
Drt...
Drt...
Ponsel Dara berdering lagi panggilan dari Adinda tapi Rasya yang pegang
" Angkat ga nih , kalo engak di angkat dia pasti tau lo kerumah gue "
" Gue takut Dar. Gue harus gimana ini "
Dara menutup mulut Dinda dia terpaksa mengangkat panggilan itu
( Dar . Dinda sama lo ngga ? )
( engak tuh , kenapa ? )
( Kalo Dinda kerumah lo , bilang ya , gue mau pergi temuin bokap )
Dinda melebarkan matanya
( ke Singapura? )
( Iya , Dia juga engak butuh gue kan ? Jadi buat apa gue dirumah kalo yang punya rumah engak ada ! )
Dara terdiam menatap adinda . Tanpa disadari mata Dinda berkaca kaca
( Lo mau temuin Dinda dulu nggak sebelum lo berangkat ke Singapur? )
( Buat apa ? Dia yang cerain gue kok )
Dara melebarkan matanya dia menatap Dinda terlihat sedih
( Sya , kalian itu udah nikah loh , seharusnya mempertahankan rumah tangga , kalo Dinda salah harusnya sebagai suami tanya baik baik kenapa Dinda bisa kaya gitu )
( Lo belum nikah Dar. Lo gampang ngomong gitu . Lo pikir selama ini gue engak berusaha buat jaga dia ? Lo tanya temen lo cara dia memperlakukan gue gimana ? )
( Dinda di rumah gue , mending kalian ngomong baik baik . Lo jangan pergi dulu sebelum Dinda sampai rumah )
Tut ...
Dara mematikan panggilan dia langsung menganti pakaian mengantar Dinda untuk pulang kerumah nya
" Ayo pulang , gue antar. Jangan sampai lo nyesel Rasya pergi " kata Dara
##
Sepulang mengantar Dinda kerumah nya , Dara menghubungi adit menceritakan semuanya dari mulai Rasya menghubungi untuk bertemu lalu Dinda yang tiba tiba berada di kamar nya . Hingga di akhir Dara mengantar Dinda untuk pulang
( Dar . Makin kesini kok kita semakin di buat ujian ya ? Kamu ngerasa ga sih orang orang di sekeliling kita ada masalah pasti kita yang di bawa untuk ikut campur ? Biasanya ujian menikah itu entah itu dari orang tua atau dari kita nya . Ini kenapa teman teman kita ya ? )
( Bener dit , aku baru ngerasain . Tapi jangan sampe dong masalah dari orang tua . Kamu doa itu namanya )
( Ya kan waktu mba Aghni juga begitu. Tiba tiba bokap keuangan nya miris di tambah lagi keluarga mas Selim yang tiba tiba batalin karena engak mau menikah sama orang Indonesia)
__ADS_1
( Masalah orang kan beda beda , jangan memberatkan kita dong dit masalah nya . Gimana kalo aku engak kuat ? )
( Ya ya, jangan sampe ya Dar )
( iya , yaudah aku tutup telpon ya , aku mau pulang , cukup melelahkan hari ini )
( Hati hati pulang nya )
( iya , dadah )
Tut
Tiba di rumah Dara melihat mobil asing baginya. Dan begitu masuk . Dara dapat melihat haidar sedang belajar di ajari oleh Dira
Dari kejauhan juga papi melihat nya . Mereka belajar di mushola
" Dar.. sini " panggil Papi
Dara menghampiri sang papi yang diam diam menatap anak nya lagi belajar
" kelihatannya haidar suka ya belajar sama teman nya adit itu . Keliatan nya juga pintar terus sabar juga ya "
" Emang dia pintar pi , ya kita liat perkembangan haidar sebulan ini atau seminggu paling cepat . Oh iya papi udah tahu jadwal yang di ambil haidar kapan aja ? Papi tahu juga enggak kalo Dira ngajar anak smp ? Awas takut bentrok pi "
" Haidar minta dari senin sampai kamis aja dan itu sore . Karena siang jam 2 an itu Dira ada sama anak smp itu . Ya tadi papi juga udah hitung hitungan sama dia masalah budget "
Dara mengangguk dia menatap adiknya lagi yang terus bertanya pada Dira
" Yaudah , aku ke kamar dulu ya pi , mau istirahat "
##
Wekeend ini adalah waktunya mereka untuk berpacaran , kedatangan adit kerumah membuat kedua mertuanya itu menanyakan tentang pernikahan mereka
" Adit ! Papi pikir pikir sebulan itu pernikahan kalian terasa cepat gimana kalo 3 bulan lagi ? Engak buru buru kan kamu ? "
