DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 95


__ADS_3

Drt...


Drt...


Ponsel Dara berdering lagi panggilan dari Adinda tapi Rasya yang pegang


" Angkat ga nih , kalo engak di angkat dia pasti tau lo kerumah gue "


" Gue takut Dar. Gue harus gimana ini "


Dara menutup mulut Dinda dia terpaksa mengangkat panggilan itu


( Dar . Dinda sama lo ngga ? )


( engak tuh , kenapa ? )


( Kalo Dinda kerumah lo , bilang ya , gue mau pergi temuin bokap )


Dinda melebarkan matanya


( ke Singapura? )


( Iya , Dia juga engak butuh gue kan ? Jadi buat apa gue dirumah kalo yang punya rumah engak ada ! )


Dara terdiam menatap adinda . Tanpa disadari mata Dinda berkaca kaca


( Lo mau temuin Dinda dulu nggak sebelum lo berangkat ke Singapur? )


( Buat apa ? Dia yang cerain gue kok )


Dara melebarkan matanya dia menatap Dinda terlihat sedih


( Sya , kalian itu udah nikah loh , seharusnya mempertahankan rumah tangga , kalo Dinda salah harusnya sebagai suami tanya baik baik kenapa Dinda bisa kaya gitu )


( Lo belum nikah Dar. Lo gampang ngomong gitu . Lo pikir selama ini gue engak berusaha buat jaga dia ? Lo tanya temen lo cara dia memperlakukan gue gimana ? )


( Dinda di rumah gue , mending kalian ngomong baik baik . Lo jangan pergi dulu sebelum Dinda sampai rumah )


Tut ...


Dara mematikan panggilan dia langsung menganti pakaian mengantar Dinda untuk pulang kerumah nya


" Ayo pulang , gue antar. Jangan sampai lo nyesel Rasya pergi " kata Dara


##


Sepulang mengantar Dinda kerumah nya , Dara menghubungi adit menceritakan semuanya dari mulai Rasya menghubungi untuk bertemu lalu Dinda yang tiba tiba berada di kamar nya . Hingga di akhir Dara mengantar Dinda untuk pulang


( Dar . Makin kesini kok kita semakin di buat ujian ya ? Kamu ngerasa ga sih orang orang di sekeliling kita ada masalah pasti kita yang di bawa untuk ikut campur ? Biasanya ujian menikah itu entah itu dari orang tua atau dari kita nya . Ini kenapa teman teman kita ya ? )


( Bener dit , aku baru ngerasain . Tapi jangan sampe dong masalah dari orang tua . Kamu doa itu namanya )


( Ya kan waktu mba Aghni juga begitu. Tiba tiba bokap keuangan nya miris di tambah lagi keluarga mas Selim yang tiba tiba batalin karena engak mau menikah sama orang Indonesia)

__ADS_1


( Masalah orang kan beda beda , jangan memberatkan kita dong dit masalah nya . Gimana kalo aku engak kuat ? )


( Ya ya, jangan sampe ya Dar )


( iya , yaudah aku tutup telpon ya , aku mau pulang , cukup melelahkan hari ini )


( Hati hati pulang nya )


( iya , dadah )


Tut


Tiba di rumah Dara melihat mobil asing baginya. Dan begitu masuk . Dara dapat melihat haidar sedang belajar di ajari oleh Dira


Dari kejauhan juga papi melihat nya . Mereka belajar di mushola


" Dar.. sini " panggil Papi


Dara menghampiri sang papi yang diam diam menatap anak nya lagi belajar


" kelihatannya haidar suka ya belajar sama teman nya adit itu . Keliatan nya juga pintar terus sabar juga ya "


" Emang dia pintar pi , ya kita liat perkembangan haidar sebulan ini atau seminggu paling cepat . Oh iya papi udah tahu jadwal yang di ambil haidar kapan aja ? Papi tahu juga enggak kalo Dira ngajar anak smp ? Awas takut bentrok pi "


" Haidar minta dari senin sampai kamis aja dan itu sore . Karena siang jam 2 an itu Dira ada sama anak smp itu . Ya tadi papi juga udah hitung hitungan sama dia masalah budget "


Dara mengangguk dia menatap adiknya lagi yang terus bertanya pada Dira


" Yaudah , aku ke kamar dulu ya pi , mau istirahat "


##


Wekeend ini adalah waktunya mereka untuk berpacaran , kedatangan adit kerumah membuat kedua mertuanya itu menanyakan tentang pernikahan mereka


" Adit ! Papi pikir pikir sebulan itu pernikahan kalian terasa cepat gimana kalo 3 bulan lagi ? Engak buru buru kan kamu ? "


