DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 148


__ADS_3

Besok pagi nya , Haidar menghubungi Adit menanyakan masalah toko. Adik ipar itu terlihat semangat sekali


" Kamu bilang haidar yang masalah sekolah itu Pa " bisik Dara


" Kamu aja yang bilang, kamu kan kakak nya, aku takut dia tersinggung " bisik adit


" Yaudah kamu ngobrol dulu masalah toko deh , nanti baru ngomong sama dia " kata Dara


Adit mengangguk , dara hanya mendengarkan sambil mengelus perut adit . Pria itu kebanyakan makan saat sarapan dan sekarang malah perut nya sedikit buncit


( ini Dara mau ngomong katanya ) ucap adit . Adit memberikan ponsel nya pada sang istri


( halo kak )


( Dar , apa engak mau di lanjutin sekolah nya ? Kan tadi kak adit udah bilang ya , buka toko nya santai aja , jangan terlalu serius . Berarti masih bisa sekolah nanti pulang sekolah baru buka )


( em , gimana ya kak , dira kan lagi hamil , kalo aku sekolah engak ada yang jaga dira )


( Dira kan tetap kuliah bukan ? Dia juga masih ngajar anak murid nya bukan ? Jadi aman dong , lagian hamil nya dira juga msih awal awal , nanti kalo udah 7 atau 6 bulan baru ) kata Dara


( Aku mau kerja aja kak , engak mau sekolah )


( Kenapa? Masalah biaya ? )


( Karena engak ada yang jagain dira , kalo sekolah itu pasti full sekolah engak sempat buat nanya kabar ) jawab Haidar


( Kalo lo sekolah nanti , terus kuliah lo bisa kasih makan dira dengan layak , emang lo pikir dengan alasan ijazah lo smp , mau jaga toko terus ? ) kata Dara kesel


( Kalo gue sekolah , biaya dari mana kak ? Lo tahu sendiri sekolah gue lebih mahal , bahkan uang puluhan juta pun gue engak ada sama sekali megang )


( Yaudah lo sekolah , nanti gue yang bayarin, asal lo sekolah yang bener ) Kata Dara


( emm )


( Apa yang lo pikirin lagi , udah gua kasih keringanan ya , adit juga bantu lo juga biar dapat penghasilan , nanti lo bisa bawa Dira ke toko itu, biar lo juga aman jagain Dira )


( Yaudah iya sekolah , tapi besok harus ada walinya kak buat masuk sekolah )


( Yaudah jam berapa gua jemput , asal sekolah yang bener , awas lo kalo main main ) kata Dara lagi


( Iya )


( butuh uang jajan nggak ? Tumben lo engak minta jajan sama gue ? )


( emang masih boleh ? ) Tanya haidar


( Mau berapa? )


( terserah deh kak , mau kasih berapa )


( Yaudah nanti gue tf , gue matiin dulu , setelah siapin baju kak adit gua tf )


( Thanks )


Tut ...


Dara menyiapkan pakaian adit , pria itu ada kelas pagi katanya


" Dar ... aku ada kelas pagi hari ini "


" Yaudah "


" Dar ... "


" Apa sayangku " kata Dara


" Kamu engak mikir aku aneh aneh kan ? Aku mau ke kampus "


Dara mengerutkan keningnya


" Emang kenapa aku harus mikir aneh aneh ? " Tanya Dara


Adit menggeleng kepalanya dia mengambil kemeja yang Dara siapkan


" Oh sarapan di apartemen? Itu maksudnya? "

__ADS_1


Adit mengangguk


" Ya terserah kamu aja kalo mau bohong mah, Dosa nya di tanggung sendiri ini kan , biarin aja nanti juga kualat"


" Kalo ini papa beneran ke kampus pagi mam " kata Adit


" Yaudah , terus kenapa di ingetin ? Aku juga lupa masalah itu tapi kamu yang ingetin " kata Dara


" Ya gapapa juga siapa tahu setelah aku pergi kamu malah overthinking "


Dara hanya diam dia membantu memakai vitamin rambut dan memakai minyak rambut suaminya itu biar terlihat rapi dan ganteng


" Parfum nya belom Mam " kata Adit


Srettt


Srettt


Srettt


" Dah wangi " kata Dara


" Coba cium pipi aku "


Cup


" Wangi " kata Dara langsung memeluk Adit


" Papa pengen dibawain roti keju coklat Mam , sama susu putih "


" Pengen ? Apa kamu belom kenyang tadi sarapan ? " Tanya Dara


" Cemilan buat di jalan aja Mam "


" Oh ok , aku buatin , btw Haidar minta uang jajan sama aku "


" Yaudah kasih , kan aku udah jatahin dari semenjak kita menikah , berarti udah 4 bulan kamu belum kasih uang jatahan ke dia "


