DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Menemui wanitaku


__ADS_3

Dara tersenyum lebar , beberapa barang yang sudah dia masukan ke keranjang . Diskon besar besaran membuat Dara bahagia sekali


" Kok lu beli sabun buat cowok ? " Tanya Dinda


" Buat adik gua ! Dia pake sabun ini . Mumpung lagi murah.  Gua beli sekalian "


Dinda menggeleng kepalanya. Dia mengambil 2 sabun di keranjang Dara


" Biar gua aja yang beli , gua kan cewek nya . Nanti gua titip sama lo "


Dara mengangguk,  dia memilih lipstik yang bagus


Drt...


Drt...


Zivana mengeluarkan ponselnya , panggilan itu dari Rasya


" Dar , Rasya nelpon gua ! Ada apa ya " kata Zivana


Dara mengangkat bahunya


"Yaudah angkat aja , siapa tau dia penting " kata Dara


Zivana mengangkat tentu dia menjauh dari teman temannya karena toko kecantikan begitu ramai sekali


( Lo sama Dara sama anak anak kemana ? Tadi gua liat Dara naik motor )


( Ke mal xx lagi beli skincare ) jawab Zivana


( Gua boleh nyusul nggak ? Mau jemput Dara ) kata Rasya


( Bentar gua tanya Dara dulu )


( Oke ) jawab Rasya


Zivana membisiki Dara. Jujur Dara masih bingung kenapa Rasya mau susul dan menjemputnya


( Sya ! Kata Dara boleh )


( Makasih Ziv. Tunggu bentar ya jangan pulang dulu 10 menit gua sampai sana. Kalo kalian mau pulang . Tahan dulu sampai gua datang )


( Iya , lagian kita juga masih lama ) kata Zivana


Tut ...


Dara membisiki Dinda , memberi tahu Rasya mau datang san menjemputnya


" Nanti gua pulang sama dia Din " kata Dara

__ADS_1


" Yaudah , hati hati lo , inget kalo lo balikan  sama Rasya jangan mau di ajak begituan lagi,  lo tuh sebagai cewek harusnya rugi lah " Nasihat Dara


Dara mengangguk . Dara berjalan lagi mencari barang barang yang dia perlukan untuk sehari hari


Beberapa jam kemudian , para wanita itu belum juga kelar . Rasanya kalo mereka memiliki uang segudang puluhan juta.  Akan mereka beli semua nya


" Gemes banget ! " Ucap Vevina


Tangan itu berteger di pinggang Dara . Awalnya Dara kaget tapi ketika wajah Rasya datang membuatnya menepiskan tangan itu


" Ngapain lo disini ? " Tanya Dinda ketus


" Menyusul , menemui wanitaku " kata Rasya


Dinda pergi begitu saja meninggalkan keduanya


" Masih lama kamu belanjanya? " Tanya Rasya


" Iya ! " Jawab Dara memilih lipstik


" Sebelum pulang nanti , mau makan dulu ? Berdua aja " kata Rasya


" Ok boleh "


Rasya mengangguk dia merangkul bahu Dara.  Lalu mengecup kepala Dara . Cukup lama Rasya mengikuti langkah Dara kesana kemari . Saking kesal nya langsung mengajak temen temannya untuk menyudahi


Akhirnya mereka bayar,  dan pisah di toko itu . Teman temen juga memutuskan untuk pulang sedangkan kedua mantan itu langsung pergi kesalah satu restoran


" Aku Kamu ! " ucapnya pelan


Dara memutar matanya malas. Tanpa berlama lama Dara memesan minuman dan juga makanan untuk mereka berdua


" Tadi siapa yang bilang setiap malam nangis , aku tahu kamu engak bisa move on , apa kamu secinta itu sama aku ? " kata Rasya sambil tersenyum


Dara menatap tajam lalu dia melipat kedua tangan nya di dada


" Malas kalo bahas yang tadi ! Next ! "


" Kita harus bahas dulu , biar kita bisa lanjutin atau tidaknya " kata Rasya


" Dih,  siapa juga yang mau balikan ! Geer "


