
Drt...
Drt...
Dering telpon video call membuat Adara berlari dari kamar mandi . Dan , akhirnya, yang di tunggu tunggu menghubungi
( Lama ya ! Tadi meeting sebentar) kata Adit
( Ada masalah ya ? ) Tanya Dara
Adit menggleng kepalanya , dirinya merebahkan tubuh di atas ranjang . Sudah kembali kerumah pasalnya waktu pukul 11 malam
( Oh engak ada ! Mau ada pembukaan cabang gitu )
Adara mengangguk
( Sukses terus sama usaha baso aci nya kak )
Adit mengangguk, keduanya terdiam saling menatap satu sama lain
( Dar, sabtu nanti gua mau ngomong serius sama orang tua lu )
( Mau ngomong apa sampai serius begitu ? ) Tanya Dara
( Kedua orang tua gua juga dateng bahas ini , sebelum nya juga gua udah ngobrol dan mereka terserah gua aja ) kata Adit
( Iya )
( Gua mau mundur Dar )
( Kenapa ? Bukannya lo bilang , lo akan turutin mau nya orang tua lo ? Kok beda lagi sekarang ) Tanya Dara
( Gua engak mau ngerusak kebahagian orang lain Dar , lagi pula pembahasan kemarin yang di restoran bikin gua sadar)
( Tersinggung ya ? )
Adit menggeleng kepalanya
( Boleh kasih saran ? ) Tanya Adit
Adara mengangguk
( Ketika lagi ada masalah seharusnya lo jangan cari pelarian ke orang lain sih , lo selesain dulu masa lalu lo , baru belajar dekat . Kejadian kemarin kita dekat itu . Gua pikir lo belajar buat cinta sama gua ! Tapi ternyata gua salah ) kata Adit
( Kak , ternyata lo se baper itu sama gua ? Kak maaf kalo tingkah gua seolah olah bikin lo nyaman . Tapi jujur gimana ya ! Gua sayang lo sebagai kakak gua kak ! Dan gua merasa kehilangan setelah nanti lo bilang mundur ) kata Dara
__ADS_1
( Dar , sikap lo bener bener gua muak ! Labil ! Lo pilih salah satu ! Ga bisa dua duanya! Lo cinta sama cowok lo tapi lo engak mau gua tinggalin lo )
( Maksut nya gua ga begitu Kak, gua akan merasa kehilangan lo nanti. Biasanya kan kita tiap hari nanya kabar , lagi apa , sedang apa terus juga sering main kesini , aneh aja karena keseringan terus tiba tiba berubah ) kata Dara menjelaskan
( Gua ga peduli Dar! Sumpah gua ga peduli, mau beda atau sama gua ga peduli! Disini itu lo yang egois Dar ! Ini blak blak an aja ya ! Terserah lo mau sakit hati sama ucapan gua ! Gua ga peduli! Gua cuma pengen lo sadar ! Manusia itu engak akan datang dua kali ) kata Adit
Dara terdiam. Jujur Adara tersinggung
( Em Kak, udah dulu ya , hp nya mau di cas) kata Dara
Tut
Dara terdiam memikirkan perkataan Adit tadi , ah kenapa sesakit ini ketika Adit mengatakan secara tegas
##
Beberapa hari kemudian , Adit menempati omongan perkataan dengan Dara beberapa hari yang lalu
Makan malam bersama di kediaman hendra . Jujur Hendra maupun Adinda tak tahu niat apa yang mereka datang kesini
" Jadi gini hen , niat kita kemari , dengan baik baik . Mau mengundurkan diri Adit dan Dara " kata Om Adnan
Adara menundukan kepalanya, perkataan itu membuat Hendra , Adinda dan Haidar terkejut . Pasalnya mereka baru saja selesai makan
Om Adnan tersenyum
" Setelah kita bertiga pikir pikir , alangkah sebaiknya memang anakmu Dara harus sekolah dulu . Seperti perkataan nya tempo lalu . Di khawatirkan makin lama di bahas. Terganggu dengan sekolah nya "
Hendra terdiam
" Bagaimama Dara? Apakah setuju ? "
Keempat orang tua menatap Adara . Hanya Adara yang bisa memberikan jawaban itu . Adara meremas kaos nya . Harus jawab apa dirinya sekarang , di sisi lain mau tetap Adit stay tapi di sisi lain engak bisa ninggalin Rasya
" Kalo untuk dara sendiri sebenarnya kurang setuju sih om , pasalnya kita berhubungan baik , dan juga sudah berjanji juga kan , di omongin baik baik di awal perkenalan , cuma aku harap Kak Adit tetap , jangan mengundurkan diri " kata Dara membuat Hendra dan Adinda tersenyum
Sedangkan Adit menatap nya dengan bingung , sumpah Adit kesel banget sama Dara saat ini
" Kalo untuk Adit sendiri, kayanya emang harus Dara ini focus sekolah dulu sih Om, Tan, Pah . Karena di khawatir kan menurun nilai nya " kata Adit
Adara mengerutkan keningnya . Kenapa juga adit membalas perkataan nya bukannya emang ini yang adit mau , tetap berhubungan
Perkataan itu di buat bingung oleh hendra . Hendra beranjak bangun dia mengangkat tangannya
" Tunggu ! Kalian ada masalah ya ? Sampai satu lempar sana , yang satu lempar sini ! " kata Hendra
__ADS_1
Keduanya menggeleng
" Jujur sama om , Adit ! Ada apa ! " kata Hendra tegas
Adara menatap Adit , jangan sampai Adit bicara aneh aneh
" Kenapa kamu ngundurin diri , dan kenapa kakak tidak mau ? " kata Hendra menatap anak muda berdua yang sama sama labil
Hendra tahu ada yang di sembunyiin dari mereka , terlihat tatapan adit itu ada perasan sedangkan adara terjanggal, jaga jarak
" Om tampol ya dit ! Jujur sama om ada apa ! " kata Hendra memberi kepal an tangan mengancam adit
Adig terdiam , menatap adara, begitu juga adara menatap adit
BRAK !
Hendra mengubrak meja , dirinya sangat marah , dengan dua anak muda tak ada jawaban . Kedua orang tua adit juga adinda hanya diam . Mereka juga ingin tahu apa masalah nya
" Adit ! Suka sama dara om "
Huh !
" Terus apa masalah nya ? Om setuju kalo kamu suka sama kakak ! Dan wajar kan , kalian dekat " kata hendra
" Masalahnya .... "
Adit terdiam
Adara melebarkan matanya , dan adara berdoa dalam hati jangan sampai Adit bicara macam macam
" Masalahnya apa ? " kata Adinda sekarang perkataan nya sangat lembut
" Masalah nya .... em ... Masalahnya, Dara punya pacar om "
Hendra menoleh pada Dara. Tentu terkejut sekaligus marah
" Benar apa yang di bilang adit , DARA ! " kata hendra menekankan kata DARA
Merasa tak di tanggapi , Hendra menatap Adit
" Kamu tahu Dara punya pacar , tapi engak laporan sama om ? Kamu udah janji kan sama om buat jaga Dara , jangan ada rahasia rahasia di antara kita Adit ! Kamu melanggar ! Om kecewa sama kamu " kata Hendra
Adit terdiam
" Siapa pacar kamu ? Sudah berapa bulan ? Ngapain aja kamu selama pacaran " kata Hendra begitu posesif memberikan beberapa pertanyaan
__ADS_1