Dara mengangguk


" Yaudah nanti aku antar , kamu masih kecil , nanti guru anggap nya kamu malah adiknya haidar "


Dara langsung memukul dada Adit


" Hehe , bener kan , kamu masih bocah , adiknya tinggi banget , kakak nya malah kecil "


" Terus menghina orang , males aku " kata dara


Adit tersenyum mendengar itu dia menangkup pipi Dara


" I love you " kata Adit


" Diam deh , males aku "


" Haha lucu banget ngambek begini , kayanya kamu deh sekarang yang bercanda nya dasar banget " ejek Adit


" Aku mau siapin roti nya dulu sama susu " kata Dara melepaskan tangan adit di pipi nya


Adit langsung memeluk Dara


" Kamu udah engak sayang papa lagi ? I love you " ucap Adit


" I love you papa " kata Dara


Adit tersenyum " Yaudah siapin dulu roti nya sama susu nya ya , papa disini dulu sebentar sampai mama selesai ya "


##


Sebelum toko itu di sentuh haidar besok hari , siang itu adit datang ke toko bersama beberapa orang suruhan nya untuk membereskan semuanya


Sebenarnya toko itu belum ada niat adit apa apakan , cuma sebulan yang lalu ada orang yang butuh jual cepat toko itu . Akhinya adit beli dan kosong begitu aja


Itu juga Dara belum tahu kalo adit punya toko , dan hari ini adit mau semuanya selesai dengan urusan pertokoan, adit juga sudah menyiapkan bahan bahan yang akan haidar jual 2 mobil box yang siap menunggu


Adit langsung mengirim lokasi toko nya pada Haidar , biar besok dia langsung ke toko ini siapa tahu besok kan haidar sekolah terus Mobil istrinya melewati daerah ini

__ADS_1


Drt...


Call Dara Jordan


( Kamu kok belom pulang , kemana ? )


( Kamu kangen aku ya ) ejek Adit


( Mulai deh , kamu dimana ? Ini udah malam ih , pulang nggak sih )


( Pulang kok ,ini lagi di rumah temen )


( Ngapain ? Temen nya dira bukan ? ) Tanya Dara


( Bukan sayangku , ada temen adit , kamu engak kenal )


( jujur sama aku Adit Ilham ) Tegas Dara


( Di toko , aku lagi beres beres buat besok haidar mulai kan )


( Apaan yang mau di beres sih ? Kata kamu udah beres tinggal tempatin doang ) Tanya Dara


( Aku bohong sayang , toko itu masih kosong banget , nah ini aku lagi beres di renov dikit sama tambah tambah masukin barang barang buat besok )


( Kamu capek pasti ya , yaudah besok aja di lanjutin nya , bilang sama haidar minggu depan aja jualan nya , jangan buru buru ) kata Dara


( Dikit lagi selesai sayang ku , ini ngerjain nya borongan )


( Tetap aja mau borongan atau engak , pagi kamu kuliah , siang ke kantor , terus kamu kesitu sampai sekarang belom pulang , aku itu gak bisa tidur karena suami aku belom pulang ) kata Dara begitu khawatir


( ya dikit lagi pulang , kamu tidur aja )


( Yaudah share lokasi nya aku yang samper kamu kesana , aku mau cek keadaan kamu )


( Dar ini udah malam , kamu diam di rumah jangan aneh aneh ) kata Adit


( Yaudah kamu pulang sekarang, dari pada aku berbuat aneh aneh )


( ya sebentar lagi , masih ada yang belom clear )


( kirimin alamat nya , aku naik taksi kesana) kaya Dara


( Astaga ... DAR ! Dengerin adit !! )


( Pulang ! Atau Tidur diluar ) ancam Dara


( Yaudah oke , adit pulang ) pasrah adit


Teg


Dara mematikan lampu nya , tak lama kemudian pintu terbuka , Dara merangkul leher adit , pria itu langsung diam


" Dar... "


Merasa tidak di tanggapin adit memegang erat tangan itu


" Dara, aku tau ini kamu , tangan kamu mungil , aku paham "


" Diam kamu !!! Serahin mau harta atau nyawa " suara dara begitu berat menakut nakutin adit


Pria itu menyalakan lampu , sedangkan tangan Dara masih merangkul lehernya


" Mau nyawa atau harta? "


" Mau bayi aja boleh "


Dara langsung melepaskan tangan itu dia mendorong suaminya


" bayi nying nying " grutu Dara


" Bayi manusia sayang "


" Iya iya tahu , bercanda!! " ketus Dara


Adit mengangguk

__ADS_1


" Engak mau salim atau kecup gitu , suaminya pulang? "


__ADS_2