
Adit hanya diam ketika masuk ke kamar, saat itu Dara menonton film lewat laptop nya sambil memakan ayam kentucky kesukaan nya
" Papa baru balik jam segini , aku tadi nelpon kamu engak di angkat " kata Dara
Adit hanya tersenyum, dia menaruh hp nya di nakas
Aw...aduhhhh
Adit langsung keluar , baru aja selesai mandi
" Dit... perut aku sakit "
Adit langsung diam dia memindahkan meja belajar di ranjang dia langsung membantu dara untuk telentang
" Perut nya masih sakit? Apa yang di rasain ? " kata adit langsung mencek perut Dara dengan stetoskop
" Keram perut aku , sakit "
Adit melepaskan alatnya dia mengambil minyak angin , adit juga yang mengoles perut Dara pelan pelan
" Tadi nya kesel banget, ngeliat dara sakit malah langsung lupa kesel , kenapa sih kamu harus bohong sama aku , kalo kamu pergi sama rasya ? " batin adit
Dara memegang pipi adit
" Kamu lagi ada masalah ? Kamu beda dari pas masuk Dit " kata Dara
Adit menggeleng kepalanya " Mungkin karena adit lagi capek dar, adit lagi engak mau di ajak ngobrol banyak apalagi bercanda "
Dara mengangguk " Sini peluk aku " kata Dara mengulurkan tangan nya
Adit memeluk dara, adit memejamkan matanya mengecup tulus kening Dara lama
" Masih sakit perut nya ? "
" Dikit papa " jawab Dara
" Mau di buatin susu coklat ? Kebetulan Papa kan bawa dari bali itu buat kamu , belum di minum ya ? "
" Udah kok , tadi sore aku minum , enak susu coklat nya" mata Dara sambil tersenyum
" Yaudah kalo engak mau , dar , adit belom cuci muka sama sikat gigi baru sabunan aja , adit tinggal sebentar ya "
" hem , iya sayang " Jawab adit
##
Besok pagi nya mereka berlima kali ini makan , dira juga hadir setelah beberapa bulan wanita itu menghindar Dara dan Dinda . Akhirnya Dara yang memanggil Dira
" Ayo pesan, nanti adit yang traktir " kata Dara
Adit menatap nya dia menatap terkejut sekaligus tersenyum
" Apa apaan kamu! " kata Adit
Dara tertawa dia mengelus perutnya
" Demi dedek, dedeknya mau traktir temen temen mama nya "
Adit menghela nafas , entah itu alasan atau memang beneran
" Silahkan " kata Adit
__ADS_1
Mereka bertiga langsung senang , tanpa berkata apa apa lagi. Rasya , Dinda juga Dira mereka bertiga bangun dari tempat itu dan memilih makanan
" Kamu kan bayar , pake uang kamu "
" Enak aja ! Uang kamu lah " jawab Dara tidak terima
" Kamu lupa ? Semua uang adit sama kamu semua ? "
Dara langsung menepuk kening nya " Astaga , iya iya sayang " kata Dara
Dara juga adit menatap ketiga orang itu masih mengantri makanan , padahal kalo adit yang beli
Mereka bertiga kembali lagi dengan membawa minuman masing masing
" Mau dong minuman kamu " kata Dinda memonyongkan bibirnya
Rasya menatap Dara, kedua nya saling tatap . Adit dapat melihat , engak sekali dua kali adit melihat mereka seperti canggung kaya gini
" Kamu engak mau makan ayam penyet yang disana ? Enak lo , kamu suka pedes kan ? " ujuk adit
" Engak mau ah , lagi pengen bakso aja itu"
Adit kembali diam , mata Rasya terus menatap Dara
Adit mengubrak meja membuat keempat orang kaget
" Gua colok mata lo ngeliat dara terus !" Geram adit
Rasya langsung diam dia menatap Dinda . Wanita itu langsung memeluk suaminya . Dara yang melihat itu , baru sadar emang yang lebih cinta adalah Dinda
Dara pindah posisi dia duduk di pojok yang jarak nya jauh dari Rasya . Adit di buat kesel pasalnya adit engak suka aja sama tingkah mereka berdua dari tadi . Seolah ada rasa yang tersimpan di hati mereka
Semenjak foto itu dan baru baru ini mereka jalan berdua
" Oleh oleh ? Emang nya abis dari mana ? " Tanya adit
" Gua abis pulkam , rasya engak ikut jadi gue sama orang tua gue pulkam kemarin jumat "
Adit menoleh pada rasya dan juga Dara. Adit tersenyum miring , bukan nya yusuf bilang ketemu Dara dan Rasya hari jumat ?
