DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 107


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


Dara mendorong adit , tapi adit malah menahan . Keburu tanggung untuk di lepas


Tok


Tok


" Kak? Bangun kak , udah setengah 7 , dikit lagi Haidar bakalan pergi loh sekolah "


" Diam dulu , jangan dijawab " kata Adit


Dara mengigit bibir bawahnya , Dara tidak bisa buat apa apa lagi karena kedua tangan dara di tahan sama adit


Tok


Tok


Tok


" Arghh sialan nih hendra , buka pintunya " kata Adit kesal


Adit menutup tubuhnya dengan selimut dia memiringkan tubuhnya


Klek


" Iya papi , nanti Dara turun,  lagi di kamar mandi tadi " Jawab Dara


Hendra mengangguk , dara langsung tutup lagi . Dia mendekati suaminya untuk membujuk sarapan


" Ulu Ulu bt nya suami aku ini , nanti kita lanjutin lagi ya , sekarang sarapan dulu " kata Dara mengelus tangan Adit


Adit bermanja memeluk dara " masih pengen sayang , kenapa sih papi kamu itu engak tahu waktu "


" Ya kan udah siang juga , bukan nya engak tahu waktu , tapi kita nya yang engak tahu waktu . Ini kan waktunya berangkat kerja "


" Kamu lebih bela papa kamu dari pada suami kamu sendiri ? " Tanya Adit


" Ya bela kamu dong sayang , kenapa sih semenjak menikah kamu itu lebih kek anak bontot banget gitu loh,  tapi this ok , aku suka kamu manja manja gitu . Yaudah yuk ah sarapan . Laper aku "


Adit mengangguk dia memakai pakaian kembali yang sempat di lempar di lantai , tak lupa merapikan rambut nya


" Kasih ciuman dulu buat di pagi hati " pinta Adit


Cup


Dara mengecup pipi adit , mereka segera keluar kamar dan turun kebawah . Dimana sudah pada mulai sarapan


Saat Dara turun , hendra pun beranjak bangun untuk memeluk putrinya . Begitu pun nya Dinda.  Mereka giliran memeluk anak kesayangan nya


" Sabar ya bro, emang suka gitu anak perempuan di utamakan" kata Adit


Haidar hanya bisa tersenyum.  Setelah cukup lama kedua orang tuanya datang


Semua makanan lauk lauk , hendra berikan pada piring Adara . Adara hanya tersenyum sekangen itu kah papi ?


" hehe , papi , aku udah cukup kenyang loh"

__ADS_1


Hendra tersenyum ' Sesekali kamu makan banyak "


Adara mengangguk , dia menghabiskan semua yang ada di piring nya . Baru kali ini Dara makan porsi kuli


Adit mengecup perut Dara,  wanita itu hanya memakai bra saja ketika di dalam kamar . Bener bener kenyang sampai Dara tak kuat untuk berdiri maupun berjalan


" Perut aku kenyang banget , bisa bisa tiap hari begini , gendut aku "


" Bagus dong gendut,  berarti bahagia "


Dara melempar bantal pada suaminya itu


" Gak mau ah apaansi , pokonya mau diet !"


" Pake diet diet, di kasih eskrim , atau seblak di rumah Dinda juga di hantam "


" Hehe , ya kan seengaknya ada niat gitu loh , kamu mah bikin patah semangat aja !"


Adit tersenyum dia mengecup perut Dara lagi juga tangan itu mengelusnya


" Dar , aku kepikiran lagi , kalo dalam bulan bulan ini kamu hamil dan rencana yang kita susun 2 tahun lagi gimana ? "


" Engak mungkin lah , ya memang baru kita kek sehari sekali tapi kek nya engak mungkin sih atau aku kontrol ke dokter aja kali ya Dit ? "


" Yaudah kamu kontrol aja , tapi saran aku kek nya aku harus pakai pengaman kali ya ? "


" Ya terserah kamu aja , tapi kek nya engak mungkin kamu bisa pakai , karena kamu itu orang nya lebih kek 'ahh udah tanggung engak usah pake pake gini ginian ' "


" Masa sih ? Tahu kaya gini dari dulu aja pas pertama kali kenal langsung di nikahin ya ? Itu juga kamu sekarang udah kecintaan banget sama Adit "


