
Adit tersenyum kembali , dia menaruh dagunya lagi di bahu Dara. Tangan itu tetap memeluknya juga kadang mengusap usap pinggang nya
" Kamu marah sama aku , berapa lama nih ? Berapa hari ? " Tanya Adit
" Diem deh lo , jauh jauh dari gue " ketus Dara
Adit semakin menempel ketika di suruh menjauh
" Emang semua cowok sama aja , suka bohong "
" Emang kamu engak ? "
Dara memincingkan matanya dia memukul perut Adit dengan siku . Berhasil membuat pria itu mengeluh kesakitan
" Sakit gila ! Tenaga lu bener bener kuli banget " kata Adit
" Kasar banget mulut nya ya , engak mikirin perasan orang lain "
" Salah lagi , Dar . Kamu yang pukul aku . Tapi kamu yang marah. Heran sama cewek ! Maunya apa " kesel Adit
" Makanya jauh jauhan duduk nya . Siapa suruh nempel nempel "
Adit beranjak bangun lagi kali ini bodo amat sama Dara mau marah kaya gimana . Adit juga marah mereka perut nya di pukul Dara
" Waktu itu lo bilang katanya mau masukin gue ke kelas tata boga ? Gue mau keluar dari fotografi mau masuk tata boga aja "
" Keluar ? Baru juga masuk 3x udah keluar . Buat apa adit bela belain beli kamera kalo kamu mau keluar ? "
" Ya Fotografi engak semenarik itu . Membosankan . Gue balikin kameranya nanti "
" Kamu tuh bosanan banget ya , dari awal aja seharusnya engak usah masuk fotografi "
" Dih siapa yang nyuruh gue masuk situ ? Lo kan ? Gue mau coret tapi lo ga kasih bio itu ke gue " kata Dara
" Jangan jangan nanti tata boga begitu juga. Kamu engak bisa selamanya melakukan sesuatu ketika bosan di tinggalin gitu aja " kata Adit
Dara mengangguk biar cepet
" Nanti masuk kelas bareng adit , nanti adit juga mau ikut "
" Ngapain ikut ikut , engak usah , kata Dinda kalo ikut gituan ada cowok nya . Engak bebas mau kenalan "
Adit menahan emosi nya mengangkat kedua tangan nya di lipat ke atas meja
" coba ngomong sekali lagi , engak salah dengar kan adit "
" Ga ada kata pengulangan, sekarang gini aja . Adit kirim nama situs Web nya apa nanti gue daftar sendiri . Biar gue bayar juga sendiri "
" biaya daftar nya mahal . Uang bulanan kamu engak sampe segitu. Nanti adit yang bayarin "
Dara menggeleng kepalanya " tinggal minta tagihan sama mama , gampang "
Adit mengenggam tangan Dara. Mata keduanya saling tatap
__ADS_1
" Dara agatha Jordan . Maafin adit ..."
" Engak segampang itu , minimal seminggu lah engak Dara maafin . Dan tetap bersikap dingin kaya gini "
" Engak baik marahan lama lama , maafin adit hari ini . Besok kita kembali normal "
Dara menggeleng kepalanya
" Udah mana cepat ih, kirim situs nya mau daftar "
" nanti Adit daftarin . Sekalian adit bayarin . Nanti adit juga ikut masuk "
" Kalo adit ikut masuk kelas itu juga . Dara engak mau . Pokonya kalo adit engak ikut. Dara bakalan ikut "
" Kenapa kaya gitu ? Gimana kalo ada apa apa ? Siapa yang jaga kamu ? "
" Ya chef cowok lah " ucap Dara tersenyum
" Udah gila kali ya , engak engak ! Ga bakalan gue izin in "
" Yaudah Dara ikut teater aja bareng Dinda. Kata Dinda ada anak sastra inggris yang cakep orang bule cuma keturunan Indonesia- Kanada "
" Yaudah silahkan sana . Kalo ada apa apa jangan kabarin adit . Silahkan juga cari kelas masak . Jangan tanya adit "
Dara mengangguk . Dia mengulurkan tangan nya " deal ngga ? "
" deal "
Dara mengangguk " Lama banget pesanan, haus tauuu "
##
Pagi itu sebelum masuk kelas masih ada waktu 30 menit lagi , Dara memilih untuk pergi ke kantin untuk minum jus mangga
Tak lama kemudian ada Reza di kantin itu menghampiri Dara . Dara juga takut mau apalagi pria ini ? Apakah engak takut kalo ada Adit datang
" Dar, Reza minta maaf untuk pembicaraan kemarin . Reza tahu Dara bukan sembarang , dan Reza juga tahu Dara anak rumah an dan engak boleh keluar malam . Sekali lagi Reza minta maaf " kata Reza memohon
Dara mengangguk " Iya iya , Dara maafin "
Reza segera beranjak bangun dia langsung meninggalkan Dara . Selesai sudah urusan minta maaf kini Dara kembali lagi sendiri lagi
Drt...
