DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 109


__ADS_3

Dara langsung memeluk suaminya, mengelus punggung suaminya yang sempat panas


" Aku itu baru aja jadi asisten loh , belom juga kerja . Lagian niat nya juga besok aku mau kasih tahu kalo udah tahu kerjanya apa aja "


" Tapi kenapa kamu engak jujur sama aku Dar ? Aku cuma pengen kamu jujur aja itu udah cukup "


Dara kembali mengeratkan pelukan nya lagi " Ya ya, maaf sayangku, mulai sekarang Dara janji tiap hari laporan sama Adit. Paham kamu mau tahu kan kegiatan aku apa aja "


" Iya Dar "


" Iyaudahh , jangan marah marah lagi , sekarang ganti baju nya dulu , sini lepas "


Dara menarik baju adit melepaskan nya lalu dia lempar ke keranjang kotor


" Tolong biasain apa apa selalu pakai kata tolong, aku yang denger nya sakit hati loh "


" Iya sayang " kata Adit


Setelah sudah berganti pakaian . Dara menghapus make up . Lalu dia merebahkan tubuhnya di ranjang


" Dar, tolong kamu kebawah , kopi aku datang "


" hah ? Kok cepet banget ? " kata Dara


" Iya udah sana tolong ambil "


Dara menganggguk dia mencari sendal miliknya lalu dia segera turun mengambil kopi yang di beli adit


" Aku tidur siang dulu ya Dit , ngantuk banget "


" cium dulu " pinta Adit


Dara mengecup bibir adit dia langsung mematikan lampu dan menyalakan ac nya lalu dia segera tidur


##


Malam itu Adit berkunjung kerumah Dira , setelah sore tadi Adit mengantar Dara ke tempat kursus masaknya


Ting nong


Ting nong


Adit juga menghubungi Dira lewat telepon, dari pada Adit pulang dan nanti jemput Dara lagi . Lebih baik Adit main disini dulu

__ADS_1


Lagi pula Dara juga engak tahu kan !


Krek


" Kak adit " kata haidar


Adit tersenyum tipis , kakak iparnya itu segera masuk dan dapat di lihat Dira keluar kamar mengancing kemeja nya


" Wow .... kalian ada hubungan khusus kah? Haidar ! Kakak tahu kamu pria beranjak dewasa. Tapi lebih baik kamu selesai in sekolah dulu " kata Adit


Adit dapat lihat wajah Haidar begitu panik saat datang , di tambah lagi wajah Dira begitu gelisah


" Kecil kecil hebat juga bisa bikin tanda begitu ? Kakak engak nyangka umur di bawah 17 tahun bisa menghilangkan perjaka kamu " kata Adit lagi


Adit menatap Haidar begitu pula Dira


" Jangan sering sering melakukan ! Haidar masih sekolah , jangan sampai menganggu masa depan nya , lagian lo di bayar jadi guru buat ngajarin , didik yang bener . Bukan nya malah ngajarin menjadi calon ayah " kata Adit


Wajah Dira begitu merah karena menahan malu


" Pantas sekarang belajar nya pindah, ternyata disini di kasih jatah juga ? "


" Dit..... " kata Dira


Adit menganguk dia mengangkat kedua tangan nya . Adit segera mengambil minum di kulkas . Pria itu terbiasa mengambil apapun di apartemen ini


Haidar segera membuka bukunya. Kali ini dia akan mengahlikan topik pembicata adit . Dengan cara belajar !


Dira mulai mengajari , sedangkan Adit menyendokan nasi juga lauk lauk yang dihidangkan. Sebenarnya itu makanan khusus buat haidar nanti . Tapi gapapa . Lagi pula masih banyak juga.


" Hehe , kamu nih masa perkalian aja engak tahu ! Cara efektif nya gini nih " kata Dira sambil tersenyum


Haidar memperhatikan nya , lalu di tugas latihan berikut nya dia mengikuti ajaran Dira


" Benar begini " kata Dira sambil mengelus kepala Haidar


Haidar menatap Dira intens , sedangkan Dira hanya diam . Dira lupa kalo di tempat itu ada Adit selalin mereka berdua


" Udah sejauh mana hubungan kalian? Cukup jauh lah yah. Mengingat tadi kalian dari kamar yang dua duanya beratakan"


Haidar terdiam untuk sesaat


" Kak , Gua sayang sama dia . Jadi gua harap lo bisa tutup mulut , hanya kita bertiga yang tahu "

__ADS_1


" Apa jaminan lo kalo gue engak bakal bilang siapa siapa ? " Tanya Adit


" Gua engak bakal ninggalin dia "


" Kalo sampe lo nyakitin Dira ? Gimana ?" Tanya Adit


" Engak bakal , gua janji , karena kita sudah lebih dari berhubungan " jawab Haidar lantang


" Gua pegang janji lo, lo tau kan Dira tidak mudah buat bukan hati . Dira juga temen cewek gua satu satunya . Sebelum gua ketemu sama Dara . Dira orang yang gua jaga , jadi gua minta . Sekarang lo jaga kepercayaan gua "


Adit mengulurkan tangan nya pada kakak ipar nya itu " deal ! " kata Adit lagi


Drt...


Drt...


Adit mengangkat telepon nya panggilan itu dari Dara . Dia bilang kelas segera berakhir. Dan Dara juga bilang akan menunggu tapi sambil ngobrol dengan chef barunya


" Gua pamit dulu Dir. Thanks makanan nya"


Setiba nya di tempat belajar masak . Adit memasuki tempat itu dan ternyataaaaaaaa


" Dara.... " Panggil Adit


Dara menoleh ketika saat itu Dara sedang tertawa dengan Reza ! Ya Reza , hari ini dia harus siap belajar masak karena keperluan film nya


Dan kemungkinan akan bertemu beberapa hari kedepan . Adit hanya diam ketika Dara begitu ramah . Dara melambaikan tangan nya


" Duluan ya Mas ...."


Dara mengecup tangan Adit . Mereka segera pergi dari tempat itu . Seperti yang tadi Adit bilang . Dia mau hal apa apa dari mulai terkecil sampai terbesar menceritakan kejadian


" Dosen aku ternyata dia bakalan beberapa hari disana . Katanya sih buat memperdalam proses syuting dia . Katanya nanti dia juga akan buat film dan ceritanya itu dia chef gitu terus punya istri . Eh pokonya gitu lah . Kata dia nanti nonton aja "


Adit mengangguk . Begitu lampu merah berhenti. Adit megenggam tangan Dara dia mengeratkan tangan itu di dadanya . Kadang juga di cium


" Nanti boleh nggak dipijitin kamu, bahu nya aja Dar "


" Boleh dong , kenapa ? Capek ya ? Padahal mah kamu engak ngapa ngapain ya . Kerja juga libur hari ini " kata Dara


" Kayanya capek main Game dar . Bahu aku sakit banget . Kaya pegel pegel gitu "


" Yaudah nanti dipijiin ya , atau mau aku aja yang bawa mobil nya ? Biar kamu bisa istirahat? "

__ADS_1


" Aku masih bisa Dar "


Dara mengangguk dia mendekati wajahnya mengecup pipi adit . Biar Adit semangat mengendarai


__ADS_2