
Dara tersenyum lebar , beberapa barang yang sudah dia masukan ke keranjang . Diskon besar besaran membuat Dara bahagia sekali
" Kok lu beli sabun buat cowok ? " Tanya Dinda
" Buat adik gua ! Dia pake sabun ini . Mumpung lagi murah. Gua beli sekalian "
Dinda menggeleng kepalanya. Dia mengambil 2 sabun di keranjang Dara
" Biar gua aja yang beli , gua kan cewek nya . Nanti gua titip sama lo "
Dara mengangguk, dia memilih lipstik yang bagus
Drt...
Drt...
Zivana mengeluarkan ponselnya , panggilan itu dari Rasya
" Dar , Rasya nelpon gua ! Ada apa ya " kata Zivana
Dara mengangkat bahunya
"Yaudah angkat aja , siapa tau dia penting " kata Dara
Zivana mengangkat tentu dia menjauh dari teman temannya karena toko kecantikan begitu ramai sekali
( Lo sama Dara sama anak anak kemana ? Tadi gua liat Dara naik motor )
( Ke mal xx lagi beli skincare ) jawab Zivana
( Gua boleh nyusul nggak ? Mau jemput Dara ) kata Rasya
( Bentar gua tanya Dara dulu )
( Oke ) jawab Rasya
Zivana membisiki Dara. Jujur Dara masih bingung kenapa Rasya mau susul dan menjemputnya
( Sya ! Kata Dara boleh )
( Makasih Ziv. Tunggu bentar ya jangan pulang dulu 10 menit gua sampai sana. Kalo kalian mau pulang . Tahan dulu sampai gua datang )
( Iya , lagian kita juga masih lama ) kata Zivana
Tut ...
Dara membisiki Dinda , memberi tahu Rasya mau datang san menjemputnya
" Nanti gua pulang sama dia Din " kata Dara
__ADS_1
" Yaudah , hati hati lo , inget kalo lo balikan sama Rasya jangan mau di ajak begituan lagi, lo tuh sebagai cewek harusnya rugi lah " Nasihat Dara
Dara mengangguk . Dara berjalan lagi mencari barang barang yang dia perlukan untuk sehari hari
Beberapa jam kemudian , para wanita itu belum juga kelar . Rasanya kalo mereka memiliki uang segudang puluhan juta. Akan mereka beli semua nya
" Gemes banget ! " Ucap Vevina
Tangan itu berteger di pinggang Dara . Awalnya Dara kaget tapi ketika wajah Rasya datang membuatnya menepiskan tangan itu
" Ngapain lo disini ? " Tanya Dinda ketus
" Menyusul , menemui wanitaku " kata Rasya
Dinda pergi begitu saja meninggalkan keduanya
" Masih lama kamu belanjanya? " Tanya Rasya
" Iya ! " Jawab Dara memilih lipstik
" Sebelum pulang nanti , mau makan dulu ? Berdua aja " kata Rasya
" Ok boleh "
Rasya mengangguk dia merangkul bahu Dara. Lalu mengecup kepala Dara . Cukup lama Rasya mengikuti langkah Dara kesana kemari . Saking kesal nya langsung mengajak temen temannya untuk menyudahi
Akhirnya mereka bayar, dan pisah di toko itu . Teman temen juga memutuskan untuk pulang sedangkan kedua mantan itu langsung pergi kesalah satu restoran
" Aku Kamu ! " ucapnya pelan
Dara memutar matanya malas. Tanpa berlama lama Dara memesan minuman dan juga makanan untuk mereka berdua
" Tadi siapa yang bilang setiap malam nangis , aku tahu kamu engak bisa move on , apa kamu secinta itu sama aku ? " kata Rasya sambil tersenyum
Dara menatap tajam lalu dia melipat kedua tangan nya di dada
" Malas kalo bahas yang tadi ! Next ! "
" Kita harus bahas dulu , biar kita bisa lanjutin atau tidaknya " kata Rasya
" Dih, siapa juga yang mau balikan ! Geer "
Rasya tersenyum, tingkah gengsi Dara membuatnya gemes
