
Keesokan harinya Dara senyum senyum kepada dua sahabat nya itu
" Btw , hari ini gue traktir deh kalian berdua , tapi dengerin cerita gue yah " Kata Dara
" asikkk " Jawab Rasya
Dinda dan rasya kedua sepasang suami istri itu langsung tiba tiba semangat
" Yang enak dong makannya , steak gitu beb , masa di kantin terus " kata Dinda protes
" Yaudah ini kita mau makan dimana? Mumpung masih ada waktu 3 jam lagi " kata Dara sambil memegang ponselnya
" ke mall ? Atau makan di luar toko gitu? " kata Rasya
" Mall aja yuk , sekalian kapan kapan kita foto box bertiga " kata Dara
" Yaudah , kuy , mobil gua parkir di sana , kalian tunggu sini aja " kata Rasya
Dara juga Dinda mengangguk , mereka berdua duduk di samping taman kampus , sambil menunggu rasya mengambil mobilnya
Beberapa menit kemudian mereka sampai di mall , kedua sepasang kekasih itu hanya diam . Biarlah Dara yang memilih dimana restoran steak nya
Masuk lah dan pesan . Dinda hanya diam pasalnya Dara berani banget makan steak yang di atas 400 rb ke atas
" Kak aku mau sirloin tapi di take away aja ya " kata Dara
Dara menatap dua sahabat nya itu , mereka masih pilih pilih . Hingga akhirnya mereka bertiga sudah memilih menu yang berbeda
" Jadi apa nih yang mau lo omongin? " Tanya Dinda
Dara memberikan satu kotak kepada mereka berdua. Belum Dara kasih kode apa apa . Mereka malah membuka nya lebih dulu
" Lo hamil dar ? Serius? "
Dara tersenyum sambil mengangguk
" Akhirnya kita hamil bareng .... tunggu , ini lu baru cek yang kemarin kita beli itu kan ?"
" Iya , gue belom sempet cek kandungan , adit sibuk terus tapi kayanya bakalan cek sih minggu minggu ini , adit udah bilang "
Rasya tersenyum getir mendengar perkataan Dara hamil
" Btw gue mau ke toilet dulu ya , ga tau nih semenjak hamil bawaan nya pipis terus "
" Mau gua antar? " Tanya Dara
" Gak usah dar , lo disini aja " kata Dinda
" Oke "
Ketika Dinda pergi keduanya malah akward. Mereka berdua malah tidak ada obrolan
" Dar ... kapan kapan gua boleh ga ngomong berdua sama lo ? Tanpa dinda ?"
" Mau ngapain ? Jangan bilang lo engak bisa move on ? "
" Iya, Gua belom bisa move on dar . 3 tahun bukan waktu yang sebentar menurut gua dar . Kita sama sama belom bisa selesai sama masa lalu kita dar . Gua yakin ada satu atau dua yang tiba tiba lo keingat gua , maksud gua , gua mau ngobrol berdua sama lo , gua mau selesai in semuanya. Gua capek dar tiba tiba keingat lo "
__ADS_1
Dara diam
" Gimana menurut lo ? " Tanya rasya
" Yaudah ok , ini tanpa sepengetahuan pasangan kita ya "
" Deal , nanti gua kabarin "
Minuman datang , dan detik itu juga Dinda datang
Drt...
Drt...
📲 Adit Ilham 🖤
( Ya Halo sayang ) kata Dara
( Kamu dimana Mam ? Udah pulang? Bukan nya masih ada 1 kelas lagi? Aku cari kamu di kantin engak ada ?)
