
Pagi pagi di buat panas di dalam kelas . Pasalnya setelah tadi Rasya datang kerumah , sekarang malah mesra mesraan sama cewek
" Mau roti nya suapin sayang " kata Rasya
Adara mengepalkan tangannya, di mulut dia berkata benci, di hati sangat tergores ketika terang terangan Rasya mesra mesraan di depannya
Pelajaran Olahraga di lapangan , adara berbaris rapi di depan bersama dengan teman cewek cewek nya
" Bibir nya merah banget lo , abis makan bayi ? " kata Dinda kepada Dara
Dara mengambil ponselnya dia mencerminkan bibirnya
" Biar pak guru terpesoNAH " kata Dara
Adinda tertawa mendengar itu dia mendorong kepala Dara . Pasalnya sahabat nya itu berbicara dengan mengeluarkan liur
" hihhh jorok tau nggak ! " kata Dinda
Keduanya tertawa bercandaan mereka sangatlah konyol
" Ayo anak anak , sekarang kalian berputar lapangan 2 kali putaran setelah itu kalian di pisahkan lapangan kiri untuk laki laki dan lapangan kanan untuk perempuan ! " Ucap pak guru
Dara berlari sambil menyenggol bahu Dinda . Keduanya kembali bercanda ketika berolahraga . Setelah 2 kali putaran mereka semua di pisahkan untuk bermain bola
Saat Dara menyendiri , Dinda memanggil Dara, Zivana , Naomi , Alfia ,Vevina umpat umpat untuk ke kantin . Akhirnya berenam anak bandel itu ngibrit pergi ke kantin . Kembali ke lapangan membawa es dan cilok
Justru tatapan teman teman juga pergi ke kantin , tapi secara bertahap.
" Kasih ke gua sini ! " kata Alif teriak
Denis melempar basket ke sembarang arah dan
Dugh
" Awh " kata Dara
Bugh !
" Rasya !!!! " kata Pak guru
Tatapan Rasya begitu tajam pada Denis . Keduanya langsung di pisahkan oleh teman teman supaya tidak terjadi keributan
Rasya menyusul Dara melihat keadaan Dara
" kepala gua sakit banget , aduh ! " keluh Dara
Rasya mendorong kepala Dara langsung memeluknya . Tangan itu juga mengelus . Hal itu membuat Dara dan teman temannya terdiam
" Bagian mana yang sakit ? Bilang sama aku ? Aku balas Denis sekarang ! " kata Rasya begitu khawatir
__ADS_1
Dara mendorong pelan tubuh Rasya
" Apaansi ! Pegang pegang "
" Sya gua minta maaf , dar, maaf gua ga sengaja ! " kata Denis
Rasya membalikan tubuhnya dia meremas kerah pakaian denis
" Sampai kenapa kenapa sama cewek gua! Gua hajar lo " Bentak Rasya
Dara menarik pakaian rasya . Supaya kedua pria itu tidak bertengkar
" Udah sana sana , jangan pada berantem , kepala gua gapapa " kata Dara pada denis
Dara bisa lihat denis sangat khawatir bahkan beberapa kali denis tadi meminta maaf karena tidak sengaja
Bubar sudah, hanya Dara dan Rasya saat ini berdiri dan berdua saling tatap kerinduan
" Kasar banget! Gua ga suka ! " gumam Dara
Rasya menundukkan kepalanya menyesal karena sudah bersikap kasar pada sahabat nya
" Maaf ! " hanya itu yang bisa Rasya ucapkan
" Dasar bren*sek, secepat itu lo bisa move on ? Sedangkan gua , tiap malam gua nangis cuma karena lo udah ada pengantinya " Gumam Dara
" Lo berubah sya , lo bukan Rasya yang gua kenal . Gua benci ! Gua benci lo ngerokok ! Gua ga suka cowok ngerokok " gumam Dara
Dara langsung meninggalkan Rasya yang berdiam diri . Kebetulan juga pelajaran olahraga akan berakhir. Jadi lebih baik Dara segera mandi dan ganti baju
