DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 152


__ADS_3

Keesokan harinya Dara senyum senyum kepada dua sahabat nya itu


" Btw , hari ini gue traktir deh kalian berdua , tapi dengerin cerita gue yah " Kata Dara


" asikkk " Jawab Rasya


Dinda dan rasya kedua sepasang suami istri itu langsung tiba tiba semangat


" Yang enak dong makannya , steak gitu beb , masa di kantin terus " kata Dinda protes


" Yaudah ini kita mau makan dimana? Mumpung masih ada waktu 3 jam lagi " kata Dara sambil memegang ponselnya


" ke mall ? Atau makan di luar toko gitu? " kata Rasya


" Mall aja yuk , sekalian kapan kapan kita foto box bertiga " kata Dara


" Yaudah , kuy , mobil gua parkir di sana , kalian tunggu sini aja " kata Rasya


Dara juga Dinda mengangguk , mereka berdua duduk di samping taman kampus , sambil menunggu rasya mengambil mobilnya


Beberapa menit kemudian mereka sampai di mall , kedua sepasang kekasih itu hanya diam . Biarlah Dara yang memilih dimana restoran steak nya


Masuk lah dan pesan . Dinda hanya diam pasalnya Dara berani banget makan steak yang di atas 400 rb ke atas


" Kak aku mau sirloin tapi di take away aja ya " kata Dara


Dara menatap dua sahabat nya itu , mereka masih pilih pilih . Hingga akhirnya mereka bertiga sudah memilih menu yang berbeda


" Jadi apa nih yang mau lo omongin? " Tanya Dinda


Dara memberikan satu kotak kepada mereka berdua. Belum Dara kasih kode apa apa . Mereka malah membuka nya lebih dulu


" Lo hamil dar ? Serius? "


Dara tersenyum sambil mengangguk


" Akhirnya kita hamil bareng .... tunggu , ini lu baru cek yang kemarin kita beli itu kan ?"


" Iya , gue belom sempet cek kandungan , adit sibuk terus tapi kayanya bakalan cek sih minggu minggu ini , adit udah bilang "


Rasya tersenyum getir mendengar perkataan Dara hamil


" Btw gue mau ke toilet dulu ya , ga tau nih semenjak hamil bawaan nya pipis terus "


" Mau gua antar? " Tanya Dara


" Gak usah dar , lo disini aja " kata Dinda


" Oke "


Ketika Dinda pergi keduanya malah akward. Mereka berdua malah tidak ada obrolan


" Dar ... kapan kapan gua boleh ga ngomong berdua sama lo ? Tanpa dinda ?"


" Mau ngapain ? Jangan bilang lo engak bisa move on ? "


" Iya, Gua belom bisa move on dar . 3 tahun bukan waktu yang sebentar menurut gua dar . Kita sama sama belom bisa selesai sama masa lalu kita dar . Gua yakin ada satu atau dua yang tiba tiba lo keingat gua , maksud gua , gua mau ngobrol berdua sama lo , gua mau selesai in semuanya. Gua capek dar tiba tiba keingat lo "

__ADS_1


Dara diam


" Gimana menurut lo ? " Tanya rasya


" Yaudah ok , ini tanpa sepengetahuan pasangan kita ya "


" Deal , nanti gua kabarin "


Minuman datang , dan detik itu juga Dinda datang


Drt...


Drt...


📲 Adit Ilham 🖤


( Ya Halo sayang ) kata Dara


( Kamu dimana Mam ? Udah pulang? Bukan nya masih ada 1 kelas lagi? Aku cari kamu di kantin engak ada ?)


( aku lagi makan di mal cc sama Dinda sama Rasya juga , kamu udah makan ? ) Tanya Dara


( Kok engak bilang aku sih ? Kamu itu lagi bunting , kalo kenapa kenapa gimana ? )


( Kan pergi nya engak sendiri juga , yaudah kamu mau kesini ? ) Tanya Dara lagi


( Kalo dibilangin engak nurut ya ! Balik jam berapa dari sana ? )


( Ya maaf , engak lama kok , aku udah beliin kamu makanan , buat nanti ke kantor) kata Dara


( Yaudah , kabarin kalo udah mau pulang ke kampus lagi , makasih ya , yaudah aku mau makan siang dulu sama temen temen nih , ada dira juga)