( aku lagi makan di mal cc sama Dinda sama Rasya juga , kamu udah makan ? ) Tanya Dara
( Kok engak bilang aku sih ? Kamu itu lagi bunting , kalo kenapa kenapa gimana ? )
( Kan pergi nya engak sendiri juga , yaudah kamu mau kesini ? ) Tanya Dara lagi
( Kalo dibilangin engak nurut ya ! Balik jam berapa dari sana ? )
( Ya maaf , engak lama kok , aku udah beliin kamu makanan , buat nanti ke kantor) kata Dara
( Yaudah , kabarin kalo udah mau pulang ke kampus lagi , makasih ya , yaudah aku mau makan siang dulu sama temen temen nih , ada dira juga)
( i love you ) kata Adit
( Ya , i love you sayang)
Dinda langsung mual mendengar itu , sedangkan rasya ? Tentu pria itu dari tadi hanya diam . Entahlah kenapa pria itu saat tahu Dara lagi hamil, pria itu hanya diam
##
Sore itu Papi dan Mama datang ke tempat tinggal Haidar . Sebelum nya Papi menghubungi Dara menanyakan dimana anaknya itu tinggal
Setelah diberi alamat barulah mereka pergi. Papi dan Mama awal datang terkejut sih , serius mereka tinggal di apartemen mewah kaya gini ? Ya balik lagi ke Dira , Wanita pekerja keras
" Pencet Pi " kata Mama Dinda
Papi memencet bell , tak lama kemudian pintu terbuka . Dira lah yang membukanya
" Papi ... Mama " kata Dira terkejut
Dira langsung menyuruh nya untuk masuk
" Gapapa pi , pakai aja sepatunya " kata dira
Tapi tetap mertuanya itu melepaskan alas kaki . Dira langsung memanggil haidar di kamar . Pria itu lagi mengerjakan PR
" Papi , mama kok engak bilang mau kesini, nanti kita antar di bawah " Kata haidar
__ADS_1
Dira pun langsung gercep menuangkan juice orange untuk kedua mertuanya juga kebetulan dira membuatkan macaroni scotel
Haidar tersenyum pada dua orang tuanya itu , ada apa mereka datang kesini , haidar mencoba berfikir positif
" Maafin papi ya kalo papi udah bikin kalian tersinggung, maksud papi , Dira tahu lah kalo haidar itu masih anak anak banget , jadi papi mau ajarin haidar hidup engak selamanya tergantung orang tua , dan papi juga mau haidar itu belajar tanggung jawab "
Haidar mengangguk
" Papi merasa bersalah banget pas dira mau istirahat, dan mama juga minta maaf kalo udah bikin kalian tersinggung saat meremehkan kalian belum sarapan, tapi jujur dalam hati yang paling dalam , kita berdua udah menerima Dira . Dan ... " kata papi
Haidar dan Dira menunggu Jawaban lain nya
" Papi ... sama Mama suka masakan kamu hehe , soto padang nya kita suka "
Dira langsung tersenyum mendengar itu
" Mantap kan pi ? Engak salah kan aku pilih istri ? " ejek Haidar
Papi langsung mengacak acak rambut Haidar
" Mantap " kata papi sambil mengangkat jempol
Keempat manusia ruang tamu itu tertawa . Dira menawarkan masakan yang baru aja dia buat untuk cemilan haidar . Pria itu suka ngemil yang berat berat
" Enak , kamu itu pintar masak ya ? " kata Mama Dinda
" Engak kok ma, coba coba aja "
" ah suka merendah kamu mah , kamu belajar masak sejak kapan ? " kata Mama Dinda
" Aku ikut kelas masak ma , jadi apa yang di ajarkan di kelas aku belajar lagi disini , ya kan tinggal sendiri juga di sini , paling ini sih adit sama temen temen yang suka main kesini buat jadi bahan percobaan makanan "
" Oh adit sering main kesini ? " kata papi
Dira mengangguk. Papi memberikan kunci mobil Haidar lagi , papi memberikan semua fasilitas milik nya
" Makasih Pi " Kata Haidar
" Kamu balik sekolah lagi? Gimana sama sekolah kamu ? " kata Mama Dinda
" Baik kok , lancar , sekarang engak perlu bayar les lagi , kan udah ada guru nya yang tinggal disini " ejek haidar lagi
Mereka kembali ketawa lagi
" Seneng papi tuh kalo kamu sekarang mulai suka bercanda , Dira pengaruh juga ya buat kamu , dira . Makasih udah buat haidar banyak ngomong kaya gini ya "
Dira mengangguk , wanita itu hanya bisa tersenyum
" Papi mau coba boleh ya "
" Ya silahkan pi " kata Dira
Dira menatap papi , gimana jawaban papi setelah mencoba scotel buatan nya
" emmm , enak , padahal ini udah gigitan keberapa ya , tetap enak " kata Papi
" Bukan nya masih ada satu loyang lagi ? Kasih papi aja " kata haidar
__ADS_1
" Iya nanti aku bungkusin buat pulang ya pi, ma" kata Dira