
Dara menceritakan semua kejadian kemarin dengan Adinda , Naomi , Alfia , Vevina . Dara juga meminta saran apakah harus main dating aja kali ya . Balikan sama Rasya juga engak mungkin
Dara udah capek balikan lalu putus . Ya walaupun pasti Rasya akan mau tapi tetap aja . Udah capek banget!
" Yaudah kalo lo mau main dating , sini gua daftarin . Nanti lo bisa kan cara main nya . Di geser kanan kalo suka . Geser kiri kalo engak suka . Nanti ada tuh yang cht " jelas Adinda
Dara mengangguk , ponsel itu dia berikan pada Adinda . Menjelaskan tentang aplikasi itu
Beberapa jam kemudian di istirahat kedua . Dara memberi tahu ada kenalan dari aplikasi itu yang mengajak nya bertemu . Kebetulan kenalan itu sekolah di SMA taruna yang artinya tak jauh dari sekolah Dara
" Yakin lo mau ketemu dia ? Dar , karena lo pertama kali buat jalan sama cowok dari aplikasi itu . Gua bakalan ikutin kalian . Inget ya dar . Kalo di ajakin yang macem macem tolak . Kalo bisa kalian ke cafe dekat sini aja . Biar gua gampang tau lokasi nya . Dan GPS lo nyalain "
Dara mengangguk . Dara menunggu kenalan itu di depan gerbang . Ternyata cowok itu mengendarai motor . Adara menyapa nya tanpa berlama lama motor itu segera pergi
Di belakang itu Adinda juga mengikuti nya . Tapi tetap jaga jarak . Akhirnya Dara dengerin ucapan Adinda juga . Mereka pergi di cafe terdekat dari sekolah
Dinda mendengarkan percakapan dari cowok itu . Namanya Valdo . Obrolan kedua nya juga asik membahas sekolah dan keseharian
Hanya beberapa jam aja mereka bertemu. Valdo juga mengantar Adara sampai dirumah
" Jangan bosen ya dengerin obrolan gua ! Kalo gitu gua duluan , bye !" Ucap Valdo di akhir
Setelah motor valdo pergi . Adinda langsung menyusul Adara
" Gimana menurut lo din ? " Tanya Dara
" Anaknya oke kayanya . Tapi ingat ya lo harus bisa bersikap biasa aja . Kalo bisa pdkt dulu tuh sebulan atau paling cepat 2 minggu deh "
Adara mengangguk
" Yaudah , gua pulang nih dar. Dadah " kata Adinda
" Din , makasih , maaf ngerepotin . Din gua sayang sama lo ! " kata Adara teriak
" gua juga dar , gua sayang sama lo . Semoga kita bahagia ya dar " Teriak Adinda juga
##
Hari hari berikutnya Valdo anak yang menyenangkan . Dan selama Adara dekat dengan Valdo . Tidak sama sekali Adara menghubungi Adit . Ga tau deh pria itu , mungkin ke laut . Atau mungkin papi udah bilang sama om Adnan perjodohan ini batal
Seperti hari hari kemarin . Valdo menjemput Dara untuk pulang . Mereka beneran langsung pulang tidak mampir kemana mana
" Dar , gimana kalo kita makan bakso dulu ? Selama ini gua belum pernah ajak lo makan kan . Dan maaf dar . Gua engak bisa ajak lo makan di tempat mewah karena gua masih sekolah " kata Valdo
" Boleh, ih jangan gitu . Kayanya gue segitu high class banget ya . Gua suka kok makan di pinggir jalan gitu "
Valdo mengangguk, tanpa berlama lama motor yang mengantar mereka tiba di Ruko baso aci
__ADS_1
" Ini kan punya Adit ! Bodo ah . Dia kan orang sibuk pasti ga ada disini " gumam Dara
Keduanya segera turun dan memesan makanan
" Sebelum nya pernah makan ini nggak ? " Tanya valdo
