
" Dar engga tahu kenapa ya gua deg deg an banget nih ketemu adik lo "
Adara tersenyum remeh
" Apaansi lo , ini bukan pertama kalinya lo ketemu dia . Lagian kalian ini pacaran pastinya sering berkomunikasi " jawab Dara
Tin tin tin
" Dar, gua duluan ya byeee. Nanti malam kita telponan . Ok ! "
Dara mengangguk dia melambaikan tangannya , kurang beberapa menit ojek motor nya datang untuk mengantar ke kantor Adit
Di dalam mobil itu keduanya terdiam. Walaupun ada banyak percakapan yang ingin di lontarkan pada Adinda . Mobil itu masuk ke basemen salah satu mall . Terparkir rapi . Lalu Haidar menatap penuh kecintaan pada Adinda
" Gimana ? " kata Haidar kini membuka suara
" Kamu jadi lamar aku kan minggu depan?" Tanya Adinda
Haidar menghela nafas membalikan tubuhnya menghadap mobil lainnya
" Dar . Kamu bilang , kamu cinta sama aku. Endingnya kita menikah kan ? Aku ga masalah kalo kita menikah pas masih sekolah kok "
" Din , aku masih sekolah dan umur ku juga di bawah 17 tahun . Papi sama Mama engak izinkan aku "
" Jadi .... "
" Din, coba kamu pikirin . Kalo kita menikah , mau tinggal dimana ? Mau aku kasih makan apa buat kamu ? Aku bisa aja kerja , paling paling pelayan itu pun full time . Aku harus tinggalin sekolah aku ? " kata Haidar
Adinda terdiam
" Menurut kamu endingnya kita gimana ? " Tanya Haidar
Adinda meremas tangannya
" Yaudah kita putus , kamu juga engak ada tanggung jawab nya kan ? Engak bisa mencari jalan keluar . Lebih baik kita putus semuanya selesai "
" Din , kemarin kan aku udah bilang , aku emang begini orang nya " jawab Haidar
" Sekarang kamu pikirin , bukannya Papa aku udah kasih pilihan? Dari awal kamu kan tahu Papa bakal kenalin aku sama temen nya , Papa takut kalo anaknya di sakitin dan berbuat dosa . Jadi lebih baik menurut Papa . Menikah "
" Kenapa harus menikah? Kamu ngga pengen nikmati masa muda kamu ? Engak pengen kaya orang orang nakal dulu ? Kenapa harus menikah adindaaaaa? " Geram Haidar tapi masih mode berbicara pelan
" Buat apa lagi sih kalo sama sama cocok ? Lagian kita bisa pikirkan setelah menikah nanti tinggal dimana itu gampang , kita bisa menikah sambil sekolah "
Haidar tersenyum remeh
__ADS_1
" Aku yang keluar dari rumah , aku harus putus sekolah. Itu yang kamu bilang gampang? Din , aku tahu kamu orang ada . Tapi pikirin orang lain juga . Jangan egois "
" Bukannya kamu yang egois ? Sombong ?" Tanya Adinda
Haidar menarik nafas lebih dalam lagi , memejamkan matanya. Keduanya sama sama terdiam
" Yaudah, aku antar kamu pulang sekarang"
Adinda menoleh menahan tangan haidar untuk menyalakan mesin
" endingnya? " Tanya Adinda
" Kalo kita jodoh , kita ada di pertemuan kedepan nya , aku percaya itu Din . Jadi kita urus masing masing dulu " jawab Haidar tenang
" Pengecut banget kamu ya ? Engak ada rasa bersalah banget bikin orang cinta sama kamu sekarang ditinggalin begitu aja . Inget ya dar. Kakak kamu perempuan . Karma berlaku. Sekarang kamu nyakitin aku suatu saat kakak kamu di sakitin sama orang lain "
" Aku harus apa adinda .... aku beneran pasrah banget sama keadaan kita gini , aku engak punya apa apa ! Kamu pikir aku engak cinta sama kamu ? Kamu pikir cuma kamu yang pengen aku bahagia in ? Din , plis jangan egois" kata haidar
" Emang dari awal kamu itu engak ada perjuangan buat aku , semuanya secara instan " kata Adinda
" Jangan suka ngungkit masa lalu din , gua benci ! " kata Haidar marah
Adinda terdiam
" Kita pulang aja sekarang , aku harap percakapan ini selesai . Aku yakin kok kalo kita jodoh pasti akan di pertemuan . Jangan takut din . Rencana tuhan pasti indah pada waktunya . Aku selalu selipkan nama kamu din di doa ku , asal kamu tahu . Jangan kamu pikir aku bisa seenaknya sama kamu. Doa aku kuat banget buat kamu din " lanjut haidar lagi
##
" Gua mau pipis dulu , titip hp gue " kata Adit
Dara celingak celinguk ketika adit pergi ke toilet sana . Dara ingin tahu whatsapp yang adit chating. Semuanya tentang hewan, obat, dan bisnis nya
Dira ...
