
Tok
Tok
Tok
Dara mendorong adit , tapi adit malah menahan . Keburu tanggung untuk di lepas
Tok
Tok
" Kak? Bangun kak , udah setengah 7 , dikit lagi Haidar bakalan pergi loh sekolah "
" Diam dulu , jangan dijawab " kata Adit
Dara mengigit bibir bawahnya , Dara tidak bisa buat apa apa lagi karena kedua tangan dara di tahan sama adit
Tok
Tok
Tok
" Arghh sialan nih hendra , buka pintunya " kata Adit kesal
Adit menutup tubuhnya dengan selimut dia memiringkan tubuhnya
Klek
" Iya papi , nanti Dara turun, lagi di kamar mandi tadi " Jawab Dara
Hendra mengangguk , dara langsung tutup lagi . Dia mendekati suaminya untuk membujuk sarapan
" Ulu Ulu bt nya suami aku ini , nanti kita lanjutin lagi ya , sekarang sarapan dulu " kata Dara mengelus tangan Adit
Adit bermanja memeluk dara " masih pengen sayang , kenapa sih papi kamu itu engak tahu waktu "
" Ya kan udah siang juga , bukan nya engak tahu waktu , tapi kita nya yang engak tahu waktu . Ini kan waktunya berangkat kerja "
" Kamu lebih bela papa kamu dari pada suami kamu sendiri ? " Tanya Adit
" Ya bela kamu dong sayang , kenapa sih semenjak menikah kamu itu lebih kek anak bontot banget gitu loh, tapi this ok , aku suka kamu manja manja gitu . Yaudah yuk ah sarapan . Laper aku "
Adit mengangguk dia memakai pakaian kembali yang sempat di lempar di lantai , tak lupa merapikan rambut nya
" Kasih ciuman dulu buat di pagi hati " pinta Adit
Cup
Dara mengecup pipi adit , mereka segera keluar kamar dan turun kebawah . Dimana sudah pada mulai sarapan
Saat Dara turun , hendra pun beranjak bangun untuk memeluk putrinya . Begitu pun nya Dinda. Mereka giliran memeluk anak kesayangan nya
" Sabar ya bro, emang suka gitu anak perempuan di utamakan" kata Adit
Haidar hanya bisa tersenyum. Setelah cukup lama kedua orang tuanya datang
Semua makanan lauk lauk , hendra berikan pada piring Adara . Adara hanya tersenyum sekangen itu kah papi ?
" hehe , papi , aku udah cukup kenyang loh"
__ADS_1
Hendra tersenyum ' Sesekali kamu makan banyak "
Adara mengangguk , dia menghabiskan semua yang ada di piring nya . Baru kali ini Dara makan porsi kuli
Adit mengecup perut Dara, wanita itu hanya memakai bra saja ketika di dalam kamar . Bener bener kenyang sampai Dara tak kuat untuk berdiri maupun berjalan
" Perut aku kenyang banget , bisa bisa tiap hari begini , gendut aku "
" Bagus dong gendut, berarti bahagia "
Dara melempar bantal pada suaminya itu
" Gak mau ah apaansi , pokonya mau diet !"
" Pake diet diet, di kasih eskrim , atau seblak di rumah Dinda juga di hantam "
" Hehe , ya kan seengaknya ada niat gitu loh , kamu mah bikin patah semangat aja !"