" Oh gitu " jawab Adit
Adit menatap Dara, istrinya itu menundukan kepala
" pantas kamu jalan sama rasya ke bogor hari jumat , Dinda lagi engak ada . Kalian berdua engak bisa di ajak kumpul kaya gini lagi " batin adit
Makanan mereka bertiga datang , adit sibuk main hp sedangkan dara memesan somay , wanita hamil itu terus banyak makan
" Mau ga ? Aaa " kata Dara
" Gaaa "
" Ih enak tau , dikit aja " kata Dara memegang dagu suaminya
Adit membuka mulut nya dia menerima suapan dari Adit
" Balik dari sini buat dedek jadi kan? "
Uhuk uhuk uhuk
Rasya menempuk punggung Dinda , Begitu juga dengan dira memukul pelan dadanya
__ADS_1
" Dit hayo loh tanggung jawab , gara gara omongan kamu kan ini " kata Dara
Wajah adit berubah menjadi bersalah adit langsung menatap ketiga teman nya itu lagi pada minum
" Emang kenceng banget omongan aku ya ? "
Dara mengangguk " Iya, ngomong nya nanti aja kalo lagi berdua , ini ada anak anak malah ngomong "
" Hehe , kamu udahan makan nya , aku bayar dulu ya , nanti baru kita pulang , mana uang nya "
Dara memberikan selembar uang pada adit , suaminya itu sudah membayar semua pesanan yang ada di meja makan
" Kita duluan yaaa " kata Dara melambaikan tangan nya
Adit terlebih dulu jalan nya " Adit tungguin dong " Teriak Dara
Suaminya itu tetap berjalan lebih dahulu, Dara berhasil mengikuti langkah adit barengan , wanita itu langsung menoyorkan kepala suaminya itu
" Hahaha " tawa Adit
Dara memeluk lengan suaminya sampai masuk ke dalam mobil
" Jadi mau makan es dawet durian ? "
" Jadi tuan putri , sekarang giliran papa yang ngidam " jawab Adit
Dara mengangguk " Kayanya anak kita cewek deh , masa yang ngidam bapak nya , nanti anaknya mirip kamu "
" Cowok dong sayang , anak nya cowok , omongan adalah doa loh, mulai sekarang ngomong anaknya cowok ya "
" Iya , pengen banget kamu ya dapat anak cowok " jawab Adit
" Aku takut punya anak cewek, nanti kelakuan nya kaya kamu "
Dara langsung memukul bahu adit " Kenapa emang kalo kelakuan nya mirip gua ? "
" Ya takut lah , sering ke dunia malam , mabuk, untung aja engak suka rokok "
" Ya ga juga lah , tergantung orang tuanya "
" Kalo sampai suatu saat kaya kamu ? Dan aku mau bilang, aku itu lemah banget kalo udah anak nangis , aku engak tega " jawab Adit
" Ih belom lahir udah begini, beda tau rasanya anak sendiri sama anak orang "
" Masa ? Sok tau kamu " kata adit
Adit menghela nafas
" Di bilangin malah nyolot , terserah kamu lah , aku ngantuk lagi , tidur sebentar dulu ya "
Adit mengangguk , sebelum dia mengendarai mobilnya adit menundukan kepalanya mengecup perut Dara juga mengelus perut Dara
" Mama kamu mau tidur katanya ngantuk , kamu nemenin papa nyetir ya , okeeee ? Aku sayang kamu nak "
Dara tersenyum miring, Dara tidak mau berkata apa apa lagi dirinya bener bener ngantuk
Setiba nya di toko durian recomendasi dari teman adit, Dara langsung terbangun ketika adit mematikan mesin nya
" Mau makan disini atau di bawa pulang makan dirumah ? " Tanya Adit
" makan disini sama bawa pulang "
__ADS_1
Adit mengangguk dia langsung turun membawa kunci mobil dan ponselnya . Sedangkan Dara membawa dompet juga ponselnya turun dan masuk ke toko
Tak lupa Dara membuat story lagi di toko durian biar orang orang mikirnya adit yang selalu manjain Dara