" Aku tahu aku salah karena aku langsung pacaran sama orang lain . Asal kamu tahu. Aku juga sakit hati , aku hancur banget saat kamu putusin aku di tambah sama itu cowok . Dan kamu pilih dia dari pada aku , aku langsung cari cewek biar kamu cemburu. Aku tau kalo kamu setiap pagi panas ngeliat aku " kata Rasya sambil tersenyum
Dara hanya diam . Apa yang Rasya ucapkan emang benar dan fakta
" Engak ada yang mau kamu jelasin ? Atau kamu ga merasa bersalah gitu ? "
__ADS_1
" Apa yang harus di jelasin ? Kan kamu lihat sendiri ! " Tanya Dara
Rasya memejamkan matanya
" Siapa ? Siapa dia ? " Tanya Rasya sambil menegakan tubuhnya. Kali ini Rasya bener bener di buat emosi kalo di ingat Siapa pria yang suka antar jemput Dara
" Dia calon suami aku ! "
Rasya menghembuskan nafasnya , mengusap wajahnya dengan kasar
" Gini ya dar , jangan mentang mentang aku ga bisa lupain kamu , kamu seenaknya sama aku . Aku jauh jauh datang kesini cuma mau bahas tadi di lapangan ! Kalo kamu punya calon suami . Apa maksud percakapan tadi ? Aku pikir kita bisa balikan lagi , ternyata kamu cuma maenin aku ! " kata Rasya kini mendadak kesel
" Dia calon suami aku kita di jodohin sama kedua orang tua kita , dia tahu aku punya pacar, dan dia juga tahu aku cinta banget sama kamu . Kamu tanya aja sama dia setiap malam aku nangis cuma karena aku kangen sama kamu , aku cerita semuanya sama dia tentang kamu , tentang kamu yang baru putus punya pacar lagi . Aku anggap dia sebagai kakak sya , dia pun juga sama ! "
Rasya menggeleng kepalanya
" Tatapan dia sama kamu beda dar , aku paham itu " kata Rasya
" Jadi maksud kamu aku sama dia ada hubungan? "
" Mungkin " kata Rasya ketus
" Aku serius engak ada apa apa sama dia . Waktu kamu datang kerumah aku . Saat aku sakit . Dia datang bawa makanan karena aku sakit , simpati sebagai adik . Lagi pula disitu kedua orang tua aku ga ada . Jadi aku layanin dia di depan rumah . Kenapa aku diam saat kamu tanya pilih dia atau kamu . Aku lagi pusing sya . Aku lagi banyak pikiran . Lagian aku juga sadar kok kamu itu terlalu dalam banget perasaan kamu "
" Jangan di buat alasan ya dar ! Kalo lo tau cinta gua sebesar itu, kenapa ga lo juga merasakan itu ? Kenapa harus gua aja ? " Kata Rasya kini terbawa emosi
Pasalnya apa yang di bicarakan Dara tidak ada menyambung dengan hubungan mereka . Itu adalah alasan klasik yang di buat dara untuk memisahkan mereka berdua
" Gua malas dar buat basa basi . Kalo lo ga mau balik sama gua . Gapapa . Jangan kaya orang mabuk , kebanyakan alasan " kata Rasya beranjak bangun
" Sya ! Aku belom selesai ngomong, katanya kita mau selesaiin masalah kita "
Rasya terpaksa duduk lagi, kali ini tatapan Rasya begitu malas pada Dara
" Dar , gua malas buat basa basi ! Gua tegasin ya , lo mau ga balikan sama gua ?"
Dara mengangguk
Mood Rasya mendadak baik lagi
" Makasih ! "
" Makasih aja ? Engak ada imbalan ? " kata Dara
Cup
Rasya mengecup kening Dara. Hal itu membuat hati Dara berdebar kencang. Saat ramen mereka datang . Dara mengikat rambut nya
" Cantik banget sih kamu Dar "
__ADS_1
Dara tersenyum malu lalu dia menendang kaki Rasya di bawah itu