##
Dara ikut ke parkiran motor belakang karena Dinda, Zivana, Naomi, Alfia, Vevina. Mereka cewek cewek pada mau shoping skincare diskon 50% di salah satu mall. Mereka menaiki motor masing masing
Dara menatap 2 sepasang kekasih sedang bertengkar , yang satu cewek nya nangis . Yang satu laki lakinya bersikap biasa aja
" ini gara gara Dara ya , kakak putusin aku ? Kakak belom bisa lupain Dara kan ? Atau emang kakak berniat balikan " kata Adik kelas
Dara hanya diam , bahkan sengaja dia memakai helm lama ingin mendengar lebih banyak obrolan mereka
" Bukan gitu dek , kakak pengen focus belajar dulu , dikit lagi ujian terus kakak juga harus cari Universitas" kata Rasya memberi alasan sebagai putusnya mereka
" Aku ga bisa kak ! Aku udah terlanjur sayang sama kakak ! " kata nya . Tanpa sadar wanita itu terisak menangis
" Kita bisa jadi teman , kakak janji akan selalu ada buat adek " Ucap Rasya
Rasya menatap Adara dia langsung menepuk pundak Kekasihnya itu
" Sudah ya ! Kakak ada Les " kata Rasya langsung meninggalkan
__ADS_1
Di belakang itu adik kelas menangis tersedu ketika Rasya meninggalkan
" Sumpah Rasya jahat banget ! " kata Adinda di motor ngobrol dengan Dara
" Hm ! Maksud gua kalo emang dia belom bisa move on jangan datangin orang baru . Kan kasian " balas Dara
" Dia tuh ga bisa move on sama lo Dar. Gua tau dia cinta banget sama lo ! " balas Dinda
Pasal nya setelah di putusin Dara . Status Whatsapp Rasya galau semua . Jelas Dara engak tahu karena Rasya blokir nomor Dara . Begitu pun juga Dara blokir nomor Rasya
Bukan hanya Dinda yang ngadu pada Dara mengenai kesedihan Rasya . Tetapi beberapa teman kelas nya pun juga bilang
" Jadi gimana nasib lo sama Rasya nih ? Gua dengar loh dar ucapan kalian tadi di lapangan ! Ya ga mudah sih melupakan gitu aja . Cuma emang lo mau jadi pemuas nafsu Rasya? " Tanya Dinda
" Gua ga bisa jawab din , karena emang bener sejak Rasya punya pacar. Hati gue itu panas banget , bohong kalo gua ga cemburu . Lo bayangin aja tiap pagi itu dua duaan mesra di kelas "
" Lo punya Adit dar . Dia lebih dewasa . Jujur sih kalo gua jadi lo . Gua lebih pilih Adit. Masalah perasaan bisa belajar seiring jalan nya waktu . Btw . Kemarin Adik lo datang kerumah gua tau "
Dara melebarkan matanya
" serius ? Ngapain ? " kata Dara
Adinda mengangguk
" Minta maaf sih karena kegabutan dia , bikin gua sakit hati . Cuma untuk saat ini katanya emang dia mau nya komitmen tanpa pacaran " kata Adinda
" Terus lo mau ? "
Adinda mengangguk
" Engak ada salah nya juga kan dar ? Terus kita berdua punya perjanjian gitu . Dia ngajuin ga boleh deket sama cowok manapun , Sering kabarin mau kemana "
Dara tertawa mendengarnya
" Gemes banget pacaran sama bocah, haha " kata Dara
" Dia bilang , kita emang ga ada kata pacaran tapi kalo di tanya sama orang jawab nya kita pacaran "
Dara mengangguk
" Semoga kalian langgeng ya din, inget ! Jangan sakitin Adik gua . Lo tuh pacar pertama dia . Dan mungkin lo juga cinta pertama Haidar " nasihat Dara
" Lo jangan bilang sama anak anak dulu dar . Gua belom siap kalo mereka tau ! "
Dara memeluk Dinda erat
" Iya sayang ! "
Keduanya tertawa . Bahkan tangan itu Adinda tarik karena geli . Dara memeluknya
__ADS_1