DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Perubahan Haidar


__ADS_3

Drt...


Drt...


( Halo iya kak adit ! ) kata Dara


( Belum tidur kamu ? )


( Belom kak , lagi beres buku buat besok , kenapa ? ) kata Dara


( Cek rekening kamu ya , kakak udah kirim buat jajan kamu )


Dara melebarkan matanya , senyum nya terluas lebar . Bagaimana tidak , sesenang itu tiba tiba di transfer


( Aku cek dulu ya kak , siapa tau udah masuk )


( Iya ) kata adit


6.000.000


Dara tersenyum lebar


( Makasih kak adit , nanti aku bagi dua sama haidar ya ) kata Dara


( Iya )


Selama ini ketika adit transfer jajan , selalu adara membaginya . Tapi engak sebanyak sekaligus . Pasalnya haidar tipe pria yang boros , karena game nya . Jadi seminggu bisa dua kali meminta


( Kak adit lagi apa ? )


( Lagi mandi )


( ihh , tutup dulu ya telpon nya , mandi dulu)


( Mau lihat nggak,  kakak lagi mandi loh ) ejek Adit


( Nggak ! Paling juga kecil )


Adit tertawa mendengar hal itu


( Nakal banget kamu ya ! Emang nya kamu udah pernah liat punya aku ? Asal nyebut kecil aja )


( hehe , kak adit terlalu vulgar tahu ga sihh . Males aku ! ) kata Dara sambil terkekeh


( Yaudah , jangan tidur malam malam , aku mandi dulu )


( Iya,  dadah , makasih atas uang jajan nya) kata Dara di akhir


##


Pagi itu terjadi keributan.  Adara maupun haidar segera turun ketika mama nya sedang kehilangan barang


" Ga mungkin disini juga dong sayang , pasti hilang nya di kamar , secara kamu simpan nya tertutup "

__ADS_1


" Tapi engak ada di dalam mas ! Bisa gawat kalo itu buku ilang " kata Dinda


Kedua anaknya hanya diam mengamati kedua orang tuanya


" Cari apa sih pih , ma , pagi pagi begini ? " kata Haidar


" Buku mama ilang , buku diary "


Adara terdiam,  buku diary milik mama nya kan ada di kamar nya . Belum juga baca habis semua cerita di dalam buku itu


" Sejak kapan mama punya buku diary ? Kok aku engak tahu ! " kata Haidar


Dinda membuka lemari yang berisi gelas dan piring tamu , siapa tahu ada disana


" Ya kamu ga tahu , papi juga engak tahu , kalo mama kamu punya itu buku " Jawab hendra


Hendra menahan tangan Dinda untuk berhenti mencari


" Kamu taruh nya di dalam ! Hilang nya di dalam ! Selama ini kamar kita hanya masuk berempat , engak mungkin hilang , pasti kamu lupa taruh nya sayang " jawab Hendra


" Begitu ya , nanti mas mau bantu aku kan ? " Tanya mama Dinda


" Iya , di bantu , asal nanti malam begituan ya " kata Hendra


Kedua anaknya mengehla nafas , terutama adara . Langsung saja pergi meninggalkan mereka berdua . Dinda mencubit dada suaminya


" Ada anak anak tahu ! Kamu tuh kalo ngomong suka sembarangan "


"Hehe , lupa sayang " jawab hendra terkekeh


" Papi lihat lihat kamu sekarang ada berubah ya , sering ngomong,  perhatian juga . Ada apa nih " kata Hendra pada Haidar


" Ga ada apa apa ! " jawab Haidar singkat


Dara tersenyum nampaknya dampak pacaran adik dan sahabatnya malah membuat haidar sangat positif


" Bagus dong pi , artinya haidar bisa bersosialisasi sama kita,  papi jangan patah in semangat haidar " kata Adinda


" Benar itu pi, lagian aku emang seburuk itu ya ? " kata Haidar


Kedua orang tua itu menggeleng ,pasalnya akhir akhir ini haidar mandi sehari 2x , lalu juga sering menyapa pekerja disini . Dan ada banyak perubahan


" papi lihat juga kamu sering cuci mobil ya , sekarang kalo kotor dikit aja langsung di cuci . Papi jadi curiga " kata hendra memincingkan matanya


" Apa emang ? Biasa aja tuh " Elak haidar


Adara hanya bisa tersenyum , bagaimana bisa adinda membuat haidar banyak berubah . Ah jadi kepo . Bagaimana hubungan keduanya tanpa di ketahui Dara . Dan tunggu ! Apakah mereka pernah berciuman?


" Pasti dia lagi nunjukan semangat nya pi , supaya dia bisa meminta imbalan " kata Adinda curiga


" Ayo kamu mau apa ? Bilang sama papi ! " Kata hendra


Haidar mengangkat kedua tangan nya ✌️

__ADS_1


" Boleh ga , aku minta uang jajan tambahan hehe  , harga game sekarang naik pi " kata haidar terkekeh


" Astaga ! Mas anakmu ! " kata adinda menggeleng kepalanya


Hendra mengangkat kedua tangan nya


" Papi nyerah kalo kamu beli game ! Papi capek ! Dan papi akan sanggup sama keperluan kamu tapi tidak dengan game.  Apapun yang kamu mau , kamu harus bisa mengatur uang jajan kamu supaya bisa beli apapun yang kamu inginkan " kata Hendra panjang lebar


Huh !


" Ga asik banget mama , papi ! " kata Haidar


Adara mengangkat kedua alisnya menatap mama dan papi nya , terlihat jelas haidar sedang mengambil. Bahkan nasi goreng sarapan nya tidak di sentuh lagi


##


" Din , bilang sama cowok lu ya, gua bareng balik ya "


Adinda mengerutkan keningnya , kenapa Dara meminta dirinya untuk bilang sama haidar . Secara Dara kakak nya masa harus banget dirinya disuruh bilang begitu


Tin tin


Dinda tersenyum , pas buka pintu mobilnya


" Dara mau ikut , boleh ? "


" Nanti kak Adit jemput kok " kata Haidar


" heh ! Adit lagi meeting   ga mungkin dia jemput gue "


Huh !


Haidar mengangguk , adara duduk di bangku penumpang sedangkan adinda duduk di samping nya


Keduanya tak ada percakapan apa apa , atau mungkin haidar malu kalo hubungan nya ada yang tahu


" Ehemm... " deham Dara


Dara menatap kedua sepasang kekasih yang hanya diam


" Besok lo bawa tuh mobil ! Jangan bisa nya numpang terus " ketus Haidar


" Gitu amat sih ! Nih bensin juga gua yang beli " kata Dara


Haidar terdiam , emang apa yang di bilang kakak nya adalah betul . Kalo haidar meminta uang untuk membeli bensin jemput adinda


" Ehemm... gini amat jalan sama orang yang pacaran tanpa komunikasi " sindir Dara


Adinda hanya menoleh tetapi dia kembali pandangan lurus hanya beberapa detik


" Musik dong nyalain , atau engak radio gitu , lama lama jadi merinding" Oceh Dara


Sebenarnya kalo di antara mereka engak ada orang lain , pasti yang melakukan komunikasi dan membuat rame , adalah Adinda

__ADS_1


Walaupun begitu selalu aja ada bahan obrolan untuk mereka entah apapun pertanyaan pertanyaan adinda random . Tidak seperti ini . Hening tanpa komunikasi.  Mendadak pertanyaan adinda buat haidar tidak ada bahan obrolan


__ADS_2