DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 80


__ADS_3

Wekeend begini Dara menghubungi Adinda untuk bertemu , sebenarnya Dara mengajak teman temannya cuma mereka menolak karena ada urusan lain


( boleh ngga gue kerumah lo , laki lo aman kan ? Bolehin gue kesana ? )


( Iyaudah kesini aja , Rasya lagi ke bandara baru aja jalan jemput bokap nya )


( Yah terus nanti gue ketemu dia dong ? )


( Engak anjir , Rasya ke apartemen,  karena bokap nya akan lama disini jadi seharian ini dia di apartemen sama bokap)


( Yaudah , gue otw nih )


( Yaudah gue tunggu , sekalian mau di beliin seblak ? )


( Boleh deh , jangan pedes sama pop ice coklat juga din )


( semuanya aja lu beli ) ketus Adinda


Dara tertawa geli mendengarnya . Panggilan itu terputus sepihak.  Dara mematikan listrik kamar nya tak lupa mengunci pintu kamar nya juga


Tiba di rumah Adinda . Dara di sambut baik oleh kedua orang tua adinda . Tanpa berlama lama juga Dara disuruh ke lantai atas bermain di kamar tamu


Kamar yang sekarang menjadi milik Rasya dan Dinda tidak boleh sembarang masuk


" Btw gimana kegiatan Fotografi lo , sumpah Dar lo jadi anak teater seru banget . Lo bisa meluapkan emosi sama perasaan lo lewat akting "


Dara tersenyum " Gue engak jago buat cerita sama orang , apalagi ini meluapkan emosi gue "


" Tapi seru anjir . Coba deh dar lo ikut seni pasti lo ketagihan . Terus ya Dar . Temen gue dari anak fakultas lain ngajak gue buat ikut casting casting gitu "


" terus lo mau ? "


" Engak ada salah nya buat cari pengalaman Dar.  Selama itu baik . Lagian kan siapa tahu dari situ bisa dapet cuan " kata Dinda sambil tersenyum


" Kayanya lo bakalan kek jejak bokap deh din . Artis gitu "


" Ya mungkin,  laki gue dukung juga sih terus gue tanya sama bokap . Kata bokap mana yang terbaik buat kamu aja "


Dinda tersenyum ketika membicara, dia senang saat kegiatan yang di lakukan nya itu di dukung oleh orang terdekat


" Jadi gimana kegiatan Fotografi lo , kan Kak adit udah beliin kamera katanya " ucap Dinda


" Ya gitu deh , susah juga ternyata,  kek nya gue bakalan keluar dari kegiatan itu. Dan dulu itu Adit pernah bilang sama gue . Buat ikut kelas masak . Nah lo kan tau gue suka makan . Jadi kek nya gue bakalan ikut kelas masak "


" itu di luar kegiatan kampus ya Dar ?" Tanya Dinda


" Kayanya iya,  kampus kita engak ada kegiatan itu kan ? "


" kayanya sih iya , sumpah ya din gue tuh mager tau ikut ikut gituan . Kalo bukan karena adit nyuruh gue buat cari pengalaman.  Ogah banget.  Mending gue dirumah rebahan . Transfer an tetep berjalan dari adit hahaha "


" Sialan lo , enak banget . Gue juga sih sama Rasya begitu . Kalo engak ada kegiatan.  Ya gue dirumah aja . Tinggal dia yang nanya mau makan apa atau mau belanja apa " ucap Dinda


" Enak banget ih nikah muda . Jadi pengen" kata Dara


" Ayo dong nikah Dar . Masa udah rencanain lama sampe sekarang belom nikah juga "


" Adit belom ngomong begituan sama gue din . Gue engak berani ngajak duluan nanti di kira nya gue yang ngebet lagi " kata Dara


" kalo gitu kasih kode kode aja Dar . Nanti dia juga paham sendiri "

__ADS_1


" Nah boleh tuh , nanti deh gue kasih kode gitu "


Drt...


Drt...


" Rasya nelpon , bentar ya dar "


Dara mengangguk , Dinda beranjak bangun menjauh dari dara . Dinda menatap Dara sambil terkejut


" Dar . Adit ke ring tinju sama Reza " kata Dinda


Dara beranjak bangun , Dara sama halnya dengan Dinda terkejut


" Tanya sama Rasya, ring tinju mana . Lo mau kan temenin gue din ? "


Dinda mengangguk


" katanya nanti Rasya share lok, ayo kita langsung otw " ajak Dinda


Dara mengangguk dia meninggalkan seblak dan membawa tas juga es miliknya. Keduanya juga meminta izin keluar


Jantung Dara dag dig dug gimana kalo terjadi apa apa sama Adit


Ting


" Rasya udah share lokasi nya nih , gue taruh sini ya biar pake maps "


Dara mengangguk . Tak ada percakapan karena adinda melihat raut wajah Dara begitu panik juga khawatir


