
Besok pagi nya , Haidar menghubungi Adit menanyakan masalah toko. Adik ipar itu terlihat semangat sekali
" Kamu bilang haidar yang masalah sekolah itu Pa " bisik Dara
" Kamu aja yang bilang, kamu kan kakak nya, aku takut dia tersinggung " bisik adit
" Yaudah kamu ngobrol dulu masalah toko deh , nanti baru ngomong sama dia " kata Dara
Adit mengangguk , dara hanya mendengarkan sambil mengelus perut adit . Pria itu kebanyakan makan saat sarapan dan sekarang malah perut nya sedikit buncit
( ini Dara mau ngomong katanya ) ucap adit . Adit memberikan ponsel nya pada sang istri
( halo kak )
( Dar , apa engak mau di lanjutin sekolah nya ? Kan tadi kak adit udah bilang ya , buka toko nya santai aja , jangan terlalu serius . Berarti masih bisa sekolah nanti pulang sekolah baru buka )
( em , gimana ya kak , dira kan lagi hamil , kalo aku sekolah engak ada yang jaga dira )
( Dira kan tetap kuliah bukan ? Dia juga masih ngajar anak murid nya bukan ? Jadi aman dong , lagian hamil nya dira juga msih awal awal , nanti kalo udah 7 atau 6 bulan baru ) kata Dara
( Aku mau kerja aja kak , engak mau sekolah )
( Kenapa? Masalah biaya ? )
( Karena engak ada yang jagain dira , kalo sekolah itu pasti full sekolah engak sempat buat nanya kabar ) jawab Haidar
( Kalo lo sekolah nanti , terus kuliah lo bisa kasih makan dira dengan layak , emang lo pikir dengan alasan ijazah lo smp , mau jaga toko terus ? ) kata Dara kesel
( Kalo gue sekolah , biaya dari mana kak ? Lo tahu sendiri sekolah gue lebih mahal , bahkan uang puluhan juta pun gue engak ada sama sekali megang )
( Yaudah lo sekolah , nanti gue yang bayarin, asal lo sekolah yang bener ) Kata Dara
( emm )
( Apa yang lo pikirin lagi , udah gua kasih keringanan ya , adit juga bantu lo juga biar dapat penghasilan , nanti lo bisa bawa Dira ke toko itu, biar lo juga aman jagain Dira )
( Yaudah iya sekolah , tapi besok harus ada walinya kak buat masuk sekolah )
( Yaudah jam berapa gua jemput , asal sekolah yang bener , awas lo kalo main main ) kata Dara lagi
( Iya )
( butuh uang jajan nggak ? Tumben lo engak minta jajan sama gue ? )
( emang masih boleh ? ) Tanya haidar
( Mau berapa? )
( terserah deh kak , mau kasih berapa )
( Yaudah nanti gue tf , gue matiin dulu , setelah siapin baju kak adit gua tf )
( Thanks )
Tut ...
Dara menyiapkan pakaian adit , pria itu ada kelas pagi katanya
" Dar ... aku ada kelas pagi hari ini "
" Yaudah "
" Dar ... "
" Apa sayangku " kata Dara
" Kamu engak mikir aku aneh aneh kan ? Aku mau ke kampus "
Dara mengerutkan keningnya
" Emang kenapa aku harus mikir aneh aneh ? " Tanya Dara
Adit menggeleng kepalanya dia mengambil kemeja yang Dara siapkan
" Oh sarapan di apartemen? Itu maksudnya? "
__ADS_1
Adit mengangguk
" Ya terserah kamu aja kalo mau bohong mah, Dosa nya di tanggung sendiri ini kan , biarin aja nanti juga kualat"
" Kalo ini papa beneran ke kampus pagi mam " kata Adit
" Yaudah , terus kenapa di ingetin ? Aku juga lupa masalah itu tapi kamu yang ingetin " kata Dara
" Ya gapapa juga siapa tahu setelah aku pergi kamu malah overthinking "
Dara hanya diam dia membantu memakai vitamin rambut dan memakai minyak rambut suaminya itu biar terlihat rapi dan ganteng
" Parfum nya belom Mam " kata Adit
Srettt
Srettt
Srettt
" Dah wangi " kata Dara
" Coba cium pipi aku "
Cup
" Wangi " kata Dara langsung memeluk Adit
" Papa pengen dibawain roti keju coklat Mam , sama susu putih "
" Pengen ? Apa kamu belom kenyang tadi sarapan ? " Tanya Dara
" Cemilan buat di jalan aja Mam "
" Oh ok , aku buatin , btw Haidar minta uang jajan sama aku "
" Yaudah kasih , kan aku udah jatahin dari semenjak kita menikah , berarti udah 4 bulan kamu belum kasih uang jatahan ke dia "
Dara mengangguk
