
Seperti yang sudah di rencanakan pulang sekolah pergi ke mall membeli kebutuhan untuk camp nanti , dan tak lupa rasya juga butuh jaket tebal dan sarung tangan untuk disana nanti , katanya dingin .
Setelah beres urusan , adara mengajak kekasih nya itu untuk makan siang , adara begitu lapar . Akhirnya mereka pergi ke salah satu restoran Jepang semacam sushi .
Sampai pada akhirnya rasya begitu mual , bahkan dia terus memegang perut nya
" Yang , perut aku sakit banget , terus aku juga keringat dingin " kata Rasya begitu lemah
Adara yang mendengar itu posisi duduk nya pun langsung pindah dia mengelap keringat di kening rasya
" Lagian sih kamu lewatin sarapan , terus juga tadi siang engak makan juga . Tiba tiba langsung makan sushi , pasti kurang enak di badan kamu " kata adara begitu bawel
Kepala rasya bersandar di pundak adara , sedangkan adara juga langsung merangkul kekasih nya itu
" Kita langsung pulang aja gimana ? Biar aku yang bawa mobil nya " kata adara
Rasya mengangkat kepalanya dia bersandar di atas meja , begitu kunang kunang , sampai pada akhirnya beberapa menit kemudian rasya memaksa berdiri dan segera pergi ke parkiran
" Em kamu mau ga temenin aku ke hotel ? Aku butuh istirahat sebentar sih "
Adara terdiam
" Kepala aku ga kuat banget , kamu liat aku keringat dingin gitu . Cari cari dekat sini aja" kata rasya
Tak ada jawaban dari adara , akhirnya rasya langsung memeluk adara
" Yaudah iya " kata adara
Rasya langsung tersenyum , akhirnya dia segera pergi mencari hotel terdekat mall yang saat ini masih berada di tempat tersebut.
Tak jauh dari mall hanya beberapa meter aja , akhirnya mobil itu tiba di salah satu hotel , akhirnya rasya juga langsung booking dan kartu masuk kamar telah di pegang oleh rasya . Selama masuk ke dalam hotel sampai menuju kamar dan tadi menaiki lift juga , rasya terus merangkul pinggang adara
Tiba lah mereka sampai di kamar hotel, ranjang yang hanya satu tapi besar . Tanpa berlama lama rasya melepaskan sepatunya lalu merebahkan tubuh nya Di ranjang
" nyaman banget " kata rasya
Sedangkan adara jantung nya begitu detak cepat , perasaan apa yang saat ini . Begitu sangat dekat lalu di kamar hanya berdua
Wajah adara juga begitu pucat sekali dia bisa lihat lewat pantulan kaca , sampai akhirnya rasya bangun dari tidurnya melepaskan pakaian atas nya dan memeluk adara
" Sayang ..." kata rasya
Adara tak menjawab , karena tiba tiba kedua tangan adara gemeteran
" Tiduran sini , sambil peluk aku " kata rasya sempat menarik memundurkan tubuh adara untuk merebahkan di atas ranjang sama dengan nya
" Kok diam aja sayang ? Kamu ga lelah ? Lepas dulu tas nya sayang , nanti aja kita pulang nya , kita istirahat dulu sambil santai nonton tv " kata rasya lagi
Tak ada jawaban , akhirnya rasya beranjak bangun dia mencoba membantu adara melepaskan tas ranselnya lalu dia berjarak dekat , menikmati wajah cantik kekasih nya itu dan mengelus pipi mulus nya , membuat adara begitu geli sekaligus merinding
Cup
Rasya mengecup bibir adara lalu dia tersenyum
__ADS_1
" Sayang "
Rasya menunduk tubuhnya dia mencoba melepaskan sepatu adara tapi sempat adara menolak, dan sampai akhirnya kedua sepatu lepas dengan kaos kakinya
Adara merileks tubuhnya dia bersandar di ujung ranjang , dia juga menatap rasya yang saat ini menyalakan tv dan mengambil salah satu snack yang di bawa tadi. Tiba akhirnya rasya ikut duduk lalu kepalanya berada di paha adara . Dan tangan adara dia pimpin untuk berada di dadanya
" Belum pernah ya kita berdua sedekat ini sayang " katanya
" Tadi bilang katanya kamu lagi kurang sehat " kata adara
" Iya sayang , ini masih kurang sehat , cuma aku berusaha kuat aja di depan kamu , lagi pula kita berdua juga lagi istirahat " kata rasya
Hingga beberapa menit kemudian benda berharga bawah rasya begitu gelisah
" Sayang ... " kata rasya
Adara tadi sempat mengambil ponselnya lalu saat ini dia sedang memainkan nya
" Kamu mau tolongin aku engak ? " kata rasya
" Apa sayang ? " kata adara
" Tolong bantu aku ngeluarin sayang , sakit banget " kata rasya
Adara langsung diam , dia tahu apa yang di maksut kekasih nya itu karena beberapa tahun lalu rasya pernah chatting dengan begitu vulgar
" ishh sakit... sayang kamu ga mau tolongin aku ? " kata rasya dengan suara lirih
" Aku harus apa ? " kata adara
" Pegang ini aku , kamu turun naikin sayang "
Rasya langsung melepaskan pakaian bawahnya dan memperlihatkan panjang dan putih membuat adara tiba tiba terkejut
" Sayang , cepetan sakit banget " kata rasya
Rasya beranjak bangun dia menarik tangan adara untuk duduk di tempat bangku yang telah di siapkan kamar hotel , kamar yang rasya pilih juga termasuk mewah
" Kamu duduk di bawah sambil turun naikin sayang , cepat sayang , sakit banget"
Adara begitu kaku mulut nya lalu dia menuruti permintaan kekasih nya dengan cara memegang terlebih dahulu membuat rasya begitu tenang dan lalu dia tersenyum
Rasya tahu adara beru pertama kali , dan dia juga mengajarkan caranya
" Argh , sayang... dikit lagi keluar sayang ..."
