
Mampir kesalah satu restoran Burger King, Adit maupun Dara masuk ke restoran cepat saji itu
Karena nggak ada drive thru terpaksa membeli manual . Tak sengaja pandangan Adit pada satu cewek dengan seragam batik yang sama dengan Dara pakai
" Itu satu sekolah sama lo tuh dar , kenal ngak siapa itu " kata Adit pelan
Dara menoleh , Dara benar benar terkejut . Kenapa ada Dinda disini . Tanpa berlama lama dara langsung mendekati
" Ehem... " kata Dara berdiri
Deg
" Haidar ... "
Haidar beranjak bangun , dia benar benar terkejut kenapa bisa kakak nya ada disini
Dara juga menatap Dinda , lalu ke haidar lagi
" nggak , kita ga ada apa apa ! " kata Haidar menggeleng kepalanya
Adinda juga menggeleng , seolah ke gep melakukan sesuatu
Kedua orang itu juga menatap adit di samping Dara
" Kak adit disini juga ! " kata Haidar langsung menyalimi
Adit hanya mengangguk , biarlah urusan mereka berdua . Pacaran atau pun engak bukan urusan nya
" Lo harus cerita sama gua , kenapa bisa kaya gini . Dan lo dek ! Awas sakitin sahabat gua . Ga bakal gua kasih jajan tambahan berikutnya! " ancam Dara
" Ga ada apa apa gua sama temen lo kak ! Cuma makan doang "
Adara menutup mulut haidar
" Shhutt ! Gua ga mau denger penjelasan lo, kalo gitu gua pulang dulu " kata Dara sambil mengandeng tangan Adit kembali ke kasir untuk mengambil pesanan nya
Di belakang itu adinda menatapnya . Jadi itu yang namanya adit ? Pantas Dara pilih adit dari pada rasya
Adit manis dan keliatan nya baik , bertanggung jawab . Beda sama rasya masih bocah
Skip
Malam harinya adara tanpa mengetuk pintu masuk ke kamar haidar . Dia memukul haidar dengan bantal
" Sakit kak ! Apa apaansih ! Datang datang langsung mukul " kata haidar kesal
" Jangan sampe omongan gua bikin lo sakit hati ya ! Gua tau lo sama Dinda jadian. Kenapa lo bodoh banget nyakitin temen gua ! " kata Dara
__ADS_1
" Nyakitin apaan ? Gua nyakitin juga kagak"
Adara melipat kedua tangannya
" Setelah tadi kita ketemu , kenapa lo putusin adinda ? " Tanya Dara. Tatapan Dara begitu tajam
Di restoran tadi Dara mengancam adiknya kalo sampai adinda di sakitin , nggak akan dapat tambahan jajan dari dirinya
" Ah itu , gua ngerasa ga cocok aja . Lagian tadi dia bilang gapapa kok "
Adara kembali memukul kepala haidar
" Bodoh bodoh ! Ga bisa baca teka teki wanita , engak usah ngajak pacaran kalo gitu ! Kalo cewek bilang gapapa . Artinya dia kenapa kenapa. Aduh haidar . Lo bergaul sama siapa sih !!! "
Haidar mengaruk kepalanya. Masa iya Dinda ada apa apa . Tadi di liat wajah nya juga biasa aja
" Telpon Dinda buat minta maaf , jangan harap lo ya dapat jajan tambahan dari gua!" Kata Dara
" Gua udah blokir dia "
Dara di buat terkejut
" Sumpah ya haidar !!! Lo tuh sayang ga sih sama temen gua ! "
" Biasa aja sih "
' Kok engak di jemput pacar '
' oh berarti single ? '
' kalo gitu bisa gua masuk ke kehidupan lo '
' Boleh minta nomor lo ? '
Dll . Hal itu membuat adinda yakin kalo Haidar menyukainya . Tapi malah sebaliknya Haidar hanya iseng
Di dalam kamar , adara langsung mencabut kabel wifi . Adara yakin nanti haidar akan berkunjung menanyakan wifi
Satu
Dua
Tiga
Tok tok tok
" Kak, gua lagi main Game! Lo kesenggol ya kabel nya " Kata haidar
__ADS_1
Adara langsung mematikan lampu , biar haidar tahu kalo dirinya sudah tidur . Terpaksa haidar tidak menganggu lagi . Dan kembali ke kamar
Tentu haidar kesal , pasalnya baru di titik ingin menang tiba tiba laoding dan koneksi tidak ada
##
Kembali sarapan ber 5 lagi , kali ini Adit ikut sarapan di sini lagi bersama calon keluarga barunya
" Kamu sekalian antar Kakak kesekolah kan ? " Kata Hendra
" Iya om , sekalian ada yang mau di omongin " kata Adit
Hendra maupun Adinda langsung tersenyum, hal itu dapat di lihat oleh Adara
" Papi sama mama jangan mikir aneh aneh ya , kita deket karena sebagai adik dan kakak ! " kata Adara
Adit melogo, apa maksud pembicaraan Dara ? Adit ngga mengerti!
" Ya ya , sebagai adik dan kakak ma ! " kata Hendra sambil tersenyum
" iya pi adik sama kakak , papi nih kadang suka aneh aneh aja " balas Dinda . Kedua orang tua hanya bisa tersenyum
" Gini aja , kamu yang antar jemput Dara tiap sekolah juga gapapa , itu pun kalo kamu mau ! "
Adara melebarkan matanya
" No ! Aku bisa sama haidar ! "
Haidar menatap intens pada kakaknya , apa apaan ! Haidar masih kesal masalah semalam . Yang tiba tiba datang lalu memukul dan mematikan wifi padahal lagi asik bermain game
" Baiklah , jangan di paksa kalo Dara nya ngga mau om , akan lebih baik kalo Dara yang memintanya " Kata Adit
Hendra mengangguk , setelah menghabiskan sarapan . Kedua anak itu segera pamit untuk sekolah
Begitu buka gerbang , adara terkejut saat mobil Rasya terparkir di samping rumah tetangga
Dara menatap Rasya di dalam mobil itu , keduanya saling tatap . Dan mobil yang akan Dara naiki keluar rumah . Dara langsung menaikinya dan berjalan . Melihat pantulan kaca
Mobil Rasya mengikutinya , untung aja Adit tidak curiga mobil itu mengikutinya
" Masih sakit perutnya ? " Tanya Adit
Dara menggeleng kepalanya . Dara meletakkan kepalanya di bahu Adit . Adara yakin kok di belakang itu Rasya melihat
" Butuh sandaran gua kak ! Gapapa kan ? "
" This ok ! " jawab adit , adit juga mengekus kepala Dara dan juga pipi nya yang begitu menggemaskan
__ADS_1