
Adara menatap punggung kedua pria laki laki yang sedang berbincang bincang , sampai kedua pria itu berhenti mengobrol karena kedatangan adara
" Sudah ada kakak disini , om masuk dulu ya ! "
Adit beranjak bangun dia segera mengangguk
" Dar , gua bawa sesuatu buat lo , tapi gimana kalo lo temenin gua makan dulu ? "
Adara terdiam dia tidak menjawab , tapi adara duduk tempat tadi sang papi berbincang
" Males keluar , mau makan apa emangnya biar di masakin sama mbak " kata Adara
" Ini udah malam dar , takutnya pembantu rumah lo capek , jadi kita cari makan keluar aja " ajak Adit
" Udah malam kak , males keluar gua , Atau beli nasgor aja di depan sana "
Adit mengangguk
Tok tok
" Nasi goreng .... nasi goreng ..."
Adara segera keluar rumah dia memanggil penjual nasi goreng . Ada adit juga yang ikut menyusul
" Haidar juga mau nggak , tanya dulu sana, biar sekalian "
Adara segera masuk kembali untuk menawarkan nasi goreng kepada adiknya juga kedua orang tuanya , dan mereka menolak karena sudah kenyang
Akhirnya hanya beli satu tapi adit menawarkan dara untuk makan berdua biar kenyang sama sama
Ah so sweet nya . Pikir Adara
" Gua punya gelang couple buat lo dar " tangan Adit menyentuh tangan Adara
" Lo mau pakai nggak ? Kalo mau gua pakein! Kalo engak mau jangan di buang tapi di simpan aja " kata Adit
Adara mengangguk , dia mengangkat tangan kiri
" Pakai lah kak " kata Adara
Adit tersenyum dia memakai gelang warna biru dongker di pergelangan tangan kiri Adara . Lalu Adara juga memakaikan gelang yang sama di pergelangan tangan kiri Adit
" Nih neng sudah jadi , totalnya 15 ribu aja " kata penjual nasi goreng
Adit mengeluarkan uang 20 ribu , tak jarang adit memiliki uang Cash. Tapi adit tidak meminta uang kembalian anggap saja sisa nya itu untuk rezeki abang nya
Keduanya segera masuk kembali dan duduk di ruang tamu , tak lupa adara membawa minum dan juga piring tatakan karena nasi goreng yang Adit beli memakai kertas nasi
Adit menyendok suapan pertama lalu dia tiup dan di suapkan untuk Adara
" Baca doa makan dulu sebelum makan " kata Adit
Adara bergumam membaca doa makan lalu suapan pertama sangatlah enak
" Kegiatan hari ini apa aja dari pagi sampai tadi sebelum ketemu gua " kata Adit
" Hem , sekolah terus ketemu sama pacar di cafe , terus nelponan sama temen " jawab Adara jujur
__ADS_1
" Hubungan kalian baik baik aja ? "
Adara mengangguk
" Buka mulut nya lagi A " kata Adit lagi
Adara hanya menerima suapan , dan adit pun juga tak lupa untuk menyatapnya
" Sabtu depan keponakan gua ulang tahun , Tadi gua sempat minta izin sama om hendra buat ngajak lo , bisa ? "
Adara mengangguk
" Berarti kita harus bawa kado ? " Tanya Adara
" iya , gua kurang ngerti kado buat anak kecil itu apa , cuma bisa ga lo temenin ? "
" keponakan kakak laki laki atau perempuan? " Tanya Adara
" Perempuan "
Adara mengangguk
" Seneng papi tuh kalo kalian cepat akrab nya , tapi kalian harus kenalan dulu ya " kata Hendra tiba tiba datang membuat keduanya
Jaga jarak , yang tadinya Adara dan Adit sangat dekat sekali bahkan lutut mereka bersentuhan
" Papi belum tidur? " Tanya Adara
" Papi mau ambil minum buat mama kamu, iya deh yang engak mau di ganggu " ejek Hendra
Adara melebarkan matanya
Hendra terkikik geli, tanpa berlama lama langsung pergi ke dapur mengisi air minum
" Sebentar ya mau ngambil hp dulu di atas ! " kata Adara beranjak bangun
Adit di tinggalkan begitu saja di ruang tamu, untung ponsel batrenya masih full karena adit kurang suka bermain hp
Tak berapa lama kemudian adara turun lagi dengan snack yang kemarin Adit belikan
" Papi sama Om Adnan kenal dimana emang? Kakak tau ? "
" Setahu gua mereka itu kenal gara gara pekerjaan sih , ya karena sering ketemu pas acara wedding rekan . Jadinya mereka berteman "
Adara mengangguk
" Berarti beberapa mungkin Papa nya kak Adit , menawarkan untuk jadi calon istri kak adit kan ? Kenapa harus gua ?"
