" apa apaan kamu , mana pernah aku larang larang makan "


" Hahaha , langsung bete dia , hehe , engak pah , udah cukup tadi makan disana " kata Dara


Adit tersenyum dia menaruh kepalanya di bahu Dara. Adit dan Dara hanya menatap mereka lagi asik makan durian segitu banyaknya


Huekk


Dara menutup mulut nya


" Udah mual kan , yuk pindah ke kamar aja"


Dara mengangguk , dara pamit pada mertua dan kakak ipar nya untuk ke kamar, didalam kamar Dara langsung mengoles kan perut nya dengan minyak angin


" Buka baju kamu "


" Mau ngapain , engak boleh loh sering sering berhubungan lagi hamil begini " kata Dara


" aku mau ngajak ngobrol dedek nya engak boleh ? Pelit banget "


Dara menghela nafas dia langsung melepaskan kemeja yang dia pakai hanya tersisa bra


Adit menceritakan kejadian hari ini selama di kampus sampai mual tadi , Dara di buat terkejut pasalnya adit malah mengadu sama anaknya kalo Dara dan Rasya saling tatap tatapan tadi


" Jangan ngadu kaya gitu dong, nanti anaknya kesel sama aku "


" biarin , papa nya aja engak pernah di tatap kaya gitu , kamu di pihak papa kan nak " kata Adit


" Anaknya di pihak mama nya lah , mama nya yang mengandung "


" Pokonya nanti kalo kamu lahir , kamu orang pertama yang harus dengerin curhatan papa "


" Oh jadi nanti kalo kita lagi berantem, kamu bakalan bilang gitu sama anak kamu? " Tanya Dara


" Tergantung , kalo papa nya lagi seneng , kan engak mungkin papa cerita sama kamu ya nak "


Dara langsung tersenyum kecut , dara mengelus kepala adit karena suami nya itu menempelkan telinga nya di perut


Plak


" Kok di tampar sih " kata Adit marah


" Lama lama kamu bikin kesel "


" Emang nya aku ngapain kamu sayang ? Jangan bikin kesel ya siang siang begini "


" Aku gendutan kan ? Karena aku lagi hamil "


Adit mengangguk


" Aku mau diet "


" Yakin diet ? Semenjak kamu menikah , porsi makan kamu itu nambah, biasanya sehari 3 kali ini lebih , kenapa porsi nya nambah ? Karena makanan itu berdua makan nya sama dedek "


" Kamu juga engak ngelarang aku buat makan ini itu , kenapa sekarang kamu bilang aku gendut ? " Tanya Dara


" Lama lama gua , pake juga nih kebanyakan ngomong "


" kamu mah ke arah sana terus , otak mesum "


" Heiiiiii Adara Agatha Jordan !!! Kamu juga otak mesum , kalo engak mesum engak mungkin ada hasil nya tuh "


" pokoknya aku kesel sama kamu , hari ini aku mau tidur sendiri "


" Yaudah , aku ke rumah dira aja kalo gitu , minta temenin tidur " kata Adit


Brak

__ADS_1


" Hahaha " tawa Adit


__ADS_2