
Haidar duduk di samping Dira . Untung aja papi baru menganti pintu . Jadi mereka hanya berdua di ruangan itu
Haidar merangkul pinggang Dira pada awalnya . Lalu bibir itu menyesap di leher Dira
" Dar... kamu ngapain ? "
" Em? Mau cium wangi atau engak " haidar mengeles
" Wangi lah , aku abis mandi sebelum kesini "
" Pengen kasih tanda di leher kamu , dikit aja "
" Dar ini rumah kamu ya , jangan aneh aneh . Kalo semisal orang tua kamu tiba tiba masuk gimana ? "
" Aku udah kunci. Kayanya kalo kita berhubungan disini juga engak bakal tau " kata Haidar dengan tatapan menggoda
Haidar mencoba melepaskan resleting bawahnya , dia ingin memperlihatkan kejantanan nya itu pada kekasih nya
" Apa perlu kita ke apartemen kamu sekarang ? " Tanya Haidar
" Dar. Aku lagi datang bulan "
" Yahhh engak seru kalo gitu dong , padahal kamu udah lihat sendiri kan , kesayangan kamu yang kamu tunggu tunggu udah begini bentuk nya "
Dira tersebut, dia menaikkan resleting haidar kembali
" Dar . Kita lagi belajar kan ? Aku di bayar buat ngajarin kamu , kita engak bisa main main karena ini rumah kamu "
" Ya makanya besok di tempat kamu aja , plisssss " minta haidar
" Lihat nanti ya , aku lagi males berhubungan "
" Yah kamu kok gitu sih , engak sayang aku ya ? "
" Siapa bilang , aku sayang banget sama kamu dar " kata Dira
" Kalo gitu ayo dong , kamu tuntasin dengan apa gitu " kata Haidar
Haidar kembali memiringkan kepalanya lagi tadi Dira mendorong
" kamu bikin aku engak mood buat belajar , lebih baik kita selesain aja "
" Kok gitu ? Belom juga 2 jam " kata Dira
" Ya habis nya kamu engak mau apa yang aku suruh "
" Yaudah sekarang belajar ayo , jangan main main "
__ADS_1
Haidar mengangguk dia kembali duduk lagi di depan Dira . Kali ini tidak terjadi apa apa lagi . Hanya belajar
##
Setengah 9 Dara baru balik pulang kerumah adit , sedangkan di kamar itu adit sudah lebih dahulu pulang tadi sore
Krek
" Dari mana aja ? Bilang engak mau pergi kemana mana langsung pulang , aku telpon engak di angkat , whatsapp juga engak di balas . Hp kamu mati , sengaja ? "
Dara mengambil piyama , sengaja hari ini tidak mau di sentuh . Jadi Dara memilih pakaian yang tertutup
" Dara... suami kamu lagi ngajak kamu ngobrol "
Dara membalikan badan nya karena adit menahan tangan Dara masuk kedalam kamar mandi
" Dari pagi sampai malam engak ada sekali pun kamu balas ucapan aku , suami di anggap patung, iya? Jangan kaya anak kecil ya dar . Kamu udah dewasa , umur kamu bukan lagi 17 tahun !!! "
" Dit udah ya ngoceh nya , Dara capek banget , sebenarnya apa sih yang kita lagi ributin ? Adit belom puas bahas masalah Dira ? Sekarang Dara serahin semuanya sama Adit . Terserah mulai sekarang mau gimana ! Dara engak akan larang adit bergaul sama siapa aja " kata Dara
Adit melepaskan tangan nya membiarkan istrinya itu mandi terlebih dahulu
Sambil menunggu Dara mandi , adit ingin membelikan Dara makanan kesukaan dan minuman kesukaan . Dara keluar dan langsung merapikan buku buku nya
" Adit turun kebawah dulu ya "
" Suka nggak ? "
" Aku kenyang , buat kamu aja " kata Dara
" Dar ayolah , adit udah beli ini , ini kesukaan kamu " kata Adit sambil tersenyum
" Kamu makan sendiri aja ya Dit, aku ngantuk banget "
Adit terdiam , dia menatap Dara menarik selimut
" Dar kamu engak ada rasa terima masih nya ya , aku bela belain beli ini buat kamu tapi engak di hargain "
" Aku engak minta dit " kata Dara begitu sombong
" Ya seengaknya kamu cobain lah , egois banget jadi orang "
Dara memejamkan matanya dia menghela nafas . Sabar sabar , batin dara
" Yaudah sini aku cobain " kata Dara
Adit langsung taruh di meja , biar Dara yang samperin adit kesini
__ADS_1
" Bismillah "
Ekspresi Dara biasa aja
" Aku juga mau , suapin "
Dara menyuapi adit , ekspresi adit begitu senang sebenarnya adit engak suka seblak tapi demi Dara dia harus membuat Dara kembali mood nya
" Dar , adit lupa bilang , adit ganti hp , hp adit tiba tiba kecebur air . Terus adit beli hp baru sekarang " kata Adit
" Oh ya ? "
Adit mengangguk dia memberikan ponsel barunya pada Dara
" Dar , maafin adit kejadian tadi pagi "
" Mudah ya Dit, mudah banget setelah kejadian tadi pagi kamu membela Dira . Malam nya minta maaf , emang tiap hari yang kamu lakukan ya gini , buat kesalahan , lalu minta maaf selesai "
" Dar. Terus kamu maunya gimana ? Kita berantem larut hari, berhari hari ? " Tanya adit
" Ya engak gitu juga lah , tolong hargain aku sebagai istri dit . Aku engak pernah larang kamu bergaul sama siapa aja . Aku Perempuan dan aku engak akan percaya sahabatan antara cewek dan cowok . Aku minta tolong banget dit . Tolong jaga jarak . Aku cemburuan "
Adit mengangguk
" Mulai sekarang adit jaga jarak dar . Adit janji , adit selalu bilang sama Dara siapapun yang adit ajak ngobrol , adit telponan dan ketemuan sama siapa "
" Aku engak perlu itu , aku minta kamu jaga jarak dit"
Adit mengangguk " Iya sayang, adit jaga jarak sama dira. Ya sayang , maaf . Maaf sekali lagi " ucap Adit mengecup tangan Dara
" Iya " jawab Dara
Adit langsung memeluk Dara. Keduanya saling berpeluk erat
" Aku sayang banget sama kamu dit , aku sakit hati tadi pagi sama kamu "
" Maaf ya sayang " jawab adit
Dara mengangguk kembali " Btw , aku lupa bilang makasih buat makanan dan minuman nya , emang paling bisa ya kamu , ketika istri ngambek di bawain makanan , tapi aku engak mau kamu sering sering begini , jangan mikir aku bakalan luluh setiap marah di kasih makanan tapi aku bakalan luluh kalo kamu berusaha meyakini aku dit " jelas Dara
" Sama sama sayang , iya aku engak akan buat senjata kaya gitu . Btw makin kesini sikap kamu lebih dewasa dari pada aku . Kamu sadar ngga sih makin kesini aku sering ngambek?"
" Sadar kok , makanya aku kadang suka ngalah , dasar anak bontot " kata Dara
" Hehe "
Dara memincingkan matanya, apa apaan begini doang suaminya malah ketawa . Dasar aneh
__ADS_1