DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 151


__ADS_3

Ponsel Dara berdering pesan dari Naomi . Dara membacanya , wanita itu mengajak untuk bertemu di rumah papi . Sekalian Naomi ada yang mau kasih hadiah


" Siang ini ? "


" Iya dit , adit bisa nggak ? " kata Dara


" Em... bisa deh " kata Adit ragu


" Kalo engak bisa gapapa , Dara bawa mobil sendiri apa "


" Papa bisa Mam " kata Adit sambil mengelus perut Dara


Dara tersenyum , beberapa jam kemudian keduanya baru pergi ke rumah orang tua Dara


'" Ada apa sih sebenarnya naomi ngajak kerumah papi Mam ? "


" Kurang tau sih , paling mau balikin uang papi lagi , tapi kenapa harus ada aku coba? Kan bisa aja sendiri " kata Dara


" Ya kamu kan teman nya , lewat kamu naomi di kasih pinjaman sama papi " kata Adit


" Bener juga , yaudah iya sayang ku "


Beberapa menit kemudian sampailah di kediaman orang tua Dara. Naomi sudah datang dan saat ini lagi berbincang sama mama dan papi nya


" Naomiiii" kata Dara


" Dar... astagaaa kangen banget gua " kata Naomi, keduanya berpelukan


Membuat ketiga orang yang melihat nya itu tersenyum


Dara duduk di samping naomi sambil menarik adit untuk duduk di samping nya


" Gua bawa sate taichan buat lo , lo suka kan ? "


" Serius ? Wahhh makasi " kata Dara


Tanpa berkata apa apa lagi , naomi melayangkan niat nya untuk datang kesini . Yaitu membalikan uang papi dan memberikan undangan


" Kamu mau nikah ? Siapa calon kamu ? Kenal Dimana? " Tanya papi


" Temen pi , temen rumah "


" Coba temuin papi , kamu udah ketemu sama orang tua kamu emangnya? " Tanya Papi


Naomi mengangguk


" Kali ini beneran seumuran kok pi , emang udah lama banget saling suka cuma pas ketemu lagi tiba tiba ngajak untuk Serius "


" Ya siapa calon nya , kenalin sama papi sini " kata Papi


" Alif "


Dara juga papi mengerutkan keningnya


" Alif ? Alif Sayifan ? " Tanya Dara


Naomi mengangguk , dara melebarkan matanya. Dia langsung mengambil undangan


" Jadi .... lo nikah sama sahabat lo sendiri ? Ini genk kita lagi kenapa ya ? Rasya sama Dinda, lo sama Alif "


" Kalo udah jodoh mau di apain juga tetep satu " kata Mama Dinda


" hehe iya mah "


Beberapa jam kemudian naomi izin pamit dengan alasan nanti sore dia harus membuka sate taichan . Dara sama Adi stay di rumah orang tua Dara sampai malam


Jarang jarang juga kan , udah 2 minggu kayanya mereka engak kesini , terakhir kamu kesini pas ketemu Dira juga Haidar


" Pi , Ma " Panggil Dara


Saat mereka makan siang


" Ya ! "

__ADS_1


" Engak jadi " kata Dara ragu


Adit menatap nya , adit tahu dara mau bilang kalo dirinya hamil . Bukan nya tadi adit bilang jangan di kasih tahu dulu ? Kan adit mau Dara periksa kandungan nya dulu


Adit langsung mengelus pinggang dara . Lewat tatapan mata adit memberi tahu istrinya


" Pi , haidar udah kembali sekolah "


" Oh ya ? Bukan nya dia bilang mau berheri sekolah ? "


" Kok papi tahu ? " Tanya Dara juga Adit


Pasalnya setelah pernikahan itu , papi bertanya ' Kerja aja langsung , engak usah sekolah , buat apa sekolah juga ' ucap papi saat itu


" Ya tau , orang dia yang bilang " kata nya


Keduanya mengangguk


" Kan sayang ya pi 2 tahun lagi , jadi aku suruh dia buat sekolah lagi, Papi sama Mama juga kenapa sih ? Haidar kan juga anak Papi sama Mama kan , setiap anak punya masalah yang berbeda beda , kasihan tahu pi . Papi engak tahu kan pas papi usir haidar sama Dira , mereka jalan dari sini ke taman ? Dira itu lagi hamil , pasti capek banget, di tambah lagi katanya dira sering keram . Papi tarik mobil haidar " ucap Dara


Kedua orang tua itu hanya diam


" Aku yang lihat nya aja kasihan banget , untung adit ngeliat, jadi langsung di antar pulang , terus gitu pas aku mau ajak mereka makan . Haidar yang pilih tempat . Kita makan si restoran padang . Haidar bisik sama Dira . Akhirnya ngidam kamu terpenuhi, papi dan mama tahu dira ngidam apa ? " Tanya Dara


