
Dara mendapatkan pesan dari Adit bahwa nanti sore Papi nya mengajak untuk makan malam di restoran mall
Mama dan Papi nya tidak pulang lagi , Adit di tugaskan untuk menjemput Adara juga Haidar . Itu pun kalo haidar mau makan malam di mall
Adara menjawab dengan emot jempol , lalu dia kembali gibah dengan teman temannya
##
Tepat jam 7 malam Adit menjemput Adara juga Haidar. Kedua adik dan kakak itu sudah berpakaian rapi menunggu Adit perjalanan kemari
" Kak! Temen lu suka nanyain gua engak " Kata Haidar kini mulai gelisah
Pasalnya udah mau seminggu tapi belum juga adinda menghubunginya
" Haha , gua tahu arah pembicaraan lo kemana ! Asal lo tahu ya , Dinda lagi deket sama temen nya Adit , anak kuliahan " kata Dara berbohong
Dara menatap wajah Haidar yang mulai berubah . Dalam hati Dara tertawa puas
" Oh gitu , bagus lah dia bisa lupain gua " gumam Haidar
Tin tin tin
Keduanya segera keluar , kini Dara duduk di samping Adit , sedangkan Haidar di belakang . Pria itu langsung mengeluarkan ponselnya dan bermain selama perjalanan
" Rapi banget cuma buat makan doang , pake jas segala . Terlalu format tahu gak " kata Dara protes
" Biar rapi aja , kan mau makan di restoran mewah juga " Jawab Adit
Dara mengangguk dia mulai menyalakan musik untuk menemani perjalanan mereka. Sesekali juga Adit mengelus kepala Dara juga mengusap dagu . Melakukan hal romantis dua orang dewasa di depan nya itu
" Sesekali kita ke bar yuk , seru kayanya " kata Adara
Haidar yang mendengar itu langsung menatap kakaknya . Tapi begitu mendengar jawaban selanjutnya mereka hanya saling bercanda manja
Arghh kenapa harus disituasi seperti ini , tahu gitu mending tadi haidar membawa mobilnya sendiri dari pada melihat keromantisan kakak dan calon suaminya
Tak lama kemudian tiba lah mereka bertiga di mall , haidar berjalan duluan meninggalkan mereka berdua karena Adit merapikan pakaian dan memakai parfum nya
" Coba cium , udah wangi belum " kata Adit mendekati pipi nya di bibir Dara
Cup
Dara melebarkan matanya dia langsung memukul dada Adit
__ADS_1
" Haha, gantian dong, selama ini gua mulu yang cium lo , sekarang lo dong yang cium gue " kata Adit
Dara mengusap bibirnya dengan tissue. Merasa geli sudah mencium pipi Adit . Tapi di lihat lihat pakaian kasual seperti ini. Memang terlihat ganteng sih . Kelihatan aura dokter nya
Keduanya segera masuk kedalam mall , bergandengan tangan mengikuti langkah haidar di depan nya
" Papi ... " tegur Dara
Dara terkejut , ketika sang papi bertemu dengan Sabian , yaitu Papa nya Dinda
" Om , disini juga , Papi sama Om saling kenal ? " kata Dara memincingkan matanya
Hendra maupun Sabian mengangguk , keduanya tersenyum lalu hendra bercerita saat masih muda dulu , mereka sempat mempunyai bisnis bareng
Bisa di bilang mereka sampai sekarang berhubungan baik lewat sosial media , sudah beberapa tahu tidak ketemu karena bisnis mereka jalani telah bangkrut
" Om , Dinda mana ? " kata Dara
" Dinda lagi belanja tadi sama mama nya di bawah , biasa make up gitu , om kurang paham sih , niat nya kesini kan mau ketemu papi kamu "
Adara mengangguk , Hendra juga mengenalkan Adit sebagai kekasih Dara . Dara maupun Adit wajah keduanya sangat merah
Pasalnya mereka bukan lah kekasih melainkan calon suami istri . Ketika kedua orang tua sibuk kini Haidar mengajak Adit untuk bermain game mobile legend