Dara tertawa dia melebarkan matanya


Adit tertawa mendengar hal itu


"  Mau di bantu cukur enggak kumis nya ? Kamu kaya om om tahu " kata Dara


" Aku engak bawa cukuran sayang , emang kamu ada ? "


" Aku beli dulu suruh mbak ya "


Adit mengangguk , dara mengambil uang beberapa lalu dia turun ke bawah meninggalkan adit di dalam kamar . Sambil itu Dara melihat mama dan papi nya lagi ngobrol membahas haidar yang sudah menjadi lebih baik lagi


" Kak ! Sini " kata hendra


Adara mengangguk , dia mengambil buah apel yang di meja makan lalu dia ikut bergabung


" Kamu udah tahu belom kalo haidar itu sekarang jadi lebih baik , papi kadang suka cek dia lagi belajar , bahkan game dia aja mau di simpan atau di jual "


" Oh ya? Bagus dong , berarti aku engak salah pilih guru les kan ? " Kata Dara


" Iya , tapi sekarang itu kan Dira mau masuk lanjut lagi ke kampus kamu ya katanya . Nah cuma jadwal dia itu bentrok sama les yang harusnya disini . Nah kemarin itu dira sempat whatsapp papi . Boleh nggak kalo haidar aja yang kesini . Karena jauh juga kan dari ujung ke ujung " jelas hendra


" Terus jawaban papi apa ? "


" Ya papi bilang,  tanya haidar nya aja . Dan haidar nya mau . Semangat banget belajar nya . Kata haidar belajar sama dira itu harus serius dan jarang bercanda . Ya sedikit kaku sih tapi haidar nyambung belajar nya "


" alhamdulillah kalo gitu pi ,yaudah papi kasih tips lebih aja buat Dira  " kata Dara


" Itu pasti "


Dara mengangguk dia memeluk mama nya yang saat ini serius nonton gosip

__ADS_1


" kak Dara,  ini cukuran nya dan ini kembalian nya " kata mba


" ambil aja mba kembalian nya , itung itung ongkos jalan " Dara menerima nya


" Makasih kak Dara "


Dara mengangguk , dia pamit ke kamar lagi untuk mencukur kumis dan jenggot Suaminya


" Haloo suamiku,  sedang apa kamu di dalam kamar " kata Adara membuka kamar


Adit mengangkat telunjuk di bibirnya . Saat ini dia sedang menghubungi rekan kerjanya


Setelah selesai adit langsung masuk ke kamar mandi , karena Dara sudah bersiap siap dengan busa untuk cukur . Pelan pelan Dara menuangkan busa itu di tangan nya lalu dia oleskan di bagian yang mau di cukur


" Kamu sebelum nya pernah begini ? Cukur cukur kumis gitu ? "


" Pernah sama Mantan dulu " jawab Dara


" dimana ? Ngapain aja selain cukur "


Dara mengangkat kepalanya , dia menatap suaminya itu yang tiba tiba ketus


" Ini kalo kamu bahas ginian , yang ada nanti kita berantem loh ? "


" Ya biarin,  aku tanya sekalin cukur ngapain aja ? " Tanya adit kedua kalinya


" Engak ngapa ngapain Adit Ilham! Kenapa sih kamu cemburuan banget "


" Bohong ! " kata Adit


" Demi , engak ngapa ngapain sayang ku , cinta ku , suamiku yang paling ganteng "


" Aku sama dia gantengan mana ? " Tanya Adit


" Adit Ilham "


" Jujur Adara Agatha Jordan! "


" Diam sayang , aku mau cukur . Jangan ngomong dulu "


Adit diam dia menatap Dara lebih dekat , pelan pelan istrinya itu mencukur nya


" Kamu tuh kalo diam begini , ganteng deh , sehari jangan berantem,  jangan ngomong bisa nggak ? " kata Dara


" Engak bisa ! "


" Oh gitu yaaa , berarti kamu kaya ibu ibu gang gitu ya "


" Hemmm "


Dara tersenyum


" Coba bilas sayang , udah selesai ! "


Adit membilasnya,  ganteng seperti kemarin kemarin lagi


" 200 ribu untuk cukur kumis nya " pinta Dara


" Jangan 200 ribu , aku kasih kelamin aku , aku kasih "


Dara memukul dada Adit " Mesum ! "

__ADS_1


__ADS_2