
Drt...
Drt...
( Halo iya kak adit ! ) kata Dara
( Belum tidur kamu ? )
( Belom kak , lagi beres buku buat besok , kenapa ? ) kata Dara
( Cek rekening kamu ya , kakak udah kirim buat jajan kamu )
Dara melebarkan matanya , senyum nya terluas lebar . Bagaimana tidak , sesenang itu tiba tiba di transfer
( Aku cek dulu ya kak , siapa tau udah masuk )
( Iya ) kata adit
6.000.000
Dara tersenyum lebar
( Makasih kak adit , nanti aku bagi dua sama haidar ya ) kata Dara
( Iya )
Selama ini ketika adit transfer jajan , selalu adara membaginya . Tapi engak sebanyak sekaligus . Pasalnya haidar tipe pria yang boros , karena game nya . Jadi seminggu bisa dua kali meminta
( Kak adit lagi apa ? )
( Lagi mandi )
( ihh , tutup dulu ya telpon nya , mandi dulu)
( Mau lihat nggak, kakak lagi mandi loh ) ejek Adit
( Nggak ! Paling juga kecil )
Adit tertawa mendengar hal itu
( Nakal banget kamu ya ! Emang nya kamu udah pernah liat punya aku ? Asal nyebut kecil aja )
( hehe , kak adit terlalu vulgar tahu ga sihh . Males aku ! ) kata Dara sambil terkekeh
( Yaudah , jangan tidur malam malam , aku mandi dulu )
( Iya, dadah , makasih atas uang jajan nya) kata Dara di akhir
##
Pagi itu terjadi keributan. Adara maupun haidar segera turun ketika mama nya sedang kehilangan barang
" Ga mungkin disini juga dong sayang , pasti hilang nya di kamar , secara kamu simpan nya tertutup "
__ADS_1
" Tapi engak ada di dalam mas ! Bisa gawat kalo itu buku ilang " kata Dinda
Kedua anaknya hanya diam mengamati kedua orang tuanya
" Cari apa sih pih , ma , pagi pagi begini ? " kata Haidar
" Buku mama ilang , buku diary "
Adara terdiam, buku diary milik mama nya kan ada di kamar nya . Belum juga baca habis semua cerita di dalam buku itu
" Sejak kapan mama punya buku diary ? Kok aku engak tahu ! " kata Haidar
Dinda membuka lemari yang berisi gelas dan piring tamu , siapa tahu ada disana
" Ya kamu ga tahu , papi juga engak tahu , kalo mama kamu punya itu buku " Jawab hendra
Hendra menahan tangan Dinda untuk berhenti mencari
" Kamu taruh nya di dalam ! Hilang nya di dalam ! Selama ini kamar kita hanya masuk berempat , engak mungkin hilang , pasti kamu lupa taruh nya sayang " jawab Hendra
" Begitu ya , nanti mas mau bantu aku kan ? " Tanya mama Dinda
" Iya , di bantu , asal nanti malam begituan ya " kata Hendra
Kedua anaknya mengehla nafas , terutama adara . Langsung saja pergi meninggalkan mereka berdua . Dinda mencubit dada suaminya
" Ada anak anak tahu ! Kamu tuh kalo ngomong suka sembarangan "
"Hehe , lupa sayang " jawab hendra terkekeh
" Papi lihat lihat kamu sekarang ada berubah ya , sering ngomong, perhatian juga . Ada apa nih " kata Hendra pada Haidar
" Ga ada apa apa ! " jawab Haidar singkat
Dara tersenyum nampaknya dampak pacaran adik dan sahabatnya malah membuat haidar sangat positif
" Bagus dong pi , artinya haidar bisa bersosialisasi sama kita, papi jangan patah in semangat haidar " kata Adinda
" Benar itu pi, lagian aku emang seburuk itu ya ? " kata Haidar
Kedua orang tua itu menggeleng ,pasalnya akhir akhir ini haidar mandi sehari 2x , lalu juga sering menyapa pekerja disini . Dan ada banyak perubahan
" papi lihat juga kamu sering cuci mobil ya , sekarang kalo kotor dikit aja langsung di cuci . Papi jadi curiga " kata hendra memincingkan matanya
" Apa emang ? Biasa aja tuh " Elak haidar
Adara hanya bisa tersenyum , bagaimana bisa adinda membuat haidar banyak berubah . Ah jadi kepo . Bagaimana hubungan keduanya tanpa di ketahui Dara . Dan tunggu ! Apakah mereka pernah berciuman?
" Pasti dia lagi nunjukan semangat nya pi , supaya dia bisa meminta imbalan " kata Adinda curiga
" Ayo kamu mau apa ? Bilang sama papi ! " Kata hendra
Haidar mengangkat kedua tangan nya ✌️
__ADS_1
" Boleh ga , aku minta uang jajan tambahan hehe , harga game sekarang naik pi " kata haidar terkekeh
" Astaga ! Mas anakmu ! " kata adinda menggeleng kepalanya
Hendra mengangkat kedua tangan nya
" Papi nyerah kalo kamu beli game ! Papi capek ! Dan papi akan sanggup sama keperluan kamu tapi tidak dengan game. Apapun yang kamu mau , kamu harus bisa mengatur uang jajan kamu supaya bisa beli apapun yang kamu inginkan " kata Hendra panjang lebar
Huh !
" Ga asik banget mama , papi ! " kata Haidar
Adara mengangkat kedua alisnya menatap mama dan papi nya , terlihat jelas haidar sedang mengambil. Bahkan nasi goreng sarapan nya tidak di sentuh lagi
##
" Din , bilang sama cowok lu ya, gua bareng balik ya "
Adinda mengerutkan keningnya , kenapa Dara meminta dirinya untuk bilang sama haidar . Secara Dara kakak nya masa harus banget dirinya disuruh bilang begitu
Tin tin
Dinda tersenyum , pas buka pintu mobilnya
" Dara mau ikut , boleh ? "
" Nanti kak Adit jemput kok " kata Haidar
" heh ! Adit lagi meeting ga mungkin dia jemput gue "
Huh !
Haidar mengangguk , adara duduk di bangku penumpang sedangkan adinda duduk di samping nya
Keduanya tak ada percakapan apa apa , atau mungkin haidar malu kalo hubungan nya ada yang tahu
" Ehemm... " deham Dara
Dara menatap kedua sepasang kekasih yang hanya diam
" Besok lo bawa tuh mobil ! Jangan bisa nya numpang terus " ketus Haidar
" Gitu amat sih ! Nih bensin juga gua yang beli " kata Dara
Haidar terdiam , emang apa yang di bilang kakak nya adalah betul . Kalo haidar meminta uang untuk membeli bensin jemput adinda
" Ehemm... gini amat jalan sama orang yang pacaran tanpa komunikasi " sindir Dara
Adinda hanya menoleh tetapi dia kembali pandangan lurus hanya beberapa detik
" Musik dong nyalain , atau engak radio gitu , lama lama jadi merinding" Oceh Dara
Sebenarnya kalo di antara mereka engak ada orang lain , pasti yang melakukan komunikasi dan membuat rame , adalah Adinda
__ADS_1
Walaupun begitu selalu aja ada bahan obrolan untuk mereka entah apapun pertanyaan pertanyaan adinda random . Tidak seperti ini . Hening tanpa komunikasi. Mendadak pertanyaan adinda buat haidar tidak ada bahan obrolan