DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Melepaskanmu


__ADS_3

" Dar engga tahu kenapa ya gua deg deg an banget nih ketemu adik lo "


Adara tersenyum remeh


" Apaansi lo , ini bukan pertama kalinya lo ketemu dia . Lagian kalian ini pacaran pastinya sering berkomunikasi " jawab Dara


Tin tin tin


" Dar, gua duluan ya byeee. Nanti malam kita telponan . Ok ! "


Dara mengangguk dia melambaikan tangannya , kurang beberapa menit ojek motor nya datang untuk mengantar ke kantor Adit


Di dalam mobil itu keduanya terdiam.  Walaupun ada banyak percakapan yang ingin di lontarkan pada Adinda . Mobil itu masuk ke basemen salah satu mall . Terparkir rapi . Lalu Haidar menatap penuh kecintaan pada Adinda


" Gimana ? " kata Haidar kini membuka suara


" Kamu jadi lamar aku kan minggu depan?" Tanya Adinda


Haidar menghela nafas membalikan tubuhnya menghadap mobil lainnya


" Dar . Kamu bilang , kamu cinta sama aku. Endingnya kita menikah kan ? Aku ga masalah kalo kita menikah pas masih sekolah kok "


" Din , aku masih sekolah dan umur ku juga di bawah 17 tahun . Papi sama Mama engak izinkan aku "


" Jadi .... "


" Din,  coba kamu pikirin . Kalo kita menikah , mau tinggal dimana ? Mau aku kasih makan apa buat kamu ? Aku bisa aja kerja , paling paling pelayan itu pun full time . Aku harus tinggalin sekolah aku ? " kata Haidar


Adinda terdiam


" Menurut kamu endingnya kita gimana ? " Tanya Haidar


Adinda meremas tangannya


" Yaudah kita putus , kamu juga engak ada tanggung jawab nya kan ? Engak bisa mencari jalan keluar . Lebih baik kita putus semuanya selesai "


" Din , kemarin kan aku udah bilang , aku emang begini orang nya " jawab Haidar


" Sekarang kamu pikirin , bukannya Papa aku udah kasih pilihan? Dari awal kamu kan tahu Papa bakal kenalin aku sama temen nya , Papa takut kalo anaknya di sakitin dan berbuat dosa . Jadi lebih baik menurut Papa . Menikah "


" Kenapa harus menikah? Kamu ngga pengen nikmati masa muda kamu ? Engak pengen kaya orang orang nakal dulu ? Kenapa harus menikah adindaaaaa? " Geram Haidar tapi masih mode berbicara pelan


" Buat apa lagi sih kalo sama sama cocok ? Lagian kita bisa pikirkan setelah menikah nanti tinggal dimana itu gampang , kita bisa menikah sambil sekolah "


Haidar tersenyum remeh

__ADS_1


" Aku yang keluar dari rumah , aku harus putus sekolah. Itu yang kamu bilang gampang? Din , aku tahu kamu orang ada . Tapi pikirin orang lain juga . Jangan egois "


" Bukannya kamu yang egois ? Sombong ?" Tanya Adinda


Haidar menarik nafas lebih dalam lagi , memejamkan matanya. Keduanya sama sama terdiam


" Yaudah, aku antar kamu pulang sekarang"


Adinda menoleh menahan tangan haidar untuk menyalakan mesin


" endingnya? " Tanya Adinda


" Kalo kita jodoh , kita ada di pertemuan kedepan nya , aku percaya itu Din . Jadi kita urus masing masing dulu " jawab Haidar tenang


" Pengecut banget kamu ya ? Engak ada rasa bersalah banget bikin orang cinta sama kamu sekarang ditinggalin begitu aja . Inget ya dar. Kakak kamu perempuan . Karma berlaku. Sekarang kamu nyakitin aku suatu saat kakak kamu di sakitin sama orang lain "


" Aku harus apa adinda .... aku beneran pasrah banget sama keadaan kita gini , aku engak punya apa apa ! Kamu pikir aku engak cinta sama kamu ? Kamu pikir cuma kamu yang pengen aku bahagia in ? Din , plis jangan egois" kata haidar


