DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Netflix


__ADS_3

" Tunggu ! Berapa nomor netflix lo " Kata Adit memegang lengan Dara


" Kenapa emang ? " kata Dara mengerutkan kening nya


" Gua mau beli buat lo , jadi selama gua engak ada lo diam dirumah aja nonton film"


" ga suka film!" Kata Dara cuek


" Tapi suka drakor hehe " kata Adit tertawa


Dara mendorong Adit kasar


" Sok asik banget sih,  udah sana pergi ke apartemen Dira " kata Dara mendorong Adit


Dara mendorong adit supaya Adit melepaskan genggaman nya . Adit menarik lagi dia memeluk Dara


" Kenapa sih marah marah terus ? Gua cuma ngerjain tugas disana , lagian kita ga berdua doang , ada temen gua juga disana" kata Adit menjelaskan


Dara terdiam


" Kalo ga suka nntn nanti adit kirim uang lagi , biar tiap hari beli makanan online ya ! " Kata adit masih memeluknya


Di belakang itu Dara tersenyum,  jujur saja dia meleleh kalo ada cowok yang berbicara lembut seperti ini


" Engak perlu , emang gua cewek apaan di kasih duit terus bungkam " kata Dara melepaskan pelukan nya


Adit menangkup pipi Dara.  Menatap dalam keduanya saling tatap


" Yaudah , Dara maunya apa ? " kata Adit


Dara terdiam


Cup


" Adit !!!! " kata Dara menegur


" Iya sayang! "


" Dara mau adit ga pergi ke Turki! " kata Dara


Adit melepaskan tangan nya


" Adit seminggu aja disana , rayu Lunara biar dia engak ngambek lagi ! Sekalian temu kangen sama mbak aghni " Kata Adit


Dara mendorong adit


" Yaudah sana pergi! "


Huh !


" Dar ! Kenapa sih ngambek ga jelas kek gini ! Kek anak kecil sumpah " kata Adit kesel


" Biarin wee " Dara mengulurkan lidahnya


Dara langsung keluar begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih , adit langsung memberikan paket netflix supaya Dara bungkam


Adit yakin kok , pasti pulsa itu akan di pakai buat nonton drakor.  Setelah transaksi adit turun dan masuk kedalam rumah Dara

__ADS_1


Di dalam itu dara mengadu pada Hendra kalo adit mencium pipi nya . Membuat hendra kesal . Menarik kerah leher adit


" Maaf om , engak sengaja tadi , tadi mau bantu lepasin seat belt Dara , terus kecium, beneran adit engak bohong om " Kata Adit


Hendra menatap Dara . Anaknya itu malah menunduk


" Kamu bikin Dara trauma tau gak ! " kata Hendra


Adit menelan salivanya , sialan si Dara.  Nyari penyakit! Apa trauma dicium gua ? Dia ga tau anaknya pernah hamil . Lebih trauma an mana batin Adit


" Pulang aja deh kamu ! " kata Hendra mengusir adit


Adit mengangguk, dia langsung keluar tanpa menyalami kedua calon mertuanya . Di samping itu Adara tertawa puas mengerjain adit . Rasanya udah lama sekali Dara tidak berantem manja sama adit


Dan respon adit juga baik walaupun tadi sempat Dara tersinggung dengan perkataan nya


##


Dari kejadian siang tadi sampai malam jam 10 ini , Dara menonton film lagi pula . Sudah di bayar Adit selama sebulan


Tak nyangka juga Adit bikin Dara meleleh seperti ini , ah Dara akan betah kalo ada pulsa netflix , rasanya tidak bisa tidur


Drt...


Drr...


Adara menggela nafas


( iya halo ) kata Dara dengan malas menjawab perkataan adit


( lagi apa malam malam begini ? Belum tidur ? ) kata adit


( Kalo udah tidur,  ga bakal angkat ini ! )


Adit tersenyum lagi


( ketus banget sih,  nemenin makan dong , baru pulang kerja kelompok nih lapar , abis mandi juga ) kata Adit mengarahkan kameranya berjalan keluar kamar


Dara tidak menjawab , dirinya juga mengambil snack yang di beli Adit di dalam kamar nya . Dara mengambil coklat dan juga stick kentang


( Makan pake apa itu ? ) Tanya Dara


( Nasi , telur dadar sama tempe kecap ) kata Adit


Dara tersenyum dalam hati , dalam hatinya berkata , sederhana banget adit , bahkan dirinya calon dokter hewan dan kedua orang tuanya tajir masih mau makan seperti itu . Ah kenapa dara jadi sedih


( Nikmat tau makan kaya gini , bentar mau ambil minum dulu ya , jangan di matiin )


Tut


Saat Adit kembali ke meja makan , panggilan nya mati . Di sebrang sana Dara tertawa terbahak bahak


Drt...


Drt ...


( kamu mah di matiin! ) kata Adit

__ADS_1


( Kepencet ) kata Dara sambil tertawa


Adit mengangguk mengiyakan


( Jadi kapan berangkat ke Turki nya ? ) Tanya Dara


( Besok jam 4 pagi ) kata Adit


( Pagi banget ya ! )


( Iya ! ) kata Adit


Obrolan itu berlangsung 1 jam , saat makanan Dara dan Adit habis . Mereka juga sleep call


( Janji sama gua kalo selama gua ga ada , jangan pergi kemana mana ! Kecuali sama orang tua ) kata Adit serius


( Ngak mau! Orang tadi Rasya ngajak jalan)


( Kemana ? )


( Hotel ) jawab Dara sambil tersenyum


( Murahan amat sih lu ! Cabe di pasar aja mahal ) kata Adit


( Biarin , yang penting nikmat )


Adit tertawa mendengar itu


( Janji dulu sama adit , kalo Dara engak pergi aneh aneh selama adit ke Turki) kata Adit


( iya , janji ! Gua janji ga akan aneh aneh , ga akan pergi sama siapa pun kecuali sama papi , mama ) kata Dara


Adit mengangkat jempolnya


( Yaudah , tidur deh sana , gua juga mau beres beres abis itu tidur) kata Adit


( Kak adit ) panggil Dara


( iya , apa ? )


( Dara kangen,  pengen peluk ) kata Dara manja


Adit tersenyum.  Dia menjauhkan ponselnya lalu melebarkan tangannya.  Seolah memeluk dara . Begitu juga dara menjauhkan ponselnya memeluk Adit


( Semoga selamat sampai tujuan ya ! Jangan lupa oleh oleh,  pengen kucing Turki )


( Aneh aneh aja Dar ! Susah tau minta izin nya )


( Hehe , yang lain aja ya oleh oleh nya ) kata Dara


( Iya ) kata Adit


( Yaudah,  Dara tutup ya , jangan tidur malam malam ) jawab Dara


Adit mengangguk


Tut ...

__ADS_1


__ADS_2