DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Dia baik kok !


__ADS_3

Adinda memegang kertas pengenalan bertulisan


' Papa Sabian Clay '


Menatap kanan kiri dan terus menatap pintu keluar domestik internasional


Drt...


Drt....


Adara Agatha Jordan


( Halo sayang ) kata Adinda


( Lagi dimana lo ? Tumben engak rame in grup ) kata Adara


( Engak sempat gua ! Lagi jemput bokap di bandara ) kata Adinda


( Bokap udah balik ? Wah boleh nih gua kerumah lo minum air zam zam ) ejek Adara


( Udah nih 9 hari, besok ya kesini sama anak anak ) kata Adinda


( Ok , balik sekolah ya , oh iya din , Rasya ada nanya ga sama lo tentang gue ) kata Adara


( Hish ! Move on dong Dar ! Kan udah ada Adit sekarang )


( Yeee lu kira move on gampang,  eh udah dulu ya bokap gua udah ada ) kata Dinda


Tut...


" Welcome to Indonesia pap ! " kata Adinda


Adinda memeluk sang papa , begitu juga papa nya memeluk adinda


" Lancar ibadah nya ? " Tanya Adinda


" Alhamdulillah lancar " jawab Papa Sabian


Adinda menganguk kini berahli membawa troli koper dan barang barang khas dari mekkah sana


" Di sana mobilnya pah , apa papa mau makan dulu ? " Tanya Adinda


Papa Sabian menggeleng kepalanya


" Papa hanya butuh istirahat , gimana mama kamu ? " Tanya papa Sabian


" Mama baik , baru pulang kerja tadi "


Sabian mengangguk , kini tangan itu berahli merangkul sang anak hingga keluar dari bandara . Adinda juga di antar oleh sopir rumah untuk menjemput sang papa pulang dari mekkah ke Indonesia

__ADS_1


" Aku mau kenalin seseorang sama papa ! Aku punya kekasih " kata Adinda


Adinda sudah tidak sabar lagi untuk mengenalkan Haidar kepada kedua orang tuanya . Karena Adinda anak satu satunya . Yang pasti dia akan terbuka oleh kedua orang tuanya


Walaupun kedua orang tuanya sibuk bekerja tapi adinda sayang


" Anak papa udah besar sekarang ya ! Siapa pacar kamu ? Kenalin ke papa besok ! " kata Sabian


" hah ! Jangan terlalu buru buru dong pa, takutnya dia belum siap " kata Adinda


" Papa harus tahu , bagaimana dia itu serius atau tidak ! Yang pasti papa tidak akan merestukan kalo kekasih kamu itu bren*sek "


" Dia baik kok " kata Adinda


" Itu kan menurut kamu ! Gini gini Papa bisa bedain mana pria baik mana pria yang main main " kata Sabian


##


" Apa !! Papa kamu mau ketemu aku ! Oh ga bisa ! Hari ini aku ada mabar sejakarta di salah satu mall xx " kata Haidar sambil mengendarai


Adara menatap keduanya di depan itu , ya ! Adara kembali menumpang lagi


" Papa baru pulang umroh , mau ketemu kamu , semalam aku cerita tentang kamu dan papa minta aku buat ajak kamu,  kenalan aja " kata Adinda


" Di bilangin aku engak bisa malam ini , aku ada mabar Mobile Legend " kata Haidar


" Yaudah kalo engak bisa " jawab Adinda pasrah


Haidar mengangguk


Adara menatap adinda lewat pantulan,  terlihat jelas kalo Adinda begitu kecewa sekali  . Tapi adara tidak bisa berbuat apa apa , adinda maupun haidar tidak akan terima orang lain saran nya


" Egois banget kamu ya lama lama ! " gumam Adinda


Adinda terbawa kesel di dalam hatinya , sampai dia terucap


" Bukan masalah egois atau apa ! Kamu itu ngomong dadakan ! Sedangkan aku daftar mabar itu udah seminggu yang lalu " jelas Haidar


Adinda menutup telinganya , dia tidak mau mendengar alasan itu


Hingga sampai di rumah Dinda.  Adara juga ikut turun karena adinda mengundang teman temannya untuk datang kerumah acara pengajian kepulangan papa nya


Tanpa pamit dan tegur , adinda begitu saja turun,  sedangkan haidar tidak merasa bersalah dia langsung saja mengendarai mobilnya meninggalkan rumah kekasihnya itu


" Bokap makin keren aja Din ! Kalo gua jadi istrinya pasti gua secinta itu kali ya " kata Adara terkekeh


" Jangan kan lo ! Liat tuh nyokap gua , nempel terus sama bokap , gua yakin , setelah 40 hari selesai , pasti mereka akan honeymoon lagi , bisa bayangin sepi nya gua Dar ! Sendiri dirumah " kata Adinda


Adara tersenyum ketika kedua orang tua Adinda menyapanya

__ADS_1


" Sore om ! Sore tante ! Om makin tampan aja " goda Adara


Mama Sonya hanya tersenyum


" Iya kan tampan ? Om sekarang lagi engak percaya diri semenjak rambut nya botak " kata Mama Sonya. Nyokap adinda


Adinda maupun Adara terkekeh mendengarnya itu


" Mana pacar kamu ? Katanya mau kenalan sama papa  dan mama ? " Tanya Papa Sabian


Huh ! Adinda menghela nafas


" Lagi ada urusan dia pap! Next time janji , aku akan ajak lagi "


Papa sabian mengelus pundak Adinda


" Ok kalo gitu , yaudah kalian siap siap gih sana , mandi , ganti bajunya pakai kerudung juga " kata Sabian


Adara maupun Adinda pamit untuk pergi ke kamar , baru membuka pintu kamar , Zivana, Naomi, Alfia,  Vevina  baru saja datang . Hasilnya mereka disuruh ke lantai atas ke kamar Adinda


Ketika anak anak sudah pergi , kedua orang tua adinda saling membisik


" Padahal papa ada kenalan buat adinda , tapi kalo anak kita sudah ada pilihan , yaudah kita terima dengan baik " kata Papa Sabian


" Aku sih lihat dulu pacar nya Adinda seperti apa ! Kalo kurang sreg ! Aku mau Adinda sama Rasya anak temen kamu itu "


Papa Sabian mengangguk


##


Di lain tempat , di sebuah mall Haidar menatap lurus pada layar lcd Peserta nomor urut awal bermain mobile legend.  Tak lama menatap nya


Ada yang merangkul


" Main juga disini ? " katanya


Haidar menatapnya ternyata Adit ! Calon kakak ipar


" Ya ! "


Adit mendorong bahu haidar " Jangan terlalu kaku begitu , santai aja ! " kata Adit sok asik


Haidar mengangguk,  tak lama mereka ada obrolan 2 jam kemudian tepat jam 8 malam haidar bermain . Wajah serius itu membuat para penonton di buat tegang.


Alasan adit datang hanya ingin melihat ada lomba bermain , seru aja ! Maklumlah hobi laki laki sangat aneh menurut wanita


Tepat jam 10 malam , acara turnamen mobile legend itu selesai dan haidar mendapatkan juara 3 sebagai hadiah mendapatkan voucher belanja 2 juta dan uang tunai sebesar 3 juta rupiah


Dua orang yang juara itu senang mendapatkan hadiah yang lebih besar , tapi tidak dengan Haidar . Pria itu setelah di berikan imbalan langsung saja pergi dan pulang kerumah karena waktu pukul 10 malam lebih . Sudah di pastikan papi dan mama nya menunggu di ruang tamu . Belum lagi mendengarkan ocehan marah nya papi dan mama

__ADS_1


__ADS_2