" Emang dari awal kamu itu engak ada perjuangan buat aku , semuanya secara instan " kata Adinda


" Jangan suka ngungkit masa lalu din , gua benci ! " kata Haidar marah


Adinda terdiam


" Kita pulang aja sekarang , aku harap percakapan ini selesai . Aku yakin kok kalo kita jodoh pasti akan di pertemuan . Jangan takut din . Rencana tuhan pasti indah pada waktunya . Aku selalu selipkan nama kamu din di doa ku , asal kamu tahu . Jangan kamu pikir aku bisa seenaknya sama kamu.  Doa aku kuat banget buat kamu din " lanjut haidar lagi


##


" Gua mau pipis dulu , titip hp gue " kata Adit


Dara celingak celinguk ketika adit pergi ke toilet sana . Dara ingin tahu whatsapp yang adit chating. Semuanya tentang hewan, obat, dan bisnis nya


Dira ...


" Iya dit , gua tau , tapi tolong ya lu pasangan gas di apartemen gua . Gua mau buat cheese cake nanti malam "


" oke , tunggu ya ! Nanti malam gua kesana , see u 😚 " gumam Dara ketika membaca chatinggan dari dua orang tersebut


Wajah Dara berubah,  kini mood nya hancur . Sebenarnya adit pilih siapa sih ? Dira atau Dara ? Yang jadi calon istrinya Dira atau Dara ? Kenapa sering banget berkomunikasi sama Dira ? Pikir nya .


Adit kembali datang ketika Dara mengecek hp nya,  adit terdiam


" Ngapain lo pegang hp gue ? " kata Adit


" Pegang doang emang ngga boleh ? Yaudah noh " jawab Dara kasar memberi ponsel Adit

__ADS_1


Adit menatap curiga dia membuka kembali hp nya tak ada yang di otak atik


" ayuk pulang,  kerjaan gua udah selesai . Gua capek banget mau langsung pulang , istrirahat,  tidur "


Ck !


" Mau ketemu dira kan lo , ngaku aja deh "


Adit menoleh ketika dirinya sedang memasukan barang barang di dalam tasnya


" tuhkan buka chatinggan gue , Dara! Lo lancang banget ya , lo tau kan itu privasi orang " kata Adit marah


" Ya tapi kan lo bisa aja jujur sama gue kalo lo mau ke tempat Dira . Kenapa engak bilang ? Atau emang lo ada rasa sama Dira "


" Engak usah aneh aneh , gua sama dia cuma temen doang " kata Adit kembali merapikan barang barang lagi


Dara menatap ponsel adit yang tergeletak di meja kerjanya . Ponsel itu bergetar panggilan dari Dira


( ya dir ? )


( oh Yaudah kalo ga jadi , padahal tadinya mau numpang makan disana hehe )


Dara melebarkan matanya dia melempar bantal pada tubuh adit


( Yaudah byeee )


" Ayo pulang " kata Adit megandeng tangan dara keluar dari kantor nya


Dara menarik kembali tangan nya saat itu juga adit terdiam menatap Dara yang saat ini ngambek


" Ayo ah , capek ini , jangan ngajak ribut terus " kata Adit


" Terus jadi apa ngga nanti malam sama Itu cewek " ketus Dara


" Siapa ? Siapa itu cewek? Punya nama ngga dia ? " ejek Adit


Dara menghela nafas


" pulang naik ojek aja kalo gitu " kata Dara


Adit tertawa ngakak , dia langsung menarik lengan Dara


" Dasar cemburuan,  Dengar ya ! Aku engak jadi kesana , karena gas nya udah di pasang sama penjual air galon "  Adit menjelaskan dengan pelan pelan


Di akhir itu adit tersenyum lalu dia mengelus kepala Dara

__ADS_1


" Dar . Adit bener bener capek , jangan aneh aneh ya . Adit pengen istirahat " Kata adit lagi


Dara mengangguk kini wanita itu yang berusaha mengandeng tangan Adit keluar kantor


__ADS_2