Adara menatap wajah rasya begitu gelisah, dan yeah akhirnya adara berhasil membuat keluar nya dan rasya segera mencium bibir adara hingga keduanya sama sama menikmati ciuman tersenyum
" terima kasih ya sayang , soalnya kalo ga di keluarin sakit banget " kata rasya
Rasya beranjak bangun dia juga mengulurkan tangan adara untuk segera bangun , lalu rasya mendorong tubuh adara di ranjang dan langsung rasya pelan pelan untuk menyalurkan hasrat nya
" Kamu mau kan ? " Kata rasya
__ADS_1
Adara mengangguk , rasya tidak mencoba melepaskan pakaian atasnya tapi dia berusaha pelan pelan untuk adara sendiri yang melepaskan pakaian bawah nya dan
" Aku ga akan ninggalin kamu , aku janji " kata rasya
Adara mengangguk
" Kamu juga kan , ga akan ninggalin aku ? "
Adara terdiam , tapi rasya menganggap diam adara itu adalah jawaban , jawaban kalo adara ga akan ninggalin . Sebenarnya ini sudah lama di rencanakan oleh rasya . Dia mau adara milik selamanya dan rasya juga berniat akan segera menikahi adara nantinya
" Argh , sakit " kata adara ketika rasya mencoba untuk masuk ke milik nya
Rasya di tendang tubuh nya oleh adara Karena katanya sakit
" pelan pelan ya sayang ya " kata rasya
Adara mengagguk
Dan beberapa kali adara sempat memberontak sampai akhirnya rasya menahan tangan adara dan memaksa masuk . Adara juga langsung menangis katanya begitu sakit
Hiks hiks hiks
" jahat kamu sya . Sakit .... " kata adara
Rasya keburu tanggung dia tetap memaju mundur kan tubuhnya hingga beberapa menit kemudian adara sempat mendesah entah itu sakit atau pun keenakan
" masih sakit ? "
Adara tidak menjawab tapi dia mengigit bibir bawahnya
Dan permainan itu berlangsung 1 jam dan adara langsung pergi ke toilet , karena tak tahan untuk pipis. Dan adara sempat mengeluh kesakitan di area kewanita annya. Tanpa berlama lama juga rasya ikut masuk , membuat adara terkejut
" Kamu mau ngapain ? " kata adara
" Mandi sayang , aku engak betah keringatan, kemu juga kan keringatan, mandi aja sayang " kata rasya
Adara langsung segera keluar dia memakai kembali pakaian nya dan kebetulan ada hair dryer. Mengeringkan rambutnya
" Makasih ya sayang untuk tadi " kata rasya begitu senang
" ada banyak pertanyaan yang aku mau tanya sama kamu , tapi nanti aja , aku lagi capek , sakit semua tubuh aku " kata adara
Rasya mengangguk dia memakai kembali juga pakaian nya
Saat telah selesai mengering rambutnya , adara tak sengaja melihat ada decak darah
" berarti aku udah lepas perawan sama kamu ? Lihat darah ini . Kamu .... "
Rasya terdiam dia segera memeluk adara
" Aku yang cuci ya sayang , kamu ga perlu bersih bersih, biar aku " kata rasya menenangkan
Sebenarnya bukan itu yang adara mau bilang , cuma rasya segera menarik bad cover dan segera membawa ke kamar mandi untuk membersihkan
__ADS_1