
Ponsel Dara berdering pesan dari Naomi . Dara membacanya , wanita itu mengajak untuk bertemu di rumah papi . Sekalian Naomi ada yang mau kasih hadiah
" Siang ini ? "
" Iya dit , adit bisa nggak ? " kata Dara
" Em... bisa deh " kata Adit ragu
" Kalo engak bisa gapapa , Dara bawa mobil sendiri apa "
" Papa bisa Mam " kata Adit sambil mengelus perut Dara
Dara tersenyum , beberapa jam kemudian keduanya baru pergi ke rumah orang tua Dara
'" Ada apa sih sebenarnya naomi ngajak kerumah papi Mam ? "
" Kurang tau sih , paling mau balikin uang papi lagi , tapi kenapa harus ada aku coba? Kan bisa aja sendiri " kata Dara
" Ya kamu kan teman nya , lewat kamu naomi di kasih pinjaman sama papi " kata Adit
" Bener juga , yaudah iya sayang ku "
Beberapa menit kemudian sampailah di kediaman orang tua Dara. Naomi sudah datang dan saat ini lagi berbincang sama mama dan papi nya
" Naomiiii" kata Dara
" Dar... astagaaa kangen banget gua " kata Naomi, keduanya berpelukan
Membuat ketiga orang yang melihat nya itu tersenyum
Dara duduk di samping naomi sambil menarik adit untuk duduk di samping nya
" Gua bawa sate taichan buat lo , lo suka kan ? "
" Serius ? Wahhh makasi " kata Dara
Tanpa berkata apa apa lagi , naomi melayangkan niat nya untuk datang kesini . Yaitu membalikan uang papi dan memberikan undangan
" Kamu mau nikah ? Siapa calon kamu ? Kenal Dimana? " Tanya papi
" Temen pi , temen rumah "
" Coba temuin papi , kamu udah ketemu sama orang tua kamu emangnya? " Tanya Papi
Naomi mengangguk
" Kali ini beneran seumuran kok pi , emang udah lama banget saling suka cuma pas ketemu lagi tiba tiba ngajak untuk Serius "
" Ya siapa calon nya , kenalin sama papi sini " kata Papi
" Alif "
Dara juga papi mengerutkan keningnya
" Alif ? Alif Sayifan ? " Tanya Dara
Naomi mengangguk , dara melebarkan matanya. Dia langsung mengambil undangan
" Jadi .... lo nikah sama sahabat lo sendiri ? Ini genk kita lagi kenapa ya ? Rasya sama Dinda, lo sama Alif "
" Kalo udah jodoh mau di apain juga tetep satu " kata Mama Dinda
" hehe iya mah "
Beberapa jam kemudian naomi izin pamit dengan alasan nanti sore dia harus membuka sate taichan . Dara sama Adi stay di rumah orang tua Dara sampai malam
Jarang jarang juga kan , udah 2 minggu kayanya mereka engak kesini , terakhir kamu kesini pas ketemu Dira juga Haidar
" Pi , Ma " Panggil Dara
Saat mereka makan siang
" Ya ! "
__ADS_1
" Engak jadi " kata Dara ragu
Adit menatap nya , adit tahu dara mau bilang kalo dirinya hamil . Bukan nya tadi adit bilang jangan di kasih tahu dulu ? Kan adit mau Dara periksa kandungan nya dulu
Adit langsung mengelus pinggang dara . Lewat tatapan mata adit memberi tahu istrinya
" Pi , haidar udah kembali sekolah "
" Oh ya ? Bukan nya dia bilang mau berheri sekolah ? "
" Kok papi tahu ? " Tanya Dara juga Adit
Pasalnya setelah pernikahan itu , papi bertanya ' Kerja aja langsung , engak usah sekolah , buat apa sekolah juga ' ucap papi saat itu
" Ya tau , orang dia yang bilang " kata nya
Keduanya mengangguk
" Kan sayang ya pi 2 tahun lagi , jadi aku suruh dia buat sekolah lagi, Papi sama Mama juga kenapa sih ? Haidar kan juga anak Papi sama Mama kan , setiap anak punya masalah yang berbeda beda , kasihan tahu pi . Papi engak tahu kan pas papi usir haidar sama Dira , mereka jalan dari sini ke taman ? Dira itu lagi hamil , pasti capek banget, di tambah lagi katanya dira sering keram . Papi tarik mobil haidar " ucap Dara
Kedua orang tua itu hanya diam
" Aku yang lihat nya aja kasihan banget , untung adit ngeliat, jadi langsung di antar pulang , terus gitu pas aku mau ajak mereka makan . Haidar yang pilih tempat . Kita makan si restoran padang . Haidar bisik sama Dira . Akhirnya ngidam kamu terpenuhi, papi dan mama tahu dira ngidam apa ? " Tanya Dara
Mereka menggeleng kepalanya lagi