Mereka menggeleng kepalanya lagi


" Kerupuk kulit pake kuah gulai , sampe segitunya haidar engak bisa nurutin ngidam nya dira , kandungan dira juga bakalan jadi cucu papi dan mama " kata Dara lagi


Mereka kembali diam . Kali ini adit langsung memberi kode lewat sentuhan , tanda itu untuk stop membicarakan lagi , karena adit melihat kedua nya sudah menyesal


Arrghhh


Dara merentangkan tangannya dia mulai menaiki ranjang , dan nyaman sekali ranjang di kamar nya itu


" Dek " Panggil adit sambil memeluk perut Dara


" Maaf sayang kalo tadi aku mau sakitin kamu "


" Ya ! " kata Dara sambil memejamkan matanya


" Dar , kamu mau tidur ? "


" Hem , sebentar aja sampai sore , ngantuk banget " kata Dara memejamkan matanya


" Yaudah sayang , sini tidur nya sambil peluk Papa "


##


" Hehe , ada dedek " kata Luna sambil tertawa memeluk Dara


" Iya dedek " jawab Adit sambil tersenyum


Ketiga itu mereka malam malam kaya gini akan pergi ke minimarket, Dara yang tiba tiba kepengen makan eskrim melon sedangkan Luna minta coklat . Jadinya Adit ajak luna karena , dari tadi luna terus merengek minta hujan hujanan di luar padahal sudah pukul 9 malam


" Dedek nya siapa ? " Tanya dara


" Dedek nya aku kan te? "


" Iya , dedeknya luna " jawab dara


Hooaam


Dara langsung memeluk luna , bayi besar itu langsung menaruh kepalanya di dada dara


" Jangan tidur dulu ya , kan belum belanja "


" Iya " jawab Luna


Adit megenggam tangan Dara di kala mengendarai malam hari , adit mencium tangan kanan itu


" Sexy banget sih malam malam begini , mau kemana sih neng ? "


" Mau di antar ke jembatan taman Lawang bukan bang ? " kata Dara sambil tersenyum

__ADS_1


" abang sewa aja gimana neng ? "


" Engak mau ah , emang nya abang bisa kasih segepok uang ? Neng matre loh " kata Dara


" Yah jangan gitu dong , abang cuma punya uang 200 ribu , kalo di depan toko pake kardus aja gimana neng ?"


" Ih abang ga modal , neng cari yang lain aja kalo gitu " jawab Dara


" Tapi abang punya tanah "


" Hahaha tanah abang " kata Dara sambil tertawa


Adit pun tertawa , kok bisa Dara kepikiran kesana , adit mengelus perut Dara karena kebetulan luna tidur miring bersandar di bahu kiri


" Udah enak nih di ajak bercanda nya , engak kaku lagi " kata Dara


" Iya dong , istrinya bercanda nya kelewatan, jadi keikut deh " jawab Adit


Mereka telah sampai di mini market


" Lun ... luna ... kita udah sampai di mini market , jadi kamu mau beli coklat ? " kata adit


Dara mengelus kepala nya , tak lama kemudian anak itu terbangun walaupun bangun bangun langsung minta di gendong sama Adit


Ketiga nya masuk , Dara menarik keranjang


" Eskim " kata Luna


" Mau yang mana ? Coklat ? Tante rasa melon " kata Dara


" semuanya "


" Semuanya ? " kata adit nanya kembali


Luna mengangguk " Semuanya sayang , tapi satu satu rasanya " kata dara


Cukup lama mereka bertiga disana , dan sekalian adit membeli popok untuk dara karena permintaan kakak nya itu


" Kamu turun dulu , om mau masukin barang ke mobil " kata Adit


Luna mengangguk , dia sudah memegang coklat milik nya , banyak sih luna membeli nya bukan hanya coklat aja tapi snack dan minuman lain pun ada


" Dar , bentar tunggu di mobil dulu , adit mau ngerokok , engak enak banget mulut adit " kata Adit


" Yaudah " jawab Dara


" Kamu mau cilok nggak ? Atau bakso tusuk ? Nanti sekalian makan berdua sama luna "


" Mau , kecap aja berarti " kata Dara


" Yaudah , masuk mobil dulu ,ini hujan deras nanti kamu sakit " kata Adit


Sambil menunggu cilok juga baso tusuk , Dara makan eskrim berdua sama luna


" Emmm enak banget ya te Dara " kata Luna


" Iya , untung luna bangun ya "


Tok


Tok


Tok


" Ini , bentar adit ngerokok satu batang dulu " kata Adit


Dara menerima nya , untung eskrim yang mereka berdua makan , mangkuk


" Masih panas luna , nanti tante suapin aja ya . Luna pegang ini yang engak ada kuah nya " kata Dara


Balita bule itu menurut , di tiup tiup baru Dara suapin luna


" Enak ? Luna suka? " Tanya Dara

__ADS_1


" Hooh "


__ADS_2