( i love you ) kata Adit


( Ya , i love you sayang)


Dinda langsung mual mendengar itu , sedangkan rasya ? Tentu pria itu dari tadi hanya diam . Entahlah kenapa pria itu saat tahu Dara lagi hamil, pria itu hanya diam


##


Sore itu Papi dan Mama datang ke tempat tinggal Haidar . Sebelum nya Papi menghubungi Dara menanyakan dimana anaknya itu tinggal


Setelah diberi alamat barulah mereka pergi. Papi dan Mama awal datang terkejut sih , serius mereka tinggal di apartemen mewah kaya gini ? Ya balik lagi ke Dira , Wanita pekerja keras


" Pencet Pi " kata Mama Dinda


Papi memencet bell , tak lama kemudian pintu terbuka . Dira lah yang membukanya


" Papi ... Mama " kata Dira terkejut


Dira langsung menyuruh nya untuk masuk


" Gapapa pi , pakai aja sepatunya " kata dira


Tapi tetap mertuanya itu melepaskan alas kaki . Dira langsung memanggil haidar di kamar . Pria itu lagi mengerjakan PR


" Papi , mama kok engak bilang mau kesini, nanti kita antar di bawah " Kata haidar

__ADS_1


Dira pun langsung gercep menuangkan juice orange untuk kedua mertuanya juga kebetulan dira membuatkan macaroni scotel


Haidar tersenyum pada dua orang tuanya itu , ada apa mereka datang kesini , haidar mencoba berfikir positif


" Maafin papi ya kalo papi udah bikin kalian tersinggung, maksud papi , Dira tahu lah kalo haidar itu masih anak anak banget , jadi papi mau ajarin haidar hidup engak selamanya tergantung orang tua , dan papi juga mau haidar itu belajar tanggung jawab "


Haidar mengangguk


" Papi merasa bersalah banget pas dira mau istirahat, dan mama juga minta maaf kalo udah bikin kalian tersinggung saat meremehkan kalian belum sarapan, tapi jujur dalam hati yang paling dalam , kita berdua udah menerima Dira . Dan ... " kata papi


Haidar dan Dira menunggu Jawaban lain nya


" Papi ... sama Mama suka masakan kamu hehe , soto padang nya kita suka "


Dira langsung tersenyum mendengar itu


" Mantap kan pi ? Engak salah kan aku pilih istri ? " ejek Haidar


Papi langsung mengacak acak rambut Haidar


" Mantap " kata papi sambil mengangkat jempol


Keempat manusia ruang tamu itu tertawa . Dira menawarkan masakan yang baru aja dia buat untuk cemilan haidar . Pria itu suka ngemil yang berat berat


" Enak , kamu itu pintar masak ya ? " kata Mama Dinda


" Engak kok ma, coba coba aja "


" ah suka merendah kamu mah , kamu belajar masak sejak kapan ? " kata Mama Dinda


" Aku ikut kelas masak ma , jadi apa yang di ajarkan di kelas aku belajar lagi disini , ya kan tinggal sendiri juga di sini , paling ini sih adit sama temen temen yang suka main kesini buat jadi bahan percobaan makanan "


" Oh adit sering main kesini ? " kata papi


Dira mengangguk. Papi memberikan kunci mobil Haidar lagi , papi memberikan semua fasilitas milik nya


" Makasih Pi " Kata Haidar


" Kamu balik sekolah lagi? Gimana sama sekolah kamu ? " kata Mama Dinda


" Baik kok , lancar , sekarang engak perlu bayar les lagi , kan udah ada guru nya yang tinggal disini " ejek haidar lagi


Mereka kembali ketawa lagi


" Seneng papi tuh kalo kamu sekarang mulai suka bercanda , Dira pengaruh juga ya buat kamu , dira . Makasih udah buat haidar banyak ngomong kaya gini ya "


Dira mengangguk , wanita itu hanya bisa tersenyum


" Papi mau coba boleh ya "


" Ya silahkan pi " kata Dira


Dira menatap papi , gimana jawaban papi setelah mencoba scotel buatan nya


" emmm , enak , padahal ini udah gigitan keberapa ya , tetap enak " kata Papi


" Bukan nya masih ada satu loyang lagi ? Kasih papi aja " kata haidar

__ADS_1


" Iya nanti aku bungkusin buat pulang ya pi, ma" kata Dira


__ADS_2