Rasya tersenyum,  tingkah gengsi Dara membuatnya gemes


" Aku tahu aku salah karena aku langsung pacaran sama orang lain . Asal kamu tahu. Aku juga sakit hati , aku hancur banget saat kamu putusin aku di tambah sama itu cowok . Dan kamu pilih dia dari pada aku , aku langsung cari cewek biar kamu cemburu.  Aku tau kalo kamu setiap pagi panas ngeliat aku " kata Rasya sambil tersenyum


Dara hanya diam . Apa yang Rasya ucapkan emang benar dan fakta


" Engak ada yang mau kamu jelasin ? Atau kamu ga merasa bersalah gitu ? "

__ADS_1


" Apa yang harus di jelasin ? Kan kamu lihat sendiri ! " Tanya Dara


Rasya memejamkan matanya


" Siapa ?  Siapa dia ? " Tanya Rasya sambil menegakan tubuhnya.  Kali ini Rasya bener bener di buat emosi kalo di ingat Siapa pria yang suka antar jemput Dara


" Dia calon suami aku ! "


Rasya menghembuskan nafasnya , mengusap wajahnya dengan kasar


" Gini ya dar , jangan mentang mentang aku ga bisa lupain kamu , kamu seenaknya sama aku . Aku jauh jauh datang kesini cuma mau bahas tadi di lapangan ! Kalo kamu punya calon suami . Apa maksud percakapan tadi ? Aku pikir kita bisa balikan lagi , ternyata kamu cuma maenin aku ! " kata Rasya kini mendadak kesel


" Dia calon suami aku kita di jodohin sama kedua orang tua kita , dia tahu aku punya pacar,  dan dia juga tahu aku cinta banget sama kamu . Kamu tanya aja sama dia setiap malam aku nangis cuma karena aku kangen sama kamu , aku cerita semuanya sama dia tentang kamu , tentang kamu yang baru putus punya pacar lagi . Aku anggap dia sebagai kakak sya , dia pun juga sama ! "


Rasya menggeleng kepalanya


" Tatapan dia sama kamu beda dar , aku paham itu " kata Rasya


" Jadi maksud kamu aku sama dia ada hubungan? "


" Mungkin " kata Rasya ketus


" Aku serius engak ada apa apa sama dia . Waktu kamu datang kerumah aku . Saat aku sakit . Dia datang bawa makanan karena aku sakit , simpati sebagai adik . Lagi pula disitu kedua orang tua aku ga ada . Jadi aku layanin dia di depan rumah . Kenapa aku diam saat kamu tanya pilih dia atau kamu . Aku lagi pusing sya . Aku lagi banyak pikiran . Lagian aku juga sadar kok kamu itu terlalu dalam banget perasaan kamu "


" Jangan di buat alasan ya dar ! Kalo lo tau cinta gua sebesar itu,  kenapa ga lo juga merasakan itu ? Kenapa harus gua aja ? " Kata Rasya kini terbawa emosi


Pasalnya apa yang di bicarakan Dara tidak ada menyambung dengan hubungan mereka . Itu adalah alasan klasik yang di buat dara untuk memisahkan mereka berdua


" Gua malas dar buat basa basi . Kalo lo ga mau balik sama gua . Gapapa . Jangan kaya orang mabuk , kebanyakan alasan " kata Rasya beranjak bangun


" Sya ! Aku belom selesai ngomong, katanya kita mau selesaiin masalah kita "


Rasya terpaksa duduk lagi,  kali ini tatapan Rasya begitu malas pada Dara


" Dar , gua malas buat basa basi ! Gua tegasin ya  , lo mau ga balikan sama gua ?"


Dara mengangguk


Mood Rasya mendadak baik lagi


" Makasih ! "


" Makasih aja ? Engak ada imbalan ? " kata Dara


Cup


Rasya mengecup kening Dara.  Hal itu membuat hati Dara berdebar kencang.  Saat ramen mereka datang . Dara mengikat rambut nya


" Cantik banget sih kamu Dar "

__ADS_1


Dara tersenyum malu lalu dia menendang kaki Rasya di bawah itu


__ADS_2