" Tau lah , cuma gua harus apa ? " Jawab Haidar
" Ya lo kenalan lah , bilang sama Papa nya Dinda kalo lo pacar nya , oh iya lupa kalian kan udah putus ya " ejek Dara
Haidar menatap kesel pada kakak nya . Pasalnya mereka belum sepakat untuk putus walaupun sudah seminggu ini Adinda tidak ada kabar
" Itu dia Dinda sama istri ku " kata Sabian
Adara beranjak bangun dia langsung memeluk Dinda . Keduanya sama sama berpelukan membuat heboh satu restoran
" Lihat lah mereka kaya anak kembar , Padahal tiap hari ketemu tapi masih aja saling merindukan satu sama lain " kata Sabian
Begitu tadi sampai di restoran Dinda mengenali kedua orang tua Dara . Hasilnya Sabian bilang kalo anaknya dan Adara teman dekat . Tapi lupa Hendra maupun Adinda mengatakan kalo Dinda adalah kekasih Haidar
Begitu melihat Haidar sibuk bermain game , tak ada lirik sama sekali . Dinda bersikap cuek . Bahkan dia duduk di pojok dengan Adara
" Lihat mereka , kaya udah lama engak ketemu " Ucap Adinda kepada Dara dan Adinda
Keempat orang tua hanya terkekeh
__ADS_1
" Bagaimana Haidar ? Apakah sudah memiliki kekasih ? " kata Mama Sonya
Haidar menoleh , tapi tiba tiba Mama adinda yang menjawab hubungan mereka
" Loh kalian engak belum kenal , Haidar ini kekasih nya Adinda , anakmu " kata Mama Adinda
Dara dan Adinda menoleh , mereka sudah punya rencana lain untuk membuat Haidar menyesal
Kedua orang tua Adinda sangat terkejut , mereka bahkan menoleh pada Adinda , meminta Keterangan
" Oh jadi Haidar ini kekasih nya Dinda , Kapan kapan kita bisa ngobrol ber tiga ? Om sama tante mau ngobrol sama kamu boleh ? "
Haidar menatap Adinda . Tanpa berkata apa apa lagi Haidar mengangguk
" Sejak kapan kalian berpacaran ? Adinda ini gimana sih ? Kemarin papa tanya kamu belum punya kekasih , untung aja papa belum jadi kenalin kamu sama teman Papa " kata Sabian
Adinda hanya diam , matanya menatap Haidar . Kali ini pria itu tidak sama sekali untuk berniat protes
" Kalian engak putus kan ? Masih baik baik aja kan ? " Kata Mama adinda
" Engak ! " Jawab Haidar dan Adinda bersamaan
Jawaban mereka membuat Keempat orang tua tersenyum
" Gimana nih Bian ? Mau kita nikahin aja apa ? " kata Hendra
Sabian dan Sonya hanya terkekeh " Saya perlu bicara dulu dengan anak kamu mas ! Saya ingin tahu lebih dalam lagi Haidar ini " kata Sabian menatap tajam Haidar
Jujur aja ada yang perlu di khawatir kan dari Haidar , apalagi secara dari tadi saat sampai pria itu hanya diam dan focus bermain hp , ya memang obrolan orang tua . Tapi seengaknya lebih ramah untuk menyapa
" Ya ya baiklah , kita tunggu kabar baiknya " jawab Hendra
Sabian langsung memanggil pelayan , karena semua sudah terkumpul akhirnya memesan makanan . Dara duduk di samping Adit sedangkan Adinda duduk di samping Haidar
Jujur ini pertama kalinya mereka makan berdua di depan orang lain , maksudnya keluarga
" Kita perlu ngobrol kayanya " Bisik Haidar
Adinda hanya mengangguk , satu persatu minuman kedua kalinya telah jadi
" Tadi Dinda beli concealer murah deh , normal nya 300 , dia beli 90 " Kata Dara
" Nanti kita mampir kesana " jawab Adit membuat Dara senang
__ADS_1
Adit hanya bisa tersenyum kenapa Adit selalu nurut permintaan Dara ? Kenapa ya ? Apa Dara memanfaatkan Adit ? Atau emang Adit sayang sama Dara ? Yang pasti Adit senang aja kalo liat Dara merengek meminta apapun yang dia sukai