Adit tersenyum dia mengecup perut Dara lagi juga tangan itu mengelusnya
" Dar , aku kepikiran lagi , kalo dalam bulan bulan ini kamu hamil dan rencana yang kita susun 2 tahun lagi gimana ? "
" Engak mungkin lah , ya memang baru kita kek sehari sekali tapi kek nya engak mungkin sih atau aku kontrol ke dokter aja kali ya Dit ? "
" Yaudah kamu kontrol aja , tapi saran aku kek nya aku harus pakai pengaman kali ya ? "
" Ya terserah kamu aja , tapi kek nya engak mungkin kamu bisa pakai , karena kamu itu orang nya lebih kek 'ahh udah tanggung engak usah pake pake gini ginian ' "
" Masa sih ? Tahu kaya gini dari dulu aja pas pertama kali kenal langsung di nikahin ya ? Itu juga kamu sekarang udah kecintaan banget sama Adit "
Dara tertawa dia melebarkan matanya
Adit tertawa mendengar hal itu
" Mau di bantu cukur enggak kumis nya ? Kamu kaya om om tahu " kata Dara
" Aku engak bawa cukuran sayang , emang kamu ada ? "
" Aku beli dulu suruh mbak ya "
Adit mengangguk , dara mengambil uang beberapa lalu dia turun ke bawah meninggalkan adit di dalam kamar . Sambil itu Dara melihat mama dan papi nya lagi ngobrol membahas haidar yang sudah menjadi lebih baik lagi
" Kak ! Sini " kata hendra
Adara mengangguk , dia mengambil buah apel yang di meja makan lalu dia ikut bergabung
" Kamu udah tahu belom kalo haidar itu sekarang jadi lebih baik , papi kadang suka cek dia lagi belajar , bahkan game dia aja mau di simpan atau di jual "
" Oh ya? Bagus dong , berarti aku engak salah pilih guru les kan ? " Kata Dara
" Iya , tapi sekarang itu kan Dira mau masuk lanjut lagi ke kampus kamu ya katanya . Nah cuma jadwal dia itu bentrok sama les yang harusnya disini . Nah kemarin itu dira sempat whatsapp papi . Boleh nggak kalo haidar aja yang kesini . Karena jauh juga kan dari ujung ke ujung " jelas hendra
" Terus jawaban papi apa ? "
" Ya papi bilang, tanya haidar nya aja . Dan haidar nya mau . Semangat banget belajar nya . Kata haidar belajar sama dira itu harus serius dan jarang bercanda . Ya sedikit kaku sih tapi haidar nyambung belajar nya "
" alhamdulillah kalo gitu pi ,yaudah papi kasih tips lebih aja buat Dira " kata Dara
" Itu pasti "
Dara mengangguk dia memeluk mama nya yang saat ini serius nonton gosip
__ADS_1
" kak Dara, ini cukuran nya dan ini kembalian nya " kata mba
" ambil aja mba kembalian nya , itung itung ongkos jalan " Dara menerima nya
" Makasih kak Dara "
Dara mengangguk , dia pamit ke kamar lagi untuk mencukur kumis dan jenggot Suaminya
" Haloo suamiku, sedang apa kamu di dalam kamar " kata Adara membuka kamar
Adit mengangkat telunjuk di bibirnya . Saat ini dia sedang menghubungi rekan kerjanya
Setelah selesai adit langsung masuk ke kamar mandi , karena Dara sudah bersiap siap dengan busa untuk cukur . Pelan pelan Dara menuangkan busa itu di tangan nya lalu dia oleskan di bagian yang mau di cukur
" Kamu sebelum nya pernah begini ? Cukur cukur kumis gitu ? "
" Pernah sama Mantan dulu " jawab Dara
" dimana ? Ngapain aja selain cukur "
Dara mengangkat kepalanya , dia menatap suaminya itu yang tiba tiba ketus
" Ini kalo kamu bahas ginian , yang ada nanti kita berantem loh ? "
" Ya biarin, aku tanya sekalin cukur ngapain aja ? " Tanya adit kedua kalinya
" Engak ngapa ngapain Adit Ilham! Kenapa sih kamu cemburuan banget "
" Bohong ! " kata Adit
" Demi , engak ngapa ngapain sayang ku , cinta ku , suamiku yang paling ganteng "
" Aku sama dia gantengan mana ? " Tanya Adit
" Adit Ilham "
" Jujur Adara Agatha Jordan! "
" Diam sayang , aku mau cukur . Jangan ngomong dulu "
Adit diam dia menatap Dara lebih dekat , pelan pelan istrinya itu mencukur nya
" Kamu tuh kalo diam begini , ganteng deh , sehari jangan berantem, jangan ngomong bisa nggak ? " kata Dara
" Engak bisa ! "
" Oh gitu yaaa , berarti kamu kaya ibu ibu gang gitu ya "
" Hemmm "
Dara tersenyum
" Coba bilas sayang , udah selesai ! "
Adit membilasnya, ganteng seperti kemarin kemarin lagi
" 200 ribu untuk cukur kumis nya " pinta Dara
" Jangan 200 ribu , aku kasih kelamin aku , aku kasih "
Dara memukul dada Adit " Mesum ! "
__ADS_1