DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Bermalam Berdua


__ADS_3

Tubuh Adara telah di bersihkan oleh dira tadi,  dengan menggunakan tissu basah . Hingga saat ini wanita yang sebagai calon istrinya tertidur pulas sambil memeluk guling


Pandangan Adit tertuju dengan ponsel adara panggilan dari om hendra . Setelah panggilan terputus adit membalas pesan yang dari tadi sang papi nya bertanya kapan pulang


Me


Aku dirumah Adinda pih, Adinda dirumah sendiri jadi aku dan temen temen nemenin. Boleh kan pi ?


Drt...


Adit tidak mengangkat , tapi dia membaca pesan dari om hendra yang mengizinkan . Adit langsung mematikan ponsel Adara lalu dia menatap Adara begitu tenang sekali tidur


Adit ikut merebahkan di samping adara , dan sebuah tangan menyentuh dada adit . Jarak mereka begitu dekat sekali


" Tangan lo gila dar , dari tadi gua nahan buat engak menyentuh lo ! " kata Adit meminggirkan tangan Adara lalu dia mengambil guling menjadi batasan


Bisa aja Adit tidur di luar kamar atau di bawah , tapi Adit ingin menemani Adara tidur di samping nya walaupun berat bagi Adit untuk tidak menyentuhnya


##


Adara terbangun karena merasa mual , dan ketika keluar dari kamar mandi Adara terdiam terpaku saat dirinya berada di sebuah kamar , dan tidur berdua dengan Adit


" Udah gila kali dia ya ! Ngapain bawa gua kesini! Ini tempat siapa ? " gumam Adara


Adara mendekati ranjang lagi , dia terdiam saat Adit tertidur dengan damai meringkuk memeluk guling


Dan detik itu juga Adit terbangun karena tidurnya terganggu dengan sentuhan Adara yang membangunkan nya dengan cara mengelus tangan


" Yang gua inget gua lagi di bar , minum , kenapa gua ada disini ? " Tanya Adara


" Gua yang bawa lo kesini,  ada banyak pertanyaan yang gua mau tanya sama lo , tapi sebelum itu,  kenapa 2 kali lo melanggar janji sama gua ? " kata Adit


" Maaf ... "


Adit terbangun , di segera keluar dari kamar untuk minum yang dingin dingin.  Di ikuti oleh Adara di belakangnya

__ADS_1


" Duduk ! " Kata Adit begitu tegas nya


Adara duduk , dan menundukkan kepalanya . Adit mengambil cermin lalu dia berikan kepada Adara


" Lihat leher lo ! "


Adara terkejut


" Sebanyak ini ? Kakak ! " kata Adara sedikit teriak


" Najis gua sentuh lo ! " kata Adit


Adara mengelus tanda merah di lehernya begitu banyak


" Gua tadi siang kerumah lo , terus nyokap lo bilang kerumah temen lo . Akhirnya gua datang sendiri ke acara keponakan gua . Gua pantengin instagram lo biar gua tahu lo lagi ngapain dan dimana . Lo di bar ! Gua datangin detik itu juga ninggalin acara keluarga.  Demi lo ! " kata Adit


Adara menunduk kepalanya , merasa sedang di marahi oleh sang abang


" Gua liat lo lagi di pegang ini , pegang itu . Gue pukul itu cowok ! Lo gimana sih jadi cewek murahan banget ! Ga bisa jaga diri "


Hiks hiks


Adit masa bodo yang terpenting setelah ini Adara bisa berpikir dewasa


" Lo pikir dong orang tua lo kek gimana ngejaga lo , inget ya lo itu anak baru gede ! Masih minta uang sama orang tua aja sok sok an mabuk ! Ga usah lah gitu gituan an jangan ikutin temen yang engak baik ! "


Adit terdiam menatap Adara yang menangis sesegukan karena di marahin malam malam . Adit menatap jam pukul 02.40 pagi


" Modal sedikit dong kalo mau bergaul sama yang lebih nakal , kerja ! Cari uang sendiri! Tinggal sendiri jangan tinggal sama orang tua ! Ini masih sekolah belagu nya udah kaya anak presiden! Lo ngaca seharusnya. bokap lo mati matian cari uang buat lo sama haidar ! Tapi di belakang itu lo malah asik mabuk ! Berhubungan intim lagi ! Kasian orang tua lo di akhirat nanti , bukannya gua sok agama tapi gua bakalan ngerasain itu kalo gua punya anak perempuan " kata Adit lagi


" Kalo lo sampe hamil , gimana nasib itu anak ? Apa kalian engak malu biayain anak kalian dengan hasil uang orang tua ? Gua sih malu ! Lebih baik gua kerja kuli bangunan dari pada minta sama orang tua ! Harusnya lo sadar lo itu di sekolahin buat belajar , supaya bisa kuliah dan kerja yang bagus bukan malah mabuk , bergaul sana sini . Kalo udah sampe hamil ! Mampus lo ! Nangis darah pun engak bakalan bisa balik lagi seperti perawan lagi " lanjut Adit


" Udah ! Stop kak ! " kata Adara menangis sesegukan , menutup kedua telinganya


Adit terdiam lalu dia memeluk adara . Keduanya saling berpelukan

__ADS_1


" Maaf ... " hanya itu yang keluar dari mulut Adara


Tangis Adara pecah saat Adit meminta maaf karena telah mengeluarkan kata kata yang membuatnya sesak tadi


Uhuk uhuk uhuk


Adit melepaskan pelukan nya dia langsung memberikan minum . Dan seketika itu adara langsung memuntahkan isi di perutnya


" Pada dasar nya gua itu ga suka alkohol,  cuma tadi di suruh minum sama temen temen " kata Adara


Adit tak menjawab dia terus mengelus punggung Adara . Begini lah masa depan Adit nanti tinggal berdua sama Adara


Apalagi ketika wanita di depan nya itu hamil dan Adit harus sigap saat Adara mual karena hamil


Kraukkk


Adit tersenyum


" Lapar gua kak ! Terakhir makan tadi jam 8 an " Kata Adara


Adit memegang tangan adara , segera pergi ke meja makan . Dan adit memberikan sup dan juga roti untuk adara


" Pengen makan nasi kak ! Ga kenyang kalo gini doang " Kata Adara


" Makan itu dulu sementara,  nanti kita keluar cari makanan " kata Adit


Adara mengangguk . Dia memakan sup ayam juga roti . Sesekali Adara juga menyuapi Adit sup dan roti



Adara memesan banyak makanan dari mulai ayam , nuget , kentang sampai eskrim . Setelah melakukan drive thru . Mereka kembali lagi ke apartemen


Tadinya mau melakukan ojek , cuma restoran di ojek maximal jam 9 malam padahal beberapa restoran ada yang melayani 24 jam


" itu apartemen punya lo kak ? " kata Adara

__ADS_1


" Punya temen gua , gua sewa , dia balik kerumah orang tuanya yang kebetulan dekat dari apartemen "  Jawab Adit


Sampai lah mereka di apartemen,  Adit membawakan makanan hanya Adara yang membawakan dua eskrim cone milik mereka berdua


__ADS_2