
Drt..
Drt...
📲 Adit Ilham 🖤
Dara memencet salah satu tombol di stir mobilnya
( Iyaa )
( lagi dimana ? Udah berangkat kampus belum? Nanti mampir ke mobil gua ya dekat toilet perempuan )
( Di jalan , oh ok , wait )
( Bawa mobil ya ? ) Tanya adit
( Iya )
( Yaudah , langsung kesini aja kalo udah sampai )
Tut
Dara mematikan panggilan nya dia langsung ngebut mengendarai mobilnya . Dara memarkirkan mobilnya di samping mobil Adit
Wanita itu segera keluar dengan barang barang serta kopi yang dia beli khusus kan untuk adit
Dara masuk. Saat dia ingin mencium pipi adit . Pria itu memundurkan jarak nya . Dara memejamkan matanya
Ini masalah semalam yang Dara maki maki adit
" Aku beli kopi buat kamu, masih panas " kata Dara
Adit terdiam . Dia menatap lurus . Sedangkan Dara dia menundukan kepalanya
Adit memberikan formulir kelas masak Dara. Dia memberikan tanpa mengucapkan sepata kata
" Kalo engak ada yang mau di omongin , langsung turun. Gue mau balik ke kantor " kata Adit
" Itu ... em "
" Belom puas lo maki gue ? " kata adit
Dara menundukan kepalanya . Dia menyatukan telapak tangan nya memohon
" Maaf . Dara minta maaf sama adit . Dara tahu udah kelewatan banget. Engak seharusnya Dara ngatain adit otak hewan . Dara nyesel banget . Dara sampai mikirin "
Adit terdiam
" turun ! " pinta Adit
" Dit ... Aku minta maaf "
__ADS_1
Kata Dara sambil mencium tangan adit . Dara memohon ampun pada calon suaminya itu
" Adit bener kecewa sama ucapan kamu , bohong kalo adit engak sakit hati sama ucapan kamu "
Dara mengeratkan tangan nya lagi . Dia mencium tangan adit
" Kita jangan ketemu seminggu dulu gimana ? "
Dara mengangkat kepalanya dia langsung menggeleng kepalanya
"Â Engak mau " kata Dara
Adit menatap wajah polos Dara. Lalu menatap bibir itu . Bibir yang mengeluarkan kata kata kejam semalam
" Adit aku minta maaf . Aku nyesel beneran deh " kata Dara
Adit mengangguk dia merentangkan tangannya. Supaya wanitanya itu memeluk nya
" Aku minta maaf ya , aku bener bener nyesel banget udah nyakitin kamu "
Adit mengangguk . Adit terus mengeratkan pelukan nya
" Boleh kamu baik sama orang tapi jangan terlalu over dar . Aku kurang suka sih bagian itu . Terserah kamu mau di ubah atau engak . Yang penting saat kita udah berumah tangga kamu mengutamakan suami kamu "
Dara mengangguk " Iya suami ku "
Adit tersenyum , Dara melepaskan pelukan nya dia menangkup kedua pipi Adit mengecup nya
Cup
Cup
Cup
" Sekali lagi aku minta maaf ya sayang , maaf , maaf , maaf " kata Dara lagi
Adit mengangguk
" di minum dong kopi nya nanti keburu dingin "
" Makasih sayang kopi nya " kata Adit lalu mengecup kening dara
Wanita itu hanya mengangguk
" Aku minta duit dong , hehe . Mau traktir Dinda bakso "
Adit tersenyum dia memberikan Cash 300 rb untuk jajan harian Dara
" Aku udah bilang sama kamu , gimana kalo kamu mulai sekarang megang semua uang aku . Aku serahin ke kamu . Kamu kan tahu aku boros . Aku mau beli rumah tapi takut kepake "
Dara terdiam . Dia belum yakin bisa megang semua uang milik adit
__ADS_1
" Ya dar . Mau ya ! "
Dara mengangguk . Adit memberikan semua kartu kartu nya . Adit juga menjelaskan uang mana yang harus dara pake , dan tidak boleh di pake
" Ini pin semuanya sama . Dan kamu harus hati hati sama kartu ini karena ini buat modal usaha . Yang ini tabungan buat kita menikah sama beli rumah " jelas Adit
Dara mengangguk " Aku pegang ya , kalo kamu apa apa bilang sama aku "
Adit mengangguk dia memasukan lagi dompet nya di dalam tas
" Yaudah aku keluar ya . 15 menit lagi kelas aku mulai "
" Iya , makasih kopi nya sayang "
" Iya sama sama "
Dara melambaikan tangannya begitu juga adit . Pria itu langsung segera pergi menuju kantor nya
##
Siang itu dara janjian sama naomi di salah satu bank dekat rumah . Niatnya memang dara menemani naomi untuk mencairkan uang itu . Naomi juga sudah menyiapkan kantong juga kresek hitam untuk menyimpan nya
Itu pesan dari papi hendra memberikan saran membawa uang itu. Setelah cukup lama di bank itu
Naomi segera pulang kembali kerumah adara . Tanpa di ketahui oleh Dara. Naomi telah mencari cari kost kostan yang murah tentunya dan yang terdekat dari kampus nya
" Mi , ayo kita makan malam , nyokap gue udah tunggu di bawah "
Naomi mengangguk dia segera turun bersama Dara. Ini ketiga kalinya naomi makan bersama di depan haidar . Jujur dia malu cuma ya haidar juga bersikap biasa aja
" Gimana haidar ? Kamu udah cari tempat les ? "
" belom pi , beberapa temen aku ada yang udah lebih dulu cuma mereka saranin aku jangan di tempat itu ada beberapa kekurangan nya " jelas haidar
Adara kembali ingat tentang Dira . Wanita itu menawarkan kelas private dengan harga yang murah dan bebas mau masuk kapan aja
" Pi ada teman adit , aku kenal . Namanya Dira . Dia dulu sempat kuliah di tempat aku . Cuma dia pindah ke jepang dan baru balik beberapa hari kemarin . Kemarin pas kerumah adit ketemu dira . Dia juga guru les private loh . Bahasa inggris sama matematika dan lebih menarik lagi biasanya kan kalo di tempat lain misalnya sebulan berapa kali pertemuan gitu . Kalo di Dira ini haidar yang menentukan harinya mau setiap hari juga boleh tapi hari minggu dia engak . Dan murah juga sih 1 juta "
Hendra terkejut
" apa dia engak rugi kak ? "
" Ya engak tahu pi , mau coba dira nggak , dek ? Gua sempat minta kontak nya sih . Kalo lo mau gue hubungin "
Hendra menatap haidar. Terserah anaknya aja
" Di rumah kan belajar nya ? "
Adara mengangguk " iya dirumah "
" Yaudah gue mau , tapi beneran belajar kan ? Kalo cuma main main ga jelas gue engak mau "
__ADS_1
" Ya belajar lah kan dia guru les "
Hendra juga haidar mengangguk . Nanti setelah makan adara akan menghubungi Dira