DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 150


__ADS_3

Dara melamun di tengah makan siang bersama Dinda juga rasya . Kedua sepasang suami istri itu malah sibuk ngobrol membahas keluarga mereka di rumah


Dara mengelus perut nya , tiba tiba dia keingat dengan jadwal haid nya , bukan Dara telat ? Seharusnya minggu lalu


" Din , waktu lo ciri ciri hamil gimana ? "


" Mageran, jarang mandi , makan mulu , tapi perut nya buncit terus mual juga " Jawab Rasya


" Din, adit mimpi gue hamil , terus juga tadi gue mual , dan beberapa hari lalu gua sempat itu gue keluar darah dikit tapi gue mikir itu tanda mau datang bulan kan . Ternyata engak "


" Fix hamil " kata Rasya


Dinda memukul mulut suaminya itu


" Apa mau di cek dulu ke dokter? Gua anterin , atau engak tespack ? "


" Gua takut banget lagi Din kalo hamil "


Dinda juga Rasya terkejut


" Kenapa takut? Kan udah nikah "


Dara diam , tiba tiba Dara malah kepikiran saat hamil anaknya Rasya dulu , dan ketakutan nya sekarang malah terbawa


" tapi jangan bilang adit dulu ya , gue mau cek sendiri dulu, kalo hamil nanti gue kasih tau dia , kalo engak kan pasti adit berharap banget " kata Dara


" bener , yaudah , mau gue anterin ? " Tanya Dinda


" masih ada kelas satu lagi kan ? Nanti aja deh , btw gue bareng lo ya , sekalian mampir beli itu alat , gue engak mau bareng adit ah "


" Yaudah " kata Rasya


Malam itu Dara menunggu adit lagi , suami itu masih mengurus toko yang akan haidar jualan nanti


Mesin mobil mati , Dara pura pura tidur biar nanti adit yang bangunin . Dara ingin mencoba seperti yang di Sosial media yang dia tonton itu


Klek


Adit menyalakan lampu dia melihat Dara tidur memeluk guling , adit melepaskan pakaian nya , hanya tersisa pakaian dalam aja


" Kamu kok tidur ? Aku baru pulang , haus , belum makan juga aku dar "


Dara hanya diam , Dara berharap adit akan mencium nya


" Dara... " kata Adit


Dara tersenyum tipis . Adit mendiamkan Dara, Akhirnya adit mandi dulu dan Dara masih tidur


" Dara! Aku lapar , aku juga haus , kamu engak ada niat mau layanin aku ? " kata Adit


Adit memakai piyama, kaki itu menendang Dara untuk bangun


" Gak sopan banget sih pake kaki segala " kata Dara


" Aku lapar "


" Ya tapi kamu bangunin aku pake kaki , gak sopan tahu gak , punya sopan santun ga sih " kata Dara marah


" Di bangunin pake tangan kamu engak bangun , yaudah pake kaki aja "


" Ga punya adat banget , begini cara orang tua kamu ngajarin anaknya ? " kata Dara


" Jangan bawa bawa orang tua gua ? Dia ga salah apa apa ,gua yang salah disini "


" Udah tahu salah kenapa masih nendang ? Engak ada maaf juga lagi " kata Dara


" Dar, adit lapar , nanti aja marah nya , cepat buatin makanan atau siapin makanan gitu " kata Adit memegang perutnya


" Emang gua babu lo ? Engak ada kata tolong pula "


Adit meremas tangan nya


" Yaudah kalo engak mau di layanin gapapa, makan di luar aja " kata Adit kesel


Adit mengambil kunci mobil juga dompet nya , pria itu segera keluar . Udah tahu adit lagi laper laper nya pake di ajak debat dulu


Suara mesin mobil adit , menandakan mobil itu keluar dari halaman rumah


Dara kesel kalo adit tidak sopan , sebenarnya Dara juga mau bangun tadi , cuma adit menendang , gimana nggak kesel


" huekkk "


Dara mengelus perut nya

__ADS_1


##


Dara terbangun , ketika itu adit tidak tidur di dalam kamar , ranjang terlihat legah sekali


Dara mengambil ponselnya


📩 Adit Ilham 🖤


Gua tidur di luar


Dara menghela nafas, dia segera bangun untuk sholat subuh , mandi dan baru Dara akan cek testpack


Dara terdiam , 2 garis biru , tandanya hamil kan , Dara meremas perut nya , kenapa lagi lagi ingatan Dara pada kehamilan pertama dulu


Hiks hiks " Gimana nih , takut banget hamil" kata Dara


Dara menghubungi dira , wanita itu cepat mengangkat nya


( Kamu kenapa nangis pagi pagi ? Adit nyakitin kamu )


( dir , disitu ada haidar nggak? Aku mau cerita )


( haidar ? Ada , kenapa ? )


( Boleh jauh dari haidar dulu nggak ? Ini cerita aku privasi banget , cuma kamu doang yang tahu )


( bentar ya ) kata Dira di telpon


Dira masuk ke dalam kamar mandi dengan alasan dia mau pup , dira menghubungi kembali Dara


Wanita itu menangis


( Gua hamil dir , tapi gua takut )


( Kok takut ? Justru bagus dong ) kata Dira


( Aku sebelum nya pernah hamil sama mantan aku dir , kamu jangan bilang siapa siapa ya )


( Itu adit pernah cerita )


( Serius ? Terus gimana tanggapan kamu )


( ya aku engak mau berkomentar , mungkin kamu punya alasan di balik itu ) kata dira


( Kamu mau gugurin lagi ? Dar , di luar sana banyak orang yang berjuang garis dua . Kalo tuhan kasih kamu kesempatan sekali lagi , berarti tuhan percaya sama kamu . Lagian bayi itu engak salah , dan sekarang itu juga kamu ga salah , kamu ini menikah ) kata dira