" Kerupuk kulit pake kuah gulai , sampe segitunya haidar engak bisa nurutin ngidam nya dira , kandungan dira juga bakalan jadi cucu papi dan mama " kata Dara lagi
Mereka kembali diam . Kali ini adit langsung memberi kode lewat sentuhan , tanda itu untuk stop membicarakan lagi , karena adit melihat kedua nya sudah menyesal
Arrghhh
Dara merentangkan tangannya dia mulai menaiki ranjang , dan nyaman sekali ranjang di kamar nya itu
" Dek " Panggil adit sambil memeluk perut Dara
" Maaf sayang kalo tadi aku mau sakitin kamu "
" Ya ! " kata Dara sambil memejamkan matanya
" Dar , kamu mau tidur ? "
" Hem , sebentar aja sampai sore , ngantuk banget " kata Dara memejamkan matanya
" Yaudah sayang , sini tidur nya sambil peluk Papa "
##
" Hehe , ada dedek " kata Luna sambil tertawa memeluk Dara
" Iya dedek " jawab Adit sambil tersenyum
Ketiga itu mereka malam malam kaya gini akan pergi ke minimarket, Dara yang tiba tiba kepengen makan eskrim melon sedangkan Luna minta coklat . Jadinya Adit ajak luna karena , dari tadi luna terus merengek minta hujan hujanan di luar padahal sudah pukul 9 malam
" Dedek nya siapa ? " Tanya dara
" Dedek nya aku kan te? "
" Iya , dedeknya luna " jawab dara
Hooaam
Dara langsung memeluk luna , bayi besar itu langsung menaruh kepalanya di dada dara
" Jangan tidur dulu ya , kan belum belanja "
" Iya " jawab Luna
Adit megenggam tangan Dara di kala mengendarai malam hari , adit mencium tangan kanan itu
" Sexy banget sih malam malam begini , mau kemana sih neng ? "
" Mau di antar ke jembatan taman Lawang bukan bang ? " kata Dara sambil tersenyum
__ADS_1
" abang sewa aja gimana neng ? "
" Engak mau ah , emang nya abang bisa kasih segepok uang ? Neng matre loh " kata Dara
" Yah jangan gitu dong , abang cuma punya uang 200 ribu , kalo di depan toko pake kardus aja gimana neng ?"
" Ih abang ga modal , neng cari yang lain aja kalo gitu " jawab Dara
" Tapi abang punya tanah "
" Hahaha tanah abang " kata Dara sambil tertawa
Adit pun tertawa , kok bisa Dara kepikiran kesana , adit mengelus perut Dara karena kebetulan luna tidur miring bersandar di bahu kiri
" Udah enak nih di ajak bercanda nya , engak kaku lagi " kata Dara
" Iya dong , istrinya bercanda nya kelewatan, jadi keikut deh " jawab Adit
Mereka telah sampai di mini market
" Lun ... luna ... kita udah sampai di mini market , jadi kamu mau beli coklat ? " kata adit
Dara mengelus kepala nya , tak lama kemudian anak itu terbangun walaupun bangun bangun langsung minta di gendong sama Adit
Ketiga nya masuk , Dara menarik keranjang
" Eskim " kata Luna
" Mau yang mana ? Coklat ? Tante rasa melon " kata Dara
" semuanya "
" Semuanya ? " kata adit nanya kembali
Luna mengangguk " Semuanya sayang , tapi satu satu rasanya " kata dara
Cukup lama mereka bertiga disana , dan sekalian adit membeli popok untuk dara karena permintaan kakak nya itu
" Kamu turun dulu , om mau masukin barang ke mobil " kata Adit
Luna mengangguk , dia sudah memegang coklat milik nya , banyak sih luna membeli nya bukan hanya coklat aja tapi snack dan minuman lain pun ada
" Dar , bentar tunggu di mobil dulu , adit mau ngerokok , engak enak banget mulut adit " kata Adit
" Yaudah " jawab Dara
" Kamu mau cilok nggak ? Atau bakso tusuk ? Nanti sekalian makan berdua sama luna "
" Mau , kecap aja berarti " kata Dara
" Yaudah , masuk mobil dulu ,ini hujan deras nanti kamu sakit " kata Adit
Sambil menunggu cilok juga baso tusuk , Dara makan eskrim berdua sama luna
" Emmm enak banget ya te Dara " kata Luna
" Iya , untung luna bangun ya "
Tok
Tok
Tok
" Ini , bentar adit ngerokok satu batang dulu " kata Adit
Dara menerima nya , untung eskrim yang mereka berdua makan , mangkuk
" Masih panas luna , nanti tante suapin aja ya . Luna pegang ini yang engak ada kuah nya " kata Dara
Balita bule itu menurut , di tiup tiup baru Dara suapin luna
" Enak ? Luna suka? " Tanya Dara
__ADS_1
" Hooh "