" Iya dit , gua tau , tapi tolong ya lu pasangan gas di apartemen gua . Gua mau buat cheese cake nanti malam "
" oke , tunggu ya ! Nanti malam gua kesana , see u 😚 " gumam Dara ketika membaca chatinggan dari dua orang tersebut
Wajah Dara berubah, kini mood nya hancur . Sebenarnya adit pilih siapa sih ? Dira atau Dara ? Yang jadi calon istrinya Dira atau Dara ? Kenapa sering banget berkomunikasi sama Dira ? Pikir nya .
Adit kembali datang ketika Dara mengecek hp nya, adit terdiam
" Ngapain lo pegang hp gue ? " kata Adit
" Pegang doang emang ngga boleh ? Yaudah noh " jawab Dara kasar memberi ponsel Adit
__ADS_1
Adit menatap curiga dia membuka kembali hp nya tak ada yang di otak atik
" ayuk pulang, kerjaan gua udah selesai . Gua capek banget mau langsung pulang , istrirahat, tidur "
Ck !
" Mau ketemu dira kan lo , ngaku aja deh "
Adit menoleh ketika dirinya sedang memasukan barang barang di dalam tasnya
" tuhkan buka chatinggan gue , Dara! Lo lancang banget ya , lo tau kan itu privasi orang " kata Adit marah
" Ya tapi kan lo bisa aja jujur sama gue kalo lo mau ke tempat Dira . Kenapa engak bilang ? Atau emang lo ada rasa sama Dira "
" Engak usah aneh aneh , gua sama dia cuma temen doang " kata Adit kembali merapikan barang barang lagi
Dara menatap ponsel adit yang tergeletak di meja kerjanya . Ponsel itu bergetar panggilan dari Dira
( ya dir ? )
( oh Yaudah kalo ga jadi , padahal tadinya mau numpang makan disana hehe )
Dara melebarkan matanya dia melempar bantal pada tubuh adit
( Yaudah byeee )
" Ayo pulang " kata Adit megandeng tangan dara keluar dari kantor nya
Dara menarik kembali tangan nya saat itu juga adit terdiam menatap Dara yang saat ini ngambek
" Ayo ah , capek ini , jangan ngajak ribut terus " kata Adit
" Terus jadi apa ngga nanti malam sama Itu cewek " ketus Dara
" Siapa ? Siapa itu cewek? Punya nama ngga dia ? " ejek Adit
Dara menghela nafas
" pulang naik ojek aja kalo gitu " kata Dara
Adit tertawa ngakak , dia langsung menarik lengan Dara
" Dasar cemburuan, Dengar ya ! Aku engak jadi kesana , karena gas nya udah di pasang sama penjual air galon " Adit menjelaskan dengan pelan pelan
Di akhir itu adit tersenyum lalu dia mengelus kepala Dara
__ADS_1
" Dar . Adit bener bener capek , jangan aneh aneh ya . Adit pengen istirahat " Kata adit lagi
Dara mengangguk kini wanita itu yang berusaha mengandeng tangan Adit keluar kantor