" 3 bulan pi ? Bukan nya kemarin bilang 1 bulan ? "


" Iya Cuma papi pikir terlalu cepat , belom lagi kalian ngurus ini itu " kata Hendra


" Masalah gedung dan sebagian kan udah di pikirin, papi sama Mama tinggal sebut aja mau kaya gimana " kata Adit


" Iya , papi pusing mikirin kalian mau nikah , banyak omongan dari sana sini . Banyak yang kasih saran . Sampai kepala papi mau pecah rasanya "


Dara juga Adit terdiam


" Yaudah nanti kita omongin lagi , aku sama adit mau keluar dulu ya " kata Dara mengakhiri obrolan


Dara sempat melihat wajah adit sedikit perubahan. Perubahan dalam bentuk emosional


Sepanjang perjalanan adit hanya diam aja . Dara juga diam dia tidak mengajak untuk ngobrol


" Kasian banget itu anak , panas panasan jualan " kata Dara kini mencairkan suasana

__ADS_1


Adit hanya diam . Ketika adit mengambil minuman kaleng . Adit susah untuk membukanya . Dara mengambil dan membuka minuman itu untuk Adit


" Kita cocok ya pake baju coklat terus celana susu gini " kata Dara lagi


Merasa tidak di respon , Dara bergalut manja di lengan Adit


" Kenapa bt gitu hm ? Cerita sama aku jangan di pendam, nanti pusing sendiri loh! " kata Dara


" Dar. Aku pengen nikah sama kamu secepatnya , menurut pengalaman temen aku ya emang urusan nikah itu ribet ngurus ini itu . Bukan nya lebih cepat lebih baik ? Jadi engak terlalu tiap hari ngebahas pernikahan. Kamu pikir cuma orang tua kamu yang pusing ? Akhir akhir ini dar mama aku nangis karena sibuk mikirin kita nikah. Orang tua aku juga yang cari ini itu " jelas Adit


" Jadi kamu mau nikah secepatnya ? Kamu tahu kan umur aku masih 17 tahun ? " Tanya adara


" Ya Emang masalah? Emang ada larangan cewek umur 17 tahun menikah ? "


"Ya engak ada masalah sih cuma kek terlalu cepet ga sih ? Nanti orang mikir nya duluan "


Adit meminggirkan mobilnya . Dia menatap Dara serius


" Kenapa harus mikirin orang lain ? Kalo kamu engak merasa hamil duluan ya ngapain harus denger orang lain ? Sekarang siapa yang minta nikah cepat cepat ? Orang tua aku atau orang tua kamu? Orang tua aku awalnya bilang 5 bulan lagi kan ? Sedangkan papi minta kita bulan depan kan ? Ya harusnya sesuai dengan omongan pertama lah " jelas adit kini kembali kesel


Untuk sesaat mereka berdua terdiam, memikirkan masing masing tentang pernikahan ini


" Yaudah iya kita nikah bulan depan ya , aku mau bantu orang tua kamu , apa aja yang sudah di urus ? "


Adit jelasin satu persatu dari mulai wo , gedung dll


" Kamu cari aja tempat honeymoon buat kita " kata Adit


" Kita mau langsung honeymoon ? " Tanya Dara


" Iya lah , kamu pikir buat apa aku minta cepat cepat nikah ? Ya buat kamu lah , biar kamu cepat kasih teman untuk Luna " kata Adit tersenyum


Dara tertawa mendengar hal itu dia langsung menjewer telinga Adit


" mood nya udah balik lagi kan? Udah engak bt lagi karena kita jadi nikah bulan depan " kata Dara


Adit mengangguk dia mengenggam tangan Dara lalu dia mengecup nya


" Tumben kamu tadi engak ikut marah ? Biasanya kamu yang selalu emosional? "


" Ya mau gimana lagi, harus nurut kan sama calon suami . Yang ada terus terusan aku lawan , Dosa ! " kata Dara


Adit tersenyum " Bagus banget , udah belajar dari sekarang, sering sering ya ngalah sama suami "


" hmmm pasti , untung yang kaya kamu satu, tukang ngambek, tukang emosi , tukang apalagi yaaa "


Adit tersenyum dia mengangguk mendengarkan percakapan Dara lontarkan


" Tukang mesum " jawab Adit


" Bener , tapi kalo soal nafsuan . Aku yang 100 persen "


Adit tertawa mendengar hal itu " Dar . I love you " kata adit menatapnya dalam

__ADS_1


" I love you calon suami ku " jawab Dara


__ADS_2