" 3 bulan pi ? Bukan nya kemarin bilang 1 bulan ? "
" Iya Cuma papi pikir terlalu cepat , belom lagi kalian ngurus ini itu " kata Hendra
" Masalah gedung dan sebagian kan udah di pikirin, papi sama Mama tinggal sebut aja mau kaya gimana " kata Adit
" Iya , papi pusing mikirin kalian mau nikah , banyak omongan dari sana sini . Banyak yang kasih saran . Sampai kepala papi mau pecah rasanya "
Dara juga Adit terdiam
" Yaudah nanti kita omongin lagi , aku sama adit mau keluar dulu ya " kata Dara mengakhiri obrolan
Dara sempat melihat wajah adit sedikit perubahan. Perubahan dalam bentuk emosional
Sepanjang perjalanan adit hanya diam aja . Dara juga diam dia tidak mengajak untuk ngobrol
" Kasian banget itu anak , panas panasan jualan " kata Dara kini mencairkan suasana
__ADS_1
Adit hanya diam . Ketika adit mengambil minuman kaleng . Adit susah untuk membukanya . Dara mengambil dan membuka minuman itu untuk Adit
" Kita cocok ya pake baju coklat terus celana susu gini " kata Dara lagi
Merasa tidak di respon , Dara bergalut manja di lengan Adit
" Kenapa bt gitu hm ? Cerita sama aku jangan di pendam, nanti pusing sendiri loh! " kata Dara
" Dar. Aku pengen nikah sama kamu secepatnya , menurut pengalaman temen aku ya emang urusan nikah itu ribet ngurus ini itu . Bukan nya lebih cepat lebih baik ? Jadi engak terlalu tiap hari ngebahas pernikahan. Kamu pikir cuma orang tua kamu yang pusing ? Akhir akhir ini dar mama aku nangis karena sibuk mikirin kita nikah. Orang tua aku juga yang cari ini itu " jelas Adit
" Jadi kamu mau nikah secepatnya ? Kamu tahu kan umur aku masih 17 tahun ? " Tanya adara
" Ya Emang masalah? Emang ada larangan cewek umur 17 tahun menikah ? "
"Ya engak ada masalah sih cuma kek terlalu cepet ga sih ? Nanti orang mikir nya duluan "
Adit meminggirkan mobilnya . Dia menatap Dara serius
" Kenapa harus mikirin orang lain ? Kalo kamu engak merasa hamil duluan ya ngapain harus denger orang lain ? Sekarang siapa yang minta nikah cepat cepat ? Orang tua aku atau orang tua kamu? Orang tua aku awalnya bilang 5 bulan lagi kan ? Sedangkan papi minta kita bulan depan kan ? Ya harusnya sesuai dengan omongan pertama lah " jelas adit kini kembali kesel
Untuk sesaat mereka berdua terdiam, memikirkan masing masing tentang pernikahan ini
" Yaudah iya kita nikah bulan depan ya , aku mau bantu orang tua kamu , apa aja yang sudah di urus ? "
Adit jelasin satu persatu dari mulai wo , gedung dll
" Kamu cari aja tempat honeymoon buat kita " kata Adit
" Kita mau langsung honeymoon ? " Tanya Dara
" Iya lah , kamu pikir buat apa aku minta cepat cepat nikah ? Ya buat kamu lah , biar kamu cepat kasih teman untuk Luna " kata Adit tersenyum
Dara tertawa mendengar hal itu dia langsung menjewer telinga Adit
" mood nya udah balik lagi kan? Udah engak bt lagi karena kita jadi nikah bulan depan " kata Dara
Adit mengangguk dia mengenggam tangan Dara lalu dia mengecup nya
" Tumben kamu tadi engak ikut marah ? Biasanya kamu yang selalu emosional? "
" Ya mau gimana lagi, harus nurut kan sama calon suami . Yang ada terus terusan aku lawan , Dosa ! " kata Dara
Adit tersenyum " Bagus banget , udah belajar dari sekarang, sering sering ya ngalah sama suami "
" hmmm pasti , untung yang kaya kamu satu, tukang ngambek, tukang emosi , tukang apalagi yaaa "
Adit tersenyum dia mengangguk mendengarkan percakapan Dara lontarkan
" Tukang mesum " jawab Adit
" Bener , tapi kalo soal nafsuan . Aku yang 100 persen "
Adit tertawa mendengar hal itu " Dar . I love you " kata adit menatapnya dalam
__ADS_1
" I love you calon suami ku " jawab Dara