
Begitu sampai dirumah , bell berbunyi . Terpaksa Dara membuka pintu gerbang . Dan Dara terkejut
" Naomi ? " gumam Dara
Naomi langsung memeluk Dara menangis di pelukan itu
" Dar tolongin gue dar . Bokap gue kelilit hutang sedangkan gue harus jadi simpanan om om , dar . Gue takut ... gue pengen mati aja kalo kaya gini caranya "
" Mi , kita masuk kedalam aja yuk , masuk ke kamar gua " kata Dara melepaskan pelukan nya
Dara membawa tas milik naomi dan naomi membawa koper miliknya
" ma .. mamaa " Teriak Dara
Adinda keluar dari kamar dia melihat ada teman Dara
" Naomi apa kabar ? "
" Baik tante "
" Loh kok , abis nangis ? "
Naomi terdiam. Sedangkan Dara mengedipkan matanya
" Ya yaudah ke atas ke kamar ya . Nanti mama kasih minum "
Dara dan Naomi mengangguk dia langsung ke kamar atas dan mengunci pintu kamar nya . Naomi menangis lagi
Dia mulai menceritakan tentang bokap nya yang sering mabuk dan kuat main judi . Sampai sampai naomi pulang kuliah tiba tiba ada orang di rumah itu sedang menagih hutang sampai akhirnya Naomi bertemu sama Diaz
" Tunggu, gue boleh tau orang nya nggak ?"
Naomi memberitahu foto dirinya dan diaz di sebuah hotel . Dara terkejut karena foto itu sama sama telanjang tanpa pakaian
" Kalian udah ... "
Naomi mengangguk
" Dar... hiks hiks "
Dara memeluk naomi lagi " Kalo boleh jujur . Sebelum nya gue pernah ngeliat lo di supermarket pas malam hari "
" Oh ya ? Kenapa engak manggil ? "
" Cuma waktu gue mau negur lo , ikutin lo mau pastiin juga lo atau bukan . Kalian keburu pergi. Dan Rasya sama Dinda juga sempat ngeliat lo di hotel "
Naomi begitu malu akibat hutang bokap nya. Teman temannya jadi tahu tentang naomi
__ADS_1
" Dar gue malu buat ketemu Dinda sama Rasya "
" engak usah malu . Sekarang lo cerita lagi sama gue . Berapa hutang yang bokap lo pinjam "
" 200 juta Dar. Dan kalo sampai bokap gue bulan ini belom bayar . Terpaksa gue jadi simpanan dia sampai bosan "
Dara memejamkan matanya
" gue ada setengah nya , cuma gue buat nikah mi "
" Nikah ? Lo mau nikah sama Adit ? "
" Iya , bulan depan . Kemarin gue sama dia lamaran "
" Kok lo engak undang gue Dar? Gitu ya lo sombong sekarang "
Dara menggeleng kepalanya " Kita yang hadir 2 keluarga doang Mi . Itu juga tertutup dan dadakan juga sebenarnya kita mau lamaran itu sabtu . Cuma kakak nya adit keburu mau balik ke Turki "
Naomi mengangguk
" Gua minta tolong siapa dong Dar. Lo kan tau Dinda gimana . Udah menikah pasti dia juga susah buat makan " kata Naomi
Dara mengangguk , Dinda aja tadi minjem uang apalagi mau bantu naomi . Batin nya.
" Kapan sih batas waktunya mi ? Kalo masih ada waktu coba gue ngomong sama Adit . Siapa tahu dia mau bantu "
Dara mengangguk . Dara beranjak bangun
" Yaudah lo nginep disini aja sama gue untuk beberapa hari . Masalah orang tua gue pasti dia terima deh . Lo mau tidur disini atau di kamar tamu ? " Tanya Dara
" Disini aja deh dar . Gue engak enak tidur di kamar tamu "
" Yaudah , gue mau mandi dulu , lo beres aja "
Naomi mengangguk , dara mulai mengambil pakaian nya dan masuk ke kamar mandi
Sedangkan naomi dia langsung keluar kamar dan turun ke bawah . Naomi ingin membantu mama Dinda untuk memasak . Seengaknya naomi tahu diri menumpang disini
##
( Sayang ) kata Dara
( iya , aku masih di kantor nih . Udah mau pulang juga sih tapi bentar lagi )
( Adit , boleh Dara minta tolong? )
( Tolong apa sayang ? Boleh dong )
__ADS_1
( Adit ada uang 200 juta nggak ? )
( Kenapa emang nya ? ) Tanya adit
( Itu , sih naomi lagi ada masalah . Bokap nya kan terlilit hutang . Nah bos nya ini minta naomi buat jadi simpanan nya . Itu yang Dara bilang ketemu naomi di supermarket)
( iya terus ? ) Tanya adit
( Iya naomi jadi simpanan dia . Terus juga kalo dalam sebulan ini belum bayar juga yaudah naomi jadi simpanan nya sampai bosen . Naomi mau pinjem sama kamu )
( Dar. Bukan nya aku engak mau tolongin ya . Adit ada cuma buat tambah tambah nikah kita . Adit juga kan mikirin setelah nikah pengeluan kita berdua . Jadi bukan nya adit engak mau tolongin . Kalo adit ada lebih pasti adit tolongin )
( Ya Dara juga ada cuma kan buat nambah nambah kalo adit kurang , yaudah deh kalo gitu )
( Maaf ya sayang , bukan nya adit engak mau nolongin )
( iya , yaudah kamu pulang nya hati hati ya )
( Iya sayang , muach )
Tut
Dara menghela nafas. Sedangkan naomi menundukan kepalanya
" Yaudah dah dar gapapa kalo emang engak ada . Gapapa gue jadi simpanan dia"
Dara jujur kasihan banget sama nasib naomi
" Oh iya dar. Disini ada wifi kan ? Gue boleh conec nggak di laptop gue? Gue mau ngelamar kerja kaya nya deh "
" ngelamar kerja dimana ? "
" Ya cari cari lowongan siapa tahu ada . Kalo gue udah kerja mending gue kost aja , engak enak dar gue lama disini . Buat pulang juga engak mungkin "
Dara mengangguk dia memberikan pasword wifi di laptop nya. Jarang ada perusahan yang menerima anak mahasiswa yang masih semester awal
" Oh gini aja , kerja di tempat adit mau ? Nanti bagian kasir aja . Lagian di tempat itu ada tempat tinggalnya di atas cuma kan engak ada yang tempatin "
" Serius boleh ngga dar ? Gue engak enak sama Kak adit "
" Nanti gue tanya dulu , siapa tahu boleh "
Naomi memeluk dara lagi " dar makasih ya lo baik banget sama gue . Gue engak tahu lagi kalo engak ada lo , gue engak mungkin cerita sama yang lain karena pasti mereka khawatir. Apalagi Dinda. Dia udah sibuk sama rumah tangga nya "
Dara memeluk naomi lagi " Iya nom , selagi gue bisa bantu. Ya gue akan bantuin . Cuma kalo untuk 200 juta gue . Engak ada"
" Iya gapapa dar. Makasih ya "
__ADS_1