Tiba di tempat tinju , ternyata masalah ini di buat acara sampai yang mau nonton aja harus bayar tiket sebesar 50 ribu


Dara menutup mulut nya juga menutup matanya . Dara bener bener tidak tahan dengan pertunjukan ini


Dorong sana sini dari penonton belakang membuat Dara dan Dinda sampai di titik penonton paling depan


Dara menutup matanya ketika Adit dipukul , jujur aja suara sorakan dan pukulan membuat jantung Dara berdetak cepat


Begitu buka mata Adit sedang memukuli Reza di bawah itu . Reza terbaring lemas tapi Adit masih memukul nya


Sampai hitungan ketiga . Adit di nyatakan menang


Adit memberi kecupan tangan pada semua penonton kalo dirinya bangga menang juara mengalahkan Reza . Dapat nominal sebesar 10 juta hasil taruhan di kampus


Mata sebelah adit bengkak penglihatan nya juga buram , jadi adit tidak tahu kalo Dara juga menonton pertandingan


" Adit cewek lo tuh nonton " Teriak nya salah satu penonton


Adit menoleh satu persatu dan adit meminta handuk kering untuk menghapus keringat di matanya . Dan baru deh adit melihat normal kembali walaupun dengan sebelah mata


Hiks hiks hiks


" Kak adit ... " gumam Dara


Adit terdiam.  Padahal Adit berbohong kalo dirinya ke bandung untuk pekerjaan. Adit langsung menyusul Dara


" Maaf ... " satu kata yang Adit ucapkan


Dara hanya diam . Dia menutup wajahnya ketika Adit menampakkan diri di depan nya

__ADS_1


" Adit menang , Adit yakin engak akan ada yang ganggu Dara lagi "


Dara langsung menarik tangan Dinda keluar dari tempat itu . Dara bener bener marah banget . Adit bilang dia engak akan ke ring tinju . Kedua adit bohong katanya mau cek lokasi di bandung . Tapi apa ?


##


" Kenapa wajah kamu ? " Tanya papi


Adit datang malam untuk menumpang makan malam disini . Sejak kedatangan Adit . Dara tidak menegur sama sekali.  Sampai saat makan malam biasanya Dara yang menyiapkan dan menuangkan lauk lauk


Tapi Dara langsung melahap makanan nya . Hal itu berhasil membuat papi menegur nya


" Gapapa om . Adit bisa sendiri "


Hendra mengangguk membiarkan Adit mengambil lauk lauk nya sendiri


" Oh jadi kamu main tinju , menang nggak ?" Tanya papi


" Kalo engak menang engak mungkin Adit kaya gini om , udah pasti menang dong "


Papi bertepuk tangan " Keren keren . Dapat uang dong ? "


" Dapat , cuma besok kayanya mau di buat traktir aja " jawab Adit


Adit terganggu ketika Dara sedang makan sempat sempatnya melihat ponsel . Dan itu terus menerus seolah tidak peduli


" Om , Adit mau minta izin ajak Dara keluar sebentar aja . Ke Cafe dekat sini . Boleh "


" Boleh , tapi jangan pulang malam malam ya Dit "


Adit mengangguk " Makasih om " kata Adit


Setelah tahu adit mengajaknya keluar . Dara cepat menghabiskan makanan nya dan bersiap siap


Baru banget mau merangkul pinggang Dara saat memasuki cafe . Wanita itu langsung mendorong Adit ketika tubuhnya mendekat


" Tadi kemana aja sama Dinda? "


" main " jawab Dara singkat


Saat di beri menu , adit menawarkan makanan dan juga minuman tapi Dara menolak dengan alasan lagi diet


" Es teh manis 2 , pisang keju coklat nya 1 "


Setelah pelayan itu pergi.  Adit pindah posisi duduk di samping Dara.  Tangan Adit juga merangkul pinggang Dara.  Kali ini wanita itu tidak menolak nya lagi


" Tahu kesalahan yang lo buat apa ? Lo janji sama gua engak ke ring tinju . Terus kenapa bohong semalam mau meeting ? "


" Ya karena Adit udah terlanjur janji sama Reza . Kan kamu tahu adit paling engak bisa kalo di ajak ribut kaya gitu . Bohong ya karena adit engak mau Dara khawatir.  Sengaja adit engak kabarin "


" lo sendiri kan yang bilang , kalo lo engak suka di bohong in ? Tapi lo makan omongan lo sendiri "


" Iya adit tahu,  adit salah " kata Adit menaruh kepalanya di bahu Dara


" Jangan begini , jangan harap gue bisa maafin lo secepatnya " Dara menggoyangkan bahu nya supaya kepala Adit bangun


" Adit mau ngomong sama Dara.  Gimana kalo Dara pegang semua penghasilan adit ? Sekalian kan biasanya adit suka kasih setengah.  Nah Dara bisa pake semau Dara.  Gimana ? "


" Gua bukan bank yang bisa titip uang " ketus Dara

__ADS_1


__ADS_2