( Aku sama Adit pisah ranjang , aku takut adit engak terima sama kandungan aku )


( Dar , adit itu pengen banget punya bayi , adit pernah bilang sama aku , kalo kamu engak gugurin bayi itu , adit masih mau nerima kamu , jadi plis jangan gugurin bayi nya , nanti adit marah banget sama kamu ) kata dira


( dir kenapa ya aku keingat mantan aku ? )


( Mungkin kejadian itu membuat kamu trauma, jadinya kamu kepikiran terus , tapi coba deh di omongin sama suami kamu , ngomong jujur aja kalo kamu tiba tiba keingat hamil pertama . Biar tahu solusinya ) Kata Dira


( adit suka marah kalo aku bahas mantan aku )


( Yaudah enak nya kamu aja gimana , atau kalo menurut aku kamu pernah bilang ga sama mantan kamu , kalo kamu pernah hamil anak dia ? ) Tanya dira


( Belom , aku takut dia marah sama aku , karena saat ini dia masih belum full move on , apalagi kalo nanti aku bilang aku pernah hamil anak dia terus dia malah ngejar aku lagi, kasian kan istrinya)


( iya sih , tapi mungkin itu solusi nya , biar kamu engak kepikiran dia lagi , atau mungkin kamu lagi merasa bersalah karena pernah bunuh bayi nya ) kata Dira


( kayanya iya dir , aku itu kadang suka mikir kalo anak itu engak aku gugurin, mungkin sekarang anak itu lagi belajar jalan ) kata Dara tanpa sadar tersenyum


( nah , makanya jangan di gugurin , udah biarin aja hamil , dosa tahu kamu gugurin)


( Yaudah deh dir , makasih ya udah dengerin cerita aku , aku pikir kamu bakalan kaget , ga taunya suami aku yang udah bocorin duluan )


( hehehe iya , adit emang bocor makanya jangan ngomong rahasia sama dia )


( hehe iya, makanya males ih , yaudah ya , byee )


Dara menghela nafas dia menyimpan alat itu pas keluar kamar mandi , adit udah di depan nya


" Habis telponan sama siapa kamu senyum ketawa gitu di dalam? "


Wajah Dara langsung berubah, terlihat panik


" Siapa ? Orang engak nelpon siapa siapa , orang habis mandi "


" bohong kan , itu ngapain bawa hp ke dalam kamar mandi ? " Tanya Adit


" Abis dengerin lagu , kamu apa sih pagi pagi udah negatif aja sama aku "

__ADS_1


Dara mendorong adit , wanita itu mau mengambil baju nya


" Dara , berani kamu selingkuh sama aku ?"


" Selingkuh apaan sih Dit, aku di dalam mandi , hp juga buat dengerin musik "


Adit mengambil hp Dara " buka hp nya , aku mau lihat panggilan terakhir kamu " kata adit


" apaansi , posesif begini "


Wajah adit langsung merah dia menatap Dara


" BUKA ATAU AKU BANTING ! " kata Adit


Dara mengambil hp nya dia melihat kontak terakhir


" tadi aku dengar kamu nelpon , kenapa panggilan nya engak ada ? Fix kamu selingkuh " kata Adit


Dara menghela nafas


" Terserah ya Dit, kamu mikir nya apa , aku lagi males berantem, aku ngantuk, capek juga "


Dara membalikan badan nya , adit menarik lengan dara . Wanita itu terjatuh di ranjang


" Aku cekek nih , jujur gak " kata adit


" Aku ga nelpon siapa siapa , kenapa harus jujur ? Kalo mau cekek , cekek aja "


Adit memegang leher Dara, keduanya sama sama terdiam


" Kamu bau deh dit " Dara mendorong adit dia langsung menutup hidung nya


" Aku belom mandi tapi aku wangi begini pakai pafrum "


Drt...


Drt...


Reza Pahlevi


Adit tersenyum miring


" Jadi dia yang tadi kamu telpon ? Selingkuh ? " kata Adit


" Tadi aku nelpon dira buat nanya kabar haidar , aku engak nelpon Pak Reza "


Adit meremas tangan nya dia mengambil hp Dara


Brak


" Adit.... "


Dara teriak ketika adit membanting hp nya


" Kurang ajar lo ya Dit, lo tahu ga itu hp hasil dari papi gue , dengan enaknya lo banting banting kaya gitu . Ini bukan pertama kalinya ya Dit, lo banting hp gue " kata Dara


Adit hanya diam , dia menatap penuh emosi pada Dara. Adit menarik tangan Dara masuk kedalam kamar mandi


" Sebelum kamu siram aku , kamu lihat baik baik " kata Dara memberikan kemasan test pack


Adit hanya diam , dia membukanya dan dua garis biru


Dara diam menatap adit


" kamu... "


" Masih mau nyakitin aku sama anak kamu ? Kamu pikir aku dari tadi lama di dalam ngapain? Aku nelpon Dira tanya kehamilan , kamu pikir aku selingkuh ? " kata Dara


Adit terdiam dia masih memegang alat test pack itu


" Pukul bayi nya kalo kamu mau anaknya engak ada di perut " Dara memaksakan tangan adit untuk memegang perut nya


Adit menahan itu dia hanya diam menatap Dara


" Hiks hiks " Dara menangis


Adit berlutut dia memegang perut Dara dengan kedua telapak tangan nya. Adit mencium perut yang masih rata itu


" Dar aku minta maaf udah pikir yang aneh aneh sama kamu "


Dara memeluk kepala adit, Dara mengangguk


" Aku senang kamu hamil dar . Makasih ya sayang "

__ADS_1


__ADS_2