" Yaudah nanti aku antar , kamu masih kecil , nanti guru anggap nya kamu malah adiknya haidar "
Dara langsung memukul dada Adit
" Hehe , bener kan , kamu masih bocah , adiknya tinggi banget , kakak nya malah kecil "
" Terus menghina orang , males aku " kata dara
Adit tersenyum mendengar itu dia menangkup pipi Dara
" I love you " kata Adit
" Diam deh , males aku "
" Haha lucu banget ngambek begini , kayanya kamu deh sekarang yang bercanda nya dasar banget " ejek Adit
" Aku mau siapin roti nya dulu sama susu " kata Dara melepaskan tangan adit di pipi nya
Adit langsung memeluk Dara
" Kamu udah engak sayang papa lagi ? I love you " ucap Adit
" I love you papa " kata Dara
Adit tersenyum " Yaudah siapin dulu roti nya sama susu nya ya , papa disini dulu sebentar sampai mama selesai ya "
##
Sebelum toko itu di sentuh haidar besok hari , siang itu adit datang ke toko bersama beberapa orang suruhan nya untuk membereskan semuanya
Sebenarnya toko itu belum ada niat adit apa apakan , cuma sebulan yang lalu ada orang yang butuh jual cepat toko itu . Akhinya adit beli dan kosong begitu aja
Itu juga Dara belum tahu kalo adit punya toko , dan hari ini adit mau semuanya selesai dengan urusan pertokoan, adit juga sudah menyiapkan bahan bahan yang akan haidar jual 2 mobil box yang siap menunggu
Adit langsung mengirim lokasi toko nya pada Haidar , biar besok dia langsung ke toko ini siapa tahu besok kan haidar sekolah terus Mobil istrinya melewati daerah ini
__ADS_1
Drt...
Call Dara Jordan
( Kamu kok belom pulang , kemana ? )
( Kamu kangen aku ya ) ejek Adit
( Mulai deh , kamu dimana ? Ini udah malam ih , pulang nggak sih )
( Pulang kok ,ini lagi di rumah temen )
( Ngapain ? Temen nya dira bukan ? ) Tanya Dara
( Bukan sayangku , ada temen adit , kamu engak kenal )
( jujur sama aku Adit Ilham ) Tegas Dara
( Di toko , aku lagi beres beres buat besok haidar mulai kan )
( Apaan yang mau di beres sih ? Kata kamu udah beres tinggal tempatin doang ) Tanya Dara
( Aku bohong sayang , toko itu masih kosong banget , nah ini aku lagi beres di renov dikit sama tambah tambah masukin barang barang buat besok )
( Kamu capek pasti ya , yaudah besok aja di lanjutin nya , bilang sama haidar minggu depan aja jualan nya , jangan buru buru ) kata Dara
( Dikit lagi selesai sayang ku , ini ngerjain nya borongan )
( Tetap aja mau borongan atau engak , pagi kamu kuliah , siang ke kantor , terus kamu kesitu sampai sekarang belom pulang , aku itu gak bisa tidur karena suami aku belom pulang ) kata Dara begitu khawatir
( ya dikit lagi pulang , kamu tidur aja )
( Yaudah share lokasi nya aku yang samper kamu kesana , aku mau cek keadaan kamu )
( Dar ini udah malam , kamu diam di rumah jangan aneh aneh ) kata Adit
( Yaudah kamu pulang sekarang, dari pada aku berbuat aneh aneh )
( ya sebentar lagi , masih ada yang belom clear )
( kirimin alamat nya , aku naik taksi kesana) kaya Dara
( Astaga ... DAR ! Dengerin adit !! )
( Pulang ! Atau Tidur diluar ) ancam Dara
( Yaudah oke , adit pulang ) pasrah adit
Teg
Dara mematikan lampu nya , tak lama kemudian pintu terbuka , Dara merangkul leher adit , pria itu langsung diam
" Dar... "
Merasa tidak di tanggapin adit memegang erat tangan itu
" Dara, aku tau ini kamu , tangan kamu mungil , aku paham "
" Diam kamu !!! Serahin mau harta atau nyawa " suara dara begitu berat menakut nakutin adit
Pria itu menyalakan lampu , sedangkan tangan Dara masih merangkul lehernya
" Mau nyawa atau harta? "
" Mau bayi aja boleh "
Dara langsung melepaskan tangan itu dia mendorong suaminya
" bayi nying nying " grutu Dara
" Bayi manusia sayang "
" Iya iya tahu , bercanda!! " ketus Dara
Adit mengangguk
__ADS_1
" Engak mau salim atau kecup gitu , suaminya pulang? "