DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Pantauan GPS


__ADS_3

Pesan beberapa kali yang rasya kirim kepada adara belum juga di baca , mau jam berapa mereka akan video call . Pikirnya


Tak lama kemudian rasya mantau adara lewat aplikasi yang biasa dia lakukan


D Place Steak & Beer House


" Oh dia lagi makan malam keluarga mungkin,  yaudah deh nanti juga kalo sampai rumah adara pasti kabarin gua " gumam Rasya


Di tempat restoran,  kedua sepasang jenis kelamin baru saja sampai . Mereka berdua memilih tempat duduk pojok dengan pemandangan kota Jakarta


Tanpa berlama lama pelayan pun telah memberikan daftar menu restoran mereka kepada pengunjung


Keduanya makan dan minum bersamaan karena adara malas untuk mencari cari jadi lebih baik dia mengikuti Adit


" Gua bisa manggil lo apa ? " kata Adara


Adara takut ketika ngomong aku kamu , di tertawakan . Jadi lebih baik adara mengikuti permainan pria di depan nya itu


" Adit aja juga engak papa atau kalo merasa engak enak memanggil nama . Kakak juga gapapa " kata Adit


" Kak Adit" gumam nya yang terdengar jelas oleh Adara


Adit tersenyum dia mengambil ponselnya lalu dia membuka kamera dan mengangkat ponsel itu untuk memotret


Tanpa sadar dara mengangkat tangannya dan bergaya sambil mengulurkan lidah dan vis ✌️


" Cakep , buat kirim ke papa dan om hendra " kata Adit yang di anggukin Adara


Setelah di kirim Adit mulai mengajak adara untuk membahas perjodohan


" Jadi gimana masalah perjodohan , sebelum lebih lanjut gua tanya dulu sama lo . Apa lo udah punya kekasih ? "


Adara mengangguk


" Siapa ? Umur berapa ? " Tanya Adit


" Anak sekolah sekelas juga , 17 tahun "


Adit tersenyum


" kalian tahun depan lulus,  paling sebentar lagi putus "


Adara meremas tangannya , dia sangat kesal kenapa Adit mendoakan seperti itu

__ADS_1


" Engak bakalan , dia sudah janji ko " kata Adara


Adit tertawa , tentu dia tahu ucapan laki laki seperti apa


" Kalo dia beneran serius , dia akan datang menemui om hendra dan tante Dinda.  Lagi pula om hendra bilang anaknya engak pernah pacaran dan di jaga ketat juga "


" itu karena kami pacaran tanpa kedua orang tua tahu " Balas Adara


" Jadi pacaran anak sekolah ngapain aja ? Hem ? " kata Adit


" Ma- maksud nya apa ? "


Adit menatap menyelidik kenapa juga adara seperti takut untuk menjawab setelah dirinya bertanya seperti itu


" Kalian.... "


Adara cepat memotong


" Jelas pacaran pada umumnya,  menonton bioskop,  jalan jalan "


" Yakin ? " kata Adit


Adara mengangguk


Adara melebarkan matanya


" Apasih ngomong nya" kata Adara kesal


" Haha , paham paham gua , gimana enak ?" Kata Adit


" Enak apa ? Apaasi kalo ngomong yang jelas ? " kata Adara begitu kesal


" itu kecupan dada merah " ujuk Adit


Adara menutup dadanya,  padahal sudah berusaha untuk menutupi bekas kemarin rasya sempat memberi tanda padanya


" Em itu , di gigit nyamuk tadi " kata Adara gelagapan


Adit mengangguk mengejek , tentu dia tahu apa yang di lakukan oleh wanita di depan nya itu


" Pernah minum beer ? " kata Adit


Adara mengangguk

__ADS_1


" Sama pacar ? " Tanya Adit


Adara menganguk lagi


Adit menegakan tubuhnya . Wanita di depan nya itu terlihat polos tapi di dalam itu sangatlah liar


" Begini , gua ga akan mempersalahkan masa lalu lu , karena gua anggap umur lo segini lagi pengen tahu kenakalan remaja . Cuma satu yang pengen gue bilang sama lo , serius, gua pengen lo jadi calon istri gua "


Deg


Adara langsung mengambil minuman dia menghabiskan setengah gelas . Apa tak salah ngomong Adit mengajak untuk menjadi calon istrinya


" gua tahu lo punya pacar cuma kan tadi lo dengar sendiri , kita akan menikah nanti setelah lo kuliah atau lulus . Jadi selama itu masih ada kesempatan untuk kita berkenalan "


" Begini , sebenarnya apa yang di pikiran lo, gua ini engak sepolos itu . Tapi gua harap . Lo harus tahu !"


" hem apa ? "


Adara menghela nafas


" Gua udah lepas perawan sama pacar gua"


Adit terdiam dia menyadarkan tubuhnya di bangku dia duduk . Menatap adara lebih dalam lagi . Sedangkan adara berharap Adit menolak nya karena cuma ucapan ini yang membuat laki laki akan berpikir ulang untuk serius


" Mari kita makan , biar kedua orang tua kita tidak menunggu lebih lama dirumah " ajak adit


Adara mengangguk , kadang dia tersenyum tipis karena adara yakin berhasil untuk membuat adit ragu dengan nya


" Dar ... " kata adit


Adara mengangkat kepalanya , pinggir bibir begitu saja di usap oleh adit


" Makan nya pelan pelan , jangan terburu buru " ucap adit


Adara menepiskan tangan adit , untuk mengambil minuman dan meneguknya


" Kita makan sendiri sendiri jangan peduliin gua , ada noda atau engak " kata Adara


Adit mengangguk , beberapa kali ponselnya berdering panggilan dari om hendra


" Balik dari sini gua mau mampir ke minimarket buat beli rokok sama snack untuk adik lo , gua harap lo juga bisa ambil makanan atau minuman yang lo mau . Gua ga suka ketika ada yang jalan sama gua . Dia tidak membeli apa apa . Jadi gua harap lo engak usah sungkan buat apapun yang mau lo beli "


Adara mengangguk

__ADS_1


__ADS_2