
Dara langsung memeluk suaminya, mengelus punggung suaminya yang sempat panas
" Aku itu baru aja jadi asisten loh , belom juga kerja . Lagian niat nya juga besok aku mau kasih tahu kalo udah tahu kerjanya apa aja "
" Tapi kenapa kamu engak jujur sama aku Dar ? Aku cuma pengen kamu jujur aja itu udah cukup "
Dara kembali mengeratkan pelukan nya lagi " Ya ya, maaf sayangku, mulai sekarang Dara janji tiap hari laporan sama Adit. Paham kamu mau tahu kan kegiatan aku apa aja "
" Iya Dar "
" Iyaudahh , jangan marah marah lagi , sekarang ganti baju nya dulu , sini lepas "
Dara menarik baju adit melepaskan nya lalu dia lempar ke keranjang kotor
" Tolong biasain apa apa selalu pakai kata tolong, aku yang denger nya sakit hati loh "
" Iya sayang " kata Adit
Setelah sudah berganti pakaian . Dara menghapus make up . Lalu dia merebahkan tubuhnya di ranjang
" Dar, tolong kamu kebawah , kopi aku datang "
" hah ? Kok cepet banget ? " kata Dara
" Iya udah sana tolong ambil "
Dara menganggguk dia mencari sendal miliknya lalu dia segera turun mengambil kopi yang di beli adit
" Aku tidur siang dulu ya Dit , ngantuk banget "
" cium dulu " pinta Adit
Dara mengecup bibir adit dia langsung mematikan lampu dan menyalakan ac nya lalu dia segera tidur
##
Malam itu Adit berkunjung kerumah Dira , setelah sore tadi Adit mengantar Dara ke tempat kursus masaknya
Ting nong
Ting nong
Adit juga menghubungi Dira lewat telepon, dari pada Adit pulang dan nanti jemput Dara lagi . Lebih baik Adit main disini dulu
__ADS_1
Lagi pula Dara juga engak tahu kan !
Krek
" Kak adit " kata haidar
Adit tersenyum tipis , kakak iparnya itu segera masuk dan dapat di lihat Dira keluar kamar mengancing kemeja nya
" Wow .... kalian ada hubungan khusus kah? Haidar ! Kakak tahu kamu pria beranjak dewasa. Tapi lebih baik kamu selesai in sekolah dulu " kata Adit
Adit dapat lihat wajah Haidar begitu panik saat datang , di tambah lagi wajah Dira begitu gelisah
" Kecil kecil hebat juga bisa bikin tanda begitu ? Kakak engak nyangka umur di bawah 17 tahun bisa menghilangkan perjaka kamu " kata Adit lagi
Adit menatap Haidar begitu pula Dira
" Jangan sering sering melakukan ! Haidar masih sekolah , jangan sampai menganggu masa depan nya , lagian lo di bayar jadi guru buat ngajarin , didik yang bener . Bukan nya malah ngajarin menjadi calon ayah " kata Adit
Wajah Dira begitu merah karena menahan malu
" Pantas sekarang belajar nya pindah, ternyata disini di kasih jatah juga ? "
" Dit..... " kata Dira
Adit menganguk dia mengangkat kedua tangan nya . Adit segera mengambil minum di kulkas . Pria itu terbiasa mengambil apapun di apartemen ini
Haidar segera membuka bukunya. Kali ini dia akan mengahlikan topik pembicata adit . Dengan cara belajar !
Dira mulai mengajari , sedangkan Adit menyendokan nasi juga lauk lauk yang dihidangkan. Sebenarnya itu makanan khusus buat haidar nanti . Tapi gapapa . Lagi pula masih banyak juga.
" Hehe , kamu nih masa perkalian aja engak tahu ! Cara efektif nya gini nih " kata Dira sambil tersenyum
Haidar memperhatikan nya , lalu di tugas latihan berikut nya dia mengikuti ajaran Dira
" Benar begini " kata Dira sambil mengelus kepala Haidar
Haidar menatap Dira intens , sedangkan Dira hanya diam . Dira lupa kalo di tempat itu ada Adit selalin mereka berdua
" Udah sejauh mana hubungan kalian? Cukup jauh lah yah. Mengingat tadi kalian dari kamar yang dua duanya beratakan"
Haidar terdiam untuk sesaat
" Kak , Gua sayang sama dia . Jadi gua harap lo bisa tutup mulut , hanya kita bertiga yang tahu "
__ADS_1
" Apa jaminan lo kalo gue engak bakal bilang siapa siapa ? " Tanya Adit
" Gua engak bakal ninggalin dia "
" Kalo sampe lo nyakitin Dira ? Gimana ?" Tanya Adit
" Engak bakal , gua janji , karena kita sudah lebih dari berhubungan " jawab Haidar lantang
" Gua pegang janji lo, lo tau kan Dira tidak mudah buat bukan hati . Dira juga temen cewek gua satu satunya . Sebelum gua ketemu sama Dara . Dira orang yang gua jaga , jadi gua minta . Sekarang lo jaga kepercayaan gua "
Adit mengulurkan tangan nya pada kakak ipar nya itu " deal ! " kata Adit lagi
Drt...
Drt...
Adit mengangkat telepon nya panggilan itu dari Dara . Dia bilang kelas segera berakhir. Dan Dara juga bilang akan menunggu tapi sambil ngobrol dengan chef barunya
" Gua pamit dulu Dir. Thanks makanan nya"
Setiba nya di tempat belajar masak . Adit memasuki tempat itu dan ternyataaaaaaaa
" Dara.... " Panggil Adit
Dara menoleh ketika saat itu Dara sedang tertawa dengan Reza ! Ya Reza , hari ini dia harus siap belajar masak karena keperluan film nya
Dan kemungkinan akan bertemu beberapa hari kedepan . Adit hanya diam ketika Dara begitu ramah . Dara melambaikan tangan nya
" Duluan ya Mas ...."
Dara mengecup tangan Adit . Mereka segera pergi dari tempat itu . Seperti yang tadi Adit bilang . Dia mau hal apa apa dari mulai terkecil sampai terbesar menceritakan kejadian
" Dosen aku ternyata dia bakalan beberapa hari disana . Katanya sih buat memperdalam proses syuting dia . Katanya nanti dia juga akan buat film dan ceritanya itu dia chef gitu terus punya istri . Eh pokonya gitu lah . Kata dia nanti nonton aja "
Adit mengangguk . Begitu lampu merah berhenti. Adit megenggam tangan Dara dia mengeratkan tangan itu di dadanya . Kadang juga di cium
" Nanti boleh nggak dipijitin kamu, bahu nya aja Dar "
" Boleh dong , kenapa ? Capek ya ? Padahal mah kamu engak ngapa ngapain ya . Kerja juga libur hari ini " kata Dara
" Kayanya capek main Game dar . Bahu aku sakit banget . Kaya pegel pegel gitu "
" Yaudah nanti dipijiin ya , atau mau aku aja yang bawa mobil nya ? Biar kamu bisa istirahat? "
__ADS_1
" Aku masih bisa Dar "
Dara mengangguk dia mendekati wajahnya mengecup pipi adit . Biar Adit semangat mengendarai