
Drt...
Drt...
Dara dapat notifikasi dari universitas seattle . Yang menyatakan Dara telah di terima
Dara mengucek matanya apakah dia salah melihat ? Memang Dara waktu sebelum memutuskan kuliah di tempat adit , dia iseng daftar dan mengikuti ujian . Dara pikir asal asalan pasti engak bakalan di terima
Kampus idaman yang sudah lama Dara doa doakan akhirnya menerima Dara? Apakah Dara harus terima dan pindah kesana ? Apakah Dara harus mengundurkan tanggal pernikahan mereka
" Sayang , ayo aku antar, aku udah siap "
Dara melamun memikirkan tentang keterima nya ini , di universitas bareng adit Dara mengambil managemen sedangkan di universitas seattle Dara mengambil hukum
Adit merasa tidak di jawab akhirnya dia membukakan pintu lalu dia mendorong pelan kekasih nya itu. Selama perjalanan itu pula Dara mencari tahu tentang kampus itu
" Aku udah engak sabar nikah sama kamu sayang , terus juga katanya nanti Papa mau kasih hadiah kita honeymoon, makanya kamu cepat pilih mau kemana "
Dara terus di buat pusing , sampai akhirnya Dara meminta adit untuk minggirkan mobilnya
Dara memberikan ponsel pada adit . Pria itu terkejut . Adit tidak tahu apa apa mengenai pendaftaran dara di Amerika sana
" Kamu keterima ? Kamu kapan daftar nya ? Kok engak bilang sama aku ? " Tanya Adit
" Udah lama , aku iseng iseng daftar , aku juga iseng asal asalan pas ikut ujian online"
" Terus jadinya gimana ? Kamu itu udah kuliah loh udah mau sebulan malahan " kata adit
" Aku sering bilang kan sama kamu , aku pengen banget kuliah di luar negeri . Dan universitas itu juga udah lama aku incar . Dit , boleh ngga kalo nikah nya tahun depan ? Atau nunggu Dara lulus kuliah ? "
Adit terdiam , padahal pernikahan mereka sudah di depan mata. Kenapa semakin kesini kehidupan mereka jadi sulit begini
" Dar, kamu cuma iseng kan ? Artinya kamu engak serius . Kamu pikirin lebih jauh , kalo kamu kuliah disana , kamu tinggal dimana ? Hari hari kamu sama siapa ? Amerika itu bukan nya Jakarta Bekasi loh , jauh , jauh banget . Begini aja kamu sering kangen sama orang tua kamu . Apalagi disana ? Dan masalah mundur waktu , kamu pikir kita nikah beberapa bulan lagi ? Dar kita menikah tinggal 2 minggu lagi . Semuanya udah di atur , mulai gedung, pakaian pengantin, catering "
" Atau , setelah kita menikah, kita bisa LDR, kamu di Indonesia aku di sana "
" Suami kamu engak izinin , dan aku engak mau Ldr ! " kata Adit
" Jadi kamu engak setuju ? "
" Engak lah , jauh begitu , dan kalo pun kamu nanya sama papi dan mama . Mereka pasti setuju sama aku . Udah lah dar . Jangan aneh aneh . Udah banyak masalah di kehidupan kita . Jangan mempersulit dan jangan nambah masalah baru " kata Adit lagi
Dara langsung memeluk adit, kedua sepasang calon suami istri itu berpelukan, dara di buat tenang pasalnya makin kesini kenapa banyak kejadian aneh
" Lebih baik engak usah ngomong sama orang tua kamu , diam diam aja kalo di terima . Bukan nya kamu ingat saat kita masih pdkt dulu ? "
" Apa emangnya ? " Tanya Dara
__ADS_1
" Papi percaya sama adit , papi bakalan buat kalian selalu sama sama , dan papi berharap Dara masuk ke kampus adit biar bisa di jagain "
Adit tersenyum di akhir , merasa bangga ketika di sayang oleh calon mertuanya
" Iya iya , mantu kesayangan papi "
Adit tersenyum. Dara memonyongkan bibir lagi menatap adit
Cup
Cup
Cup
" Kok cuma kecupan aja ? Ayo dong "
