
Dara melambaikan tangannya ketika dia mengucapkan terima kasih atas traktiran sama Rasya
Pria itu terus bertanya selama perjalanan tadi , kapan dirinya bisa mengajak jalan atau makan berdua lagi
Dara tidak berbuat janji , dirinya takut ada orang lain terutama kedua orang tuanya yang mengetahui kembalinya hubungan mereka membaik . Padahal Papi nya yang memutuskan untuk tidak berkomunikasi lagi
Jujur dari hati yang paling dalam , Adara berbunga bunga , dan kecupan di pipi nya engak bakal Dara cuci ketika tadi di parkiran restoran Rasya mengecupnya
Sedangkan di perjalanan pulang , sama halnya dengan Dara . Rasya bahagia sekali kerinduan nya terobati , engak papa mereka cuek cuek ketika di satu sekolah . Di luar sekolah mereka akan terus menempel
Semoga aja Dara terus meluangkan waktunya berdua
##
Hari hari berikutnya Dara bener bener kesepian, di tambah lagi tidak ada sama sekali pesan atau telpon dari Adit
Dara juga tidak membuka blokiran Rasya . Jadi kalo emang nanti berniat ngajak jalan atau makan , ngomong langsung aja di sekolah
Hari hari Dara hanya menonton film setelah pulang sekolah , dan beristirahat lalu makan dan belajar melanjutkan film lagi . Walaupun teman temannya mengajak untuk kesana kemari
Tetap Dara di buat mager , atau Dara mengingat janjinya sama Adit saat Adit akan pergi ke Turki
Malam minggu ini juga Dara mengajak teman temannya untuk menginap . Tentu mereka sangat senang karena di janjian Dara di belikan makanan yang enak enak
Haidar tersenyum ketika piyama yang dia beli untuk Adinda di pakainya . Piyama polos warna hitam terlihat cantik di tubuh Adinda
" Eh tolong dong ambil ojek minuman dibawah ! Gua tanggung banget lagi maskeran " kata Dara
Adinda beranjak bangun karena kebetulan juga Haidar ada dibawah . Tanpa di ketahui adinda . Haidar yang berniat ke kamar nya terpaksa mengambil ojek minuman
" Malam minggu dari mana ? Ceweknya disini kok keluar ? " kata Adinda
" Kerumah temen " Jawab Haidar
" Lihat aku pake piyama dari kamu , bagus dan cocok di tubuh aku nggak ? " Tanya adinda sambil tersenyum
Adinda merasa cantik memakai piyama polos dari kekasihnya , apakah Haidar merasakan seperti itu
" Biasa aja sih , ga cantik cantik amat " kata Haidar
Wajah yang tadinya bahagia , kini redup . Mood nya hancur ketika Haidar tidak mengakui kalo dirinya cantik
" Kamu juga ga ganteng ganteng amat , jelek malahan ! " kata Adinda kini membalas
__ADS_1
" Aku ga peduli mau ganteng atau jelek , Aku yang ngejalanin diri sehari hari engak perlu meminta orang lain untuk menilainya" jawab Haidar
Adinda mengepalkan tangannya
" Dasar sombong ! " kata Adinda geram , adinda menarik kantong es lalu dia berlari meninggalkan haidar
Haidar di buat bingung, kenapa jadi Ceweknya yang marah , padahal Haidar tidak sama sekali ada niat buat kekasihnya itu marah . Ah namanya juga cewek ! Ribet ! Repot !
Adinda sedikit membanting es itu di meja ruang keluarga, enak juga rumah Adara , lantai satu di kuasai orang tuanya dan lantai dua di kuasai oleh anak anaknya . Hingga kini mereka berenam sedang menguasai ruang keluarga
" Adik lo nyebelin banget , dasar sombong! " grutu Adinda
Haidar yang baru saja naik ke lantai dua tidak sama sekali menatap temen temen dari kakaknya . Cowok itu sibuk menelepon. Entah siapa yang dia telpon !