" Pernah dong , gua kan suka makanan pinggir gitu. Engak selalu mewah juga " Jawab Dara
Pesanan mereka datang. Begitu Dara mau mengambil sambel lebih dari 2 . Valdo melarang nya
" Jangan banyak banyak, nanti lo sakit perut gua yang repot . Cukup segini " kata Valdo
Adara mengangguk . Rasanya pas dan enak
" Aaaa " valdo menyuapi milik nya
" Orginal banget ya , lo ngga suka pedas ya ? " Tanya Dara
" Suka , cuma engak terlalu kaya ayam pedas aja . Paling gua level 1 atau 2 gitu "
Adara mengangguk
" Dar . Kalo Valdo nembak Dara. Dara mau nggak ? "
Adara terkejut sampai terbatuk batuk . Valdo sigap memberikan minum pada Dara
" Nembak nya di baso banget ya haha , Valdo lebih suka Sat Set Sat Set ya "
Valdo mengangguk
" Jadi gimana? " Tanya Valdo
Dara terdiam ketika suara itu di kenal datang . Adit melewati meja Dara . Melihat sekilas pria yang di ajak Dara makan
" Valdo nembak Dara kan ? Dara mau jadi pacar Valdo . Lagian kan Dara udah lama engak pacaran ya " Ucap dara kepada valdo sengaja di besarkan karena yakin banget Adit mendengar
Adit juga duduk tak jauh dari meja Dara. Pria itu sedang berbincang kepada salah satu karyawan disini
" Terima kasih Dara. Valdo senang akhirnya. Nih Valdo punya boneka buat Dara "
Adit langsung menoleh . Boneka ular yang di berikan Valdo
" Lucu banget boneka nya . Makasih ya ! " kata Dara
Valdo mengangguk . Mereka terus berbincang masalah apapun kejadian sekolah tadi
" Kapan kapan valdo mau kenalin Dara sama orang tua valdo . Boleh ? "
__ADS_1
" Boleh ko , senang malahan artinya valdo serius kan "
Valdo tertawa
" Iya serius , dari awal kan valdo udah komitmen kalo cocok mau di kenalin "
Dari situ Adit segera bangun dan tiba tiba duduk di hadapan keduanya . Adit menarik boneka ular yang di pegang Dara
" Heh ! " kata Valdo terkejut . Apa apaan tiba tiba orang asing datang
" Bro ! Asal lo tau . Nih cewek yang baru nerima lo. Dia cewek gua ! "
Adara menggeleng kepalanya. Dara juga mengambil boneka yang di berikan valdo
" Mana mungkin, dia sendiri kok yang bilang lagi single , iya kan dar . Dar lebih baik kita pergi aja yuk . Kasian halu gini " ajak Valdo menarik tangan Dara
Adit mendorong valdo sampai dinding. Wajah Adit merah karena menahan emosi
" Dara cewek gua ban*sat!! " Teriak Adit
Dara mencoba memisahkan Valdo dan Adit . Tetap aja Adit terbawa emosi
" lepas ngga ! Ayo kita pulang do "
Adit menahan tangan Dara
" Dar, Apaan si ! Bro dia cewek gua ! "
Adara menggeleng kepalanya. Adara mendorong tubuh adit mengajak valdo untuk pergi
Keributan mereka segera di pisahkan . Adit berhasil menarik tangan Dara untuk tidak pergi bersama Valdo
" Lepas ngga ! Gua mau pulang sama cowok gua ! "
" Enggak ! "
Valdo di buat bingung pasal nya debatan Adit juga Dara terus bersuara. Sedangkan dirinya di tahan oleh karyawan baso aci ini
" Sampai kapan pun gua engak akan ninggalin lo Dar "
Adara tersenyum remeh
" Jadi orang jangan serakah . Hubungan lo sama Dira gimana ? "
Adit terdiam
" Selagi ada Dira di hidup lo , jangan harap gua mau berkomunikasi sama lo , lepasin gua ! Gua mau pulang " Teriak Dara
__ADS_1
Adit melepaskan tangan Dara . Membiarkan keduanya pergi dari tempat ini