DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 124


__ADS_3

Adit hanya diam , kedua nya sama sama diam untuk beberapa menit . Tak lama pesan dari Dinda membuat Dara akhinya siap siap berangkat kampus


Ketika Dara selesai mandi dan dandan adit hanya diam sibuk dengan ponselnya . Entah dari siapa pesan itu seolah Dara ini bukanlah manusia


" Mana kunci mobil aku yang aku gantung disini ? Kemarin kamu pindahin kemana ? "


" Aku engak tahu "


Dara tidak membalas lagi , emang seharusnya dia tidak bertanya Adit . Mending Dara cari sendiri . Dan kunci itu ketemu di kantong jaket Adit


" Pulang jam berapa nanti ? " Tanya Adit


" Kamu punya jadwal kuliah aku kan ? Kenapa harus nanya ? "


" Ya kali aja kamu mau mampir kemana gitu, belanja , atau ke cafe " ucap adit


" Kamu kali tuh yang balik kampus mampir ke apartemen " guman Dara


Adit beranjak bangun dia ingin sekali membalas ucapan Dara, tapi istrinya itu malah pergi tanpa pamit


Di bawah itu Dara meminta tolong mbak nya di bekalin sarapan , sengaja Dara pergi jam setengah 7 pagi karena kesel sama Adit


" Nanti tolong bawa kedepan aja ya , bekal sama susu nya . Aku mau panasin mobil dulu di depan " kata Dara


Dara membersihkan kaca mobil depan dan spion, untuk berjaga jaga lagian mobilnya juga kotor


" Dar ... Beneran engak mau di antar aja ? Kemarin kamu bilang mau naik mobil aja di antar nya ? "


Dara menoleh kebelakang , dia mengambil tempat bekal yang di bawa Adit . Dara langsung masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai mobil itu keluar


" Sial Dara.... " gumam Adit


Dara menghubungi Dinda, mereka berdua merencanakan untuk ke apartemen Dira pagi ini juga . Dara ingin membuat perhitungan pada Dira jangan menganggu suaminya lagi . Dara pikir selama ini dia terlalu cuek sama adit dan Dira . Justru kecuekan Dara di uji karena Dira terus terusan menghubungi Adit


( gua udah mau sampe rumah lo nih , langsung keluar aja ya , gua males izin sama orang tua lo Din )


( Okeee , gua izin sama suami gue dulu )


( Oke , din , gua udah sampe)


( Wait )


Menunggu beberapa menit sambil makan nasi goreng , akhirnya Dinda langsung masuk ke dalam mobil itu juga di antar Rasya


" Kalian hati hati , semoga sukses . Jangan kalah yaaaa kalo kalah gue musuhin lo "

__ADS_1


" Sialan banget lo , bukan nya ngedukung sahabat sendiri "


Rasya tersenyum mendengar itu, Rasya melambaikan tangannya saat mobil Dara menyalakan mesin nya lagi


" Gua benci banget sumpah nih sama Dira , udah cukup ya gua sabar selama ini , lo bayangin aja hubungan gue lagi adem adem nya terus dia nelpon adit pagi pagi. Ya gue engak tau mksd nya apa nelpon tapi kaya engak tahu diri banget . Adit juga eng jujur sama gue awalnya . Untung gue desak . Gua tau adit itu kalo masalah dira pasti bohong "


Dinda hanya mengangguk , sebenarnya Dara hanya perlu di dengar bukan untuk di jawab


Setibanya di apartemen, Dara dan Dinda menunggu orang yang ikut masuk ke apartemen karena mereka berdua tidak punya akses untuk masuk , mau engak mau harus ikut orang di belakang itu


Ting


Ting


Dara memencet bell , tak lama kemudian pintu terbuka Dara langsung mencekek leher Dira mendorong membawa ke dalam


" Dar.... " kata Dira begitu terkejut


Dara menampar wajah Dira , menjambak dan menendang , sedangkan Dinda hanya diam . Beginilah kalo Dara marah


" Sekali lagi gua tegasin, jauhin adit !!!!! Ini baru seberapa , sekali lagi hubungin adit , gangguin Adit . Gua bakalan lebih dari ini "