Tanpa berlama lama lagi Adinda mengambil hp lalu dia blokir whatsapp Haidar . Adinda juga yakin kok kalo pacarnya itu tidak akan mengabari
Pasti cowok itu berpikir buat apa chatinggan kalo dirinya menginap dirumahnya . Dan kalo mau tahu lagi apa pasti kan kedengeran suara game nya
Mood mereka kembali baik lagi ketika berpindah ke dalam kamar . Memindahkan semua makanan kedalam kamar lalu lampu di matikan . Focus kepada film yang mereka tonton
##
Pagi harinya mereka bersembilan sarapan bersama . Tatapan haidar juga biasa aja seolah tidak mengenal adinda di meja itu
Mereka hanya mengangguk sebagai jawaban dari orang tua Adara
" Lucu ya pake gelang sama semua , berasa punya anak gadis enam ya ma " kata Hendra sambil tersenyum
" Iya, wajahnya juga hampir mirip mirip " kata Adinda kali ini
Tentu saja mereka yang di samakan seperti itu menatap geli pada teman di samping sampingnya . Adinda mengangkat alis nya menggoda Dara
" Haidar , kamu tahu ga siapa aja nama teman teman kakak ? Kenalan dulu nih " kata Hendra
Hendra ingin kedua anaknya ramah pada orang lain , cuma yang kedua ini tipe orang yang bodo amat tidak peduli dengan sekitar
Respon Haidar hanya diam , malas juga merespon mereka semua teman temannya apalagi respon Adinda . Makin kesini Haidar malah bosan sama hubungan nya
" Udah kenal , ga perlu kenalan lagi " kata Haidar singkat
" Kamu nih jangan cuek cuek , kita disini saling ngobrol , berkomunikasi , siapa tahu di antara teman teman kakak , ada yang kecantol sama kamu "
Uhuk
__ADS_1
Uhuk
Haidar maupun Adinda terbatuk, respon mereka membuat satu meja makan itu menatap keduanya
" Papi mau aku jujur atau engak ? "
Haidar melebarkan matanya
" Jujurlah ! Apa mau jujur apa kamu "
Haidar beranjak bangun
" Haidar pacaran sama Adinda " kata Adara
Membuat kedua orang tua itu terkejut , tapi respon Adinda sang mama malah tersenyum
" Duduk kamu ! Pacar ada disini dari tadi malah kamu cuek cuek aja ! " kata Hendra kini malah protes
Adinda hanya diam menunduk malu , apakah dirinya di terima oleh orang tua Dara dan Haidar
Tentu
" Kalian kapan jadian nya ? " Tanya Hendra selidiki keduanya
Haidar terdiam
" Jawab Adinda ! Haidar ! " kini Adinda sang mama membuka suara
" Malu malu dia mah , haha lucu ya kalo ngeliat anak sekolahan pacaran kek gini " kata Hendra yang di angggukin istri
Sedangkan. Dara, Zivana,Naomi, Alfia, Vevina respon mereka tersenyum ga jelas merasa gemes banget sama mereka berdua ini
" Udah mau sebulan om ! " jawab adinda malu
Hendra tersenyum dia menatap adinda maupun haidar
" Punya pacar kok engak kenalin ke papi ! Kamu nih ! Kenalin dong ke papi , kita ajak makan diluar , siapa tahu papi bisa kenal sama orang tuanya Adinda . Iya kan din " Tanya Hendra pada Adinda kekasih anaknya
Adinda menunduk malu. Sedangkan Haidar yang saat itu merasa kesal karena terbongkar sudah di tambah lagi Adinda terang terangan menjawab pertanyaan papi . Segera pergi dari meja makan
" Kamu yang sabar ya hadapin haidar , maklum dia masih kaya anak anak , oh iya kalian berarti umurnya beda 2 tahun ya ? " Tanya Hendra
" Iya ! " Jawab Adinda
__ADS_1