
" Aaa " pinta Adit
Dara menyuapi ayam mentega baru saja datang , belum sama sekali di sentuh oleh Dara. Tapi sebelum itu dia meniup terlebih dahulu sebelum makanan itu masuk di mulut Adit
" Btw Dinda nanti bareng kita Dit . Antar Dinda dulu "
" Iya kak adit , boleh ya numpang " kata Dinda
Adit mengangguk dia mengangkat jempol nya " Iya tenang aja, udah kaya sama siapa aja "
Dara tersenyum " Dari tadi tau dia bilang boleh atau engak numpang , katanya dia takut lo engak mau "
Adit tersenyum dia membuka mulutnya lagi supaya Dara menyuapinya
Setelah mengantar Dinda pulang sampai rumah , keduanya langsung pergi begitu saja
" Gimana ? Ngomong apa tadi orang tua nya Dira ? Minta lo nikahin dia ngga ? "
" Maksud lo apaan ! Jangan bawa orang lain dalam hubungan kita ya " jawab Adit
" Bukan lo yang bawa dia ke hubungan kita ? Lo lupa kalo lo udah janji engak komunikasi lagi sama itu cewek ? "
" Dar . Udahlah , itu juga kejadian pagi . Masa gini aja di ributin ? Lagian cuma jemput engak ngapa ngapain juga " Jawab adit lagi
" Emang lo mau ngapain? Mau pacarin dia ? Mau nikahin dia ? Silahkan kalo gitu " kata Dara kesel
Adit hanya diam , adit tahu dirinya salah karena pernah berjanji . Tapi adit berfikir engak ada salah nya juga buat jemput lagian cuma mau berjalin silaturahmi emang salah ?
" Tadi kita gapapa kenapa sekarang lo kaya gini ? Aneh "
" Emang harus banget gue bilang kaya gitu di depan Dinda ? Harus banget orang lain tahu kalo lo jemput Dira ? Norak tahu nggak " ketus Dara
" Gue engak minta lo ngomong di depan Dinda , gue juga engak mau orang lain tahu kalo gue abis jemput Dira . Lagian emang salah kalo gue jemput dira ? Dia kan baru balik lagi ke Indonesia "
" Oh jadi lo belain dia ? Dan lo engak mikirin perasaan gue gimana ? Lo cuma mikirin diri lo sendiri ? Egois banget jadi orang" ketus Dara lagi
" Udah diam !!! Gua lagi males berantem ! "
Dara terdiam. Mengatur emosinya dengan cara membuang muka ke arah jalanan
" Turunin gue di depan . Biar gue naik ojek , kalo engak taksi "
Adit tidak menjawab dia terus mengendarai mobilnya di tengah tengah jalanan
" Adit ... " Geram Dara
__ADS_1
Adit tidak peduli sebisa mungkin dia menahan emosinya . Adit tahu sekarang Dara lagi memancing emosi nya. Makanya lebih baik adit diam jangan menjawab . Nanti juga capek sendiri
Dara memilih untuk memundurkan tempat duduknya dia memejamkan mata sebenarnya itu mengahlikan Dara agar tidak berkomentar lagi . Tapi yang awalnya pura pura malah jadi tidur beneran
##
Malam itu Adit kembali datang lagi membawa Lunara . Keponakan cantik yang berasal dari Turki itu datang
Awalnya Lunara malu malu tapi begitu om Hendra membuatnya nyaman. Jadi Lunara sangat begitu akrab
" Luna mau makan eskrim om Adit "
" Iya nanti pulang kita beli ya , sekarang makan dulu . Kalo engak makan om Adit engak ajak lagi "
Lunara mengagguk, Lunara begitu akrab sama Tante Dinda karena awal datang Lunara di kasih permen
" Nanti mau izin keluar ajak Lunara ke Minimarket ya pi " kata Dara
Papi mengangguk , sebelum itu Adit sempat mengajak Dara untuk keluar . Alasan Adit mau ke minimarket
" Tante Dara punya kucing loh , bagus banget bulu nya " kata Adit
" Oh ya ? Aku juga punya loh coco namanya dia ada di rumah . Waktu itu coco sempat sakit terus langsung di bawa sama mommy "
Bawel nya Lunara membuat Hendra , Dinda, haidar juga Dara tertawa . Karena lucu banget balita asal Turki itu mengoceh
" Om adit jauh , mana sempat yang ada keburu eeekkk " kata Lunara sambil mencekek leher nya
Satu meja di buat tertawa dengan sikap Lunara . Mama Dinda di buat gemes sampai sampai mama Dinda sempat mencium tangan Lunara
" Eh kamu udah mandi belom ? Ko bau asem "
" Udah dong nek, mandi pake kembang , emang nya om Adit belom mandi . Bau sapi "
Hahaha
Tawa kelima orang dewasa seisi rumah . Bener bener Lunara membuat malam ini menjadi lebih baik
" Nenek dari tadi Luna buka mulut nya, engak masuk masuk " protes Lunara
Adinda tersenyum dia terlalu gemes sama balita itu sampai mencium nya berkali kali. Setelah makan malam selesai . Dara telah siap siap untuk pergi ke minimarket
" Luna sini aja ya sama kakek , nanti om Adit kesini lagi " kata Hendra
Lunara menggeleng kepalanya " Sama om itu jahil , Luna malas " ujuk luna pada haidar
__ADS_1
Memang haidar tadi sempat jahilin luna . Makanya luna engak mau lagi dekat dekat om itu
Luna meminta Adara untuk mengendong nya . Saat Adara gendong. Lunara senang
" Dadah , beliin es krim yaaa " kata Hendra
Lunara melambaikan tangan saat memasuki mobil dan mereka bertiga segera pergi dari rumah itu
Selama perjalanan Lunara sangat bawel membahas teman dan hewan peliharaan di rumah nya . Sedangkan Dara yang di buat gemes terus bertanya tanya
" Kita mau kemana sih om ? Engak sampe sampe deh " protes lunara
" Mau ke supermarket , senang kan kamu "
Luna mengangguk " Nanti luna boleh beli eskrim ya om , buat nenek nda , kakek ndra. Sama om nakal itu "
Adit mengangguk " Berarti Tante boleh juga ya beli eskrim "
" Boleh , tapi satu aja . Karena om Adit engak punya uang banyak "
Dara di buat tertawa lagi " Iya satu , masa mau banyak. Tapi boleh kan ? "
" Boleh dong " jawab Lunara
Adit tersenyum dia mengenggam tangan Dara selama perjalanan. Dara juga tersenyum menatap Adit yang saat ini focus menyetir
" Kamu umur nya berapa sih ? Tante Dara belum tahu loh umur kamu berapa " kata Adit
" Iya berapa sih umur nya ? "
" Tiga tahun " jawab Luna sambil menunjukan jari 3 nya
" Udah bisa ngapain aja ? "
" Bisa membaca , menghitung sampai 10 terus bisa bohong juga "
" heh ! " kata Dara juga Adit
" Kok bisa bohong ? Siapa yang ajarin ? " Tanya Adit
" om Adit "
Adit tertawa " Apaan kamu , siapa yang ajarin . Kapan om Adit ajarin belajar bohong " kata Adit
" hehehe , om adit tukang bohong kata Mommy "
__ADS_1
Adit hanya tersenyum dia mengelus kepala Luna , juga mengecup pipi Dara . Tiba lah sampai di supermarket