DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Kopi Asin


__ADS_3

Adit tertawa dalam hati , ternyata bersikap menyebalkan seru juga dengan adara


" Hehe kamu nih tidak sabar banget ya dit , sabar dulu dong , anak om kan masih kecil. Lagian dia masih sekolah " Canda Hendra


Adit tertawa , sedangkan Adara ngegrutu


" Udah tau masih kecil , udah di jodohin "


Ehem ...


" Om apa engak ada minum buat aku ? Haus sekali teh atau kopi ? " kata Adit sambil memegang tenggorokan nya


Hendra beranjak bangun dia menatap adara sebagai tolong buatkan minum


" Teh atau kopi susu aja sih , jangan terlalu banyak airnya "


Adara mengangguk dia pamit untuk pergi ke dapur , membuatkan teh untuk adit . Dan seketika adara tersenyum puas


" Haha rasain lo ! " gumam adara


Setelah sudah jadi kopi susu yang dibuat adara , pelan pelan dia membawanya keruang tamu


Senyum adit terus mengembang , dia ingin tahu bagaimana adara membuatkan kopi untuknya . Pasti enak sekali secara wajah adara sangat cantik dan manis . Hanya saja adara salah pergaulan menurutnya


Sluuuuttffffff


Deg


Adara tertawa sambil menutup mulutnya , sedangkan adit langsung melebarkan


Byur ......


Keempat orang tua langsung menatap adit yang memuntahkan kopi di dalam mulutnya


" Asin banget , kamu lupa masukin gula ? "


Adara menggaruk kepalanya


" ah masa sih ? " kata adara pura pura tidak tahu


Padahal memang adara sengaja memberikan garam sangat banyak kepada kopi tersebut


Adinda sebagai orang tua yang baik akhirnya mencicipi , dia juga membuang air di dalam teh nya


" Em maaf ..."


Adit menggeleng kepalanya dia tidak papa karena adit tahu adara sangat sengaja untuk mengerjai


" Kalo begitu aku buatkan yang baru " kata Adara


" Tidak perlu,  cukup air putih aja " kata Adit


Adara mengangguk , karena kedua orang tua adit dan mama papi tahu akhirnya kali ini adara tidak mengerjai lagi.  Mungkin next time

__ADS_1


Drt....


Drt....


📲 Sayangku


Adara terdiam lalu dia beranjak bangun dan pamit untuk pergi ke kamar


" Aku lupa ada tugas yang besok harus di kumpulkan , aku pamit ke kamar gapapa ya om , tante , kak adit ? "


Mereka semua mengangguk hanya satu yang menatap intens.  Jelas adit melihat ponsel adara berdering . Yang pasti panggilan dari nama yang dia baca 'Sayangku'


Adit hanya diam ketika adara telah pergi.  Sebenarnya adit malas untuk pergi bersama kedua orang tuanya . Begitu saat sampai disini adit melihat Adara dan Haidar yang jarak mereka tidak terlalu jauh


Akhirnya adit bisa meakrabkan diri kepada Adara dan Haidar. Walaupun Adara sangat menyebalkan menurutnya


( halo selamat malam sayangku ) kata Adara begitu manis


( Kamu dari mana aja sayang )


Adara terdiam , harus jawab apa kepada Rasya


( Kamu habis makan malam keluarga ya ? Tadi aku lihat kamu lagi makan steak) kata Rasya lagi


( em i iya , abis makan bareng keluarga , papi yang ajakin buat makan malam di luar ) kata Adara


( em gitu , dar ,aku kangen mau video call )


Adara mengangkat ponselnya lalu dia membuat video call . Terlihat jelas Rasya sedang di kamar hanya memakai boxer tanpa mengenakan pakaian atasan


( Main Game)


Adara mengangguk


( Nanti kita beli hadiah bareng buat denis , sendal aja aku , kamu mau apa ?) Kata Rasya


( Ko sendal ? )


( Iya , denis bilang dia engak punya sendal bagus buat keluar )


Adara mengangguk


( Aku jam tangan paling sih , atau sweater, kaos gitu lah . Gapapa kan ? )


Rasya mengangguk


( Gapapa sayang , oh iya , gimana tanda merah nya apa udah hilang ) Tanya Rasya


( Belum,  lama banget ya sayang )


( Nanti juga hilang sayang , tunggu aja . Tapi bisakah aku lihat sayang ? )


( ih mau ngapain ? Engak boleh )

__ADS_1


( Kenapa emangnya ? Kan aku juga yang buat itu masa engak boleh sayang ) kata Rasya protes


( Ya ga boleh ) tolak Adara


( Yah , yaudah deh ) Jawab Rasya


( Yaudah , udah malam , aku mau istirahat dulu )


( Yaudah sayang , muach)


( em , muach , i love you sayang ) kata Adara


( em )


( ko em , kecupan nya mana? I love you nya mana ? )


( buat apa ? Kamu juga engak ngasih tau kan tanda cinta yang aku buat ? ) kata Rasya


Adara menghela nafas


( Oh mau ngajak berantem? Ok )


Tut


Rasya langsung menghubungi lagi beberapa kali , adara sangat malas untuk memberi tahukan tanda kecupan itu


Sebenarnya adara sangat capek ketika setiap malam selalu rasya meminta hal aneh


Tapi mau gimana lagi ? Adara sayang banget setelah kejadian beberapa jam di hotel sana


Tok tok tok


" Kak , tolong turun kebawah dulu , adit dan keluarganya mau pulang " kata Hendra


Adara membuka pintu dia segera turun kebawah dan menyambut kepulangan adit dan kedua orangtuanya


Adit mengulurkan tangannya , adara langsung menyalimi


" Besok malam kita akan bertemu "


" Mau ngapain ? Ngajak ribut lagi ? " balas Adara pelan


" Bukan , untuk memberi gelang samaan "


Adara menatap intens


" Apaansi norak banget deh kak "


" Ya biarlah , biar romantis "


Huekkk


" Ya ya , terserah kakak deh , udah sana cepat pulang , ngantuk gua "

__ADS_1


Adit mengangguk dia segera keluar dari rumah adara menaiki mobil dan segera pamit


__ADS_2