Adit menjauhkan tubuhnya bersandar di pinggir sofa . Karena mereka dari tadi duduk di lantai dengan makanan di letakan di meja
" Mana gua tau , mungkin bokap lo cocok sama bokap gua . Mereka curhat . Dan akhirnya memutuskan untuk di jodohkan. Lagian kalo emang lo mau protes silahkan aja sama bokap lo , kenapa harus sama gua " kata Adit yang mulai menyebalkan
" Kenapa jadi ketus begitu ? Oh mau ngajak ribut lagi ? " kata Adara
" Bikin ga mood makan aja ! " kata Adit
Adara terdiam , dia memainkan hp saja . Begitu pun juga adit mendadak mood nya hancur karena adara
__ADS_1
Tak berapa lama Adara mulai sadar situasi yang kurang baik . Dia mendekati adit dengan jarak yang sangat dekat
" Kakak mau tahu nggak pacar gua yang mana ? "
Adit tak menjawab tapi dia menoleh . Adara memberi tahu sosok Rasya dan memperlihatkan foto mereka tadi siang di dalam mobil
Adit tersenyum miring saat Adara memeluk Rasya di foto berikutnya dan kalo di lihat mereka sangat serasi sekali . Adit akuin mereka sangat cocok karena kedua nya memiliki kulit yang putih. Tapi mau bagaimana pun adara memiliki kekasih bertahun tahun .
Suatu saat adara milik nya , karena kedua keluarga sudah memutuskan untuk menikah kan mereka berdua di masa depan beberapa tahun lagi
" Ganteng kan ? " Kata Adara
" Hem ... " Jawab Rasya deham
" Tahu ga sih , gua sayang banget sama ini orang "
Ck !
" Kalo sayang jangan di tunjukan, biarlah dia yang menunjukan karena suatu saat lo bakalan di remehin "
" Hem , sok tau , situ aja engak ada pacar " ejek Adara
" Mulai lagi kan ngajak berantem! " kata Adit
Adara tersenyum lalu dia memeluk leher adit, mengacak acak rambut
" Dasar tukang ngambek ! " Cibir Adara
Adit terkekeh geli karena adara terus mengacak rambutnya dan begitu adit menggeser wajahnya
Wow ...
" Lumayan juga besar, apa ini bonus malam ini ? " Kata Adit
Adara langsung melepaskan pelukannya dia memukul pelan bibir adit juga menampar wajah adit pelan
" Dasar mesum ! Cari kesempatan !"
" lo yang meluk gua duluan ! Ck ! Gimana sih! " kata Adit tak terima
Adara tak menggubris lagi dia langsung minum lalu dia berikan kepada adit karena sudah lama nasi goreng yang mereka makan telah habis . Dan sampai sekarang keduanya belum juga minum
" Kak , gua ngantuk banget "
" Yaudah gua pulang kalo begitu " kata Adit
Adara mengangguk dia langsung memanggil papi dan mama nya , karena adit mau pamit. Setelah menyambut cium tangan dari calon mertua adit segera keluar di antar oleh adara
" Salim dulu " Kata Adara mengulurkan tangannya
Adara menyalimi tangan adit , dan detik itu juga adit mengeluarkan dompet yang satu lagi memberikan uang sebanyak lima ratus ribu
" Buat tambahan jajan ya "
Adara mengangguk , dia tidak terima , dan juga tidak menolak .
" Sering sering ya haha , suka gua kalo setiap ketemu di kasih beginian " Kata Adara sambil tertawa
__ADS_1
Adit hanya bisa tersenyum , tanpa berlama lama lagi adit segera keluar dari kediaman Hendra