Drt...
📲 Adit Ilham 🖤
( Hem , iyaaa )
( Kamu udah berangkat ? ) Tanya Adit
( Udah di kampus , nih lagi di kantin minum minum dulu , dikit lagi yah 20 menit lagi masuk kelas )
__ADS_1
( Adit baru mau jemput, kamu kesana naik apa ? )
( Di antar papi tadi , yah engak usah kan aku udah disini. Adit kelas jam berapa? )
( Engak ada kelas hari ini , adit mau ke bandara jemput Dira )
Deg
( Dia datang? Kenapa harus Adit yang jemput )
( Ya karena Dira engak ada yang jemput , sekalian mau ketemu aja sih )
( Adit engak merasa bersalah gitu mau jemput Dira ? Bukan nya semalam kita baru baikan ? ) Tanya Dara
( Ya kan cuma jemput doang , emang nya mau ngapain selain jemput ? Jemput doang abis itu balik nanti pulang nya kabarin biar Adit jemput )
( Oh Yaudah jemput sana . Engak usah pikirin gue . Jemput aja Dira . Kan dia penting )
( Kok ngomong nya gitu? Dia baru balik dari jepang dan sama orang tuanya juga . Kan kamu tahu sendiri . Adit dekat sama orang tua nya )
Tut ...
Dara meremas tangan nya . Baru banget mereka baikan sekarang timbul lagi masalah . Bukannya Adit sudah janji engak akan berhadapan sama Dira lagi ? Dan maksudnya apa tadi kalo dia deket sama keluarganya ? Pikir Dara
Apapun yang dosen jelaskan hari ini sama sekali tidak ada yang nyambung di otak Dara. Pikiran Dara kemana mana mikirin Adit
Apakah mungkin orang tua Dira akan meminta mereka untuk berhubungan serius ? Lagian kenapa juga harus adit dari bermacam macam teman ? Kenapa ? Bukan nya sejak awal Adit bilang sama Dira . Kalo Dara adalah calon istrinya?
Drt...
Drt...
📩 Adit Ilham
Kelas selesai jam berapa ? Adit mau otw
Dara membaca tanpa membalas. Dara juga mematikan Dara supaya Adit tidak menghubungi
Begitu kelas selesai Dara mengajak Dinda untuk makan siang . Tapi di kantin itu ada Adit sedang berbincang dengan salah satu penjual di kantin
" Btw tumben lo pake cincin ? Tadi Rasya engak pake gue liat " kata Dara
" Iya, gue lupa lepasin Dar . Ini aja kata dia nanti takut hilang "
Dara tersenyum. Saat Dara mengangkat tangan di meja . Adit mengenggam nya
" Dar. Gue boleh ngga minjem duit , 100 ribu aja . Buat beli makan "
Dara melebarkan matanya " Udah lu mau makan apa , ambil aja . Nanti gue yang bayar "
Dinda tersenyum kecut " Makasih ya dar . Nanti kalo ada rezeki gue gantian deh "
" Udah kaya sama siapa aja lo , udah cepat gih pilih makan apa aja "
__ADS_1
Dinda mengangguk dia langsung beranjak bangun memesan nasi goreng dan juga minuman nya