
" Tunggu ! Berapa nomor netflix lo " Kata Adit memegang lengan Dara
" Kenapa emang ? " kata Dara mengerutkan kening nya
" Gua mau beli buat lo , jadi selama gua engak ada lo diam dirumah aja nonton film"
" ga suka film!" Kata Dara cuek
" Tapi suka drakor hehe " kata Adit tertawa
Dara mendorong Adit kasar
" Sok asik banget sih, udah sana pergi ke apartemen Dira " kata Dara mendorong Adit
Dara mendorong adit supaya Adit melepaskan genggaman nya . Adit menarik lagi dia memeluk Dara
" Kenapa sih marah marah terus ? Gua cuma ngerjain tugas disana , lagian kita ga berdua doang , ada temen gua juga disana" kata Adit menjelaskan
Dara terdiam
" Kalo ga suka nntn nanti adit kirim uang lagi , biar tiap hari beli makanan online ya ! " Kata adit masih memeluknya
Di belakang itu Dara tersenyum, jujur saja dia meleleh kalo ada cowok yang berbicara lembut seperti ini
" Engak perlu , emang gua cewek apaan di kasih duit terus bungkam " kata Dara melepaskan pelukan nya
Adit menangkup pipi Dara. Menatap dalam keduanya saling tatap
" Yaudah , Dara maunya apa ? " kata Adit
Dara terdiam
Cup
" Adit !!!! " kata Dara menegur
" Iya sayang! "
" Dara mau adit ga pergi ke Turki! " kata Dara
Adit melepaskan tangan nya
" Adit seminggu aja disana , rayu Lunara biar dia engak ngambek lagi ! Sekalian temu kangen sama mbak aghni " Kata Adit
Dara mendorong adit
" Yaudah sana pergi! "
Huh !
" Dar ! Kenapa sih ngambek ga jelas kek gini ! Kek anak kecil sumpah " kata Adit kesel
" Biarin wee " Dara mengulurkan lidahnya
Dara langsung keluar begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih , adit langsung memberikan paket netflix supaya Dara bungkam
Adit yakin kok , pasti pulsa itu akan di pakai buat nonton drakor. Setelah transaksi adit turun dan masuk kedalam rumah Dara
__ADS_1
Di dalam itu dara mengadu pada Hendra kalo adit mencium pipi nya . Membuat hendra kesal . Menarik kerah leher adit
" Maaf om , engak sengaja tadi , tadi mau bantu lepasin seat belt Dara , terus kecium, beneran adit engak bohong om " Kata Adit
Hendra menatap Dara . Anaknya itu malah menunduk
" Kamu bikin Dara trauma tau gak ! " kata Hendra
Adit menelan salivanya , sialan si Dara. Nyari penyakit! Apa trauma dicium gua ? Dia ga tau anaknya pernah hamil . Lebih trauma an mana batin Adit
" Pulang aja deh kamu ! " kata Hendra mengusir adit
Adit mengangguk, dia langsung keluar tanpa menyalami kedua calon mertuanya . Di samping itu Adara tertawa puas mengerjain adit . Rasanya udah lama sekali Dara tidak berantem manja sama adit
Dan respon adit juga baik walaupun tadi sempat Dara tersinggung dengan perkataan nya
##
Dari kejadian siang tadi sampai malam jam 10 ini , Dara menonton film lagi pula . Sudah di bayar Adit selama sebulan
Tak nyangka juga Adit bikin Dara meleleh seperti ini , ah Dara akan betah kalo ada pulsa netflix , rasanya tidak bisa tidur
Drt...
Drr...
Adara menggela nafas
( iya halo ) kata Dara dengan malas menjawab perkataan adit
( lagi apa malam malam begini ? Belum tidur ? ) kata adit
( Kalo udah tidur, ga bakal angkat ini ! )
Adit tersenyum lagi
( ketus banget sih, nemenin makan dong , baru pulang kerja kelompok nih lapar , abis mandi juga ) kata Adit mengarahkan kameranya berjalan keluar kamar
Dara tidak menjawab , dirinya juga mengambil snack yang di beli Adit di dalam kamar nya . Dara mengambil coklat dan juga stick kentang
( Makan pake apa itu ? ) Tanya Dara
( Nasi , telur dadar sama tempe kecap ) kata Adit
Dara tersenyum dalam hati , dalam hatinya berkata , sederhana banget adit , bahkan dirinya calon dokter hewan dan kedua orang tuanya tajir masih mau makan seperti itu . Ah kenapa dara jadi sedih
( Nikmat tau makan kaya gini , bentar mau ambil minum dulu ya , jangan di matiin )
Tut
Saat Adit kembali ke meja makan , panggilan nya mati . Di sebrang sana Dara tertawa terbahak bahak
Drt...
Drt ...
( kamu mah di matiin! ) kata Adit
__ADS_1
( Kepencet ) kata Dara sambil tertawa
Adit mengangguk mengiyakan
( Jadi kapan berangkat ke Turki nya ? ) Tanya Dara
( Besok jam 4 pagi ) kata Adit
( Pagi banget ya ! )
( Iya ! ) kata Adit
Obrolan itu berlangsung 1 jam , saat makanan Dara dan Adit habis . Mereka juga sleep call
( Janji sama gua kalo selama gua ga ada , jangan pergi kemana mana ! Kecuali sama orang tua ) kata Adit serius
( Ngak mau! Orang tadi Rasya ngajak jalan)
( Kemana ? )
( Hotel ) jawab Dara sambil tersenyum
( Murahan amat sih lu ! Cabe di pasar aja mahal ) kata Adit
( Biarin , yang penting nikmat )
Adit tertawa mendengar itu
( Janji dulu sama adit , kalo Dara engak pergi aneh aneh selama adit ke Turki) kata Adit
( iya , janji ! Gua janji ga akan aneh aneh , ga akan pergi sama siapa pun kecuali sama papi , mama ) kata Dara
Adit mengangkat jempolnya
( Yaudah , tidur deh sana , gua juga mau beres beres abis itu tidur) kata Adit
( Kak adit ) panggil Dara
( iya , apa ? )
( Dara kangen, pengen peluk ) kata Dara manja
Adit tersenyum. Dia menjauhkan ponselnya lalu melebarkan tangannya. Seolah memeluk dara . Begitu juga dara menjauhkan ponselnya memeluk Adit
( Semoga selamat sampai tujuan ya ! Jangan lupa oleh oleh, pengen kucing Turki )
( Aneh aneh aja Dar ! Susah tau minta izin nya )
( Hehe , yang lain aja ya oleh oleh nya ) kata Dara
( Iya ) kata Adit
( Yaudah, Dara tutup ya , jangan tidur malam malam ) jawab Dara
Adit mengangguk
Tut ...
__ADS_1