Adit menangkup kedua pipi dara . Mereka saling membalaskan satu sama lain . Dan di bawah itu tangan dara sudah berpidah ke area milik adit
" Dara !!! "
Geram adit
" Kamu tuh bisa nggak sih nunggu kita menikah? "
Dara menggeleng kepalanya
" Dara pengen banget , lagian cuma pegang doang . Engak ada siapa siapa disini , kita berdua doang kan "
" Adit marah ? "
" Engak ! " Jawab adit ketus
" Yaudah , berarti engak marah kan , boleh pegang lagi ? Atau adit deh yang pegang , Dara siap "
" Jangan stres ya dar ! "
Dara tertawa terbahak bahak ketika wajah adit merah , Dara berhasil mengerjain adit
" Kalo nafsu itu jangan di tahan tau , emangnya kamu engak sakit ? Dari pada jajan yang lain mending kamu apain aku kan , di depan mata ini , dan kita juga akan menikah ini . Gapapa kali engak hamil juga"
" Diam deh dar . Jangan ngaco ngomong nya . Ini terakhir ya kamu pegang pegang adit . Setelah kita menikah baru boleh , dosa kamu tuh " jawab adit malas
" huuuuuu engak asik banget , Dara kan pengen adit itu nakal . Biar sama sama imbangin "
" Terserah kamu aja lah "
" Tapi punya kamu kecil ih "
__ADS_1
" Sok tau banget " kata adit
" Bener kan ? Coba buka kalo engak kecil "
" Dara sialan banget ya mulut lo ! Lo tuh cewek jaga sikap kenapa sih "
" ah engak perlu jaga sikap , sama calon suami ini . Lagian kita berdua yang tau , janji deh Dara bakalan kasih tau adit " Dara menaikkan kedua alisnya menggoda Adit
" Gak bakal gue buka "
Dara melebarkan matanya saat di bawah itu milik adit berdiri . Dara tertawa ngakak pada akhirnya
" shhhh gila gila "
Adit meminggirkan mobilnya lagi di sebuah ruko yang tertutup. Dia membuka kancing celana tanpa harus mengeluarkan nya
Sedangkan Dara langsung menutup matanya
" katanya mau lihat , buka matanya , giliran di ajakin malah malu " kata Adit
Dara menggeleng kepalanya awalnya memang Dara hanya menggoda tapi kenapa jadi gini . Adit menarik tangan Dara
" Dar... jujur adit udah engak tahan , kita ke hotel aja gimana ? Gapapa deh adit mau sekarang juga . Ya sayang ... atau kita balik kerumah ? "
Dara menggeleng kepalanya
" Yaudah atau engak mau pegang deh dar . Ya sayang , kamu harus tanggung jawab "
Dara menggeleng lagi . Dara juga mendorong adit ketika adit meminta nya untuk berpelukan
" pengen ciuman sayang " pinta adit
Dara menggeleng kepalanya dia mendorong kepala adit
" Jangan bikin Dara takut dong dit , Dara turun dari mobil aja ya "
Adit menggeleng kepalanya. Dia meminta Dara untuk menutup matanya . Adit di buat gila . Dia juga merasa gelisah dan terus menyebut nama Dara
Dara jadi tahu suara serak dan sexy adit menyebut namanya . Terdengar merinding cuma Dara tidak bisa berbuat apa apa
" Kamu dengar sendiri kan kenapa adit engak mau disentuh kamu ? Karena adit bakalan lama keluar . Makanya jangan coba coba godain adit . Kamu pikir gampang cara nuntasin nya ? Kalo kamu jadi bahan nya sih engak papa " kata adit kesal
Adit mengambil tissue untuk membersihkan sisa sisa yang dia siram di stir mobil , Dara hanya sekilas melihat saat cairan itu keluar tapi dia tidak melihat bentuk nya milik adit
Yang pasti yang dara ucapkan salah . Milik adit lumayan, tidak kecil.
Tissue itu di buang keluar . Sebelum pergi adit meminta berpelukan lebih dahulu , adit ingin mencium leher Dara dan mencium pipi Dara
__ADS_1
" Aah nyaman nya , seengaknya kita berpelukan gini engak bikin kamu bertubuh sama adit"
Dara mengangguk dia membalas pelukan adit