DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Gebetan Adinda


__ADS_3

Mampir kesalah satu restoran Burger King, Adit maupun Dara masuk ke restoran cepat saji itu


Karena nggak ada drive thru terpaksa membeli manual . Tak sengaja pandangan Adit pada satu cewek dengan seragam batik yang sama dengan Dara pakai


" Itu satu sekolah sama lo tuh dar , kenal ngak siapa itu " kata Adit pelan


Dara menoleh , Dara benar benar terkejut . Kenapa ada Dinda disini . Tanpa berlama lama dara langsung mendekati


" Ehem... " kata Dara berdiri


Deg


" Haidar ... "


Haidar beranjak bangun , dia benar benar terkejut kenapa bisa kakak nya ada disini


Dara juga menatap Dinda , lalu ke haidar lagi


" nggak , kita ga ada apa apa ! " kata Haidar menggeleng kepalanya


Adinda juga menggeleng , seolah ke gep melakukan sesuatu


Kedua orang itu juga menatap adit di samping Dara


" Kak adit disini juga ! " kata Haidar langsung menyalimi


Adit hanya mengangguk , biarlah urusan mereka berdua . Pacaran atau pun engak bukan urusan nya


" Lo harus cerita sama gua , kenapa bisa kaya gini . Dan lo dek ! Awas sakitin sahabat gua . Ga bakal gua kasih jajan tambahan berikutnya! " ancam Dara


" Ga ada apa apa gua sama temen lo kak ! Cuma makan doang "


Adara menutup mulut haidar


" Shhutt ! Gua ga mau denger penjelasan lo, kalo gitu gua pulang dulu " kata Dara sambil mengandeng tangan Adit kembali ke kasir untuk mengambil pesanan nya


Di belakang itu adinda menatapnya . Jadi itu yang namanya adit ? Pantas Dara pilih adit dari pada rasya


Adit manis dan keliatan nya baik , bertanggung jawab . Beda sama rasya masih bocah


Skip


Malam harinya adara tanpa mengetuk pintu masuk ke kamar haidar . Dia memukul haidar dengan bantal


" Sakit kak  ! Apa apaansih ! Datang datang langsung mukul " kata haidar kesal


" Jangan sampe omongan gua bikin lo sakit hati ya ! Gua tau lo sama Dinda jadian. Kenapa lo bodoh banget nyakitin temen gua ! " kata Dara

__ADS_1


" Nyakitin apaan ? Gua nyakitin juga kagak"


Adara melipat kedua tangannya


" Setelah tadi kita ketemu , kenapa lo putusin adinda ? " Tanya Dara.  Tatapan Dara begitu tajam


Di restoran tadi Dara mengancam adiknya kalo sampai adinda di sakitin , nggak akan dapat tambahan jajan dari dirinya


" Ah itu , gua ngerasa ga cocok aja . Lagian tadi dia bilang gapapa kok "


Adara kembali memukul kepala haidar


" Bodoh bodoh ! Ga bisa baca teka teki wanita , engak usah ngajak pacaran kalo gitu ! Kalo cewek bilang gapapa . Artinya dia kenapa kenapa. Aduh haidar . Lo bergaul sama siapa sih !!! "


Haidar mengaruk kepalanya. Masa iya Dinda ada apa apa . Tadi di liat wajah nya juga biasa aja


" Telpon Dinda buat minta maaf , jangan harap lo ya dapat jajan tambahan dari gua!" Kata Dara


" Gua udah blokir dia "


Dara di buat terkejut


" Sumpah ya haidar !!! Lo tuh sayang ga sih sama temen gua ! "


" Biasa aja sih "


' Kok engak di jemput pacar '


' oh berarti single ? '


' kalo gitu bisa gua masuk ke kehidupan lo '


' Boleh minta nomor lo ? '


Dll . Hal itu membuat adinda yakin kalo Haidar menyukainya . Tapi malah sebaliknya Haidar hanya iseng


Di dalam kamar , adara langsung mencabut kabel wifi . Adara yakin nanti haidar akan berkunjung menanyakan wifi


Satu


Dua


Tiga


Tok tok tok


" Kak,  gua lagi main Game! Lo kesenggol ya kabel nya " Kata haidar

__ADS_1


Adara langsung mematikan lampu , biar haidar tahu kalo dirinya sudah tidur . Terpaksa haidar tidak menganggu lagi . Dan kembali ke kamar


Tentu haidar kesal , pasalnya baru di titik ingin menang tiba tiba laoding dan koneksi tidak ada


##


Kembali sarapan ber 5 lagi , kali ini Adit ikut sarapan di sini lagi bersama calon keluarga barunya


" Kamu sekalian antar Kakak kesekolah kan ? " Kata Hendra


" Iya om , sekalian ada yang mau di omongin " kata Adit


Hendra maupun Adinda langsung tersenyum,  hal itu dapat di lihat oleh Adara


" Papi sama mama jangan mikir aneh aneh ya , kita deket karena sebagai adik dan kakak ! " kata Adara


Adit melogo, apa maksud pembicaraan Dara ? Adit ngga mengerti!


" Ya ya , sebagai adik dan kakak ma ! " kata Hendra sambil tersenyum


" iya pi adik sama kakak , papi nih kadang suka aneh aneh aja " balas Dinda . Kedua orang tua hanya bisa tersenyum


" Gini aja , kamu yang antar jemput Dara tiap sekolah juga gapapa , itu pun kalo kamu mau ! "


Adara melebarkan matanya


" No ! Aku bisa sama haidar ! "


Haidar menatap intens pada kakaknya , apa apaan ! Haidar masih kesal masalah semalam . Yang tiba tiba datang lalu memukul dan mematikan wifi padahal lagi asik bermain game


" Baiklah , jangan di paksa kalo Dara nya ngga mau om , akan lebih baik kalo Dara yang memintanya " Kata Adit


Hendra mengangguk , setelah menghabiskan sarapan . Kedua anak itu segera pamit untuk sekolah


Begitu buka gerbang , adara terkejut saat mobil Rasya terparkir di samping rumah tetangga


Dara menatap Rasya di dalam mobil itu , keduanya saling tatap . Dan mobil yang akan Dara naiki keluar rumah . Dara langsung menaikinya dan berjalan . Melihat pantulan kaca


Mobil Rasya mengikutinya , untung aja Adit tidak curiga mobil itu mengikutinya


" Masih sakit perutnya ? " Tanya Adit


Dara menggeleng kepalanya . Dara meletakkan kepalanya di bahu Adit . Adara yakin kok di belakang itu Rasya melihat


" Butuh sandaran gua kak ! Gapapa kan ? "


" This ok ! " jawab adit , adit juga mengekus kepala Dara dan juga pipi nya yang begitu menggemaskan

__ADS_1


__ADS_2