Dira memegang lehernya . Begitu kuat Dara mencekek nya sampai Dira di buat tak berdaya


Dara meminta telur yang Dinda bawa dari rumah . Dara melempar telur itu di kepala Dira . Sebagai peringatan terakhir


" Gue makan dulu Din , gue laper banget belom sarapan, kalo lo mau turun ke kelas duluan gapapa . Lagian kelas juga belom di buka pasti masih ada 1 jam "


" Engak lah , gue disini aja adem . Tapi kek nya gue mau ke kantin deh , mau titip sesuatu nggak ? "


" Kerupuk deh din , sama minum yang manis manis " kata Dinda


" Yaudah "


##


Balik kampus , Dara pulang kerumah orang tuanya . Kebetulan dirumah itu lagi buat soto ayam . Favorit Dara masakan dirumah ini


Saat asik makan pula , ada dira juga yang baru datang . Dara tidak peduli sedangkan dira kaya orang malu ketemu Dara


" haiii "


Dara hanya diam. Keduanya tanpa bersuara tak lama kemudian baru haidar membawa buku dan belajar di mushola


Sesekali Dira menatap Dara , begitu pun Dara menatap Dira

__ADS_1


" Kamu hari ini engak focus ya sayang ? Kaya ada yang kamu pikirin " kata Haidar


Haidar megenggam tangan Dira . Kekasih nya itu hanya diam


" Aku lagi pikirin tugas kuliah , banyak banget "


" Kalo gitu besok kita belajar di tempat kamu aja , biar aku bisa nemenin kamu " kata Haidar


" Disini aja , takut nya Adit tiba tiba datang lagi . Malah mikir aku yang ngehasut kamu"


" Tapi.... kita kan udah lama engak berhubungan sayang ? Katanya kamu janji bakalan kasih semuanya sama aku ? " kata Haidar begitu polos nya


" Kamu masih di bawah umur tapi pikiran kamu bener-bener kaya anak umur puluhan tahun ya ! "


Haidar tersenyum " Iyalah , Cewek nya aja dua puluh tahun , jadi ke ikut " jawab Haidar


" Iya ya baiklah , yaudah udah sampai mana tugas nya ? Apa yang engak bisa di kerjain ? "


" Udah semua tuh , coba di cek " kata Haidar


Dira mengecek satu persatu dan jawaban semua itu benar semua " Makin kesini makin pintar ya kamu , kayanya engak perlu lagi aku jadi guru kamu "


" Ya harus lah sampai aku lulus , jangan stop berheti , kayanya berkat susu kamu ya"


" Astaga. Nih bocah pikiran nya "


" Hahaha " kata Haidar tertawa


Dira menutup buku haidar . Karena satu mata pelajaran selesai . Kini saat nya belajar bahasa inggris


" Kamu mau nggak nikah sama aku nanti ?"


" Kapan ? Nunggu kamu lulus? Umur aku 21 tahun tahun " Jawab Dira


" Iya , Kamu tunggu aku sampai aku lulus kuliah , terus aku langsung kerja dan nikahin kamu , mau nggak ? "


" Ini serius atau enggak? " Tanya Dira


" Serius , asal kamu nunggu aku sabar "


" Boleh "


" Makasih , makasih untuk semuanya . Berkat kamu aku bisa kaya gini . Kamu tau kan aku itu orang nya kaku , dan engak pernah aneh aneh , lain kali kita bisa ke club malam kalo kamu mau "


" Ah ngomong doang , aku tiap malam minggu tapi kamu nya malah engak mau , dasar cemen ! " jawab Dira

__ADS_1


" Aku belum punya ktp dir , tunggu aja . Pasti tiap malam aku ajak kamu , dan kita bisa sewa hotel pulang dari itu "


Dira hanya mengangguk , sebenarnya kadang sifat kepolosan haidar masih terbaca apalagi kalo haidar lagi ngambek pengen berhubungan. Akhirnya pria itu malah kecanduan. Dira suka cowok nakal seperti Adit yang diam diam nakal


__ADS_2